PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 41 Takdir Pertemuan


__ADS_3

*** Hari ini ***



Dekor sudah selesai, rumah sudah dihias dengan warna pink soft. Warna itu adalah kesukaannya Nita, dan Ani yang paling tahu benar kesukaan sahabatnya itu.


makanan sudah datang dan diterima oleh Ani, dia mengurus semua pesanan yang masuk dan yang sudah datang.


Awalnya Ani tidak mau dipercayakan tugas itu, namun dia menerimanya juga.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 09:15, Nita pun sudah siap berdandan.


Para kerabat sudah ada yang hadir, bahkan mamanya Rian sudah dari jam 8 pagi sudah di rumahnya Nita.


Mamanya Rian ikut membantu Ani dan menyiapkan semua agar terlihat bagus.


Rian sudah tiba di rumah Nita, sebentar lagi acara pertunangan akan dimulai.


" Hai pak Rian, selamat ya..." ucap teman dari Rian.


" Hai pak Panji, anda sudah datang." Terima kasih sudah menyempatkan waktunya datang kemari." ucap Rian yang senang akan kehadiran Panji disana.


" Bruk..!" Ah, maafkan saya." ucap Ani yang menabrak Panji tanpa sengaja.


Ani tidak memperhatikan saat itu, dia membersihkan dan mengambil bunga yang berjatuhan yang dia bawa tadi.


Panji membantunya memungut bunga - bunga itu.


" Ani..?!" Hai An, apa kabar..?" Sudah lama kita tak bertemu dan berkomunikasi lagi." ucap Panji.


" Loh pak Panji mengenalinya..?" tanya Rian.


" Oh iya pak Rian, dia adalah teman kerja saya dulu saat di Jakarta." Panji menjelaskan.


" Rian.., ayo kemari." Acara sudah mau dimulai." mamanya Rian memanggil.


" Oh iya ma..?!"


" Pak Panji, saya permisi pergi kesana dulu." Kata Rian ke Panji.


Rian pergi menghampiri mamanya, dan karena acara sudah akan dimulai. Ani lalu pergi dari Panji, dia kembali sibuk dengan pekerjaannya lagi. Menata bunga yang dia pegang ke meja - meja para tamu.

__ADS_1


" An, tunggu aku..!" ucap Panji yang mengejarnya dan mengikuti dari belakang.


" An, dimana Nita..?" Kamu masih satu kerjaan An..?" tanya Panji yang sudah berharap mendapatkan jawaban dan bertemu dengan Nita.


" Sudahlah Pan, tidak usah cari - cari lagi dan berharap ke Nita lagi." Kamu lupakan saja dia." ucap Ani yang menatap Panji dengan wajah kesalnya.


" An, kamu kok begitu bicaranya.., apa kamu tidak ingin kami bersama dan bersatu." Aku sudah tidak bersama Linda lagi. Kejadian itu sudah lama terjadi, An, tolong beri tahu aku." Aku ingin bertemu dengan Nita, An..?!" Aku selalu menunggu dan mencarinya bertahun - tahun." Beri aku kesempatan bertemu dengan Nita walau sebentar An.." ucap Panji yang tetap berusaha, agar Ani mau mengajaknya bertemu dengan Nita.


" Ok, Nita ada disini kok Pan." Dan nanti kamu juga akan bertemu dengannya." Aku mau mengurus urusan ku dulu." Acara akan dimulai, silahkan kamu duduk di kursi mu." ucap Ani dengan ketusnya.


Ani pun pergi meninggalkan Panji yang sekarang sedang duduk di kursi para tamu. Acaranya tidak banyak yang datang, memang konsepnya hanya keluarga dan kerabat saja yang hadir.


Nita tidak ingin terlalu ramai saat acara pertunangannya itu diadakan.


Keluarga Nita tidak ada yang datang, namun mereka sudah memberikan restunya dan sudah pernah diperkenalkan.


Pertunangan memang di langsungkan di America, tetapi acara pernikahannya Nita ingin di kampung halamannya bersama ibu angkatnya kakak dari ibunya Nita.


Rian pun sangat setuju akan hal itu, dan mama Rian juga tidak masalah atas permintaan Nita.


Rian sudah duduk di kursi menunggu calon wanitanya keluar. Mama Rian dan Ani pun menjemput Nita dari kamarnya setelah selesai didandani.


