PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 9 Kepergok


__ADS_3

Malam itu Yadi nekat menunggu Linda di depan simpang rumah mamanya Panji.


Dia menelpon Linda dan mengatakan kalau tidak keluar, dia akan masuk kedalam sendirian.


Ancaman itu membuat Linda takut akan ketahuan oleh mama mertuanya.


Linda langsung keluar rumah tanpa sepengetahuan mertuanya.


Dia menjumpai Yadi diam - diam di sudut simpang itu.


" sayang.., kapan kamu nyanyi lagi?" tanya Yadi sembari tangannya merangkul pinggang Linda.


" Mas Yadi jangan begitu, disini banyak orang lalu lalang." Nanti aku bisa ketahuan...?!" Linda sedikit emosi dengan sikap Yadi.


Sepertinya Linda sudah acuh tak acuh kepada Yadi. Semenjak ketemu sama Dion yang tampan itu. Namun sudah beberapa lama Dion tak menemuinya.


Dan Linda berharap dapat bertemu dengannya lagi suatu hari nanti.


" Lin, kapan kamu akan masuk kerja lagi..?" Yadi tidak sabar ingin mendapatkan pundi - pundi dari Linda menyanyi.


Bayaran Linda setiap menyanyi selalu di potong oleh Yadi secara diam - diam.


Dan Yadi juga mendapatkan kehangatan darinya, namun Yadi tidak mau menafkahi anaknya.


" Mas, besok aku akan kesana." Dan akan bernyanyi, tolong jangan kesini lagi, cukup di rumahku saja kau begini." ujar Linda yang tampak tidak senang.


Satpam rumah mamanya Panji tiba - tiba keluar pagar hanya untuk melihat karena pintu pagarnya terbuka saja.


Dari kejauhan satpam itu melihat Linda berbicara dengan seorang pria. Namun satpam itu pura - pura tidak tahu dan masuk kembali kedalam halaman rumah.


Untungnya saat Linda berbalik ingin pulang, tidak melihat satpam itu berada dibelakangnya.


Satpam itu lalu duduk di posnya dan meminum kopi yang dibawakan mbak pelayan.


" Terima kasih ya mbak.., pagi - pagi sudah ada kopi dan ubi goreng."


" Alhamdulillah..," ujar satpam itu.


Tiba - tiba Linda masuk dan melihat kearah satpam dan mbak pelayan.


" Pagi bu.." mereka menyapa Linda.


Namun Linda hanya diam dan menoleh ke ponselnya lagi.


Linda tidak menghiraukan satpam itu dan mbak pelayan, Linda menganggap mereka tidak selevel dengannya.


Linda pun jalan masuk kedalam rumah dan tidak menghiraukan apapun.


" Kok begitu ya bu Linda, sombong banget ditanya."

__ADS_1


" Jangankan menjawab, tersenyum pun tidak." kata mbak pelayan.


" Oh iya mbak, tadi saya lihat bu Linda berbicara bersama seorang pria." ujar pak satpam sedikit berbisik kepada mbak pelayan.


" Siapa pria itu, mang..?" mbak kepo ingin tahu.


" Saya juga gak tahu mbak.., tetapi mereka terlalu sangat akrab dan dekat."


" Tapi sepertinya bukan saudaranya, dan kenapa ketemuannya harus sembunyi - sembunyi begitu..?" ujar sih mang satpam itu.


Mereka saling bergosip di pos satpam itu, lalu mamanya Panji memanggil dan mencari - cari mbak pelayan itu.


" Mbak..!"


"Mbak...!"


" Kemana si mbak ini.., dicari - cari kok gak nampak."


" Linda, kamu lihat mbak gak..?"


" Mama panggil - panggil kok gak muncul juga." mama mertua bertanya kepadanya.


" Tadi sih ada di pos satpam ma, sama si mamang berdua disana." kata Linda yang sedang asyik dengan ponselnya ditangan.


" Sedang apa sih mereka disana ?"


" Asyik sendiri saja ?" ujar mama agak sedikit geram.


Dia berjalan keliling dari belakang rumah dan pergi ke pos satpam dekat gerbang rumahnya.


" Mbak..., saya capek panggil dan cari kamu mbak..?!" kata mamanya Panji kelelahan.


" Eh ibu hehe..., maaf ya bu."


" Lagi asyik ngeteh sambil makan singkong goreng bu.."


