PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 20 Pertemuan


__ADS_3

Semenjak saat dipantai, Rian sering mengirimkan sesuatu ke kantornya Nita.


Orang - orang dikantor menjadi sibuk dan penasaran dengan kehidupan Nita atasan mereka.


Pagi itu Nita mendapat kiriman mawar merah yang indah, namun tidak ada nama pengirimnya.


Mawar itu ditujukan untuk ibu Nita kata kurir yang mengantarnya.



" Wah.., siapa ya orang yang mengirim bunga cantik ini..?" kata salah satu karyawan dikantor Nita.


" Iya, siapa ya..?"


" Ih..., aku juga mau kalau dikasih seperti ini."


Semua para karyawan wanita heboh dan penasaran yang mengirimkan buket mawar itu untuk atasan mereka. Seluruh kantor jadi riuh dan mereka saling berbisik - bisik.


Nita dan Ani sudah tiba dikantor, dan menyapa seluruh karyawan yang berpapasan. Tetapi mereka selalu tersenyum gak jelas begitu ke Nita atasan mereka.


" Pagi bu Nita.., hari ini romantis sekali ya bu.." ucap Desi ke Nita.


" Pagi bu Nita.." ucap karyawannya yang lain dan tersenyum juga ke Nita.


" Ani, mereka kenapa sih kok pada aneh deh semuanya."


" Terutama yang para karyawan ceweknya, kamu merasa aneh gak sih..?" Nita bertanya ke sahabatnya itu.


" Iya agak aneh sih, tapi aku juga gak tahu apa yang terjadi." ujar Ani ke Nita sambil mengangkat bahunya.


" Bu Nita..!" Zeni memanggil dari bagian resepsionis.


Zeni berlari sambil membawa buket bunga yang besar itu.


" Bu, ini ada yang mengirimkan buket bunga untuk anda bu."


" Tapi saya tidak tahu dari siapa." kata Zeni menyerahkan kepada Nita.


" Oke Zen terima kasih."


Nita menerima buket itu dan kembali berjalan kearah ruangannya.


" Cie.., romantis banget."


" Siapa ya kira - kira pengirimnya..?" Ani menggoda Nita saat sedang jalan bersama.


" Pantas saja mereka tersenyum melulu kepada mu tadi Nit."


" Ternyata karena bunga ini yang sangat misterius sekali romantisnya." ucap Ani.


" Auh.., sakit Nit... kamu ngeri sekali kalau sudah marah." Nita mencubit tangan Ani yang dari tadi banyak bicara dan selalu menggodanya.


Saat diruangannya Nita meletakkan bunga itu di sudut ruang kantornya.


" Bunga yang indah.., tapi siapa yang mengirimkannya ya..?" Nita penasaran.


" Perasaan gak banyak yang aku kenal pria disini..?"


"Dan aku juga gak ulang tahun atau perayaan apapun..?"


" Ya sudahlah." Nita tidak menghiraukannya.

__ADS_1


Nita mulai bekerja dan mengetik sesuatu di laptopnya, ada file yang harus disiapkan dan dikirim ke kantor pusat di Jakarta.


Dan semua harus sudah diselesaikan hari itu juga, karena pak Rahmat sudah memberikan waktu dua hari untuk mengerjakannya.


Nita pernah menelpon sekretaris pak Rahmat dan menanyakan Panji disana.


Sekretaris pak Rahmat bilang kalau Panji sudah mengundurkan diri dan tidak ada kabar darinya.


Nita cemas dan kepikiran terus ke Panji, dia tak habis fikir kenapa Panji sampai mengundurkan diri dari sana.


Dan bagaimana keadaannya dan juga hubungannya bersama Linda istrinya.


Nita membuka ponselnya dan melihat nomor kontak Panji yang dia blokir. Dia takut untuk membuka blokirnya, sebab dikatai seorang pelakor oleh Linda.


Nita sekarang tidak pernah berhubungan dengan Panji sudah hampir satu tahun lamanya.


Kini Nita yang tidak tahu dimana Panji berada. Nita tersadar dari lamunan karena ada pesan dari ponselnya masuk.


......"Hai bu Nita, ini saya Rian.......


...Maaf saya sudah lancang kepada bu Nita saat ini....


..." Bunga itu saya yang mengirimkannya untuk ibu dan juga merupakan permohonan maaf atas kejadian dipantai yang menyinggung perasaan ibu karena perkataan atau prilakunya saya."...


..."Mohon ibu Nita bisa memaafkan saya, terima kasih."...


Pesan singkat itu ternyata dari Rian, dan begitu juga buket mawar yang ada bersamanya.


Nita merasa sangat bersalah dan sudah bersikap tidak baik kepada Rian yang memberi perhatian kepadanya.


" Terima kasih pak Rian atas mawar indahnya dan sudah saya terima." ucap Nita membalas pesan dari Rian.


" Bu Nita maaf sekali lagi lancang, saya ingin mengajak ibu Nita makan malam untuk malam ini, kalau ibu tidak bersedia juga tidak apa - apa saya tidak memaksakan." Rian membalas lagi pesan dari Nita.


