
Keluarga Rian menyambut mereka dengan bahagia, Nita sangat disayang mamanya Rian. Mama Rian tahu kalau Nita anak yatim piatu, dan mama tahu betul bagaimana rasanya itu. Karena mamanya Rian juga yatim piatu dan tanpa ada kasih sayang dari sanak saudara.
" Sayang.., Nita duduk sini saja nak.." Biar mama yang ambilkan kalau kamu ingin sesuatu." ucap mamanya Rian.
" Kakak.., kak Rian sudah pulang." Aku kangen sekali sama kakak, kenapa lama sekali kakak pulangnya..?" tanya Silvi adiknya Rian.
Silvi tidak menyapa Nita, dia melainkan berjalan melewatinya saja. Sementara Nita sudah tersenyum kepadanya, namun Silvi adiknya Rian hanya pura - pura tidak melihat.
Nita sedikit heran dan merasa ada yang aneh dengan sikap Silvi kepadanya. Kenapa sikapnya seperti tidak senang dan bahagia, bahkan merasa tidak suka kepada Nita. Namun Nita masih berpikir positif dan tidak mempermasalahkan atau membicarakannya ke Rian abangnya Silvi yang sekarang menjadi suaminya.
Acara ketemu dan kumpul keluarga hari itu begitu ramai dan sangat penuh kegembiraan kecuali Silvi. Dia tiba - tiba tidak nampak lagi saat itu juga. Mamanya ibu mertua Nita berkata bahwa Silvi pergi bersama temannya.
Dan Nita pun terdiam, berpikir mengapa Silvi bisa begitu disaat dirumahnya ada acara penuh kerabat dia malah pergi tanpa perduli.
***
" Hai Silvi, kenapa kau malah pergi sih." Mas Rian dan yang lainnya masih ada disana." Kata Beby teman Silvi.
" Aku sebal saja sama kakak ipar ku sih Nita itu." Dia sok imut banget, mas Rian jadi terlalu dekat dengannya." Mama juga ikutan perduli dengannya." Kamu lihat sekarang, aku pergi saja tidak di cegah sama mama ku." Malah aku diperbolehkan, dan mama cuma perduli sama Nita kakak ipar ku itu." Silvi mengomel panjang ke Beby.
" Aku gak ikutlah kalau masalah itu." Tapi kamu jangan lupa traktir aku hari ini." kata Beby yang selalu berteman dengan Silvi karena ada maunya.
Silvi dan Beby pun memesan makanan dan minuman mereka. Silvi belum makan saat pergi dari rumahnya, dia sangat kesal pada mamanya.
Nita menatap foto keluarga Rian yang begitu bahagia, Silvi anak paling kecil di keluarganya. Jadi dia sangat dimanja karena anak perempuan paling kecil dan satu - satunya. Namun Nita tidak mengerti apa yang ada dalam pikirannya sehingga dia bersikap seperti itu pada Nita.
__ADS_1
Acara sudah selesai, Nita dan Rian masih dirumah mama, sementara semua kerabat dan saudara sudah pada pulang kerumahnya masing - masing. Nita dan Rian mengambil tas yang mereka bawa tadi saat datang.
Nita mengeluarkan isi dari dalam tas itu, yang isinya adalah oleh - oleh untuk mama dan Silvi dirumah.
Nita juga tidak lupa menyampaikan salam dari budenya untuk mama mertua. Mamanya Rian sangat senang di bawakan begitu banyak bumbu dari Indonesia oleh budenya Nita. Karena di America bumbu - bumbu itu sulit untuk di dapatkan. Walaupun ada namun semua tidak lengkap dan juga mahal harganya.
" Nita, mama tahu sikap Silvi itu tidaklah benar ke kamu." Namun mohon kamu tidak memasukkan ke dalam hati." Sebenarnya sebelum kamu datang kesini dia sudah mulai tunjukkan dan mengatakan langsung kalau dia tidak menyukai kamu." Semua itu dia tunjukkan karena dia cemburu akan mas Rian yang tidak lagi memberikan perhatiannya kepada dirinya seperti dahulu." kata mama mertuanya.
