PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 44 Penjelasan dan Keterbukaan


__ADS_3

" Mas, aku mulai saja sekarang." Karena bagi ku ini tidak adil dan nantinya akan memperburuk masa depan kita, kalau aku hanya diam saja." ujar Nita ke Rian.


" Iya kalau Nita rasanya begitu, maka mas akan dengarkan sekarang." kata Rian yang mulai menyimak.


" Mas, sebenarnya pak Panji yang mas kenalkan itu memang benar adalah teman sekantor saya dan Ani." Tetapi ada satu yang mas belum ketahui, selain teman sekantor, kami juga dulu pernah dekat." kami hampir berpacaran." Nita menjelaskan dan Ani membenarkan ucapan Nita.


Nita dan Ani pun banyak cerita tentang Panji, sementara Rian diam mendengarkan.


Semua diceritakan dan dibilang ke Rian agar tidak ada yang ditutupi lagi.


Nita ingin semuanya dituntaskan sekarang juga, agar hubungan bisa berjalan lancar. Kini hati Nita sudah lega dan merasa kembali tenang sudah mengungkapkan semuanya ke Rian.


" Sayang.., aku percaya sama kamu." Menjalin hubungan tanpa adanya kepercayaan semuanya akan sia - sia." Dan mas gak mau itu terjadi kepada hubungan kita." kata Rian dengan lembut.


" Benar juga Nit kata mas Rian." Kamu harus yakin dalam menjalin hubungan kalian, tanpa harus ragu bertanya dan menyatakan satu sama lain." ujar Ani.


" Mas Rian juga, kalau ada sesuatu yang mau ditanya atau yang mau diungkapkan langsung saja ke Nita tanpa harus berpikiran negatif terlebih dahulu." Aku yakin hubungan yang sehat itu adalah saling percaya dan memahami pasangannya." Ani berkata seolah - olah dia mengerti segalanya tentang cinta.


" Wah.., pakar cinta sudah berbicara nih." Sudah punya pacar ya jangan - jangan..?" Nita mulai menggoda Ani.


" Ih apaan sih..?!" Aku kan hanya memberi nasihat saja.., kok kamu begitu sama teman sendiri." Ani cemberut.


" Hahaha..., mas kita jalan yuk." Biarkan saja Ani pulang sendiri." Nita memegang tangan Rian dan mengajaknya pergi.


" Maaf sayang mas tidak bisa bersama kamu untuk itu." Ada tugas penting dan besok pagi - pagi sekali juga ada rapat dengan teman papa dan papa juga sekalian." Jadi..., lain kali saja mas bawa kamu jalan ya..?!" Pulanglah bersama Ani, langsung pulang dan istirahat." Mas tau kamu kurang tidur tadi malam." Rian memberi tahu Nita.


" Baiklah mas.., kami pulang duluan." Kamu hati - hati dijalan ya." Kabari aku kalau sudah dirumah." Nita pergi bersama Ani


***


Rian memanggil pelayan dan menanyakan pembayaran makanan mereka. Setelah selesai, Rian pun pergi dari tempat itu. Rian pun pulang kerumahnya dan segera istirahat dalam kamarnya.

__ADS_1


" Tok, tok.., Rian.., Rian.., kamu sudah makan nak.?!" Kenapa kamu tidak turun makan dulu Rian..?" Mamanya bertanya.


Rian menghampiri dan membukakan pintu kamarnya.


" Rian sudah makan ma.., hari ini Rian mau istirahat sebentar dan nanti mau selesaikan tugas untuk besok dibawa ke rapat kantor ma." Mama tidurlah sudah malam." Rian menjelaskan ke mamanya.


Mamanya Rian pun pergi istirahat dikamarnya, Rian menutup pintu dan mulai istirahat juga sejenak. Lalu nanti dia akan lanjutkan mengerjakan tugasnya untuk rapat besok.


***


Linda sekarang menikmati hidupnya dengan Yadi. Bahkan dia tidak pernah mengingat Panji mantan suaminya sedikit pun. Yadi semakin berjaya dengan bisnisnya, dan sudah mempunyai banyak cabang dimana - mana.


Semakin tinggi kita naik ke atas, akan semakin banyak angin dan badai di atas sana. Begitulah perumpamaan untuk Yadi sekarang. Banyak yang tidak senang dan suka kepada Yadi. Sikapnya sekarang sangat angkuh dan sombong kepada karyawannya.


