
Saat pulang dari kantor pengawal Rian mengatakan bahwa hari ini jadwal sudah tidak ada untuk beberapa hari. Jadi Rian yang mendengarkannya tersenyum dan gembira, dan segera memesan tiket.
Tiket itu sudah lama direncanakannya, dan Minggu ini adalan waktu yang tepat untuk mengajak Nita pergi berbulan madu.
Rian sengaja pulang cepat dan menjemput Nita dikantornya, lalu membawa Nita untuk makan diluar sebelum pulang kerumah.
" Kamu kenapa hari ini mas..?" Sepertinya kamu sedang bahagia, memangnya ada apa mas..?" Apa yang sudah membuat kamu menjadi seperti ini..?" Nita terus saja bertanya.
Nita sangat heran dengan tingkah suaminya hari ini, dia begitu manis dan sangat romantis.
Dan hari ini makan malamnya sangat enak sekali. Setelah selesai makan malam, Rian juga tidak membawa Nita langsung pulang kerumah, dia melainkan menghentikan mobilnya dan memarkir didekat sebuah taman.
Rian menggenggam dan menggandeng tangan Nita istrinya.
Rian pun duduk di kursi meja resto itu, Nita begitu penuh tanya dalam hatinya. Rian dari tadi tidak berhenti menggenggam tangan Nita. Dan kali ini Rian mencium tangan Nita saat mereka lagi menunggu makanan yang mereka pesan datang.
" Nita, bukalah amplop ini sekarang." ujar Rian.
" Ini apa mas..?" Isinya surat apa mas..?!" Nita semakin penasaran dan sedikit takut.
" Buka sajalah.., nanti kamu juga akan tahu setelah membuka dan membacanya." kata Rian yang sedikit serius.
Jantung Nita berdetak dengan kencang, dan dia sedikit gelisah.
" Apakah mas Rian memberikan surat gugatan cerai kepada ku..?" Mungkin aku sudah terlalu kelewatan terhadapnya, karena tidak melayani kewajiban seorang istri...?" Oh.., ini tidak mungkin." Dalam pikirannya Nita campur aduk.
" Nita.., bukalah dan lihat." ucap Rian lagi dengan lembut.
" Ini pesanannya tuan." Dan ini pesanan mu nyonya." ucap pelayan menyajikan makanannya.
Nita sangat gugup, dia memandangi amplop itu dan kembali melirik lagi ke arah Rian.
__ADS_1
" Mas, aku minta maaf." kalau sudah tidak menjadi istri yang baik." Nita janji mas, akan menjadi istri yang baik dan memenuhi kewajiban Nita mas.." ucapnya.
" Benarkah..?" Tapi kenapa kamu berkata itu secara tiba - tiba disaat ini..?!" Rian bertanya karena merasa heran.
" Ini mas, Nita tidak ingin pisah dan terulang lagi seperti yang dulu." Nita menundukkan pandangannya ke meja makan.
" Nita.., dibuka dulu." ucap Rian lagi.
Rian mengambil amplop itu dan membukakannya untuk Nita baca sendiri.
Nita pun membacanya dan tersenyum karena malu. Rian melirik Nita yang sedang tersenyum manis, Nita menggenggam tangan Rian dan dia sangat senang.
" Mas, kita akan berlibur dan bulan madu ke Eropa..?!" Oh, mas.. aku sangat ingin sekali." Itu impian ku dari dulu, dan kamu akan mewujudkannya mas." Terima kasih mas.." Nita berdiri menghampiri Rian ditempat duduknya, dan mendaratkan kecupan di pipi Rian.
Rian sangat senang dan dia pun mengusap tangan Nita. Mereka pun menyantap makan malam yang sudah di meja mereka.
" Ayo kita makan sekarang, nanti bisa di bicarakan kembali nanti." Rian mengajak Nita untuk memakan makanannya.
" Iya mas, terima kasih." ucap Nita lagi.
Nita tidak tahu akan ada kejutan dan keromantisannya Rian yang lebih dari itu lagi.
