PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 40 Perjuangan dan Keinginan


__ADS_3

Yadi menulis semua tentang ibunya dan ayahnya yang pernah dia kuras hartanya waktu itu.


Dulu Sofi pernah menggoda ayah ya dan menjadi pacar gelap ayahnya. Sampai ibunya Yadi menderita menahan sakit di hatinya.


Sebenarnya keluarga Yadi orang terpandang waktu itu, dan bangkrut karena ayahnya terbujuk rayuan wanita.


Sofi membaca semua yang ada di dalam amplop itu. Dia menangis dan berteriak, argh...!"


" Kenapa mas.., kenapa kamu begitu." Padahal aku sangat mencintai mu mas Yadi.." hiks, hiks.. mas..., mas Yadi..?!" Sofi berteriak dan mengerang.


Mbak pelayan itu mencoba menenangkan Sofi dan memeluknya.


" Sudah bu.., sudah.." ucap mbak itu.


" Mas Yadi..., maafkan aku mas.." Jangan tinggalkan aku." Sofi cepat pergi dan mengendarai lagi mobilnya.


Dia berpikir pasti Yadi berada di rumah pelakor ( Linda ), dengan cepat dia kesana.


Dengan rasa kesal dia mengemudikan mobil dengan cepat, bahkan terlalu cepat.


Saat melintasi jalan tol, Sofi menambah kecepatan mobilnya. Sofi sudah tidak sadar bahwa mobilnya sudah terlalu cepat.


Tiba - tiba ban mobil truk di depan pecah dan truk itu terguling di depan mobilnya.


Sofi membanting setir mobilnya ke kiri, dan dia menabrak pembatas jalan tol itu.


Mobil dan Sofi terjun dan jatuh ke bawah perkebunan penduduk.


Kepala Sofi terbentur dan lehernya patah, pintu mobil terbuka. Sopir truk yang terbalik tadi tewas di tempat.


Polisi setempat dan mobil ambulance datang ke tempat kejadian. Polisi juga membawa tim penyelamat untuk turun kebawah melihat ke adaan Sofi.


Mobil Sofi diangkat ke atas dan di bawa pergi, sedangkan Sofi di bawa ke rumah sakit dengan ambulance. Dalam perjalanan Sofi masih bernafas, dan suster memasang alat bantu pernafasan.

__ADS_1


Namun Sofi sudah tidak sadarkan diri, dia pingsan dalam kecelakaan.


Mobil ambulance melaju kencang dan membunyikan suara. Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Sofi mengalami sesuatu di dalam dirinya. Tiba - tiba dia kejang dan bergetar, kemungkinan akibat kepalanya yang terbentur.


Lalu Sofi berhenti dan tubuhnya terdiam, suster mengeceknya sekali lagi. Sungguh di sesali, ternyata Sofi sudah tiada dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.


Sofi sudah menghembuskan nafas yang terakhir dalam mobil ambulance.


Suster sudah mencoba menghubungi rumah Sofi, dan mbak pelayan Sofi sudah mengetahuinya. Mbak pelayannya menjemput jenazah Sofi di rumah sakit xxx, dan mbak akan melaksanakan pemakamannya.


Mbak juga sudah menghubungi Yadi dan memberikan kabar kepadanya. Yadi terkejut dan langsung pergi kerumah Sofi. Sofi sudah tidak ada keluarga lagi, dia anak yang tidak dianggap dan terbuang oleh keluarga.


Yadi dan Linda datang ke rumah Sofi, Linda menitipkan anak - anaknya ke Nisa saudaranya. Di rumah Sofi sudah ramai orang berdatangan, dan Yadi segera masuk dan mengurus pemakamannya Sofi.


Linda hanya duduk dan tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka.


Dan mungkin Sofi mendapatkan hasil dari kelakuannya masa lampau. Yadi juga kasihan melihat Sofi yang mengalami kejadian naas ini.


Tetapi bila di ingat kembali betapa menyakitkan dan tersiksanya ibu dia, Yadi jadi kesal dan kecewa kembali.


Sofi di makamkan di perkuburan komplek rumahnya. Seluruh pelayat satu persatu pun sudah berpulang. Yadi dan Linda kembali ke rumah Sofi, Yadi ingin berbicara kepada pelayan rumah mereka.