" Memang ada apa ya ibu cari saya..?"


" Pekerjaan saya sudah siap semua kok bu.." kata mbak pelayannya.


" Iya, tapi saya mau belanja mbak.., yuk temani ibu ke pasar kita." Mamanya Panji mengajak mbaknya ke pasar, hari ini stok ikan dan bumbu sudah habis.


kebetulan Panji sudah gajian dan memberinya uang belanja untuk belanja.


Mama lebih suka kalau belanja untuk stok dapur di pasar tradisional. Sedangkan untuk belanja keperluan rumah dan toilet atau beras, mamanya nanti akan belanja ke swalayan.


Mbak pelayan mengambil keranjang belanjanya, dan tidak lupa dengan kunci sepeda motornya.


Mereka berangkat dengan sepeda motor Panji yang lama. Sekarang Panji tidak pkai lagi, Panji sudah naik jabatan dikantornya.

__ADS_1


Dia sudah membeli mobil untuk dirinya pergi kekantor.


Mama pun berangkat dengan mbaknya ke pasar. Diperjalanan mbak pengen sekali bercerita tentang Linda yang dikatakan pak mang - mang satpam rumah.


Tetapi dia ragu dan takut nanti akan jadi salah paham.


Namun hatinya tidak tenang dan resah, dia seperti tidak fokus membawa motornya.


" Mbak, kamu kenapa sih.., bawanya yang benar dong... ibu jadi ngeri." kata mama yang memukul bahu mbaknya.


Mbak : " Oh iya bu, maaf saya gak fokus jadi.."


Mama : " Kenapa sih kamu mbak..?" Dari tadi saya lihat sepertinya kamu sudah aneh begitu." Ada apa sih..?!"


Sepeda motor di hentikan dan menepi dipinggir jalan.


Mbaknya : " Buk, saya sebenarnya mau cerita tentang bu Linda sama ibu." Tapi saya ragu banget, dan takut ibu marah."


Mama : "Oh, masalah itu..., saya juga tahu kelakuan si Linda dibelakang." Ya sudah nanti kita ceritanya, kita belanja dulu... habis itu kita makan di warung lontong." Bagaimana...?"


Mbaknya : " Wah..., mantap itu buk, ayo lah kalau begitu."


Mereka melanjutkan kembali perjalanan ke pasarnya yang tidak jauh lagi dari tempat itu. Mama sebenarnya juga penasaran, dan ingin tahu. Tetapi dia mau cepat belanja dulu, mencari ikan dan lainnya yang masih segar - segar.


***


Sudah lelah mereka mengelilingi pasar, dan mendapatkan semua barang yang diinginkan, akhirnya mereka singgah di warung lontong untuk sekedar sarapan atau makan kuenya saja.


Mama dan mbak duduk di kursi yang sudah tersedia. Mereka memesan beberapa kue dan mie disana, mbak hanya memesan lupis yang manis saja.


Mama juga tidak lupa membeli kue untuk Ririn dirumahnya.


Walau Ririn anak dari Panji atau bukan, mama sangat sayang dengannya. Ririn sudah menjadi penghibur hati mama dirumah.


Mama juga ada niat untuk diam - diam ingin tes DNA Ririn dan Panji. Karena mama masih ragu yang diucapkan Linda saat itu.


Dan juga penasaran siapa papa dari anak - anak Linda itu.


Mama langsung bertanya kepada mbaknya prihal kejadian tadi pagi.


Mbak menceritakan apa yang pak mang - mang lihat dan katakan padanya. Mama terkejut dan merasa tak percaya Linda berani dilingkungan rumah mama mertuanya begitu.


Sampai menjumpai pria itu disudut jalan, dan mama sangat malu sekali. Mama sudah tidak sabar lagi rasanya ingin membongkar kelakuannya di depan orang tuanya.


Tapi mama masih menahan diri karena ingat akan ucapan Dion.


Karena Dion punya cara yang sangat bagus untuk menjebak kebusukannya.


Sekarang mbak sudah selesai menceritakannya, dan dia sudah lega karena majikannya tidak marah kepadanya.

__ADS_1


Ternyata majikannya juga mengetahui Linda menantunya sudah melakukan perbuatan tidak baik ke anaknya sendiri.


Setelah itu mama dan mbaknya pulang dengan begitu banyak barang belanjaan. Ikan dan sayurannya semua begitu sangat fresh dan hijau - hijau.


__ADS_2