PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 43 Mulai Membenah Hati


__ADS_3

Kepergian mamanya sangat membuat Panji dan Dio terpukul. Terutama Panji yang baru berkumpul sebentar saja dengan mamanya. Mengetahui pujaan hati yang dinanti sudah memilih orang lain.


Panji menjadi begitu pilu sampai berbulan lamanya. Namun dia sadar tak bisa begitu terus menerus, karena hidupnya harus terus berjalan. Dan dia ingin mengukir jalan kehidupannya berbuah manis dimasa depan.


***


Sudah 6 bulan terlewati masa - masa pahit dan sakit hati. Kini Panji ingin memulai dan bangkit dari keterpurukan itu. Sekarang dia mulai bangkit dan tidak memikirkan masa lalunya.


Saat dirumah dia masih menatap kamar mamanya dan foto - foto mamanya.


Seperti janjinya Dion setelah dapat memajukan perusahaan papa, Panji akan mendapatkan setengahnya.


Dion pernah membicarakannya lagi pada abangnya, namun Panji masih belum memberi jawaban akan hal itu.


Namun kali ini Dion berkata lain, bahwa perusahaan papa itu memang untuk dia dari dulu. Panji masih belum tahu mau ngapain, dan bingung mau bagaimana.


Padahal dulu dia sudah berencana mengembangkan perusahaannya sendiri di Jakarta. Setelah mendapatkan dari kesepakatan perusahaan itu.


Dia ingin berjaya dulu, lalu mencari Nita untuk melamarnya menjadi istri baginya.


Namun impiannya satu persatu sirna, karena semua sudah meninggalkannya sendiri.


***


Nita dan Rian semakin harmonis, tapi hati Nita masih gelisah karena masih menyimpan sesuatu.


" Ini akan salah bila aku tetap hanya diam saja." Hubungan aku dan dia akan terpengaruh ke depannya." Pikir Nita dalam hatinya.


Nita mengambil ponselnya, dan mencari kontak Rian disana. Hari sudah larut malam, namun Nita belum tidur karena setiap hari memikirkannya terus.


" Tring.., tring.." suara ponsel Rian berdering disampingnya diatas meja lampu kamarnya.


Rian terbangun dari tidurnya, dan melihat kearah meja lampu. Ponsel itu di raihnya dan melihatnya dengan matanya sedikit mengantuk.


" Iya hallo.." ucap Rian dengan suara serak.


"Hallo mas Rian.." terdengar suara Nita dari ponsel.

__ADS_1


" Nita..??" Ada apa sayang, kamu kenapa..?" Kamu tidak bisa tidur ya..?" tanya Rian dengan lembut.


" Mas, sebenarnya ada hal yang membuat aku gelisah dan aku masih belum mengakui sesuatu kepada mu mas." ujar Nita.


" Mas sebelumnya aku minta maaf karena baru sekarang mengatakannya kepada mu." Karena aku bingung mau mulainya dari mana." Mas, aku selalu gelisah karena sekian lama aku selalu menyembunyikannya dari kamu." tutur Nita.


" Nita.., mas tidak mempermasalahkannya." Untuk masalah hal seperti itu memang ada yang memerlukan waktu yang tepat dan juga keberanian." Asal kamu punya niat baik, pasti semua akan baik - baik saja." Sekarang tidurlah dulu, besok kita akan membahasnya setelah bertemu." Dan ingat jangan terlalu banyak berpikir akan hal itu." Mas bisa memahami bagaimana perasaan itu." Istirahatlah sekarang, selamat malam." Dan tidurlah." ucap Rian.


" Baiklah mas, terima kasih." Nita pun menutup telponnya.


Dia hanya diam dan menuruti perkataan Rian yang menyuruhnya tidur.


Hatinya sedikit lega, namun belum sepenuhnya. Dia harus bersabar untuk menceritakannya kepada Rian besok hari.


Dan dia tidak tahu bagaimana tanggapan Rian nanti terhadapnya. Nita harus siap akan resiko yang dia dapatkan.


Nita pun mulai mengantuk, sekarang sudah jam 2 pagi dia baru bisa tidur dan menutup matanya.


***


Ani terbangun dengan cepat, pukul 5 pagi dia sudah bersiap - siap pergi ke kantor. Dia memasak sarapan pagi dan menyiapkan bekalnya sendiri. Karena nanti dia tidak akan keluar kantor untuk makan siang.


