PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 7 Mengintai


__ADS_3

Bulan mulai berganti, dan Panji masih tinggal bersama mamanya.


Dia tidak mau kembali kerumah Linda.


Mamanya Panji semakin penasaran dengan apa yang Panji katakan saat itu.


Dan setiap hari selalu terbesit kata - katanya Panji, yang menyuruh mamanya untuk menyelidiki kelakuan Linda ditempat kerjanya.


Seminggu kemudian diam - diam mamanya Panji menyelidiki Linda.


Mamanya pergi bersama sepupu Panji anak dari adiknya mama.


Mereka datang kerumah Linda untuk berkunjung, namun tak disangka Linda terlihat dijalan dan akan pergi.


Mama langsung berkata pada Dion untuk segera putar balik mobilnya dan mengikuti kemana Linda akan pergi.


Dion yang tidak tahu menahu tentang itu, dia langsung memutar balik mobil dan hanya menuruti kata tantenya saja.


Mereka melihat Linda seperti sedang menunggu seseorang di simpang pertigaan jalan rumahnya.


Tak lama kemudian, seorang pria menghampirinya dengan sepeda motor.


Linda tanpa basa - basi langsung naik ke sepeda motor itu, dan merangkul pinggang pria itu.


Mama yang menyaksikannya masih berfikiran positif dan tanpa ada rasa ragu.


" Dion, mereka mau kemana ya kira - kira?" mama bertanya dan Dion hanya diam saja.


" Tante kenap kita harus mengikuti mbak Linda sih tante..?" tanya Dion.


" Tante hanya ingin mencari bukti dari perkataan Panji yang membuat tante gak tenang." ujar tantenya Dion.


Mamanya Panji menceritakan sedikit tentang permasalahan Panji dan Linda.


Mama ingin meminta bantuan kepada Dion untuk menyelidiki Linda saat itu.


Linda masuk ke suatu bangunan ditempat dia bekerja. Namun mama mertuanya tidak tahu kalau itu lah tempat Linda bekerja.


" Dion, tempat apa ini?"


" Kamu tahu gak ini bangunan apa?" tanya tante Dion.


" Setahu saya tante ini tempat hiburan malam gitu, tapi gak begitu terkenal tempatnya."


" Dan tempat ini juga hanya orang tertentu saja yang tahu agar tak bisa dilacak oleh polisi tante." ucap Dion yang dulu temannya pernah bekerja sebagai bartender ditempat itu.


Mama hanya diam saja dan merasa tak percaya, tetapi dari tadi Linda dan pria yang bersamanya tidak terlihat lagi dan seakan menghilang dibalik bangunan Brian itu.


Sudah lama menunggu didalam mobil namun Linda tidak terlihat keluar juga.


Mama sudah lelah dan ingin pulang kerumah.


" Dion, tante sudah lelah dan tante sudah waktunya minum vitamin dan obat tante." ujar mama Panji.


" Lagian sebentar lagi Panji juga akan pulang kerja, kita akan ketahuan kalau kita telah menyelidiki Linda." ujar Mama Panji.

__ADS_1


Dion dan mama Panji pun pulang kerumah, tetapi mama menyuruh Dion untuk menyelidiki Linda sendiri secara diam - diam dan memberikan buktinya ke mamanya Panji.


Dion pun segera pulang dan siap membantu tantenya.


Dion menghubungi teman lamanya Alex, Dion ingin meminta bantuan sedikit ke temannya itu.


Alex kan mantan pekerja disana, jadi akan lebih mudah untuk masuk dan mencari informasi dari dalam.


Dion menceritakan maksud dan tujuannya ke Alex temannya.


Dan ternyata Alex setuju dan dia akan membantu Dion dalam urusan ini.


Malam Minggu ini Dion dan Alex akan menyelidiki dan mencari bukti tentang Linda.


Dion menyamar sedangkan Alex tidak menyamar dan dia akan menjadi dirinya sendiri.


Mereka sudah menyusun cara dan rencana, untuk beraksi malam ini di Brian tersebut.


" Hai Bro, sudah orang baru saja ya yang jaga..?!" kata Alex ke penjaga pintu masuk yang lama.


" Oh, bang Alex."


" Tumben abang kesini sekarang ini..?" ujar Alex.