***
Panji sangat menanti telpon dari Nita yang setuju akan kerjasama dengannya. Panji pun sudah mulai mengembangkan perusahaannya di Jakarta. Rencananya dia ingin bisa bersama dengan Nita lagi di Jakarta dan hidup bahagia.
Namun impiannya sudah hancur, dan tidak ada harapan lagi.
" Tring.." suara ponselnya berbunyi menandakan kalau ada pesan yang masuk.
Panji membaca pesan itu dan dia tidak tahu itu dari siapa.
__ADS_1
" Pak Panji, kerjasamanya saya terima dan saya sudah mengerti konsep yang pak Panji inginkan." Jadi kita bisa bicarakan mengenai kelanjutannya dua Minggu kedepan." Karena beberapa Minggu ini saya tidak bisa membahasnya dikarenakan saya harus ke luar negeri." Isi dari pesan lewat ponselnya itu.
Panji pun mengerti dan sudah tahu bahwa itu pesan dari Nita. Segera Panji menyimpan nomor Nita dalam kontak ponselnya.
Dilihatnya dari profilnya Nita ada fotonya bersama Rian disana. Panji begitu lama menatap ponselnya dan dia tak kuasa menahan diri dan air matanya.
" Andaikan foto disebelah mu adalah aku, pasti kita hidup bahagia bersama selamanya Nita." Aku masih sangat mencintai mu, bahkan aku tidak rela kau bersama pria lain selain aku." Suatu saat nanti aku akan menikmati kebahagiaan ku bersama dengan mu." ucap Panji yang masih menatap foto profil itu.
Panji menjadi sangat terobsesi kepada Nita, dia bahkan ingin merayu dan merebutnya dari Rian suaminya. Panji sekarang ingin fokus ke perusahaannya yang di Jakarta, dan kembali ke perusahaan pusatnya yang masih ada di Singapura.
Beberapa Minggu Panji pun kembali ke Singapura dan menemui Dion disana. Dion menelponnya untuk datang ke sana dan Panji segera memesan tiket untuk keberangkatannya besok ke Singapura. Ternyata Nita juga akan berangkat besok ke bandara, dan Nita tidak tahu akan hal itu.
Rian yang merupakan bos besar pemilik perusahan, bisa cinta mati kepada Nita dan mulai hilang kesadarannya. Di Eropa banyak juga relasi dan rekan bisnisnya, dan dia juga punya villa pribadi disana. Rian sudah menyuruh pelayan yang ada di villa untuk menyambut mereka besok.
Rian juga memesan beberapa buket bunga dan dia meminta villa itu dipenuhi bunga mawar. Dan Rian juga meminta menghias kamar untuk mereka, Rian ingin memanjakan Nita disana dengan cintanya. Rian sudah menyiapkan rencana perjalanan dan tempat mana saja yang akan mereka kunjungi.
***
Panji akhirnya memutuskan untuk pergi ke Singapura keesokan harinya. Panji pun meninggalkan Jakarta pergi untuk bertemu dengan Dion. Sampai dibandara Panji langsung ke rumahnya Dion.
" Mas Panji, kau sudah datang." ujar Dion.
Panji datang membawa oleh - oleh dari Jakarta, untuk Dion dan Manda. Manda sekarang sedang hamil dan dia sekarang sedang mengidamkan sesuatu.
" Wah mas Panji kau banyak sekali membawakan makanan untuk kami disini..? Manda sangat senang sekali.
Manda mengambil kotak yang diserahkan oleh Panji, sedangkan yang lainnya ada pelayan yang mengangkatnya.
" Mas aku siapkan meja makan untuk kita makan bersama." ucap Manda.
" Baiklah sayang.., tetapi ingat kau jangan terlalu lelah." Ingat sama kandungan mu ya sayang..?!" Dion mengingat istrinya.
__ADS_1
" Baiklah sayang..., aku ingat dan nanti juga ada mbak pelayan yang membantu." ucap Manda sambil berjalan ke arah dapur.
Panji hanya memperhatikan mereka, namun dalam hatinya dia sangat ingin menikah dan memiliki keluarga bahagia seperti Dion ( adiknya ). Panji sangat memimpikan pernikahan yang sederhana namun bersama Nita pasangannya.