Nita begitu cantik dan anggun, mama Rian dan Ani sangat terpesona oleh penampilan Nita saat ini.


Nita pun segera keluar menemui Rian yang sudah menunggunya.


Rian langsung berdiri dan menyambut Nita dengan mengulurkan tangannya.


" Itu kan Nita.." kenapa...?" Panji terkejut dengan apa yang dia lihat dan dia ketahui.


Ternyata kekasih Rian selama ini adalah Nita yang dia cari dan dia tunggu.


Panji terdiam dan hanya menatap saja dari kursinya. Nita tidak menyadari akan keberadaan Panji disana. Nita hanya fokus ke acaranya saja, dan Ani juga tidak memberi tahu akan kehadirannya Panji di acaranya.


Ani tidak ingin merusak kebahagiaan sahabatnya itu. Ani membiarkan Panji mengetahui bahwa Rian akan bertunangan dengan Nita.



Panji terasa hancur, melihat Nita tersenyum bahagia saat cincin itu disematkan ke jari manisnya. Panji tak kuasa sehingga dia pergi ke kamar mandi untuk meluapkan kesedihannya.


Ani tidak mau menemui Panji dan berbicara padanya. Panji dan Nita tidak bisa bersama lagi pikirnya, Nita selalu terluka bila bersama Panji.

__ADS_1


Ani tak ingin melihat Nita seperti yang dulu lagi, dia lebih suka melihat Nita yang sekarang ini. Selalu tersenyum dan bersemangat, dia yang sudah membuatnya bahagia. Maka hanya dia yang harus bersama Nita, Ani berpendapat demikian.


Semua orang bertepuk tangan, karena mereka sudah resmi bertunangan. Dan segera akan menjadi pengantin yang bahagia.


Para kerabat dan saudara menghampiri mereka memberi salam dan mengucapkan selamat pada mereka.


" Rian, calon mu sangat cantik sekali." Dan kalian terlihat sangat serasi." ucap Om nya Rian.


" Terima kasih Om, bisa saja Om." ujar Rian memeluk Om nya.


Tiba giliran Panji yang naik dan menemui Rian di depan.


" Selamat ya pak Panji, semoga bahagia." kata Panji.


" Terima kasih pak Panji." balas Rian.


Giliran ke Nita, Panji memberanikan dirinya untuk terlihat biasa saja.


" Mas Panji..?" ucap Nita.


" Iya Nit, selamat ya.." Semoga kamu lebih bahagia lagi dari sebelumnya dulu." Panji mengatakan saat mereka pernah bersama.


Nita masih tak percaya di hadapannya adalah Panji yang dulu dia kenal.


" Kalian saling kenal Nit..?" tanya Rian.


" Em.., iya mas... kami..." Nita tak sempat menjelaskan.


" Oh iya, kalian teman sekantor." Tadi sudah dibilang sama pak Panji saat bertemu dengan Ani." Iya kan pak Panji..?!" Rian tersenyum tanpa ada kecurigaan.


Panji pun pamitan dengan Rian dan beralasan ada urusan, jadi harus segera pergi.


" Pak Rian, maaf saya harus permisi pulang." Tadi saya mendapatkan telpon, jadi saya harus pergi sekarang." ucap Panji kepada Rian.


Panji juga sempai melirik ke Nita dengan pandangan sangat merindu dirinya.


Namun Nita menoleh ke arah yang lain atau ke arah Rian calon suaminya nanti.


Panji pun pamit dan bersalaman serta mengucapkan selamatnya ke Rian dan Nita. Panji terlihat sangat sedih dan terpukul, ternyata calon tunangan rekan kerjanya adalah wanita yang dia cintai.


Nita melirik ke arah Ani yang juga memperhatikannya. Ani memberi kode dengan menganggukkan kepalanya ke Nita. Ani memberi tahu bahwa semua sudah berakhir dan tidak usah memikirkannya lagi.

__ADS_1


Panji berbohong akan alasannya itu, dia sebenarnya tidak tahan berada di acara itu. Dadanya terasa sesak bila harus terus melihat Nita dan Rian yang bersanding bersama. Jadi Panji memilih pergi dan akan menemui Ani dan Nita lain waktu untuk bisa berbicara padanya.


__ADS_2