PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 27 Cintanya


__ADS_3

Hari ini Yadi harus pulang balik lagi, sudah seminggu dia ada di Jakarta.


Linda merasa sedih karena harus ditinggal lagi oleh Yadi.


" Mas, aku masih ingin bersama kamu mas.., kenapa waktu terasa sangat cepat berlalu."


" Kapan kamu kunjungi aku lagi mas.., dan kapan kamu akan nikahi aku." Linda masih menanyakannya kepada Yadi.


" Tenang sayang..., mas ini lagi mengusahakannya."


" Setelah semua jatuh ke tangan mas, kita pasti akan segera bersama dan hidup bahagia." ucap Yadi sembari mencium dahi Linda dan memeluk tubuhnya.


Linda hanya pasrah kembali, dia hanya bisa menunggu kembali Yadi menjemputnya dalam pelukan. Yadi pun pergi mengendarai mobilnya, Linda menangis karena dia masih ingin bersama. Namun kini Linda harus bersabar akan kebahagian yang dia inginkan.


***


Kini Nita sudah berfikir, dia ingin mencoba dan membuka hatinya. Semalaman Ani memberinya beberapa pendapat karena sesama teman.


Dan Nita akan mencoba membuka hati untuk Rian yang sudah tulus memberikan cintanya.


" Hallo mas.., hari minggu bisakah temani saya ke pantai..?"


" Nita ingin kesana sekalian melihat resort yang sedang dibangun atas permintaan atasan saya."


" Sudah sampai mana pengerjaannya dan sudah berapa persen terlaksanakan." Nita menjelaskan maksud dan tujuannya.


" Nanti mas akan temani Nita kesana."


" Mas ada waktu kok minggu ini, nanti mas yang akan jemput Nita dirumah jam 10 pagi." Rian sangat senang mendengar Nita mengajaknya jalan kepantai.


***


Keesokan harinya Rian menjemput Nita dan sampai dirumahnya Rian duduk di teras rumahnya Nita.


Nita baru akan keluar dan menelpon Rian.


" Mas, kamu sudah lama menunggu..?"


" Nita baru mau telpon mas tadi." kata Nita kepada Rian.


" Mas baru saja sampai kok Nit, tadi mau ketuk pintu tapi.., sudahlah tak apa, yuk kita berangkat saja." ajak Rian yang sudah gak sabaran jalan dengan Nita hanya berdua saja.


" Baiklah mas, ayo kita pergi kepantai itu." Nita sudah ingin mengecek pekerjaannya para pembangun itu.

__ADS_1


Mereka pun pergi dan Rian mengemudikan mobilnya menuju pantai xxx tersebut.


Dalam perjalanan Nita tidak banyak bicara, tapi Rian malah sebaliknya dia banyak mengajak Nita berbicara dan juga banyak bertanya.


Nita pun menjawab apa yang ditanya Rian saja, dia tidak berkata yang lain selain apa yang ingin Rian ketahui saja.


Nita sekarang mencoba untuk bisa sedikit terbuka pada Rian.


" Mas, nanti Nita mau bicara sesuatu pada mas, dan Nita akan mencoba memulai semuanya bersama mas." ucap Nita yang membuat Rian terkejut akan perkataan Nita itu.


Rian sedikit gelisah dan jantungnya berdetak seirama namun sedikit bertambah kecepatannya. Rian masih bertanya - tanya hal apa yang sekiranya ingin Nita bicarakan kepadanya. Wajah Nita dipandangi Rian sesekali, begitu serius tatapan matanya Nita melihat lurus kearah jalanan.


Membuat Rian tak bisa bertanya apa - apa lagi, dia hanya berfikir Nita sungguh memikat hatinya.


***


Panji sudah berangkat kembali ke Singapura lagi. Panji tidak beruntung untuk bisa bertemu dengan Nita, padahal itu menjadi harapannya dimana pun dia ingin bisa dipertemukan olehnya.


Harapan Panji harus kandas dan dia masih harus menunggu lagi keajaiban Tuhan kepadanya.


Panji tidak menyadari bahwa Nita sudah berada didepan matanya.


Dion sudah menyiapkan semuanya dan orang tua Manda juga sudah datang ke Singapura.


Panji juga sudah memberi kabar bahwa dia akan pulang dan menyaksikan pernikahan Dion dan Manda dihari istimewa mereka itu.