" Bapak atur saja lokasinya dimana nanti saya akan kesana sendiri." Nita mengakhiri pembicaraannya melalui pesan diponselnya.


Rian tersenyum senang karena Nita memenuhi ajakannya untuk bertemu dan makan malam bersamanya. Rian memberi tahu tempat dan alamat cafenya dikirim ke ponselnya Nita.


Dan mereka akan bertemu makan malam berdua saja pukul 19.30 di Cafe sweety Kiss.


Nita memenuhi ajakan Rian karena sekalian dia ingin mengembalikan jaket Rian yang saat itu dia pakai dipantai ketika kedinginan.


Nita sudah mencucinya dan menyetrikanya agar rapi.


Dan dia juga mau berterima kasih atas jaketnya ke Rian.


***


Sore itu Nita dan Ani pulang kerumah, sampai dirumah Nita langsung bergegas mandi dan bersihkan diri.


Ani menjadi heran, biasanya mereka rebahan dulu diruang tv sambil makan camilan yang ada diatas meja kecil itu.


" Hai Nit, kamu kenapa terburu - buru begitu sih..?"


" Mau kemana kamu..?!" tanya Ani dari luar pintu kamar mandi Nita.


" Oh iya aku lupa An bilang ke kamu, aku mau pergi makan malam bersama Rian."


" ternyata dia yang mengirimi aku bunga tadi pagi."


" Aku juga sekalian mau kembalikan jaket miliknya." ucap Nita dari dalam kamar mandi ke Ani yang diluar.

__ADS_1


" Oh.., ternyata begitu.., hem, giliran yang asik gak bilang dan gak ajak - ajak." gumam Ani berbicara sendiri.


" An, nanti tolong antar aku kesana dengan mobilmu ya An..?"


" Nanti kalau aku pakai mobilmu, kamu mau kemana - mana gak bisa."


" Nanti aku traktir kamu makan malam deh ya..?" Nita merayu Ani dan mencoba menyogoknya.


Ani pun mau mengantarkan Nita ke Cafe sweety Kiss itu. Nama Cafenya sangat unik membuat orang terkesima saja mendengarnya.


Pukul 19.25 Nita sudah sampai disana, tempatnya sangat indah dan seperti namanya pastilah begitu romantis suasana disana.


Nita mencoba mencari - cari seseorang dengan celingak - celingukan


Dan...


" Hai bu Nita.." Suara Rian terdengar dari samping sebelah kiri.


Nita sedikit terkejut dan hampir terpeleset.


" Maaf saya mengejutkan anda.." ujar Rian ke Nita.


" Pak Rian, anda mengagetkan saya." Ucap Nita memegang dadanya yang dimana jantungnya berdetak kencang.


" Huf..." Nita menghela nafasnya.


" Mari bu ikut saya, sebelah sana meja kita." Rian menuntun Nita kearah meja yang sudah dia pesan dan juga menu makan malamnya.


Nita pun dipersilahkan duduk oleh Rian. Musik Cafe mengalun sendu dengan melow syahdu.


Lagu - lagu melow dimainkan menambah semakin romantisnya suasana makan malam itu. Nita hampir terbang dan terlena, Rian sangat pandai memanjakan wanita.


Rian sangat tampan pada malam itu, Nita diam - diam memperhatikannya.


Nita memberikan tas yang dibawanya, didalam tas itu ada jaket Rian yang dipakainya tempo hari.


" Pak Rian maaf ini saya kembalikan ke bapak."


" Sudah saya cuci dan terima kasih atas jaketnya." Nita bingung mau mengatakan apa lagi saat itu.


" Baiklah bu Nita, tidak masalah."


" Tapi ngomong - ngomong tolong jangan panggil saja pak begitu dong."


" Usia saya baru 29 tahun, apa muka saya lebih tua dari usia saya kah?"


" Panggil saja saya Rian, bu Nita."


" Kalau dikantor mungkin boleh panggil saya bapak, tetapi ini kita bukan sedang bernegosiasi bisnis..?" Rian tertawa sambil mengambil minumannya.


" Baiklah tapi sepertinya lebih baik saya panggil mas Rian saja, karena usia saya dibawah mas Rian."


" Sangat tidak sopan kalau memanggil nama saja." ucap Nita.


Mereka pun saling mengobrol dan bercerita. Sambil menikmati makan malamnya tanpa terasa hari sudah malam saja, sekarang jam sudah menunjukkan pukul 22.05, dan Nita pun berpamitan kepada Rian.


Nita mencoba menghubungi Ani tetapi tidak diangkat, akhirnya Nita pulang diantar Rian sampai di depan rumahnya.


Nita melihat mobil Ani terparkir di halaman rumahnya. Tetapi Nita tidak mempermasalahkannya, lalu Nita mengucapkan terima kasih kepada Rian. Dan Rian tidak mampir kedalam, dia lebih memilih untuk pulang karena sudah malam.


Didalam rumah ternyata Ani sudah tidur- kelelahan, dan Nita tidak membangunkannya.

__ADS_1


Nita langsung pergi bersihkan diri dan segera tidur dikamarnya.


__ADS_2