
🌟 Berita penculikan Bisma sudah menyebar kemana-mana, di tv dan di koran sudah di siarkan. Aris juga sudah melapor ke polisi dan ke berbagai kertas juga sudah di sebar ke orang-orang segera.
Silvi dan Pram juga ikut membantu mencari Bisma, bahkan Pram menyewa beberapa orang untuk mencari keberadaan Bisma saat ini.
Pram sangat kesal dan tak habis pikir, yang menculik seperti tak ada hati nurani. Bahkan Rian dan Nita terbilang orang baik dan tak pernah jahat kepada siapa pun namun ada saja yang mencelakai mereka.
***
Di penjara, Bella dan Imel tersenyum puas sangat bahagia, mendengar berita Bisma putra tercinta Rian dan Nita diculik oleh orang yang tak dikenal.
"Sekarang ramai kembali berita ini, bahkan orang-orang pada muak mendengar selalu berita tentang mereka yang terdengar." ucap Bella yang sudah geram dengan keluarga Rian sampai saat ini.
"Pacar mu bagus juga ya Imel pandai kau mencari pacar, sudah ganteng dan juga pintar...!" Bella memuji cara kerja Dian yang bagus tanpa ada yang tahu dimana tersebut.
"Aku ingin tahu bagaimana mereka hidup dalam berbagai macam ancaman dari kita yang hanya dalam penjara ," kata Imel.
Mereka berdua sangat senang sekali sudah heboh dimana-mana, bahkan mereka merayakannya dengan mentraktir orang-orang yang berteman dengannya saja.
***
Keesokan paginya berita hilangnya Bisma sampai juga ke Rian, dia melihat acara dari tv yang ada di rumah sakit itu. Berulang kali nama Bisma di ucapkan dan itu membuat Nita mulai ada reaksi dari tangannya yang mulai bergerak sedikit.
Namun belum ada yang menyadarinya, Nita terus mencoba dan berusaha keras untuk membuka matanya saat itu juga.
"Bisma...!" Nita tersadar dari komanya.
Rian terkejut dan menekan bel pemanggil suster segera.
Tet.., tet.., tet..!"
Suster datang dan berlari masuk ke ruangan Rian dan Nita.
Mereka melihat Nita yang sudah sadar langsung di periksa dan di cek semuanya.
Nita dalam keadaan baik dan sangat baik, tak ada komplikasi apa pun dalam dirinya. Namun dokter masih menyarankan untuk tetap di rumah sakit dulu agar mengetahui perkembangan selanjutnya.
Karena dokter belum bisa pastikan tak akan terjadi apa pun, walau semua dalam keadaan normal dan stabil. Dokter dan suster sudah selesai mengecek semuanya, dan kepala mereka tak kenapa-kenapa sekarang.
__ADS_1
Suster juga sudah mencatat perkembangan hari ini dan nanti selanjutnya 2 Minggu kedepannya.
Nita hanya diam saja karena masih baru sadar dari komanya selama 1 tahun lebih. Namun dia sadar sekarang berada di rumah sakit setelah melihat dokter dan suster tadi.
"Nita? sayang.., kamu kenapa?" tanya Rian.
"Aku sangat bingung mas.., dan memikirkan keluarga kita bagaimana? Apa ada yang tahu kita disini? dan bagaimana dengan Bisma anak kita?" tanya Nita.
Rian mengerti yang Nita maksud, namun Rian tak mau mengatakan sesuatu dulu ke Nita tentang anaknya.
"Nita, sebentar mas keluar ya ada yang mas mau tanyakan ke suster jaga." ucap Rian.
Rian pun pergi ke depan menemui suster disana, namun Rian tak sengaja mendengar para suster itu membicarakan sesuatu.
"Lihat ini ada berita di Amerika, anak seorang bangsa Indonesia yang di culik disana. Anaknya sangat menggemaskan dan namanya sangat bagus, Bisma. Oh, kasihan nya dia..." ucap suster yang satunya.
"Oh, ada nomer ponselnya disini, lihatlah..!" kata suster yang lainnya.
