PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 11 Hanya Umpan


__ADS_3

Nita menjadi heran melihat mamanya Panji, kenapa setiap ada sesuatu selalu disuruh datang kerumahnya.


Saat Nita ingin tidur, Ani menelponnya.


" Tring.., tring.." suara ponsel Nita.


Nita : " Hallo Ni.., ada apa nih ?"


Ani : " Nita buka pintu rumah mu, aku ada diluar nih."


Nita : " Hah..?!"


" Oh iya Ni.., sebentar."


" Ada apa sama si Ani yah, malam - malam datang kemari."


Nita pun keluar dengan mengenakan baju lapis luar lagi untuk menutupi tubuhnya.


Diambilnya kunci rumah dari sangkutan paku dekat kamarnya dan dia begitu berhati - hati membuka pintu rumahnya.


Ani : " Nita...!"


" Cepat Nit, aku takut sekali.


" Saat aku mau pulang tadi, ada seseorang yang menghadang jalan ku Nit, dia agak sedikit gemuk dan besar."


" Cepat - cepat aku putar balik mobilku dan lari kesini."


" Nit, aku tidur ditempat kamu ya malam ini, aku takut dia masih disana."


Nita : " Iya Ni.., kalau begitu bersihkan diri kamu dulu." Sehabis itu baru kamu pergi tidur bersama ku."


Nita kembali kekamarnya dan tidur sendiri meninggalkan Ani.


Malam itu mereka tidur tanpa ada kata - kata lagi yang mereka ucapkan.


Nita merasa lelah malam itu, dan Ani juga ingin menenangkan dirinya dari kejaran pria tadi. Dia tidak tahu dari mana pria itu sampai tahu tempat kosannya yang sekarang.


Ani dulu selalu bolak balik pindah - pindah kosnya. Dan selalu katanya ada orang yang mengejarnya setiap malam.


Ada kejanggalan dari Ani, tetapi Nita tidak ambil pusing karena itu urusan pribadinya.


Pernah Nita bertanya, namun Ani tidak mau bercerita kepadanya.


Jadi Nita lebih memilih diam dan tidak ingin bertanya lagi.


***


Pagi harinya mereka berangkat ke kantor bersama, Nita menyiapkan sarapan dan teh untuk mengawali hari dikantor.


Ani : " Nit, kamu sudah selesai sarapannya?"


" Cepat sekali Nit, sebentar ya aku mau ke toilet lagi, tiba - tiba perut aku sakit."


Ani berlari ketoilet, dan Nita menghela nafasnya.

__ADS_1


Nita : " hah..., si Ani selalu kalau pagi begitu."


" Tuh perutnya juga gak ada akhlak, mana sudah mau terlambat."


" An..., cepetan.., sudah pukul 07 : 30 nih.."


Ani tidak ada jawaban dari dalam, hanya terdengar suara air saja yang mengguyur kelantai.


Ani sepertinya sudah mau selesai, segera Nita bergegas mengambil tas dan bersiap akan berangkat.


" An..., lama banget sih kamu..?!" ucap Nita yang sudah menunggunya didalam mobil.


" Kamu cerewet kali sih, nih aku juga sudah siap kok." Ani pun terburu - buru keluar dari rumahnya Nita dan langsung ke dalam mobilnya.


" Hei An, rumahnya belum kamu kunci tuh.., kamu bagaimana sih..?!"


" Langsung naik saja, kunci dulu kenapa?" Nita kesal melihat Ani yang tidak mengerti.


" Sudah Nit, kamu saja yang turun."


" Aku mau putar mobil dulu biar cepat kita perginya..., ih cerewet banget ini nyonya." Ani hanya duduk saja dan tidak mau keluar lagi dari mobilnya.


***


Mobil sudah melaju dijalan dan Nita tidak ada kata - kata untuk diucapkan. Nita malas nanti menjadi keributan lagi kalau dia bertanya kejadian tadi malam.


Ani juga tidak ingin bercerita kepada Nita, dia belum mau berkata apapun atau mengadu apapun.


Sampainya dikantor mereka turun dari mobilnya, tiba - tiba Panji datang menghampiri mereka dengan temanya Panji.


" An, aku ketoilet dulu ya.., sudah kebelet." Nita pun pergi meninggalkan mereka disana.


Panji merasa aneh dengan Nita dan penasaran.


