PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 65


__ADS_3


Silvi pulang dari kuliahnya langsung merebahkan dirinya ke kasur di kamar tamu yang sudah ditempatinya. Dia kesal seharusnya hanya sebulan saja tinggal di rumah bersama Nita kakak iparnya, tetapi abangnya Rian menyuruhnya sebulan lagi untuk menemani istrinya.


" Sepertinya mereka sudah mulai ketergantungan dengan aku." Ini gak bisa dibiarkan kalau begini, nanti aku akan pergi dan bilang ke si Nita itu." ucapnya.


Tiba - tiba Nita pulang dan langsung duduk menyandar di sofa ruang tamunya. Silvi yang mengetahuinya langsung datang menghampiri Nita di sofa.


" Kak, aku hari ini mau pulang ke rumah mama."


" Katanya cuma sebulan dan ini sudah sebulan, pokoknya aku tidak mau disini lagi." ucap Silvi.


" Silvi.., kakak mohon kamu disini dulu temani kakak ya Silvi." Beberapa hari ini kakak agak kurang sehat, dan kata dokter harus banyak istirahat." Nita berbicara kepada Silvi dengan lembut.


" Pokoknya Silvi tidak mau, sekarang juga Silvi mau pergi dan sudah memesan taksi." Silvi berjalan masuk ke kamarnya dan menyiapkan koper dan barang - barangnya.


Nita tidak bisa berbuat apa - apa lagi, dia hanya duduk saja tanpa mencegah Silvi pergi dari rumahnya.


Nita hari ini sangat kelelahan dan dia ingin beristirahat saja, diambilnya ponsel dan membuka aplikasi pemesanan makanan online.


Nita menelpon mama mertuanya memberi kabar bahwa Silvi akan pulang dan Nita tidak bisa mengantarnya kerumah. Mamanya mengerti dan tidak banyak tanya lagi, Nita sudah menjelaskan bahwa dirinya sangat kelelahan.


Nita juga masih merahasiakan kehamilannya kepada mertuanya, dia akan memberi kabar berita itu bersama Rian datang kerumah mamanya langsung.


Silvi pun pergi pulang ke rumahnya, Nita sendirian di rumahnya. Silvi masih tidak suka dengan Nita, namun dia masih tetap lembut kepadanya.


Malam itu pesanan online pun datang, Nita berdiri dari duduknya untuk mengambil pesanan itu. Nita langsung ke meja makan dan memakan makanan yang sudah dia pesan.


Saat Nita ingin ke kulkas mengambil buah disana, dia melihat sebuah memo berwarna merah dan ada tulisannya.

__ADS_1


" Hai kamu, iya kamu yang sedang membaca memo dari ku." Jangan pernah berpikir kalau aku akan berubah menyayangi mu, tolong tidak usah selalu seperti malaikat dalam keluarga ku." Terima kasih..!"


Kata - kata itu ditulis Silvi untuk Nita, dia berkata sangat kasar sekali disana. Tetapi Nita yakin suatu saat Silvi akan berubah untuk dirinya sendiri.


Nita tersenyum saja dengan semua yang pernah dilakukan Silvi kepadanya.


@@@@@…………@@@@@@@@@@@…………


Pagi itu Sisil pergi ke pantai dengan baju pantainya, Yadi memperhatikan dari jauh wanita itu. Yadi semakin terusik dan terpikat melihatnya.


Tanpa lama - lama, Yadi pun pergi menghampiri Sisil disana dan berpura - pura bertemu dengan cara kebetulan sekali.


" Loh, kamu disini juga Sil ?" tanya Yadi.


" Iya mas, kenapa harus terkejut sih." Bukannya dari tadi juga sudah memperhatikan ?" kata Sisil.


" Aku tuh tahu buaya itu seperti apa, pengalaman banyak mengajari ku mas." Jadi sudah biasa bagi ku." Tapi kalau buayanya seperti kamu aku mau kok menjadi santapannya." ucap Sisil ke Yadi sambil berlari di pasir putih dan buih air laut.


Yadi mengerti dan dia sudah paham dengan apa yang dikatakan Sisil kepadanya. Ternyata selain mangsa sudah masuk perangkap, aku pun di tangkap juga pikirnya. ini membuat Yadi semakin berani dan menggila kepada Sisil, meraka semakin hari semakin mesra dan mulai menjalin hubungan.


Hari ini Linda ke ATM lagi, dia menarik uang tabungannya untuk membeli keperluan di rumah.


Anaknya harus diberi susu dan juga makanan, Linda sudah tidak tahu mau bagaimana lagi. sudah dua bulan Yadi tidak mengirimkan uang untuk mereka. Linda sudah hampir putus asa akan hal itu, dia juga berpikir akan menjual perhiasannya nanti bila sudah habis uang di tabungannya.


Sedangkan Sumi menikmati hidupnya dengan mengandalkan suami orang lain. Mempermainkan hati para pria, dan menguras uang dari ATM mereka untuk kesenangannya saja. Namun dia tidak mengetahui kalau Pram mungkin bisa meninggalkannya suatu saat nanti.


Sekarang adalah hari weekend yang sangat sayang dilewatkan, Selly punya cara untuk biar bisa semakin romantis bersama Pram suaminya.


Sore ini Sumi mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Pram kekasihnya.

__ADS_1


" Tut..., tut..., tidak ada jawaban dari Pram.


Selly dan Pram sekarang sedang berenang di kolam renang mereka sendiri di rumah.


Selly sengaja membuat ponsel Pram tidak bersuara, agar acara mereka tidak ada gangguan yang dapat mengusik semua acaranya.


Semenjak Selly berkata kepada Pram ingin dirumah dan sudah siap untuk memiliki anak, Pram sangat senang sekali.


Selly selalu ditemani berbelanja dan boleh mau apa saja dia mau.


Pram mulai memanjakannya, dan selalu luangkan waktunya untuk Selly. Hubungan suami istri pun menjadi semakin erat dan romantis.


Sudah ada sebulan ini Sumi tidak bertemu dengan Pram, dan tidak ada juga telpon dari Pram di ponselnya.


Pram sekarang sedikit lupa waktu dan lupa yang lain kalau sudah bersama Selly.


Kali ini keputusan Selly tidak salah yang ingin memperbaiki hubungan mereka yang dulu pernah dingin dan kini kembali membara.


Pram juga menjanjikan akan melakukan perjalanan bulan madu lagi bersama istrinya Selly. Semua sudah direncanakan oleh Pram dan akan mereka habiskan waktunya lebih indah lagi.


Sumi sangat kesal karena Pram tidak menjawab juga telpon darinya. Sudah Lima kali dia menelpon namun tidak ada juga chat atau jawaban darinya.


Sumi membanting ponselnya dan marah sekali saat dirinya kini diabaikan oleh Pram. Sampai Sumi nekat akan mengambil tindakan kalau memang Pram tidak ada kepastian untuk dirinya.


Sumi berencana akan datang ke kantor Pram dan menanyakan tentang hubungan mereka mau dibawa kemana ke depannya.


" Sepertinya sudah saatnya aku akan menanyakan sesuatu kepadanya." Dan aku juga tidak mau kalau kehilangannya mas Pram sampai kapan pun itu." ucap Sumi yang sedang kesal.


Sumi akan berusaha untuk mencari cara agar bisa bertemu dengan Pram lagi dan merayu dirinya lagi. Bahkan dia memakai segala cara untuk bisa mendapatkannya. Sementara itu, dia ingin membahas hubungan mereka agar ada kejelasan dan Pram menjadi milik Sumi selamanya.

__ADS_1


__ADS_2