
Linda menutup pintu rumahnya, seluruh tetangga menceritakan dirinya.
" Ternyata gayanya yang sok itu karena menjadi pelakor dan uangnya dari lelaki orang." Pantas dia selalu ada uang, padahal tidak kerja ya kan..?" Para tetangga mencibir Linda dan menceritakan keburukan dirinya.
Linda melihat mereka dari balik jendela, namun dia tidak menghiraukan cibiran mereka.
Linda menutup kain tirai jendelanya dan berlalu pergi tidak ambil pusing.
Linda sudah tidak perduli lagi dengan apa kata orang dan dia sekarang lebih mementingkan kebahagiaannya dan anak - anaknya.
Linda yang sudah lama bercerai tetapi hidupnya penuh dengan jalan lika - liku. Dia tidak mengeluhkan apa yang sudah terjadi, namun dia ingin kebahagiaannya kembali dengan cara apa pun akan dia lewati.
Sekarang tak perduli perkataan orang dan pandangan orang terhadapnya. Dunia sekalipun menghalangi Linda tak akan gentar untuk tetap berdiri sampai dia dapati.
***
Sedangkan Panji masih berharap menunggu Nita yang dia sendiri tidak tahu keberadaannya.
" Pan.., lagi ngapain sih..?" Dion menghampiri Panji yang duduk di teras kamarnya.
" Kamu Dion.., ada apa kamu kesini..?" tanya Panji penasaran.
" Begini Pan, kamu kan sudah lama bekerja diperusahaan itu." Dan perusahaan itu masih atas nama papa ku." Nah mulai besok perusahaan itu sudah menjadi milikmu, dan ini surat kepemilikannya atas nama kamu sekarang." Dion menyerahkan kertas yang ada didalam map merah kepada Panji.
" Kok bisa jadi punya ku Dion..?" Bukannya kita sudah sepakat kalau perusahaan itu akan diserahkan setengahnya saja ke aku..?" Bukan sepenuhnya menjadi milikku." Panji bertanya dengan penuh rasa heran dan bingung.
" Mas, sebenarnya ada sesuatu yang mau aku ceritakan dari dulu." Namun sekarang bukan saatnya, kita bisa bicarakan ini besok saja." ucap Dion kepada Panji.
" Mas.., mas Dion.." Dimana kamu mas.., mama cari kamu loh mas." Manda memanggil Dion dan sudah mencari - cari.
" Iya sayang.., tunggu sebentar bilang sama mama." Mas akan kesana." suara Dion menjawab panggilan istrinya ( Manda ).
" Mas, aku turun dulu kebawah ya..?!" Mama mencari ku, mungkin mama perlu bantuan." ujar Dion yang langsung berlari kecil untuk keluar dari kamar Panji dan menuruni anak tangga untuk turun kebawah.
Panji masih bertanya - tanya dengan apa yang dikatakan Dion tentang sesuatu itu.
Namun Panji tidak terlalu memikirkannya terus, dia kembali menatap langit malam dan berharap bisa membayangkan melihat wajah Nita disana.
__ADS_1
Panji sangat merindukan senyuman manis Nita yang pernah dia lihat saat mereka masih bersama kala itu.
" Nita.., sekarang kamu dimana." Kenapa tidak ada kabar dari kamu, bahkan kamu tidak pernah menelponnya untuk sekedar menanyakan kabarku saat ini." Aku sangat merindukan kamu dan suaramu." Panji meneteskan air matanya.
Panji merasa kesepian, bahkan mamanya saja sangat jarang menanyakannya. Mamanya hanya menelpon kalau dia menginginkan uangnya Panji saja.
***
Dion pernah mengenalkan seorang wanita kepadanya, namun Panji hanya menghargai Dion saja dan wanita itu. Tetapi hatinya masih untuk Nita disana, Panji masih berharap bisa berjodoh kembali.
"Andai semua sudah berubah dengan perjalanan masing - masing sekarang, tapi aku masih berharap semua itu hanya proses pengujian hati kita." Panji berkata dalam hatinya untuk menyenangkan dirinya yang hampir rapuh.
Bulan depan Nita akan kembali ke Jakarta untuk memenuhi panggilan dari pak Rahmat. Ada rapat yang harus dibicarakan oleh semua kepala cabang.
Sedangkan Rian juga akan pergi ke Singapura menemui Rian kembali.
