
Keesokan paginya Nita datang kekantor, semua karyawan memandanginya dan berbisik - bisik saat dibelakangnya.
Nita menjadi risih dan tak nyaman akan hal itu, lalu dia bertanya ke Ani.
" An, kok mereka memandangiku sedikit tidak wajar ya?"
" Mereka seperti mau menelanku saja, ada apa rupanya dengan ku An?"
" Ada yang aneh gak kamu lihat?" Nita penasaran dan menyuruh Ani melihat ke dirinya.
" Gak ada yang aneh kok.., perasaan kamu saja itu paling." Ani memberi pendapatnya.
Tetapi Nita tetap tidak nyaman dan hatinya berkata ada sesuatu dari mereka yang terus memandang sinis dan membicarakannya dibelakang.
***
Saat jam istirahat, Mira yang memang teman sekantor mereka juga menyapa Nita dan Ani.
Mira penasaran dan gak tega melihat Nita dibicarakan semua orang.
Mira pun menghampiri Nita, dan berkata sesuatu kepada mereka berdua.
" Hai Nit, maaf aku mau tanya ke kamu, hari ini merasa aneh gk pada semua karyawan yang menatap dan menceritakan kamu?" Mira bertanya kepada Nita karena ingin tahu kebenaran tentang isu - isu yang terdengar.
" Nit, mereka semua membicarakan kamu pelakor si Panji."
" Semalam mereka mengetahuinya dari wanita hamil didepan gerbang."
" Kemungkinan itu istrinya Panji." Mia menjelaskan kepada Nita dan Ani.
Nita langsung ingat akan wanita yang dia kenal didepan gerbang kantornya kemarin.
Ternyata Linda sengaja datang ke kantor untuk membuat isu ke semua karyawan tentang Nita.
Linda mengarang semua cerita tentang Nita ada hubungan yang sudah lama ke Panji.
Dan Nita lah penyebab Linda akan diceraikan oleh Panji.
" Mira, terima kasih ya atas penjelasan masalah ini."
" Dan masalah aku pelakor atau tidak kalian akan tahu sendiri nanti." Nita pun pergi dan meninggalkan Ani di kantin itu, dia tidak makan siang lagi hari ini.
Ani menjelaskan kepada Mira bahwa semua itu salah paham.
Ani pun menceritakan apa yang dia tahu saja.
Ani langsung pergi dari mejanya menemui Panji yang kebetulan baru datang ke kantin.
Ani : " Pan, tolong lebih baik kamu jauhi saja Nita."
" Kasihan dia karena ulah istri mu kini dia tidak bisa tenang dimana saja."
__ADS_1
" Kalau urusan kalian mau cerai atau tidak jangan sampai semua orang dikantor tahu dari mulut istrimu sendiri dan mengkambing hitamkan Nita."
Ani lalu pergi berjalan meninggalkan Panji dan temannya yang selalu bersamanya.
" An, maksud mu apa?!"
" Aku gak mengerti.., Ani.., An...!"
" Ada apa sih sebenarnya?"
Panji bingung dan bertanya - tanya.
Mira menghampiri dan mengatakan sesuatu kepada Panji.
" Masak kamu gak tahu isu tentang Nita dikantor ini sudah menjadi buah bibir semua para karyawan loh.."
" Coba kamu tanya sama istri kamu bilang apa dia ke semua orang didepan gerbang kantor kemarin." ucap Mira sambil berlalu melangkahkan kakinya dan menyenggol bahu Panji.
Panji mengerti dan kesal terlihat jelas diwajahnya.
Kini dia paham kenapa Nita semakin menjauh dari dirinya, Panji pun merasa bersalah kepada Nita yang sudah membuatnya sedih akan kelakuan Linda terhadapnya.
***
Sore harinya pulang kerja Panji langsung kerumah Linda.
Disana Linda sedang bersama Ririn anaknya di depan rumah sedang duduk di teras.
Linda bercermin melihat dirinya, Linda menambahkan lipstik di bibirnya agar terlihat cantik didepan Panji.
Linda berfikir kalau Panji datang sengaja melihat dia dan Ririn.
Hayalanya terlalu tinggi dan bahkan dia menduga Panji kali ini datang ingin balikan lagi padanya.
