PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 94. Dilema


__ADS_3

Dikantor Rian di sore hari...


🌟 " Tok, tok, tok...!" terdengar suara ketukan di balik pintu.


" Masuk!" Rian memberi izin untuk masuk.


" Klatak, klotok..." terdengar suara melangkah dari depan pintu menuju meja kerjanya.


" Hai mas Rian? aku sudah kembali dari Sidney dan sekarang ada di hadapan mu." Bella mulai merayu dengan mencoba membelai Rian.


" Tolong jagalah sikap mu, ini adalah kantor dan aku sudah suami orang." ucap Rian saat itu.


" Oke mas..., tapi kalau di luar kantor berarti boleh dong?! seperti kita cek in gitu di hotel mana mas..?" ucap Bella yang menggoda lagi.


Rian terlihat tidak senang kepada Bella, wajahnya terlihat murung saat dia tahu Bella yang masuk ke kantornya.


Bella memang ingin kembali bersama Rian dan mencampakkan Nita ke jalanan seperti gembel.


" Mau apa kau datang kesini?! kalau tak ada keperluan lebih baik pergi pulanglah ke rumah mu sekarang." ucap Rian yang sudah mau pulang.


" Mas, sebenarnya aku ingin makan malam dengan kamu sebentar, sekalian ada yang ingin aku katakan pada mu." ucap Bella merintih.


" Mas, ini masalah papa ku." ucapnya lagi.


" Sudahlah ayo ikut aku sekarang, kita akan bicara." Rian pun pulang dan membawa Bella pergi ke suatu cafe untuk berbicara.


Bella sudah memberi kabar ke Imel bahwa kali ini harus berhasil. Mereka berencana memfoto Bella dan Rian saat sedang makan malam bersama.


Mereka sampai di cafe yang tak terlalu mewah disana, Rian dan Bella duduk, Rian hanya memesan minuman saja.


Dia tak ingin makan atau apa pun selain memesan kopi saja.


" Cepat katakan apa mau kamu sekarang." ucap Rian sambil mengaduk kopinya.


" Mas..., papa sekarang sakit. Dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit mas. Papa meminta aku segara menikah bersama mu mas..., dan papa tak tahu kalau kau sudah menikah dengan yang lain. Karena aku tak tega memberi tahunya, papa punya penyakit jantung yang tidak boleh terkejut akan sesuatu." Bella menjelaskan sambil memegang tangan Rian.


Rian jadi bingung dengan hal ini dan tak tahu mau bagaimana, sementara dulu papanya Bella sangat membantu sekali dirinya dalam membangun perusahaannya yang sekarang sudah maju dan berkembang.


Rian hanya diam saja saat tangannya digenggam oleh Bella. Sedangkan Imel sekarang sudah mengambil foto - foto mereka berdua di cafe itu.


Bella dan Imel punya satu tujuan, yaitu sama - sama ingin menjatuhkan Nita ke jalanan.

__ADS_1


" Bagaimana mas, ini hanya bohongan saja kok mas..., papa mungkin tak akan hidup lama lagi mas, dan kita cukup menikah sirih saja di depan papa.


" Setelah itu kita boleh kembali lagi seperti tak pernah terjadi apapun diantara kita. Tolonglah aku mas kali ini... saja, istri mu juga gak bakalan tahu tentang hal ini." ucap Bella meyakinkannya.


" Sekarang om dirawat dimana?" tanya Rian kepada Bella.


" Papa sekarang di rawat di Singapura mas, dan aku 3 hari lagi akan kesana untuk melihatnya. Aku pulang kesini hanya ada barang mama yang mau aku ambilkan saja." ucap Bella sambil menangis air mata palsunya.


" sudahlah jangan menangis, 3 hari lagi kita akan pergi melihat papa kamu di Singapura" Rian memeluk Bella.


Imel pun memfoto adegan demi adegan mereka di sebuah cafe itu, Imel terlihat sangat senang sekali saat melihat hasilnya dari balik layarnya.


Lalu Imel mengirim pesan ke Bella lewat ponselnya.


" Semua sempurna dan sangat bagus hasilnya, kau berbakat menjadi seorang aktris Bella." terkirim.


Bella yang membaca pesan dari ponsel itu sangat senang dan tersenyum bahagia. Saat dia membaca pesan itu Rian lagi pergi ke toiletnya, dan Bella membalas pesan dari Imel yang bergambar jempol disana menandakan bagus.