Rian ingin membicarakan dirinya berencana membuka kantor cabang di Singapura.
Rian ingin proyek pembangunannya Panji yang kelola dan menjadi tanggung jawabnya. Rian kesana ingin survei lokasi dan area yang bagus untuk membuka cabang.
Rian melebarkan sayap perusahaannya untuk membuat lapangan kerja baru dan tenaga kerja baru.
Panji juga sedang sibuk mengurus sesuatu tentang kantornya, jadi Rian datang langsung ke tempat itu akan jauh lebih baik.
" Nit, nanti kalau kamu sudah selesai di Jakarta, singgah dulu ke Singapura." Kita akan kembali ke Amerika bersama." pinta Rian ke Nita yang ingin bersama dalam perjalanan kembali.
***
Sudah 4 hari berlalu akan urusan bisnis. Ani juga sudah kembali dari kampungnya, namun dia sendirian dirumah. Dirumah ada pelayan yang sementara menemaninya, dan mengurus keperluan Ani dan Nita.
Nita sekarang sudah sangat sibuk jadi mau tak mau harus ada yang membantunya dirumah.
Tugas sudah selesai dan Nita akan kembali, dia memesan tiket dan penerbangan satu jam lagi.
Nita pergi ke cafe untuk sekedar minum teh dan makan camilan disana.
Urusan untuk bawaannya sudah selesai, Nita ingin istirahat sejenak. Duduk dicafe itu sembari memainkan ponselnya untuk menunggu jam penerbangannya.
__ADS_1
" Tring.., tring.." suara ponsel Nita yang berbunyi.
" Hallo mas, iya Nita hari ini akan kesana menemui mas." Sekarang Nita sudah ada dibandara, masih makan camilan dulu dicafe." ucap Nita dari ponselnya.
" Oke baiklah Nit, nanti kalau kamu sudah sampai bandara telpon mas." Nanti kamu akan mas jemput disana." Rian berpesan seperti itu ke Nita.
" Okelah mas, Nita tutup ya." Nita akan bersiap - siap kesana." ujarnya Nita lagi.
" Iya sayang, hati - hati kamu." Rian berkata mesra akan pesannya.
" Maaf ya pak Panji, saya menelpon kekasih saya." Katanya dia sudah akan terbang kemari, dan itu permintaan saya." Saya akan membawanya untuk liburan disini." Setelah itu kami baru akan pulang." Rian sudah menyusun rencana itu.
" Iya pak Rian tidak masalah." Sungguh perhatian sekali pak Rian terhadap kekasihnya." Panji memuji Rian dan merasa senang mendengarnya.
Rian dan Panji sedang duduk disebuah cafe, dan mereka sekarang lagi makan siang bersama.
Selama Rian di Singapura Panji selalu bersamanya setiap ada waktu. Makan malam bersama dan meluangkan waktu untuk makan siang juga.
Panji juga membawa Rian untuk bertemu dengan Dion dan istrinya Manda. Panji juga membawa dan menawarkan untuk menginap dirumah Dion saja bersamanya, dan tidak perlu menginap dihotel.
Tetapi Rian menolaknya dengan lembut, karena dia sudah meminta Nita datang kesana. Dan tidak mungkin akan menginap disana.
Panji sangat baik menjamu Rian disana, Panji juga sudah membawa ke lokasi yang ingin Rian membangun kantor cabang dan kantor kerjasamanya dengan Panji.
***
Beberapa jam kemudian
"Tring.., tring.." sebuah pesan masuk ke ponsel Rian.
" Mas, Nita sudah sampai dibandara Singapura." ujar Nita memberi tahu lewat ponselnya.
Rian mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Dan melihat ponselnya, ternyata itu pesan dari Nita. Rian segera membuka ponselnya dan membaca isi pesan itu. Rian pun segera bergegas dan berpamitan kepada Panji.
Rian mengatakan bahwa kekasihnya sudah tiba dan dia akan segera menjemputnya dibandara.
Rian juga berkata akan langsung mencari penginapan dan beristirahat dengan kekasihnya.
__ADS_1
Panji pun mengerti dan mempersilahkan Rian untuk pergi. Panji tak mengambil pusing, dan dia bisa mengerti akan hal itu.
Rian pergi dan panji juga kembali kekantornya setelah mereka selesai makan siangnya.