Rian lalu sangat bersemangat saat tahu ada nomer ponselnya disana.
Lalu Rian minta izin untuk membaca koran itu dan ingin menelponnya.
Dan Rian meyakinkan bahwa itu adalah kerabat dirinya, lalu salah satu dari suster itu pun menelpon nomer ponsel itu. Rian pun mencobanya dan berbicara pada nomer ponsel yang di tuju.
Tut....
Tut....
Tut....
"Ya hallo...? ini siapa dan dari mana?" tanya Silvi.
"Maaf mbak ini saya seorang suster, dan ada seseorang yang mau berbicara pada mbak sekarang, saya beri ponselnya kepada orangnya ya mbak..." ucap suster itu.
"Hallo? Ini mas Rian, apa kau masih ingat pada ku?" tanya Rian.
"Mas..., mas Rian?! itu kau mas..? Itu memang kau?!" Silvi berbicara dengan gemetar dan dia merasa tak percaya.
__ADS_1
Bulir-bulir bening jatuh dari matanya, yang membuat dia bahagia sekalian sedih, sudah sekian tahun dia dapat mendengar lagi suara khas abangnya.
"Silvi? apa kau mendengarkan aku?!"
"Mas sekarang ada di rumah sakit xxx di Malaysia bersama kak Nita juga. Kami selamat dari kecelakaan itu, dan kami tak ada uang atau apa pun semua, tas dan lainnya."
"Jadi mas minta tolong kirimkan mas uang dan kebutuhan yang lainnya."
"Oh iya, mas sudah tahu berita tentang Bisma, namun bila kesini jangan sampai kak Nita mengetahuinya, dia bisa shock, karena hari ini dia baru sadarkan dirinya dari koma selama setahun ini." kata Rian kepada Silvi adiknya.
"Iya mas, Silvi mengerti." ujar Silvi.
Beberapa menit berbicara mereka pun menyudahi pembicaraannya. Rian mengembalikan ponsel suster itu dan Rian berterima kasih padanya.
Semua suster disitu pun senang, dan mereka baru tahu kalau bayi itu milik pria yang mereka pinjamkan ponsel.
Rian pun kembali lagi ke kamar rawatnya setelah selesai, Nita terlihat tidur di kasurnya.
Dan dia tak tahu Rian sudah kembali ke tempat tidurnya lagi, Rian kali ini harus bisa kembali ke rumahnya lagi dan mencari anaknya Bisma.
"Tapi bagaimana cara aku menyembunyikan hal itu dari Nita?" Rian pun diam dan berpikir kembali.
***
Silvi yang begitu senang menelpon Ani dan memberi kabar bahwa Rian dan Nita masih hidup. Ani pun merasa tak percaya, dan merasa seperti mimpi namun tanpa tidur.
Ani memberi kabar kepada Aris dan mereka sangat senang, tapi teringat anak mereka Bisma yang belum di temukan sampai saat ini.
***
Silvi pun menelpon Pram dan meminta bantuannya, untuk segera pergi ke Malaysia bertemu dengan abangnya dan kakak iparnya.
Pram pun setuju dan akan mengatur jadwal dan keberangkatannya 2 Minggu lagi. Pram juga senang keluarga Silvi masih ada yang selamat dan masih hidup.
Pram langsung menyuruh orang suruhannya untuk mengecek keberadaan Rian dan menyediakan beberapa kebutuhan untuk Rian.
Rian di belikan ponsel agar bisa menelpon Silvi adiknya. Pram pun menelpon Rian dan memberi tahukan kepada Rian untuk segera bermain drama sebentar agar Bisma di temukan dulu oleh mereka baru pulang ke Amerika.
__ADS_1
Tujuannya agar Nita tak tahu anaknya yang hilang, dan sekarang Pram berkata dan memberi tahu Rian rencananya itu. Semua ini harus Rian lakukan agar ingatan dan kepala Nita tetap baik dan tak terjadi sesuatu nanti bisa membuat suasana hatinya terganggu.