
🏵️ Pagi Sabtu semua pada sibuk dan begitu ramai sekali orang-orang berkumpul dirumah Ani, keluarga dan tetangga sangat senang karena Ani adakan hajatan di kampungnya sendiri.
Apa lagi kali ini Ani membuatnya di kampung halamannya sendiri. Mereka semua para warga kampung sangat senang dan mereka beramai-ramai membantu dan menghadirinya.
Ani masih menjaga Bisma bersamanya, hari ini Aris dan keluarganya sudah di jalan dan sebentar lagi mereka semua akan segera sampai di rumah Ani.
Dan mereka nanti akan tidur di rumah Wati temannya Ani yang hanya 5 rumah dari rumah Ani. Dan nanti Bisma akan bertemu dengan omanya yang sudah tak sabar ingin memeluk Bisma.
Namun para tetangga menanyakan kehadiran Bisma yang bagi mereka adalah hal yang aneh. Namun mereka tak ada yang mau bertanya dan hanya menduga-duga saja dalam hati mereka.
Ani juga tak menghiraukan mereka saat itu, bahkan dia berpikir positif saja. Ya wajarlah kalau mereka berpikirnya aneh, karena Ani kan belum menikah kenapa sudah menjaga anak.
***
Silvi yang kelelahan menjaga ibunya kini harus libur 2 hari untuk istirahat sejenak. Karena dia sudah merasa seperti akan jatuh sakit, jadi dia memutuskan untuk istirahat dan infus penambah stamina serta merilekskan diri serta makan makanan sehat dan konsumsi vitamin.
*** Pram...
Besok Silvi akan bertemu dengan klien baru dan akan bertemu di cafe untuk membicarakan kerjasama mereka. Sudah 3 hari pertemuan itu di undur oleh Silvi, karena mamanya kemarin sempat drop dan harus banyak perhatian.
Silvi sangat takut sekali saat ini, tak ada orang di sampingnya yang bisa menguatkannya sekarang.
Abangnya sudah pergi dan kini dia sendirian harus menangani mamanya yang sakit sekarang ini.
Silvi pun meminta satu kasur di ruangan mamanya untuk dia tidur di sebelah mamanya.
Silvi merupakan gadis yang kuat sekarang, sudah banyak yang dia lewati dan dia pelajari saat ini.
Silvi sangat mandiri dan menjadi wanita karir yang sudah sukses menjalankan perusahaan abangnya Rian. Namun Silvi belum mau memikirkan soal pernikahan atau untuk berpacaran dengan lelaki manapun untuk saat ini.
Silvi ingin mengurus semuanya dulu dan juga menjaga mamanya yang sudah mulai sakit-sakitan.
"Nak kamu kenapa ada disini? kok kamu di infus segala?" tanya mamanya.
"Gak apa kok ma.., ini infus vitamin untuk menjaga kesehatan. Jadi Silvi itu bukan sakit kok." Silvi menjelaskan.
__ADS_1
"Silvi.., mama kangen sekali sama Bisma. Apa dia tak ada kesini menemui omanya?" mamanya bertanya lagi.
" Ma.., Bisma di bawa kak Ani ke Makasar. Karena dirumah tak ada yang menjaga kalau kak Ani ke Makasar. Dia akan 2Minggu disana karena hari pernikahannya. Dan nanti mama bisa ketemu kok sama Bisma." ujar Silvi yang sebenarnya kasihan melihat mamanya menanyakan Bisma cucunya.
" Bagaimana kalau kita VC saja ya ma Bisma nya ke ponselnya kak Ani." Silvi memberi saran agar rindu mamanya terobati.
"Iya nak, mama sudah sangat rindu padanya." pekik mamanya lagi.
Tut.., tut.., tut..." suara ponsel yang menelpon.
"Hallo.., kak Ani Bisma nya ada kak? omanya kangen nih.." ucap Silvi yang langsung memberikan ponsel itu ke arah mamanya.
"Hai oma.., ini Bisma. Oma bagaimana kabarnya..?" tanya Ani dengan bicara ke Bisma.
"m...ma..., m...ma," ucap Bisma yang sudah mulai pandai berbicara.