Pak Rahmat tidak bisa menyuruh Nita mengerjakannya, karena Nita juga ada tugas yang lain dan siang ini Nita harus memimpin rapat dikantor.


Pak Rahmat dua bulan kedepan akan berkunjung lagi ke America dan ada suatu perubahan dalam sistem kerja.


***


Sekarang Linda dan Yadi sudah harmonis menyatu layaknya keluarga bahagia.


Mama Linda juga mengambil keuntungan dari itu karena sudah memberi restu dengan hubungan mereka.


Setiap bulan mamanya Linda selalu meminta jatahnya sebanyak 8 juta dari Yadi. Dan Yadi setuju akan hal itu, Yadi ingin menunjukkan kalau sekarang dia mampu. Yadi juga ingin menunjukkan ke mamanya Linda, bahwa orang yang dulu dia benci sekarang dia sendiri yang merestuinya.


Mamanya Linda masih terus berhubungan dengan yang namanya Pram. Padahal dia sendiri tahu kalau Pram ini sudah beristri dan juga mempunyai anak. Dia tak perduli istri dan anaknya Pram, yang penting Pram dan dia bahagia bersama.


Dan yang paling terpentingnya dia mendapat masukan tiap bulannya dari Pram untuk hidupnya saat ini.

__ADS_1


***


Yadi sudah mengembangkan perusahaannya sekarang ini, kehidupannya Linda kini semakin mewah dan glamor. Semua tetangga memandangnya penuh dengan kebencian.


" Eh, sekarang si Linda makin sukses ya..?" para tetangga berbisik saat sedang belanja di tukang sayur langganan.


" Ih bu.., namanya pelakor ya bisa kaya lah kalau mencari mangsanya yang kaya." Masih ingat gak sih wanita yang datang melabrak dia kerumah..?!" Ya ini suaminya wanita itu sekarang menjadi suaminya." ibu - ibu yang belanja pada menceritakan Linda saat itu.


Rumah Linda sekarang sudah mulai dibangun sedikit demi sedikit dan sekarang sudah menjadi mewah. Bahkan Linda dan Yadi membeli tanah kosong disebelahnya untuk membuat garasi untuk mobil mereka.


" Kok si Linda begitu ya, itu kan rumah dari Panji saat mereka masih bersama kenapa malah dibangun untuk tinggal bersama pria itu sekarang." Keterlaluan deh si Linda." ujar ibu - ibu yang kepo.


" Sudahlah ibu - ibu ngapain urusi kehidupan dia." Lagian itu rumah mungkin sudah di serahkan untuk dia dan anak - anaknya." Ya terserah dia mau diapakan, kenapa ibu - ibu semua yang sewot sih..?!" kata bapak penjual sayur.


" Ih si bapak tak bisa lihat orang lagi asik bercerita ya heboh kali." ujar ibu yang satu.


" Iya.., iya ya bapak ini ikutan juga." para ibu - ibu tak suka karena dikeritik.


Bapak tukang sayur jadi pusing lihat mereka, yang menyalahkan.


" Repot juga hadapi ibu - ibu ini, aku malah yang disalahkan." Mending aku diam sajalah, yang penting jualan ku laku di beli mereka." berkata dalam hatinya.


***


Nita pagi tadi berangkat dijemput oleh Rian, Ani yang menelponnya karena dia sudah pergi duluan. Pagi itu pun Rian datang menjemputnya untuk pergi bersama kekantor.


Dan sekarang mereka bertemu lagi di sore hari saat jam pulang kantor. Nita dan Rian sudah membuat janji di Cafe Carita di sekitar dekat kantor. Nita juga membawa Ani kesana untuk membenarkan apa yang mau dikatakan Nita kepada Rian.


Dengan mobil Ani, mereka berangkat bersama menuju Cafe Carita itu.


Disana Rian sudah menunggu mereka duduk di kursi meja nomor 05 yang agak sedikit menyudut.


Dan Rian terlihat sudah memesan minumannya sendiri.


Rian melihat mereka langsung berdiri dan memberi tahu kepada pelayan.


Pelayan datang memberikan daftar menu kepada mereka.

__ADS_1


" Kalian pesanlah makanan untuk dimakan." Selesai makan baru kita bahas dan bicarakan." ujar Rian saat itu yang juga memesan makanannya ke pelayan cafe.


__ADS_2