" Papa Panji datang..?"
" Hai Ririn.., ada mama Rin, papa mau bicara sama mama Linda."
" Bisa tolong panggilkan mama ya..?" Panji mengelus rambut Ririn dan mencubit pipinya.
" Iya pa.., Ririn panggil mama ya kedalam." Ririn langsung pergi berlari kecil untuk memanggil mamanya.
" Mama..., ma..., ada papa Panji diluar."
" Katanya mau bicara sama mama, papa cari mama diluar." Ririn memberi tahu ke Linda saat itu.
Dan Linda sangat senang saat mendengar Panji mencarinya.
Linda pun datang menghampiri Panji di teras dengan membawakan minuman diletakkannya diatas meja kecil.
" Silahkan diminum mas.., ada apa mas kesini mas ?"
__ADS_1
" Kalau ada sesuatu kan bisa telpon Linda saja mas, nanti biar Linda yang kesana." Linda berbicara dengan penuh kelembutan dan sangat mendayu.
" Ririn.., kamu main kedalam saja dulu ya nak.., atau bermainlah dikamar."
"Mama sama papa mau bicara sebentar ya sayang.., ini uang untuk nanti Ririn beli ice cream sama mama ya." Panji memberikan uang kepada Ririn yang diambilnya dari saku kemeja yang dia kenakan.
" Iya pa, terima kasih.." Ririn pun pergi kedalam dan bermain dengan bonekanya.
Setelah Ririn pergi Panji mulai berbicara kepada Linda, secara tiba - tiba wajah Panji mulai terlihat kesal dan berkata dengan nada yang kasar.
Panji : " Lin, apa maksud kamu kemarin datang kekantor ku didepan gerbang dengan keadaan kamu hamil begini..?!"
" Tolong kamu jangan berkata palsu lagi ke orang - orang dan membohongi mereka, cukup kamu berbuat itu kepada ku..!!"
" Sudah cukup kamu menyakiti orang Lin.., mau kamu apa sih..?!"
Linda : " Mas tanya mau ku apa..?"
" Mas, mau aku kita bersama seperti dulu mas, aku tidak mau kamu ceraikan."
" Aku akan berubah mas.., aku mohon kamu jangan tinggali kami mas."
Linda menangis dan memohon kepada Panji, dia juga berkata manis akan berubah dan sekarang dia mulai ada cinta yang tumbuh kepadanya. Namun Panji masih tidak percaya akan omongan Linda begitu saja.
" Sudahlah, aku tidak akan pernah menarik lagi ucapan ku."
" Sudah 4 tahun aku bertahan dan memberikan perhatian serta kasih sayang ku untuk mu, bahkan aku ingin menjadi suatu mu seutuhnya kamu malah menolak saat itu."
" Sekarang sudah tidak ada lagi rasa ku untuk mu."
" Semua sudah aku putuskan, lahir anak yang ada di dalam kandungan, saat itu juga kau akan aku ceraikan." ucap Panji kepadanya.
Panji langsung pergi dari rumah Linda, tanpa meminum teh yang sudah disiapkan Linda.
" Mas, jangan seperti itu mas..."
" Mas, kita masih bisa perbaiki semuanya mas.." Linda berjalan cepat untuk mengejar Panji dan memohon kepadanya.
Namun Panji tidak menghiraukan rintihan dan tangisan Linda.
Panji langsung menyalakan mesin mobilnya dan menginjak pedal gas mobilnya.
Panji pergi dan berlalu meninggalkan Linda, wanita itu sangat sedih karena dia tidak dapat perhatian dari Panji lagi.
Linda semakin kesal dengan Nita yang dibela oleh Panji, karena adanya dia kini hubungan Linda dan Yadi diketahui oleh Panji.
Sementara Nita yang tidak tahu apa - apa menjadi bahan kekesalan Linda dan boneka bagi Linda saat ini.
" Awas kamu Nita, aku akan membuat kamu jauh lebih sakit lagi nanti."
" Kamu cuma jadi penghalang aku dan mas Panji bersatu saja." Linda yang sangat emosi dan kesal kepada Nita kini menaruh dendam kepada wanita itu.
__ADS_1