PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 67.Penyesalan


__ADS_3


Operasi sudah selesai, namun Nita belum sadarkan diri sudah tiga hari. Silvi setiap hari selalu datang dan menjaganya ketika Rian ke kantor untuk bekerja.


Silvi mengambil kuliah online dari rumahnya karena ingin menjaga Nita dirumah sakit. Setiap siang mama datang membawa makanan untuknya dan untuk Rian makan malam.


Setelah pulang dari kantor, Rian langsung ke rumah sakit untuk menjaga dan merawat istrinya Nita.


" Tolong...!"


" Tolong saya sakit sekali." ucap Nita yang tiba - tiba sadar dan berteriak.


" Nita ?!"


" Ini mas Nita, ada mas disini." Suster tolong sus, dia sudah sadar." ucap Rian memanggil susternya.


" Baik pak kami akan mengeceknya." Mereka mengambil jarum suntik dan alat tensi untuk memeriksa Nita.


Jarum dikeluarkan dari bungkus ya dan dimasukan obat lalu disuntikkan ke tubuh Nita.


Nita pun tertidur dan tenang kembali, mereka memeriksa mata dan detak jantung serta tekanan darahnya.


" Kenapa istri saya suster ?" tanya Rian.


" Tenang saja pak, istri bapak sudah melewati masa kritisnya, dan dokter tadi sudah mengatakannya bahwa nanti harus menyuntiknya bila dia sadar dan merasa ketakutan."


" Itu merupakan hal yang wajar dan menandakan dia akan segera cepat sembuh." Kata susternya.


" Baiklah suster terima kasih sekali lagi." kata Rian kepada para suster.


Rian sedikit lega dan bisa tidur sebentar, sampai besok Nita tersadar kembali.


Rian tidur di sebelah Nita dan memeluknya, tak lupa mengecup kening istrinya itu.


@@@@@@@@@@@@@@@@@


Keesokan paginya Silvi buru - buru bangun duluan dari mamanya, dia teringat akan perkataan Nita ke dirinya.


Hargai dan hormati mama semasih dirinya ada bersama kita, dan dengar semua nasihatnya. Janganlah membuatnya sedih bila kita masih belum bisa mengurangi beban di hidupnya.


Silvi sangat merasa bersalah dan telah sadar akan kesalahannya, Nita terluka dan hanya terbaring karena dia pikir Silvi sekali lagi.

__ADS_1


Silvi pergi ke dapur setelah mengerjakan ibadahnya dan tak lupa menyematkan kesembuhan Nita dalam doanya.


Silvi memasak nasi dan memotong sayuran, tak lupa memasak telur dan membuat nasi goreng untuk sarapan pagi abangnya.


Dia mengerjakannya di bantu oleh pelayan dirumahnya.


" Tumben Silvi masak dan cepat bangun ?" tanya pelayan yang sedikit kepo.


" Hehe.., iya mbak." Aku mau buat sarapan mas di rumah sakit." Dan juga kasihan mama sudah setiap hari harus mengurus semua." Sekali - kali boleh istirahat dong mama mbak.. ?!" kata Silvi yang mulai berubah sikap dan tidak cemberut lagi.


" Bagus dong Silvi, kamu ini sebenarnya anak manis mbak lihat." Tapi gak tahu nih kenapa beberapa bulan ini suka marah dan cemberut." Mbak senang kamu sudah mulai memikirkan mama." kata mbak pelayan.


Semua hidangan sudah tertata di meja makan, dan rantang makanan untuk Rian sudah siap juga.


" Mbak, Silvi mandi dulu ya." Silvi minta tolong dapur mbak yang bersihkan, soalnya Silvi mau cepat antar sarapannya mas Rian." kata Silvi sambil tersenyum.


" Iya nak Silvi, mbak mengerti." Tenang saja nanti pasti mbak bereskan, oke !" mbaknya mulai bercanda.


" Terima kasih ya mbak." ujar Silvi yang berlari lagi ke kamar untuk mandi.


" Loh mbak sudah siap masak ?" Banyak amat masak hari ini mbak ?" tanya mama yang baru bangun tidur langsung ke dapur.


" Iya bu, nak Silvi yang masak semua ini." Katanya biar ibu bisa istirahat saja dirumah." Nak Silvi juga mau mengantar sarapan ke mas Rian di rumah sakit." ucap mbak itu lagi.