" Cucu oma pergi jalan-jalan ya sama mama Ani? oma kangen sekali sama Bisma nih..." ucap Oma yang sangat senang melihat Bisma dari ponsel tersebut.
"Oma cepat sembuh ya.., nanti Bisma minta gendong lagi sama oma kalau sudah sembuh." Ani memberi semangat untuk omanya Bisma agar kuat.
Silvi juga sangat khawatir dengan kesehatan mamanya yang semakin lama tubuhnya semakin kurus.
Hanya semangat pada Bisma lah yang membuat dia masih bertahan, karena terpikir cucunya siapa yang akan menjaganya.
Namun Silvi tidak menunjukkan kesedihannya kepada mamanya itu, Silvi selalu terlihat tersenyum bahagia saat bersama mamanya itu.
Bisma dan Oma...
Mereka sudah lama berbicara dari ponselnya Silvi dan Ani, lalu Bisma mengantuk dan ingin minum susu dan tidur. Omanya pun menyudahi teleponnya ke cucu pertamanya itu, ponsel pun segera di matikan oleh Silvi dan Ani.
***
Keesokan harinya...
Semua sudah siap dan bapak penghulu pun sudah datang untuk menikahkan mereka. Bisma di pegang atau di asuh oleh omanya Nita, atau budenya Nita.
__ADS_1
Bisma sangat tenang dan terlihat bersahabat sekali dengan siapa pun.
Bahkan dia sangat senang dan tak ada yang membuatnya tak nyaman sama sekali.
Pernikahan pundi langsungkan dan ijab kabul sudah di ucapkan oleh Aris.
"Sah ! sah..! alhamdulillah..." semua orang berseru dan merasa bersyukur mereka sudah sah menjadi suami istri saat ini. Mereka semua berdoa dan memanjatkan syukur serta meminta keselamatan untuk kedua mempelai agar rumah tangganya selalu dalam lindungan.
Ani terlihat sangat bahagia dan wajahnya merah merona karena sangking bahagianya.
Aris pun terlihat lega setelah berhasil mengucapkan ijab kabulnya dengan satu tarikan nafas tanpa putus hari itu.
Mereka pun meminta izin dan bersimpuh kepada orang tua mereka.
Pak Rahmat dan Stella pun datang kesana, Stella mengajak Alex kekasihnya ke acara itu.
"Wah ternyata ada juga lelaki yang mau dengan wanita itu" pekik Stella yang tampak tak suka pada Ani.
Stella lalu ingat perkataan Ani saat itu yang membicarakan perilaku Alex di belakang dirinya. Alek ini memang anak orang kaya, namun dia kurung pendidikan serta akhlaknya.
Pak Rahmat tadi tak setuju membawa Alex ke tempat Ani, karena gayanya yang tidak mencerminkan anak yang berpendidikan.
Sekarang Stella pun sudah mulai ikut-ikutan seperti dirinya ( Alex ).
Sekarang Stella sering pulang larut malam, bahkan pernah ketahuan oleh papanya kalau dia mabuk saat pulang ke rumahnya. Itu membuat papanya marah kepadanya, pak Rahmat tak ingin kalau anaknya menjadi rusak karena bergaul dengan Alex.
Tetapi Stella selalu membantah dan tak ingin dinasehati atau diatur oleh papanya. Stella masih dibutakan oleh cinta palsunya Alex saat ini.
Padahal saat Stella tak ada bersamanya, Alex menjadi agresif dengan para wanita-wanita malam di pub di mana tempat dia bekerjan.
***
Pernikahan sangat meriah dan lancar pelaksanaannya, dan para tamu yang datang juga merasa senang dan dengan jamuan yang mereka suguhkan.
"Sungguh Ani merasa ini seperti mimpi saja mas, Tak menyangka kita sudah menjadi suami dan istri. Karena begitu banyak impian yang ingin kita wujudkan namun selalu banyak rintangan dalam cinta kita kan mas..?" ucap Ani yang sekarang sudah merasa lega bisa bersanding dengan mas Aris kekasihnya.
__ADS_1
"Iya sayang, mas juga merasa bersyukur dan begitu bahagianya mas bisa bersama mu sayang..." ucap Aris ke istrinya.