"Abang mau melamar kerja disini lagi ya?" tanya pria penjaga pintu yang berotot itu ke Alex.


" Ah, cuma bersama teman mau main saja."


" Sudah bosan dirumah saja, lagian kita mau senang - senang saja kok."


" Silahkan bang, kan sudah lama juga gak main kesini.


***


Akhirnya Panji dan Alex dapat masuk kedalam dan langsung duduk disofa yang ada beberapa wanita duduk disana.


Alex sengaja memilih tempat duduk seperti itu agar tidak mencolok didepan umum.


Terlihat seorang wanita yang bernyanyi dan menari didepan mereka.


Lalu seorang pelayan menghampiri Alex dan menyapanya.


" Hai bang Alex, sudah sukses nih tampaknya."


" Ah kamu bisa saja, abang masih yang dulu kok." ujar Alex..!


" Abang sudah jadi bartender di luar negri pun." kata kenalannya di Brian itu.


" Bro, ada yang ingin aku minta tolong nih." Alex membisikan sesuatu ke telinga temannya.


Dan pelayan temannya itu mengerti, dia langsung melakukan apa yang dikatakan Alex.


Linda langsung menghampiri Dion yang duduk disana, menari dan menyanyi didepannya.


Dion tak segan segan memberikan saweran dan sebuah kertas yang entah apa ditulis Dion.

__ADS_1


Namun ternyata Linda datang lagi ke Dion dan menemuinya di sebuah kamar yang ada di Brian itu.


Dion sudah memasang kamera kecil di saku jasnya yang disangkutkan di sudut kamar.


Linda datang dengan pakaian minimnya menemui Dion.


Lalu dia mencoba menggoda Dion dengan caranya.


Dion pun mengikuti permainan Linda, dan tak lama kemudian ponsel Dion berbunyi.


Dia menjawab ponselnya dan segera pamit untuk pergi.


" Sayang, maaf kan aku."


"Saat ini ada urusan dikantor ku yang mendesak."


" Lain kali kita akan bersenang - senang lagi, dan ini untuk mu yang sudah membuat ku suka padamu." Dion langsung mengambil jasnya dan pergi keluar dari Brian itu dan menemui Alex yang sudah menunggu di mobilnya Dion.


Linda terlihat senang dan bangga karena mendapatkan uang yang lumayan banyak hari ini.


Dan dia juga sangat tertarik dengan Dion yang lumayan tampan wajahnya.


***


Dion berhasil mendapatkan bukti untuk tantenya hari ini.


" Semoga tante merasa puas dan tidak salah apa yang dikatakan mas Panji ke tante." Dion berkata dalam hatinya.


Dion menyetir mobilnya ke jalan dan berhenti di sebuah cafe.


Dion mengajak makan Alex dan nongkrong bersama.


Sudah lama mereka tidak berjumpa, semenjak Alex keluar negri. Disana Alex sudah bekerja sebagai DJ musik dan sekarang dia ke Indonesia karena ada urusan dengan mama dan papanya.


Singkat cerita, ternyata dia ingin dijodohkan mama dan papanya. Namun Alex tidak mau, dan dia besok akan berangkat pergi lagi kembali ke luar negri.


Alex masih trauma untuk mempunyai kekasih, karena kekasihnya yang dulu meninggal tertabrak didepan matanya.


Dia masih belum bisa melupakan Elis yang begitu dicintainya.


Dion mengetahui itu semua, dan juga tahu kenapa Alex pergi.


Dia sangat tidak dapat melupakan kejadian yang menimpa kekasihnya.


" Alex, terima kasih ya sudah membantu ku."


" Menurutku hari ini sudah cukup sekali yang kita dapatkan." ujar Dion.


" Tak masalah bro.., kita kan jadi bisa jalan bareng lagi kali ini."


" Aku senang kok, bisa membantu kamu." ucap Alex memeluk Dion karena besok dia harus pergi lagi.


" Yuk, aku antar kau pulang dan beristirahat."


" Nanti ketampanan ku bisa pudar kalau lama - lama diluar."

__ADS_1


" Hahaha.., masih saja kau tak berubah, sok tampan sangat." Alex meledeknya dan tertawa lepas bersama.


__ADS_2