
Rian dan Pram sudah sepakat dalam urusan Silvi dan mereka berdua terlihat bahagia sekali sekarang.
Rian dan Nita sudah bisa mempersiapkan semuanya mulai dari sekarang. Karena bulan depan acaranya akan segera di laksanakan, dan Nita tidak perlu memikirkannya.
Nita sudah menyiapkan restonya dan butik bisnis barunya itu. Bisma sekarang setiap hari selalu ikut bersama Nita kemana pun dengan mobilnya. Dan sekarang Bisma sudah mulai akrab dan sudah mulai memanggil Nita dengan sebutan mama kepadanya.
Nita sangat senang sekali dan tak akan pernah dia lupakan momen itu dari hidupnya. Sedangkan Rian sekarang sudah mulai bekerja lagi di kantornya, dan Silvi menjadi kepala marketing di kantor abangnya.
***
Aris pulang dari kerjanya yang sudah selama seminggu di utus ke luar negri dalam rangka pertukaran prajurit keamanan negara.
Banyak pelajaran yang dapat diambilnya saat itu.
"Mas, kamu capek ya sudah sebulan gak pulang ke rumah." kata Ani.
"Ani akan buatkan teh untuk kamu, istirahatlah di kamar, itu ada sesuatu untuk kamu di atas meja kecil." ucap Ani yang ingin memberikan kejutan padanya.
Ani pun keluar dari kamarnya, dan menyiapkan teh untuk suaminya, dia menyimpan kejutan untuk suaminya di dalam kotak itu. Ani menyiapkan teh dan beberapa kue camilan untuk di nikmati.
Ani pun berjalan kembali ke kamarnya dengan nampan makanan dan minuman untuk suaminya. Namun Aris tertidur di kasur mereka, Ani melirik kotak itu belum di buka oleh Aris. Mungkin Aris sangat kelelahan sekali saat ini pikir Ani yang meletakkan nampan itu di meja.
Ani merasa suaminya sedikit berbeda kali ini, lebih banyak diam dan wajahnya terlihat serius. Ani mengambil kotak itu dan menyimpannya kembali di laci lemarinya.
Lalu Ani pun pergi untuk melihat Bisma yang sekarang sedang bersama Nita. Art di dapur sedang menyiapkan makan siang dan beberapa camilan.
Hoek..!"
Hoek..!"
Ani pun berjalan cepat menuju wastafel di dapur taman belakang.
Perutnya sangat mual dan kepalanya sangat pusing, dia berjalan sempoyongan.
__ADS_1
"An, kamu istirahatlah dulu. Vitamin mu apakah sudah kau minum pagi ini?" tanya Nita.
"Ah, aku lupa Nita. Tapi terlalu senang karena mas Aris hari ini pulang." celoteh Ani sambil berbaring di sofa teras belakang.
"Hem, kamu ini jangan begitu. Itu harus di minum tahu..?!" Nita kesal dengannya karena tak mendengar nasihat dokter kandungannya.
Iya, aku tadinya ingat. Tapi saat tahu mas Aris pulang jadi lupa, hehehe..," Ani hanya cengengesan saja.
"Jadi bagaimana, apakah sudah kau beri tahu ke mas Aris kabar itu?" tanya Nita yang sangat penasaran.
"Belum Nita, sepertinya hari ini mas Aris terlalu capek. Dia langsung tidur di dalam kamarnya, dan belum mandi juga." Ani sedikit cemberut.
"Ih, kamu gitu saja pakai sedih. Nanti juga bisa di kasih tahu." Nita menggoda Ani yang sedang cemberut.
"Lagian kamu juga kepo mau tahu saja urusan kami." pekik Ani yang kesal karena bercanda.
Nita pun tertawa dan mencium Bisma yang ada disana bersamanya. Lalu Ani pun istirahat di sofa itu, Ani tertidur untuk menghilangkan rasa mual yang dari tadi selalu muntah-muntah saja.