Panji : " An, mau kemana Nita kok buru - buru sekali..?"


" Ada yang mau aku bilang ke dia, tapi ya sudahlah An."


Panji tak bisa berbuat apa - apa, Ani juga tak melakukan apa pun tentang urusan mereka berdua.


Ani berjalan dan berlalu saja dari Panji dan temannya.


Ani ingin cepat juga sampai dimeja kerjanya, ada tugas yang semalam belum diselesaikannya.


Sementara nanti jam sembilan berkas itu harus sudah di antarkan keruangan pak Rahmad atasan mereka.


***


Kali ini Linda tidak ingin lh lagi, dia ingin menemui Dion. Namun dia tidak tahu dimana rumah Dion berada, Linda sangat terobsesi dengannya.


Linda semakin berani, kali ini dia yang menelpon Dion untuk berjumpa dengannya.


Dion sangat sibuk dan hari ini ada rapat dengan kliennya.


Telpon dari Linda tidak Dion hiraukan dan ponsel itu malah dimatikannya.

__ADS_1


Kejadian itu membuat Linda semakin kesal dan dia terus mencoba lagi menelpon.


" Nomor yang anda tuju sedang sibuk.., nomor yang anda tuju sedang sibuk, nomor yang anda.."


"Argh..., Dion kurang ajar..!"


" Beraninya dia permainkan aku, belum tahu dia aku ini siapa ya..?"


" Awas kalau dia menemui ku disana, aku tidak mau melayaninya." Linda sangat marah dan kesal, ponselnya dibantingnya ke atas sofa.


***


Seminggu lagi Dion akan kembali ke Amerika, tugasnya di Jakarta sudah hampir selesai. Dan dia mendapatkan kepercayaan dari kliennya untuk berinvestasi lebih dari yang tak terduga.


Sabtu malam Minggu Dion datang ke Brian sendirian, dia datang agak sedikit malam saat itu.


Linda yang belum pulang dan baru selesai bernyanyi dia langsung berganti pakaiannya.


Dion mengikuti kemana Linda pergi, dan menunggunya dari luar ruang ganti. Linda keluar dan mata mereka saling bertatap, namun Linda segera menghindar seakan tidak perduli.


Dion sengaja mengejarnya namun Linda pergi ke pelukan Yadi. Kini terbongkar sudah lelaki yang selama ini dicari oleh Dion.


Akhirnya umpan kali ini benar - benar dimakan oleh mangsa.


Linda : " Mas, jangan cari aku lagi."


" Aku sudah bersamanya selama 6 tahun sudah, dan anak yang ada bersama ku itu adalah anaknya."


" Sekarang aku juga sedang mengandung anak darinya."


Yadi langsung mencium Linda saat itu juga, Dion hanya tersenyum dengan puas, karena hari ini kedatangannya tidak sia - sia ke Brian.


Temannya juga sudah merekam dengan kamera kecil yang selalu terpasang disudut bar itu.


Dion : " Linda, aku juga tidak menginginkan kamu, sebab aku sudah ada tunangan."


" Dan, aku cuma mau memberi bayaran atas pertemuan kita kemarin yang gagal."


" Maaf kamu sudah menunggu lama aku saat itu, dan besok aku akan balik ke Amerika."


Dion memberikan uang yang dia janjikan saat itu. Linda berkata bila mau bertemu dengan dia harus ada tarifnya, makanya Dion memenuhi tarifnya itu walau tidak jadi bertemu itu kesalahan Dion.


Jadi Dion ingin menebus kesalahannya.


Linda sangat malu dan kecewa, ternyata Dion tidak tertarik sedikit pun dengannya.


Linda padahal sudah berharap akan berpaling kepadanya dan pergi meninggalkan Yadi yang tidak bisa diandalkan.


Impian Linda terlalu tinggi kini dia sendiri tidak dapat berbuat apa - apa selain masih berharap kepada Panji dan bermain dengan Yadi.


***


Panji sekarang semakin sedih dan kecewa, Nita perlahan menjauhinya. Linda masih memberikan perhatian dan kepalsuannya kepada Panji dan mamanya.


Dion juga sudah memberikan hasil rekamannya dan hari ini dia terbang ke Amerika.

__ADS_1


Rekaman itu sudah disimpan oleh mama diam - diam dan nanti akan dijadikan barang bukti ke mama dan papanya Linda saat diperlukan.


__ADS_2