
Ani janjian ingin bertemu pria yang tak sengaja berkenalan dengannya. Malam ini disebuah cafe mereka berjanji akan bertemu disana.
Ani tidak mengatakan apapun, dia hanya menulis di secarik kertas yang diletakkannya diatas meja ruang tamunya.
Malam itu Nita juga tidak dirumah, dia pergi bersama Rian seperti kencannya seorang kekasih.
Ani yang hanya sendirian dirumah dia menerima ajakan pria yang baru dia kenal.
Pria itu bernama Alex, Ani juga tidak tahu bagaimana sifat dan wataknya.
Ani mengambil kunci mobilnya, dia segera masuk ke mobilnya dan melajukan mobil itu ke arah cafe xx tempat mereka akan bertemu.
Sampai disana Ani melihat seorang pria melambaikan tangan kepadanya.
" Hai Ani, aku disini." Pria itu memanggilnya dan sudah tanda bahwa Ani sedang mencarinya.
Mereka sebelumnya sudah pernah bertemu, dan ini untuk yang kedua kalinya.
Namun Ani tetap tidak memberi tahukan hubungannya dengan Alex ke Nita sahabatnya.
Ani berjalan menghampiri Alex yang sedang duduk dikursinya.
" Hai Lex maaf sudah buat kamu menunggu lama, aku..." Ani menghentikan perkataannya.
" Sudah..., aku tak masalah kok." Alex mengajak Ani duduk bersamanya.
" Kamu hari ini cantik sekali An, aku tadi sempat tidak mengenalimu." Alex memuji Ani dan dia tersipu malu karena pujian itu.
Alex tersenyum manis dan tidak berhenti menatap Ani yang ada didepannya. Alex menatapnya dari atas sampai bawah semua dia perhatikan.
" Sepertinya dia lumayan juga untuk malam ini, selagi stella tidak ada disini dan aku kesepian." Alex berkata dalam hatinya. Alex mengajak Ani untuk menghadiri pesta ultah temannya di sebuah Bar mewah. Temannya itu anak orang kaya raya, Alex ingin bersenang - senang disana bersama Ani.
" Bagaimana ya aku belum bilang sama teman ku kalau aku agak lama pulangnya."
" Aku tadi hanya bilang perginya sebentar." ucap Ani yang masih ragu - ragu untuk menerima ajakan Alex.
" Ayolah Ani.., kita bisa bersenang - senang disana. Aku janji kita hanya sebentar saja, aku juga tidak enak kalau tidak menghadiri ultahnya bukan..?"
__ADS_1
" Mereka semua membawa pasangannya, aku gak mungkin pergi karena tidak ada pasangan ku bila kau tidak ikut bersama ku." Suara Alex mengecil dan dia memasang ekspresi sedih dihadapan Ani.
Ani merasa bersalah dan ikut bersedih, dia bingung mau bagaimana. Akhirnya dia menerima ajakan Alex untuk pergi bersamanya di pesta ultah temannya itu.
" Baiklah, kau janji kita hanya sebentar saja disana. Aku tidak ingin pulang sampai larut malam." Ani mencoba memperingatkan Alex akan janji dan ucapannya.
" Iya An, aku janji kepada mu." Alex sangat senang, karena mangsa masuk dalam perangkapnya.
Ani tidak mengetahui bahwa Alex sudah punya pacar dan dia hanya ingin bersenang - senang saja pada Ani, selama stella pacarnya belum kembali dari Paris yang sedang bersenang - senang disana bersama teman sepermainannya.
Alex pun langsung membawa Ani meluncur kesana, Alex sudah tidak sabar untuk bersenang - senang disana. Ani sebenarnya masih ragu dan dia hanya diam didalam mobilnya yang dikemudikan oleh Alex.
Mobil Alex di bawa oleh temannya yang juga ikut meluncur kesana.
Alex sampai di depan Bar itu, dia tersenyum karena Bar itu sangat mewah dan ada tempat untuk istirahatnya. Alex memutar setir mobilnya dan masuk dalam parkiran bawah tanah, parkiran itu begitu luas dan sangat ramai mobil diparkirkan. Berarti di dalam Bar sangat ramai pengunjung malam ini.
" An, Barnya mewah ya..?" Teman ku itu memang suka royal kepada temannya." Ya namanya juga orang kaya bebaskan mau apa saja." Alex turun dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk Ani.
Ani dituntun untuk masuk kedalam, Alex merangkul pinggang Ani dan berjalan bersama.