" Ayo mbak, kita sarapan duluan." Temani saya sarapan, anak itu pasti ingin sarapan bersama abangnya disana." ucap mama.


Tak berapa lama Silvi siap dengan barang dan bawaan lainnya.


Dia pamit ke mamanya dan pergi dengan taksi yang sudah di pesan oleh satpam di rumahnya.


Silvi sekarang menjadi anak manis kembali seperti yang dulu.


Teman Silvi yang suka menghasutnya sudah tidak bersamanya lagi. Silvi sudah menjauhinya semenjak pria yang Silvi suka direbut olehnya. Ternyata temannya itu sengaja berbuat seperti itu dan menghasutnya supaya dapat mendekati gebetan Silvi saat itu.


Silvi tersadar bahwa yang memberi kasih sayang dan perhatian tulus hanya dari keluarganya.


Bahkan mereka yang bisa membuat kita berharga di luaran sana.


Silvi bersyukur memiliki keluarga yang selalu mendukung dan sayang padanya.


Rian sudah mandi dan berpakaian rapi hendak ke kantornya, Silvi datang membawa sarapan untuk abangnya. Tiba - tiba Nita tersadar dari efek biusnya, dan mencari Rian tanpa tahu kalau Rian ada di sampingnya.

__ADS_1


" Mas Rian.., mas.., kamu dimana ?" tanya Nita.


" Sayang kamu sudah sadar." Mas ada disini sayang." kata Rian memeluknya.


" Anak kita mas, maafkan Nita ya mas." Nita tidak bisa menjaga anak kita." hiks, hiks.." dia menangis sesenggukan.


" Iya sayang sudah tidak apa - apa, yang penting kamu selamat dan cepat sembuh." Mas sangat merindukan kamu sayang." Rian memeluk dan memberi semangat kepada Nita.


Silvi yang memperhatikan mereka berdua sangat merasa bersalah sekali. Dan dia tidak berani menyapa dan mendekat dengan Nita.


Dia takut nanti Nita tidak mau bersamanya dan menyayanginya lagi. Silvi perlahan pergi dan mencari suster, untuk mengatakan bahwa pasien yang di kamar 05 sudah sadarkan diri.


Mereka pun langsung segera melihat dan membawa peralatan untuk memeriksakan kondisi Nita. Silvi menelpon mamanya dan memberikan kabar itu ke rumah.


Mama sangat senang sekali, karena sudah seminggu Nita shock dan tidak sadarkan diri dirumah sakit.


Mama langsung cepat - cepat pergi naik taksi ke rumah sakit setelah Silvi memberikan kabar mengenai kondisi Nita.


" Aku akan menunggu mama saja disini dan tidak usah berada disana dulu deh lebih baik." Silvi berkata dalam hatinya.


@@@@@@@@@@@@@@@@@


Sudah dua bulan Yadi meninggalkan Linda, kini pagi - pagi dia sudah kembali pulang ke rumahnya.


" Mas, kamu pulang sayang.. ?"


" Sudah makan apa belum ?"


" Aku siapkan makan ya untuk kamu ?"


" Aku masak makanan kesukaan kamu ya sayang ?" tanya Linda.


Yadi tidak berkata atau menjawab apa pun dari perkataan Linda. Dia tidak meresponnya sama sekali, Yadi malah mengambil kopernya yang lain dan memasukkan semua pakaiannya kedalam koper itu.


" Mas, kenapa semua baju mu di masukkan ke koper mas ?"


" Kamu mau pergi kemana lagi, baru saja kamu pulang mas."


" Aku sangat merindukan kamu mas, apa kamu tidak merindukan aku ?"


" Apa kamu tidak ingin aku saat ini mas ?" tanya Linda dan mencoba merayunya.

__ADS_1


" Pergi kau, jangan mencoba merayu ku dengan tubuh mu lagi." Sudah cukup aku berbaik hati dan mau dengan kamu lagi saat itu." Aku akui dulu aku sangat bodoh dan dibutakan hasrat dan cinta saja." Tapi kali ini aku sudah sadar dan tidak akan terjerat yang ketiga kalinya."


" Aku sudah mengurus surat perceraian kita." Kau bisa bebas dan aku juga akan merasa bebas yang paling penting perusahan ku kali ini tidak akan mengalami kebangkrutan." Kau wanita pembawa malapetaka saja di hidup ku." ucap Yadi yang langsung pergi dari rumah Linda.


__ADS_2