
Linda sangat kesal dengan Sofi, sudah lama berlalu namun Linda masih belum tenang. Sementara Sofi belum membuka suaranya ke Yadi, dia masih menyelidiki gerak - gerik suaminya itu.
Agar tidak ketahuan oleh suaminya Sofi sengaja pergi beralasan arisan bersama teman - temannya keluar kota.
Namun Sofi tak tahu kalau seluruh aset yang dia punya sudah menjadi miliknya Yadi. Kecuali rumah dan mobil saja yang masih atas nama Sofi.
Sementara kantor, villa dan aset lainnya sudah dalam genggaman Yadi.
Setelah kantornya yang di Jakarta selesai di akan segera meninggalkan Sofi kembali ke Linda kekasihnya. Yadi berencana akan menikahinya saat itu terjadi.
Pria itu ternyata menikahi Sofi karena dia silau akan harta yang dia miliki.
***
Rian dan Nita kembali ke penginapan mereka, setelah selesai makan malam dan sudah lelah berjalan - jalan dibibir pantai.
Rian mengantar Nita terlebih dahulu sampai depan kamarnya.
Malam itu sangat berkesan oleh kedua kekasih itu, Nita masih tersipu malu dan senang didalam hatinya. Rian mengucapkan selamat malam dan sangat perhatian.
" Nit, terima kasih ya atas waktunya malam ini." Mas sangat senang bisa bersama kamu." Dan kamu sudah menerima mas, kali ini mas akan berusaha membuat kamu sepenuhnya yakin kepada mas." Rian berkata - kata dengan penuh keyakinan.
" Baiklah mas, besok kita sambung lagi." Maaf ya mas, Nita sangat mengantuk dan lelah." ujar Nita yang terlihat sudah kecapean.
" Oke, kamu tidurlah." Mas juga akan kembali ke kamar sekarang." Selamat malam.." ucap Rian yang masih menatap Nita.
Rian sebenarnya masih sangat ingin bersamanya, terlihat jelas bahwa dia sekarang sedang berbunga - bunga karena jatuh cinta kepada Nita.
Pintu kamar sudah ditutup Nita, Rian pun pergi dari situ. Dia sedikit tersenyum tipis dan sangat bersemangat, karena Nita sudah menerima dirinya.
Nita sudah menjawab kesediaannya untuk hidup bersama - sama.
***
Nita mengganti pakaiannya dengan baju tidurnya, mencuci muka dan membersihkan riasan wajahnya. Setelah itu dia pun pergi ke kasurnya dan merebahkan tubuhnya disana.
" Penatnya badanku, rasanya sangat nyaman setelah dapat rebahan seperti ini." gumamnya diatas kasur.
__ADS_1
Nita masih mengingat atas kejadian tadi yang baru terjadi. Dan dia masih tak menyangka bahwa dirinya sudah menerima lamaran yang tadi Rian utarakan kepadanya.
Pikirannya kali ini membuatnya sedikit kacau namun rasa kantuknya tak bisa dia tahan lagi.
Nita pun langsung tertidur tanpa dia sadari dirinya sudah masuk ke alam mimpinya.
Namun Rian tidak bisa tidur karena terlalu bahagia, dia hanya duduk di kursinya menatap pemandangan diluar dari atas jendela kamarnya.
Dengan secangkir kopi yang dia pesan lewat telpon kamar penginapan itu.
Hatinya sedang melayang dan ingin rasanya dia cepat - cepat memberi tahu ibunya segera.
Namun dia ingin secara langsung memberi kabar itu kepada ibunya setelah sampai di America nanti.
Malam sudah larut, jam menunjukkan pukul 12:30. Rian sudah merasa matanya berat untuk melihat lagi, dan Rian pun langsung merebahkan diri ke kasurnya dan memejamkan matanya tanpa sadar.
Rian tidur dan bahkan kebahagiannya terbawa sampai kedalam tidurnya. Mimpi dan impian akan segera terwujud pikirnya. Tak meminta yang muluk, hanya ingin dicintai dan dapat mencintai.
***
Panji sudah berniat untuk pulang sebentar ke Jakarta, dan saat sore itu dia menemui Dion dikantornya.
Dion sedang berada di meja karyawannya, karena ada sesuatu yang dia bahas disana.
" Eh, mas Panji." Ada apa mas, kenapa sampai datang kesini..?!" Kan bisa telpon saja,dan kita akan ketemuan diluar." ujar Dion yang merasa ada hal penting sepertinya.
