
Nita dan Rian sudah pulang dari bulan madu dan liburannya. Mereka semakin terlihat mesra dan bahagia, apalagi Rian yang semakin mencintai istrinya Nita. Disana mereka menghabiskan liburannya dengan begitu mesra dan sudah layaknya suami dan istri. Nita sudah menyerahkan seluruh hidupnya dan mencurahkan cintanya ke Rian disana. Kini mereka seperti pengantin baru lagi yang sedang kasmaran di malam pertamanya.
Namun Panji masih ingin sendiri saja, dia sedikit memilih dan trauma akan cinta serta pernikahan.
Panji sekarang fokus dulu menjalankan bisnis bersama temannya yang sudah bersepakat akan membantunya.
Sementara bisnis punya Panji temannya yang kelola tapi Panji masih memantau juga bila ada kendala atau apa pun itu.
Sammy dia teman Panji yang pintar, akan tetapi dia tidak ingin mengelola bisnis besar seperti saat ini. Tapi dia lagi dalam kesulitan dan kebetulan Panji menelpon dan juga memerlukan bantuan.
Jadi mereka sepakat dan sama - sama menguntungkan. Sammy sudah menikah dan sekarang dia dalam keadaan kekurangan karena suatu masalah. Sementara anaknya harus melanjutkan pendidikannya dan bertekad kuat juga mempunyai impian.
Panji berjanji akan melanjutkan pendidikan anaknya dan memberi fasilitas kepadanya.
Sammy juga dulu sudah banyak membantunya bahkan hanya dia teman yang selalu setia ke dirinya.
***
Panji berjanji untuk selalu berusaha mengembangkan bisnis dia dan bisnis Dion adiknya, yang suatu saat akan dia kembalikan lagi walau itu pada anak atau istrinya nanti.
Ternyata bangunan yang sudah di persiapkan oleh Panji di Jakarta akan Sammy yang mengelola. Perusahaannya dipindahkan disana saat ini. Dia fokus ke bisnis Dion yang berada di Singapura.
Sementara bangunan kantor miliknya di Singapura akan dia satukan menjadi perusahaan Dion saat ini. Panji hanya ingin berjalan seperti perjanjiannya dengan Dion saat itu. Panji mendapatkan separuh dari saham milik papanya saja, karena dia merasa tidak berhak banyak akan perusahaan itu, yang terus mengembangkannya dari awal adalah Dion.
Jadi Panji merasa tidak pantas mengambil setelah sudah berkembang besar seperti saat ini.
***
Adik Rian masih saja tidak menyukai Nita kakak iparnya saat ini.
Dia menjadi tidak menurut dan sering melawan ke mama dan kakaknya.
Nita mengetahui penyebabnya, dan meminta Rian untuk menyuruh adiknya selalu menemani Nita saat dirumah atau hanya pergi berdua.
Bahkan punya syarat mama dan Rian tidak akan ikut campur apa pun yang terjadi.
Rian setuju akan hal itu, namun juga sedikit khawatir kalau mereka akan bertengkar hebat saat nanti bersama.
__ADS_1
Semua Rian turuti dan mengatakannya kepada mamanya, Rian ingin Silvi adiknya menemani Nita dirumahnya. Saat Rian pergi ke luar negri karena ada tugas di kantor cabang yang harus di selesaikan.
" Silvi, mas mau kamu temani Nita saat mas pergi." Semua yang dia katakan kamu harus menuruti selama itu bukan hal yang buruk untuk kamu." kata Rian.
Sementara Silvi sudah mulai marah dan wajahnya tampak tidak senang.
" Kenapa harus aku sih mas... ?" kak Nita kan sudah biasa sendirian, dan dia wanita yang mandiri." Silvi mulai nyeleneh.
" Ma, Rian pamit ya besok akan berangkat pergi lagi." Sesekali mainlah dan menginap dirumah bersama mereka." ucap Rian.
" Iya nak, mama mengerti." ujar mamanya.
" Ma..., mama kenapa diam saja sih." mama kan tahu sendiri aku tuh..." terhenti.