Rekan bisnisnya juga ada yang tidak menyukainya, seperti pak Dirga yang sudah sepakat kalau keuntungan dibagi dua. Namun Yadi memotong keuntungannya duluan sebelum di bagi dua. Katanya itu kena pemotongan pajak dan biaya pengiriman.


Sementara pak Dirga sudah mengecek biaya pengiriman tidak dikenakan karena sudah lama bekerja sama dan menjadi pelanggan selalu.


" Pak Yadi, tidak bisa begini dong !" Saya gak bisa terima atas pemotongan yang terlalu banyak begini..!" ucap pak Dirga.


" Haha.. pak, saya kan sudah bilang ke bapak kalau kita akan ada pemotongan biaya. Dan bapak sudah tahu itu, saya tidak mau tahu masalah komplainnya bapak saat ini. Kesepakatan sudah kita tanda tangani berdua, jadi bagi saya tidak ada lagi masalah yang harus dibicarakan." ucap Yadi.


Pak Dirga tidak senang dengan pembicaraan mereka tadi, dia pun pergi dengan perasaan kesal dan dendam.


Di dalam hatinya dia akan membalas dan membuat perhitungan kepada Yadi.


Tetapi pak Dirga tidak memutuskan kontrak kerjanya dengan Yadi, karena dia tidak mau mengambil resiko.


Pak Dirga sekarang sedang merencanakan sesuatu dan dia akan membuat perhitungan dengan Yadi nanti.


Linda siang itu datang ke kantornya Yadi, dia berencana akan makan siang bersama Yadi ( suaminya ). Saat pak Dirga keluar dan berjalan di lobi kantor, dia melihat Linda yang datang berjalan di lobi juga.

__ADS_1


Linda tidak menyadari keberadaan Dirga disana, dirinya hanya memikirkan suaminya saja.


Linda datang tidak bersama anak - anaknya, mereka semua ditinggal bersama pengasuhnya dirumah. Saat di depan pintu ruangan kantor Yadi, Linda mengetuk pintu dan langsung membukanya.


" Tok, tok, tok.." Mas.., sayang." Linda masuk dan melihat Yadi sedang bersama sekretarisnya membahas suatu berkas yang mau ditanda tangani.


Yadi melirik ke arah Linda dan melirik ke arah Lina ( sekretarisnya ). Yadi dan Lina seperti sedikit terkejut akan kedatangan Linda disana.


" Mas kamu tidak suka atau senang aku datang kesini..?" tanya Linda.


" Mas suka sayang.., cuma agak sedikit terkejut." Dan kamu datang tanpa bilang dulu ke mas." Ada apa sayang kamu sampai kesini, kenapa tidak dari ponsel saja kalau memerlukan sesuatu." kata Yadi.


" Aku mau makan siang bersama kamu mas.." berkata sambil memeluk manja.


Sekretaris Yadi permisi untuk pergi keluar dari ruangan itu, dia kembali melirik Yadi sekali lagi. Yadi juga melihatnya dan memberikan kode tertentu.


" Mas, kita makan diluar yuk." Aku ingin mengenang masa seperti kita masih pacaran dulu." Linda berkata lagi.


" Iya sayang, baiklah kita pergi makan siang hanya berdua saja." Hari ini apa yang kamu mau aku turuti sampai kamu senang." Kata yadi mencubit hidung Linda.


Linda sangat senang dan semangat mendengar kata - kata Yadi barusan.


Linda pun menunggu Yadi dengan wajah ceria. Karena Yadi sudah berbicara seperti itu, Linda punya rencana akan jalan - jalan bersama teman - temannya untuk bersenang - senang.


Mereka berdua pun pergi keluar dari kantor itu, dengan mengendarai mobilnya Yadi membawa Linda makan di resto yang baru dibuka di jalan Sudarso. Makanannya sangat enak kata sekretarisnya ( Lina ), Yadi penasaran dan ingin mencobanya.


" Kita makan disini mas..?" tanya Linda.


" Iya, mas mau coba makanan disini." Teman mas bilang kalau disini makanannya sangat enak." Bagaimana..?!" ucap Yadi.


" Linda ikutan sajalah mas." Ayo kita masuk, aku sudah lapar mas." kata Linda sembari menggandeng tangan Yadi masuk kedalam resto itu.

__ADS_1


__ADS_2