" Mbak, saya ingin bicara ke mbak." Sebenarnya ini rumah yang dibelikan Almarhum ayah saya untuk ibu Sofi saat itu." Jadi rumah ini punya ayah saya, ini surat rumahnya masih atas nama pak Rudy." ucap Yadi ke mbak dan satpamnya.


" Saya bermaksud ingin menjual rumah ini dan saya akan tinggal dengan Linda dia ibu dari anak - anak saya." Kami sekarang tinggal di Jakarta." Maksud saya mbak apa masih mau ikut dengan saya bekerja atau mbak dirumah saja..?" tanya Yadi ke pelayannya.


" Maaf pak, kalau saya tidak bisa ke Jakarta." Anak dan istri saya berada disini, jadi saya akan mencari kerja yang lain saja pak." jawab satpamnya yang berat meninggalkan anak dan istrinya.


" Oh, kalau begitu tidak apa - apa pak. Saya mengerti, berarti bapak tidak ikut saya ke Jakarta." ujar Yadi.


" Tapi pak, saya minta tolong untuk tetap menjaga rumah ini sampai terjual." Saya akan promosikannya lewat media sosial saya." Saya mempercayakan rumah ini ke bapak karena bapak sudah lama bekerja dengan ibu dan saya." Nanti setiap bulan gaji tetap sama seperti biasa." Yadi menjelaskannya lagi ke satpam itu.


" Nah kalau mbak bagaimana mbak..?" Saya punya anak 2, yang satu masih bayi dan yang satunya lagi mau masuk sekolah TK." ujar Yadi.

__ADS_1


" Pak kalau saya mau ikut bapak saja, karena saya sudah tidak mempunyai keluarga lagi." Jadi saya bisa ikut bapak ke Jakarta." ucap mbaknya.


Langsung mbaknya bersiap berbenah dan ikut ke rumah Yadi dan Linda di Jakarta.


Linda dan Yadi pun pulang ke Jakarta, Linda tidak bisa berlama - lama lagi meninggalkan anaknya bersama Nisa bibinya.


Rumah itu pun disegel oleh Yadi, dan satpam itu yang menjaga rumah itu seperti biasanya.


***


Malam itu Nita dan Ani pergi ke salon, mereka memanjakan diri disana. Nita mau perawatan agar besok dihari pertunangan dia terlihat segar dan cantik.


Sudah satu jam mereka disana, perut mereka terasa lapar. Mereka hampir lupa kalau belum makan malam.


Saat pulang dari salon itu, mereka mampir di sebuah resto yang tidak terlalu ramai.


Disana tempatnya sangat nyaman dan menyenangkan, banyak yang datang bersama kekasihnya, bahkan ada juga yang mengajak keluarganya.


Nita dan Ani pun menikmati hidangan yang sudah mereka pesan tadi. Makanan itu pun sudah ada di atas meja di depan mata.


Ani tak sabar ingin memakannya, karena perutnya sudah berbunyi dari tadi.


Ani langsung memakan makanannya tanpa mengajak Nita.


" Hehehe..., kau sangat tidak sabaran ya An..?!" Pelan - pelan saja makannya, nanti kau bisa tersedak." Nita memperhatikan temannya makan.


" Iya Nit, tadi siang tak sempat makan." Jadi aku sangat lapar malam ini." Maklum banyak sekali tugas ku hari ini, ditambah lagi besok harus selesai dan diserahkan ke kantor pusat." ucap Ani sambil menikmati makanannya.


Nita menatap temannya itu, dia merasa iba dan kasihan kepada Ani. Nita pun tersenyum melihat kegigihan dan keuletan Ani dalam bekerja dan membantu temannya.


Nita pun juga sudah selesai makannya, namun kala cepat dari Ani yang dari tadi sudah habis duluan.


" Nit, ayo dong..?!" Aku sudah lelah dan mengantuk nih." Lagian Calon pengantin jangan terlalu lama tidurnya, nanti bisa hilang aura - aura kecantikannya besok." Ani mengeluarkan kata - kata aneh dan kocaknya.

__ADS_1


Nita pun tertawa dan mereka segera membayar makanan tadi. Ani yang mengemudi kali ini penuh semangat sampai - sampai yang harusnya 15 menit sampai dirumah, kini hanya 8 menit sudah di depan rumah mereka.


__ADS_2