
" Nit, hari ini rapat kita dengan siapa?"
" Aku lupa, padahal semalam Imel (teman Ani) sudah memberi tahukan." ucap Ani penasaran dan ingin membereskan berkasnya nanti dikantor.
Ani dan Nita sangat buru - buru pagi ini, sampai tidak sempat sarapan.
Mereka hanya minum susu dipagi hari saja dan membawa roti selai kacang ke mobil.
" Hari ini pak Rahmat sudah ada di Singapura, dan ia mau mengecek langsung dan mengadakan rapat di kantor kita." Nita menjelaskan kepada Ani sambil cepat - cepat masuk kedalam mobil dan bergegas melajukan mobilnya Ani.
" Apa Nit..!"
" Matilah aku, kenapa aku bisa lupa dan terlena bermain game semalaman." Ani menepuk dahinya dan dia mulai panik.
" kenapa rupanya An ?!" Nita pun sontak bertanya melihat kelakuan Ani yang menghebohkan.
" Aku belum menyusun file dan berkas yang semalam kamu beri Nit...!" Ani bingung dan sangat gugup.
" Kamu bagaimana sih An, kamu mau nanti pak Rahmat berpesan ke aku untuk memecat kamu dari perusahaannya..?!" Nita melajukan mobil itu dengan sangat cepat, agar segera cepat sampai tujuan mereka.
Sampainya dikantor Ani langsung keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam gedung kantor itu. Dia sangat panik sekali, karena Nita bilang rapat akan dimulai jam 08.30 pagi ini sekarang juga.
" An, Ani tunggu aku...!"
" Ani...?!"
Ani meninggalkan Nita sendirian di parkiran, dan tidak menghiraukan Nita yang memanggilnya.
" Dasar anak itu gak ada sopan - sopanya ke aku atasannya." ucap Nita yang hanya geleng - geleng kepala.
Nita pun berjalan menyusuri parkiran dan masuk ke dalam kantor.
" Pagi bu Nita.." karyawan yang setiap Nita lewat didepan mereka.
" Pagi juga.."
" Imel, bagaimana rapat kita hari ini ?"
" Apa pak Rahmat sudah ada konfirmasi lagi..?" Nita mencari tahu bagaimana atasannya yang mau datang itu.
" Oh, iya bu."
" Kata beliau akan datang terlambat, soalnya ada sedikit kendala diluar sana."
__ADS_1
" Mungkin akan datang sekitar jam 10 pagi jadinya." ucap Imel pengurus rapat yang dipercayakan Nita.
" Baiklah kalau begitu, terima kasih ya Imel.." Nita pun pergi berlalu menuju keruangannya.
Nita masuk keruangan dan membuka sebuah map yang berisikan file yang akan di sampaikan dalam rapat nanti.
Dilihatnya satu persatu dalam file itu dan dibacanya, ada sebuah kejanggalan didalamnya.
Berkas itu ada yang tidak sama dengan yang aslinya. Sepengetahuan Nita isi file itu sudah pernah dia baca dan sudah dicek olehnya.
Namun tidak ada yang salah dan semua sudah sempurna.
Nita berfikir ada yang ingin menjebak dan menjatuhkan reputasinya dikantor itu.
Akhirnya Nita menyalin kembali file yang ada didalam laptopnya, dan sebenarnya diam - diam dia telah menggandakannya.
" Mari kita lihat siapa yang ingin dijatuhkan dan menjatuhkan siapa." Nita bergumam dalam hatinya.
Karena yang dia tahu itu file Imel yang menyelesaikan dan dia juga yang mengantarkannya sendiri.
" Sepertinya ada orang yang tidak suka terhadap ke pemimpinan ku di kantor ini."
" Lebih baik aku segera mengetahuinya dan segera memecatnya sekarang juga." Nita sudah bertekat akan memberikannya pelajaran.
***
Panji masih menanti Nita dan masih berharap akan dipertemukan lagi suatu hari.
Panji saat ini masih mengejar urusannya dengan seorang klien yang ingin bekerja sama dengannya, dalam membangun bisnis agar dapat berkembang lebih besar.