" Gak apa - apa saya memang mau main kesini saja dan ingin mengobrol dengan kamu Dion." Panji menepuk bahu Dion.
Dion sedikit dapat membaca tujuan Panji, dia merasa Panji ingin membicarakan sesuatu yang bersifat pribadi.
" Nia, nanti kalau ada yang mau ditanyakan datang saja ke ruangan saya ya..?!" ujar Dion kepada karyawannya.
" Ayo mas kita ke ruangan saya saja, dan Siska tolong suruh pak Danu membuatkan kopi untuk saya dan mas Panji ya." Antar saja langsung keruangan." Dion berkata dan menyuruh sambil tetap berjalan bersama Panji menuju ruangan pribadi dikantornya.
" Silahkan mas duduk dulu, saya akan membereskan sesuatu sebentar." Dion berjalan yang berlainan arah dengan Panji.
Sementara Panji duduk di sofa yang ada disudut ruangan Dion, dan dia melihat - lihat ikan yang ada di aquarium disebelahnya.
__ADS_1
Panji tahu kalau Dion sangat suka ikan hias, makanya diruangannya dia letakan aquarium disana. Dari jauh Dion menatap Panji dan sedikit bertanya - tanya.
" Ada apa ya sebenarnya dengan mas Panji..?" penasaran lalu menghampirinya.
" Mas, tumben kesini." kalau mau sesuatu kita bisa janjian, dan bicarakan dirumah." Kenapa repot - repot mas kesini." ujar Dion.
" Pak Dion ini kopi bapak." ucap Pak Danu pelayan dikantornya yang memang sudah berumur.
" Iya pak, terima kasih atas kopinya pak." Dan bapak sudah boleh pulang kalau semua sudah beres." Lagian sudah sore, saya juga sebentar lagi akan pulang." Dion selalu perhatian ke pak Danu.
" Baik Pak Dion, kalau begitu saya permisi dulu." Mari pak Panji.." ucap Pak Danu.
Pak Danu langsung pergi dan beliau akan bersiap - siap untuk pulang kerumahnya.
" Mas, apa yang mas Panji mau bicarakan ke saya..?!" Dion sangat penasaran.
" Begini Dion, kemarin itu kamu ada yang mau dibahas tentang mama mas yang di Jakarta." Kalau mas boleh tahu ada apa sebenarnya..?!" Panji mulai bertanya dan dia merasakan adanya kejanggalan.
"Mas, ada sesuatu yang harus mas tahu." Saya juga baru mengetahui itu dari mama aku mas." Sebenarnya dia hanya ingin menyimpan rapat - rapat kesedihannya untuk dirinya sendiri." Sejenak Dion diam tertunduk kebawah lantai.
" Lalu apa yang sebenarnya kalian semua tutupi dari aku..?!" Sudah
bertahun - tahun dan aku tidak mengetahuinya." Panji sedikit keras bicaranya.
Dion mengeluarkan sebuah foto, dan didalam foto itu ada seorang wanita dan pria dewasa.
" Ini adalah mama mas, dan papa kita." Mama mas sudah merebut papa dari mama ku." Ada satu hal lagi yang mas gak bakal percaya." ujar Dion ke Panji.
" Mas itu adalah abang kandungku anak dari ibu lastri yaitu mama ku mas." Papa membawa mu kesana dan memisahkan kita, dan ibu Sumi itu bukan mama kandung mas." Dia selama ini hanya memanfaatkan mas saja." ucap Dion.
" Tidak, mas gak percaya sama kamu." Mana mungkin bisa begitu..?!" Kamu mengada - ngada Dion..?!" Panji terkejut akan kenyataan.
" Aku berkata yang sebenarnya mas.., kamu abang kandung ku." Dan mama ku itu mama kandung mas yang sesungguhnya." kata Dion meyakinkan lagi.
" Ibu Sumi sudah merampas kebahagiaan mama dan menghancurkan keluarga kecil kita..!" Aku sebenarnya tidak terima, dan sangat marah." Tetapi mama melarang ku untuk berbuat sesuatu kepada tante Sumi." Dion menjelaskan semuanya.
" Dan asal mas tahu, Linda mantan istri mas itu sudah bersekongkol dengan tante Sumi."
__ADS_1
" Untuk mendapatkan uang dari kamu, dan lebih liciknya ketika tante sudah ingin menyingkirkan Linda dia membuat sebuah drama." Awalnya aku tidak tahu dan mengikuti kemauannya.
Dion menjelaskan dan menceritakan semuanya kepada Panji. Pria itu hanya diam dan mendengarkan semua apa yang dikatakan Dion.