Sampai didalam suara sangat riuh ditelinga, hentakan musik yang begitu keras dan banyak orang yang sedang bergoyang mengikuti iramanya.
Ani hanya diam saja dan mengikuti Alex saja, mereka bergabung di satu ruangan besar yang sudah disewakan temannya.
" Oh iya manteman, kalau kalian lelah aku juga sudah menyewa kamar untuk tidur bila ingin tidur." ucap Biyan yang sedang berulang tahun hari itu.
Semua orang terlihat bersenang - senang dan bergoyang semua. Alex pun demikian, dia tampak sangat bersemangat mengikuti irama musik yang berdentum disana.
Sedangkan Ani hanya duduk dan memperhatikan saja. Tak beberapa lama Alex menghampiri dan duduk disampingnya.
Alex mengambil gelas yang sudah terisi minuman anggur. Dia menelan minuman itu sekaligus, dan menyuruh Ani juga mencobanya sedikit.
" Aku gak biasa minum begini Lex, aku mau minum lemon teh saja."
" Ayolah An, sedikit saja kamu coba.., cuma merasakan saja tidak usah sampai dihabiskan." Alex memaksakan Ani agar mau meminumnya.
Ani pun meminumnya sedikit, Alex kemudian menyuruhnya minum lagi hanya satu gelas saja katanya. Kepala Ani terasa pusing dan ternyata Ani mabuk akan minuman itu.
__ADS_1
Ani pingsan tidak sadarkan diri, dia tertidur disofa saat berdiri mengajak Alex pulang bersama.
Alex tersenyum melihat Ani yang akan jatuh ke pelukanya malam ini. Ani sudah tidak sadarkan diri, dia bagaikan orang tidur seperti biasa. Alex menjalankan rencananya yang sudah dia niatkan sedari tadi.
" Hai manteman, aku bawa dia kedalam dulu ya.." Dia tidak biasa minum, baru minum sedikit sudah mabuk." ucap Alex ke teman - temannya.
" Okelah Lex, selamat bersenang - senang didalam ya..?" ujar salah satu temannya.
Alex menggendong Ani dan membawanya ke salah satu kamar di Bar itu, Ani direbahkan Alex diatas ranjang besar disana.
Mata Alex melihat Ani yang sudah tak sadar sambil sumringah.
Setelah itu, Alex melakukan sesuatu ke Ani. Dia sudah menyakiti gadis itu dengan sangat tidak bertanggung jawab.
Ani tidak tahu dan dia tidak bisa memberontak karena tidak ada tenaga untuk melakukan apapun.
Ani pingsan kembali setelah dia kelelahan harus menahan sakit ditubuhnya. Alex meninggalkannya sendirian dikamar itu dia bergabung dengan temannya.
Tak berapa lama Alex pergi setelah menerima telpon yang entah dari siapa.
Ani masih tertidur lemah dikamar yang ada di Bar mewah itu. Sementara Nita sudah pulang kerumah dan dia membaca kertas yang di letakan Ani dimeja.
Nita pun menunggu Ani sampai larut malam, namun Ani masih belum juga kembali.
" Tring.., tring..." Hallo mas Rian, ini Nita." Maaf Nita ganggu mas malam - malam."
" Mas, Ani belum pulang juga mas." Nita khawatir terjadi sesuatu padanya." Nita mau minta tolong temani Nita untuk mencarinya mas, Ani tidak biasanya begini, jadi Nita gak tenang dirumah." ucap Nita yang sangat panik dan cemas dengan sahabatnya.
" Iya Nit, mas jemput kamu sekarang ya..?!" Tunggu mas dirumah.." ujar Rian yang langsung bergegas berganti pakaiannya.
Nita mondar - mandir didalam rumahnya menunggu kedatangan Rian menjemputnya.
" Tin, tin." suara klakson mobil Rian dari luar rumah Nita.
" Iya mas.., sebentar.." Nita berlari menyambar tasnya dan langsung keluar mengunci pintu rumahnya.
Nita masuk kedalam mobil dan Rian segera menjalankan mobilnya.
__ADS_1
" Nit, apa kamu sudah menelpon ponsel Ani..?" Rian bertanya.
" Sudah mas, tapi tidak ada yang menjawab, dan lagi mas Ani tidak pernah tidak pulang kerumah atau pulang sangat malam." Dia selalu menelpon kalau pulang agak lebih lama." Nita sangat cemas, terlihat jelas diraut wajahnya saat itu.