" Kamu tidak suka sama kakak kan ?" Nita menyambung percakapan mereka. Nita mengambil ponselnya yang ketinggalan di meja makan.
" Sudah tahu pakai tanya lagi." Silvi marah.
" Ih, kamu tidak boleh begitu sama kakak." ucap mamanya.
" Ih, gak akan pernah." Silvi berlari ke kamarnya.
***
Nita pun pergi bersama Rian ke supermarket untuk belanja kebutuhan dan stok untuk isi kulkas Nita dirumah.
" Mas, malam ini kamu mau di masakan apa ?"
" Kamu suka makan apa, nanti kalau bisa akan Nita masakan." ucapnya Nita.
" Em..., kalau tidak bisa ?" tanya Rian.
" Nanti Nita akan belajar dan memasaknya saat mas pulang dari tugas." Bagaimana... ?" tanya Nita.
" Boleh deh." Tapi mas malam ini ingin mie Ayam buatan kamu." kata Rian.
" Oke !" mari kita belanja bahan - bahannya." Nita sangat bersemangat dan terlihat senang.
__ADS_1
Rian menggenggam dan mencium tangan Nita, dia merasa sangat senang dengan istrinya.
Mereka belanja tidak terlalu banyak, karena nanti Nita ingin berbelanja lagi ke pasar saja bersama Silvi adiknya.
Nita hanya belanja beberapa buah dan sayuran yang jarang ada di pasar saja. Dia juga membeli beberapa minuman dan perlengkapan mandi serta mencuci. Bumbu instan minyak goreng dan beberapa saus serta kecap. Kali ini Nita membeli ayam bungkusan untuk masak mie ayam dan tidak lupa bakso dan sosis juga.
Setelah selesai mereka menuju kasir untuk membayar disana. Rian menatap Nita dari belakang, dan ingin sekali memeluk dirinya saat itu. Tiba - tiba Rian sangat ingin melakukannya karena gemas melihat Nita yang hari ini sangat menggoda.
Troli itu di dorong Rian sampai ke mobil, dan semua belanjaan di masukannya ke dalam bagasi. Namun Nita berteriak dan menepuk dahinya.
" Ya ampun..." ucapnya.
" Kenapa sayang ?" tanya Rian.
"Mas, aku lupa beli beras kita." Di rumah stok beras sudah mau habis mas." kata Nita.
" Bagaimana ya mas ?" Apa kita beli di pasar saja ya nanti sekalian lewat." kata Nita.
" Ya sudah kamu tunggu saja di mobil, biar nanti mas masuk ke dalam dan membelinya." Rian pun pergi sambil mendorong lagi troli itu dan membeli beras kembali.
Nita menunggu Rian di dalam mobil dengan sabar, dia membuka bungkusan ice yang di belinya.
" Memang ice ini juara banget, aku paling suka rasa coklat belgia." katanya dengan senang.
Rian datang dan melihat tingkah istrinya yang sedang makan ice di depannya.
Sekarang Nita hatinya sudah terasa bebas seperti tidak terkekang, dan dia merasa bahagia dengan pernikahannya yang sekarang.
Beras sudah di beli dan mobil sudah di jalankan ke luar parkiran supermarket. Mereka akan pulang dan Nita menyiapkan makan malam di rumah. Keluarga kecil itu terasa sangat indah jadinya, karena keduanya saling bersama melengkapinya.
Rian mulai merasa rindu karena besok akan pergi meninggalkan Nita selama sebulan di rumah.
" Sayang, kita tidur yuk."Mas ingin bersama malam ini, karena besok mas sudah akan pergi ke luar negri." kata Rian.
Nita pun mengerti pasti akan terasa sekali karena mereka saja baru bersama liburan dan menghabiskan waktu. Tetapi tidak bisa dipungkiri kerjaan yang sudah menanti kembali.
Nita juga lusa sudah akan masuk kantor dan pasti sudah banyak berkas yang mau di tandatangani di meja kerjanya itu.
__ADS_1