" Nita mengerti kok ma.." Tidak masalah kok ma, Nita bisa memahaminya." ucap Nita.
" Nita.., Silvi nanti lama - lama juga akan mengerti." Dan mama juga akan memberikan pengertian kepada Silvi.
Mama memeluk Nita dengan penuh kehangatan, dan Nita merasa nyaman akan pelukan itu. Nita merasakan keluarga yang dia impikan itu sudah hadir dalam hidupnya.
Nita dan Rian pun pamit untuk pulang ke rumah, hari juga sudah malam. Saat akan pulang, mama mengantar mereka kedepan pintu rumah dan menunggu Rian dan Nita pergi dari hadapannya.
" Silvi, kakak pulang ya..?!" Nita menyapanya.
Namun Silvi hanya berhenti sebentar tanpa menjawab apa pun. Menolehkan wajah dan membuang wajahnya kembali, sambil berjalan tanpa menghiraukan Nita dan Rian lagi.
Rian sangat kecewa dengan sikap adiknya itu, namun Nita memegang tangan Rian dan memberi kode bahwa dia tidak apa - apa.
Rian dan Nita pun berpamitan pulang sekali lagi sama mama.
***
Rian mengemudikan mobilnya dan membawa Nita istrinya pulang ke rumahnya untuk beristirahat. Rian sangat sayang pada Nita, rasa cintanya juga begitu tulus.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang Nita terlihat sangat lelah sekali, sesekali matanya tertutup dan terbuka kembali. Dia mencoba menahan rasa kantuknya yang sudah tidak bisa ditahan lagi.
Mobil sudah masuk ke dalam halaman rumah, satpam membuka pagar rumah mereka. Nita buru - buru turun dari dalam mobil tanpa menunggu Rian. Nita sudah sangat mengantuk sekali tetapi dia terburu - buru karena tidak bisa menahan rasa ingin ke toiletnya.
" Maaf mas tadi Nita berlari meninggalkan kamu diluar." Soalnya..., tadi kebelet ingin ke toilet." suara Nita terdengar kecil saat menyebutkan toiletnya.
Nita duduk di sofa ruang tv saat itu, sembari menunggu Rian yang sedang mengambil sesuatu di dalam mobilnya. Nita tidak tahu itu apa, namun tadi Rian mengatakan untuk menunggunya sebentar disana.
Tidak beberapa lama kemudian, Rian kembali dan berjalan menghampiri Nita di ruangan itu.
Saat Rian sampai disana, dia melihat Nita sudah tertidur di atas sofa putih itu, Rian sedikit kecewa karena tidak dapat memberikan sebuah kado kecil untuk Nita malam itu juga.
Rian berjongkok melihat lebih dekat wajah Nita yang sedang tidur itu. Rian begitu sangat terpesona dengan wajah tidurnya Nita, dia bagaikan bidadari menurut pikiran Rian.
Disentuhnya kulit pipi Nita yang sedikit merona dan halus. Dan Rian tidak bisa menahan untuk tidak menyentuhnya bahkan mencium pipi itu.
" Nita istriku.." ucapnya.
" Terima kasih sudah menjadi istri dan bidadari di dalam hidup ku sekarang ini." katanya lagi.
Rian lalu mengangkat Nita dan membawanya ke kamar mereka berdua. Nita yang sudah sangat pulas tertidur tidak tahu lagi apa yang sudah terjadi malam itu. Dan Nita tidak tahu dia sudah digendong Rian untuk sampai ke kamarnya.
***
Sampai dikamar, Rian rebahkan Nita di kasur dan menyelimutinya. Malam itu Rian juga merasa sangat lelah, seharian itu sudah kesana - kesini untuk mengurus semuanya. Malam itu Rian mandi dan langsung masuk kedalam selimut setelah mengenakan baju handuknya.
Dan dia pun seketika terlelap dalam buaian mimpi indahnya.
__ADS_1
Sepasang suami istri ini masih belum berbaur dan menyatu. Karena Nita masih belum siap untuk memadu kasih. Rian juga akan perlahan menunggu Nita membuka hatinya dan siap untuk bersama Rian.