***


Linda ditinggalkan, dan Sofi sudah merindu. Yadi kali ini sangat pandai membuat kedua wanita ini jatuh kedalam pelukannya. Setelah sampai dirumah, Sofi tidak ada Yadi menelponnya dan ternyata Sofi sedang bersama teman - temannya.


Yadi pun membiarkan Sofi bersenang - senang, Yadi dirumah merebahkan tubuhnya ke kasur dan mengambil ponselnya.


" Hai sayang.., apa masih merindukan ku..?"


" Apa tak cukup bagi kita berdua waktu seminggu itu..?" ujar Yadi menelpon begitu mesranya.


Yadi tak tahu kalau istrinya Sofi telah kembali kerumah dan ingin bertemu dengannya. Sofi menanyakan keberadaan Yadi kepada pelayannya dilantai bawah.


Sementara Yadi masih telpon mesra dilantai atas dikamar tidur Sofi dan Yadi.


" Iya sayang.., lain kali aku akan mengunjungi mu lagi."


" Kita bisa melepas rindu dengan sangat istimewa dan sampai kau merasa puas akan rindu itu hilang." Yadi tidak menyadari kalau Sofi sudah didepan pintu kamar mereka.

__ADS_1


"Tok, tok.., mas kamu sudah kembali sayang..?" Sofi mengetuk dan langsung masuk kedalam kamar.


Yadi terkejut dan dia segera mematikan ponselnya, Sofi melompat keatas tubuh Yadi tanpa basa - basi.


" Mas.., aku sangat merindukan mu."


" Saat aku tahu kamu pulang, aku langsung pulang saat itu juga mas."


" Aku tak sabar ingin bersama dengan kamu." ucap Sofi manja kepada Yadi.


" Untung Sofi tidak mendengarkan pembicaraan aku dan Linda tadi, syukurlah dari gayanya Sofi dia tidak ada menaruh curiga kepada ku." kata Yadi dalam hatinya dan memeluk Sofi.


Kali ini Yadi masih ada harapan dan masih bisa memainkan perannya. Sofi dan Linda memang berbeda, namun mereka membawa keuntungan bagi Yadi.


Yadi merasa dirinya seperti lelaki yang sangat beruntung bisa memiliki mereka.


***


Nita sudah mengecek bagaimana pembangunan Resort itu, semua sesuai harapan Nita. Dan sekarang sudah 80 persen sudah rampung terbangun. Sisanya sudah bisa diperkirakan bulan depan sudah siap untuk dibuka dan diresmikan.


Nita membawa Rian ke suatu cafe dekat Resort itu, disana Nita dan Rian memesan minuman untuk menyegarkan tenggorokan mereka dari cuaca panasnya pantai.


Nita mencoba memulai untuk berbicara kepada Rian, dan memberi tahukan sesuatu.


Nita menceritakan apa yang pernah terjadi dengan percintaannya dimasa lalu. Dan dia masih belum bisa melupakan walau tahu pria itu sudah berstatuskan suami orang.


Nita juga berkata ingin terlepas dari perasaannya dan ingin mencoba menerima Rian untuk bisa mencintai kembali.


" Mas, sebelumnya saya minta maaf, buka saya bermaksud menjadikan mas pelarian hati saya."


" Namun saya akan mencoba belajar kembali bagaimana mencintai dan membuang rasa cinta saya yang lama itu." ucap Nita dengan tatapan keseriusannya ke Rian yang ada didepannya.


Rian tersenyum dan sangat menghargai Nita yang sudah mau terbuka menceritakan tentang masalah pribadi percintaannya.


Rian juga memahami tentang hal itu dan dia tersenyum kepada Nita dan menggenggam tangan gadis itu.


" Mas paham yang Nita katakan, mas janji sebisa mungkin tidak akan mengecewakan Nita dalam hubungan kita."


" Dan mas ingin Nita bisa merasakan bahagia bagaimana mencinta dan dicinta." Rian memberikan perhatiannya kepada Nita.


Rian sangat senang akhirnya mereka jadian dan sudah resmi untuk menjalin hubungan lebih dari teman. Rian dan Nita berjalan dipinggir pantai, terlihat Rian memberanikan diri untuk menggandeng tangan Nita saat itu.


Rona merah dari matahari senja mewarnai kisah cinta dua sejoli itu merajut.

__ADS_1


Rian sudah terbang melayang dan jatuh tenggelam kehati Nita saat itu, perasaannya sangat campur aduk namun sangat senang Nita sudah menerima cintanya.


__ADS_2