***
Bella dengan bangganya keluar dari sana dan kembali kerumahnya yang kini sangat sederhana tidak seperti rumah sultan lagi.
Namun Bella sekarang jadi semakin terobsesi dengan pria-pria beristri pada umumnya.
Bella mencoba untuk mulai masuk ke kantor lagi besok, pengawalnya juga tahu akan hal itu.
Dia ingin kembali seperti dulu lagi yang memiliki kekuasaan dimana-mana.
Sifat Bella belum juga berubah dan masih saja memiliki kesombongan dan mendominasi. Keluar dari penjara Bella mandi di rumah dan segera pergi ke spa dan salon. Dia ingin mempercantik dirinya, yang baru saja keluar dari penjara.
Tok, tok, tok !"
Terdengar suara pintu kamarnya Bella di ketuk, dan dia segera membukanya. Bella yang masih mengenakan handuk setelah selesai mandi membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"Oh, kamu rupanya. Ayo masuk kalau memang ada perlu."ucap Bella yang menyuruh pengawalnya masuk.
Dia pun masuk dan menutup kembali pintu kamarnya itu. Pengawal itu lalu mendekat ke tubuh Bella dan menghimpitnya di dinding kamarnya.
"Kau sengaja menggoda ku Bella?"
"Sudah begitu lama aku ingin memakan mu tapi kau selalu saja menghindar dan seperti tak perduli."ucap Derik pengawalnya.
"Kau ingin memakan ku? lakukanlah sekarang, aku juga ingin tahu kehebatan mu bila bersama ku saat ini."
"Tunjukkan kemampuan mu dan jangan membuat ku kecewa." ucap Bella merayunya dan menerima tantangan dari Derik.
Derik tanpa sungkan lagi ******* bibir merah Bella, dan menggendongnya ke atas ranjang. Mereka melakukannya di siang hari itu juga dan tidak perduli dengan apa pun lagi.
Mereka tenggelam dalam nafsu yang membara dan gejolak asmara mereka seketika. Bella sangat Liar dan Derik menyeimbangi permainan itu.
Cukup lama permainan itu mereka lakukan, dan hari itu Bella tak jadi pergi ke spa dan salonnya. Tubuhnya di penuhi tanda merah dimana-mana, hingga membuat Bella enggan keluar rumah.
Dia hanya tiduran dan beristirahat saja di dalam kamarnya. Derik pun pergi dari kamar itu, dan kembali bertugas di luar. Mereka sangat profesional bila di luar, dan tak ada tahu permainan mereka selama 5 tahun ini.
Bella dan Derik memang sangat hebat dan sangat profesional. Bella sangat ingin bisa memiliki keluarga, namun tak di Restu papanya Bella saat itu.
Dan Kini papanya sudah tiada, Derik dan Bella jadi lebih berani untuk melakukan lebih dari sekedar pacaran biasa.
Bella pun tertidur sampai malam di kamarnya, tanpa makan siang atau makan malam.
Pukul 20:00 Bella terbangun dan segera mandi. Derik datang mengetuk pintu kamarnya itu, lalu mengajak Bella untuk makan malam bersamanya.
Rumah itu belum ada art yang menetap, ada satu art namun dia pulang hari dan tak tinggal disana.
Malam itu hanya Derik yang berjaga dan seorang satpam di gerbangnya.
Bella dan Derik pun jadi sangat leluasa dengan hubungan mereka saat ini. Dulu Derik sempat pergi di tugaskan Bella untuk urus perusahaan lain yang ada di luar negri mereka. Namun sekarang Derik kembali untuk cinta mereka dan Bella sudah tak ingin lagi dengan pria selalu menjadi obsesinya. Sekarang Derik yang menjadi obsesi dia ketika di malam hari atau saat ada waktu untuk bersama.
__ADS_1
Sifat Bella sangat mendominasi dan bahkan dia sangat marah bila Derik melepaskannya atau tidak memperdulikannya.