Tak beberapa lama Rian datang kembali ke mejanya, dan dengan cepat memanggil pelayan cafe untuk billnya.


" Sudah terlalu lama aku disini, sebaiknya kita pulang saja kerumah masing - masing." ucap Rian.


" Baiklah mas, terima kasih kau mau mengerti untuk papa ku." ucap Bella sedikit dengan wajah sedihnya.


Tak berapa lama Rian pergi, Imel masuk dan menemui Bella di mejanya.


Mereka saling toss tangan karena sudah berhasil dengan rencana pertamanya.


Rian akhirnya masuk dalam perangkap mereka, Imel pun memesan kopi susu dingin yang sangat dia suka dalam merayakan keberhasilan.


" Kali ini habis lah kau Nita! aku tak akan beri ampun pada mu bila saat itu telah tiba. Aku yang akan tertawa pertama kali atas kehancuran rumah tangga mu itu." berkata dalam hati Imel.


Pelayan pun datang dan Imel menikmati minuman dinginnya untuk merasa bahagia. Bella pun melihat - lihat hasil jepretan Imel yang tadi baru saja diambilnya.


Terlihat Bella tersenyum sangat puas akan hasilnya. Ternyata memang bagus dan terlihat sangat natural tanpa akting gambarnya.


Bella pun menyuruh Imel untuk mencetaknya dan bersepakat nanti bila masanya akan mengantarkan foto - foto itu ke Nita secepatnya.


Di rumah Nita...


Nita melihat jam dinding dari meja makan, dalam hatinya mengkhawatirkan suaminya yang belum pulang. Sementara Nita dan Ani sudah selesai makan malam, namun Rian belum pulang juga ke rumah.

__ADS_1


" Kau kenapa Nita? mengkhawatirkan kekasih mu yang belum pulang? Sudah jangan khawatir, memangnya tak ada kirim pesan ke kamu?" tanya Ani dari tadi.


" Tidak ada Ani, biasanya selalu telpon atau kirim pesan selalu." ucap Nita.


" Sudah..., mungkin lagi ada banyak pekerjaan di kantor dan lagi asik mengerjakannya. Sebentar lagi juga sudah pulang." ucap Ani lagi.


Ani dan Nita pun duduk di ruang tv, mereka hanya mengobrol - ngobrol saja. Dan Ani bertanya kepada Nita bagaimana keadaan kandungannya dan seputar kehamilan yang sedang dia rasakan.


Ani sangat penasaran akan hal itu, dia ingin tahu dan nanti dia takkan terkejut lagi. tak beberapa lama kemudian...


" Brmm..." terdengar suara mobil Rian parkir di depan rumah.


" Nah sang pujaan sudah datang..." ucap Ani menggoda.


" Nita, aku tinggal ya? aku mau menelpon kekasih ku sekarang di dalam kamar..." Ani berlari dan terlihat sangat senang.


Rian pun masuk ke dalam rumah dan berjalan ingin ke dapur.


" Sudah makan mas?" tanya Nita dari ruang tv.


Rian berhenti dan melihat ke arah Nita, lalu datang menghampiri istrinya.


" Mas belum makan." Rian terlihat sangat lelah.


" Kamu pulangnya lama karena banyak pekerjaan ya sayang?" tanya Nita sambil membelai kepala Rian yang tiduran di kaki Nita sambil mengelus perut besar Nita.


" Iya, tadi banyak sekali pekerjaan di kantor. Sayang temani mas makan ya sayang?" ucap Rian.


Dan Nita pun mengangguk menerima ajakan Rian. Nita hanya akan duduk saja menemaninya makan, Nita sudah kenyang saat makan bersama Ani tadi.


" Aku siapkan dulu ya makanannya dan yang lainnya." kata Nita yang berjalan ke arah dapur.


Sedangkan Rian masih tiduran di sofa ruang tv tersebut.


" Maafkan mas Nita..., sudah berbohong kepada mu. Bisa dibilang aku sudah berkhianat kepada mu dan pada pernikahan kita." ucapnya Rian dalam benaknya.


BERSAMBUNG YA TEMAN - TEMAN...


IKUTI TERUS DAN DUKUNG "PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU."


Dengan cara like, komen, rate 5 🌟 dan Favoritenya jangan lupa 😉

__ADS_1


Terima kasih RADIAH ❤️


__ADS_2