Dan perusahaan juga akan lebih banyak relasi dimana - mana.
Bulan depan Panji akan pergi ke Amerika untuk bertemu dengan kliennya itu. Jadi dia mempersiapkan semua file dan berkas yang akan dia sampaikan kepada kliennya.
***
Linda sekarang sudah bisa menerima uang dari Yadi lagi, setiap bulan dia mendapatkan 3 juta untuk hidupnya. lain lagi uang jajan untuknya 2 juta, jadi Linda sangat senang sekali.
Yadi mengirimkan uang itu secara diam - diam dari Sofi istrinya, yang sebenarnya itu uang dari perusahaan Sofi dipakainya.
Yadi memanjakan Linda dari jauh dengan uang - uangnya Sofi.
Saat ada suatu proyek di daerah Jakarta, Yadi segera pergi kesana dengan alasan untuk memantau langsung katanya.
__ADS_1
" Mas besok aku ikut ya mas..?" Rengek Sofi kepada Yadi saat malam itu yang mengenakan baju tidurnya karena memang mereka sudah mau tidur.
" Ya gak bisa dong sayang..., kamu ngapain ikut, nanti capek dan bisa kusam kulit kamu."
" Cuaca disana kata Adrian tidak baik, kamu dirumah saja ya..., duduk manis, jalan sama teman, ke salon atau apapun itu."
" Nanti aku pulang kamu tetap cantik untuk aku ya sayang..., nanti kita pergi berlibur lagi dan akan ku manjakan kamu setelah pulang dari Jakarta." Yadi membisikan kata indah dan rayuan ketelinganya Sofi.
" Benar ya sayang..., malam ini aku mau tidur dipeluk kamu mas."
"Besok kamu sudah pergi, pasti aku akan kesepian disini." Sofi memeluk tubuh Yadi diatas kasur, dan mereka tidur bersama saling berpelukan.
Yadi sudah memberi kabar kepada Linda, bahwa besok dia akan datang menemuinya.
Linda juga sudah memberi tahu Nisa kalau besok dia akan menitipkan anak - anaknya.
Linda beralasan akan pergi sebentar untuk belanja bulanannya dan ada urusan sebentar.
Padahal Linda ingin bertemu dengan Yadi secara diam - diam, dia ingin melepas rindunya yang sudah lama tidak tercurahkan.
Linda pergi ke salon malam itu dan sudah membeli baju baru. Besok dia ingin bertemu dengan Yadi secantik mungkin dimata Yadi.
Malam itu Linda tidak bisa tidur dan dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kekasihnya itu.
Linda memang wanita yang sudah tidak memikirkan rasa malu lagi dalam hidupnya.
Yang terpenting adalah uang dan harta serta cinta Yadi saja.
Malam itu terasa sangat panjang, Linda sudah mencoba untuk tidur dan memejamkan matanya namun tidak bisa juga untuk tidur.
Diatas pembaringan tiba - tiba dia teringat masa lalunya yang sudah terlewatkan tiga tahun ini bersama Panji.
Memang dulu Panji pernah ingin menjadi suami Linda seutuhnya, namun Linda menolak dengan kasarnya. Dan masih mengharapkan Yadi menikahinya dan bertanggung jawab atas hidupnya.
" Mungkin kali ini aku akan menanyakannya secara langsung tentang pernikahan itu ke mas Yadi besok."
" Aku tidak mau menundanya lagi, kalau pun dinikahi secara sirih aku pun tak mengapa." Linda mempunyai niat dan ingin tetap dinikahi oleh Yadi.
Hari semakin larut dan sebentar lagi sudah akan pagi, karena jam dinding sudah menunjukkan pukul 02.10 malam itu.
Raisa anak keduanya Linda terbangun dan menangis, dia haus dan ingin minum asi Linda saat itu.
Linda pun segera memberikannya dan ternyata Raisa benar - benar kehausan. Dia meminum asi dan tertidur kembali di dekapan Linda malam itu juga.
__ADS_1
" Sayang..., tidurlah besok kau akan bertemu dengan papa mu." Linda membelai Raisa yang sudah tertidur.