
Panji sudah lama tidak melihat Ani dan Nita, dia sudah bertanya keteman - temannya namun mereka juga tidak ada yang tahu.
Nita dan Ani sengaja tidak memberi tahu kebanyak temannya, Nita ingin berlalu dari Panji dan mungkin akan mengubur perasaannya ke Panji.
Sementara Ani hanya bisa menemaninya saja disaat Nita sedih dan terpuruk.
Tidak banyak yang tahu bagaimana sebenarnya hati Nita dan apa saja yang dia derita.
Nita orangnya tertutup, bukan karena tidak ingin percayakan masalahnya. Tapi Nita lebih tidak ingin orang merasa terbebani dengan masalahnya.
***
Ani : " Hallo Nit, aku besok sudah bisa ke tempatmu."
" Pekerjaan ku sudah selesai, dan hari ini yang terakhir."
" Orang baru itu sudah akan datang besok kesini." Ani begitu semangat dan senang mengatakannya.
Nita : " Wah.., aku gak sabaran kita bakal tidur dan makan bersama lagi."
" Nanti kita tinggal bersama lagi ya Nit..?" Ani berkata sangat senang.
" Baiklah An, aku masih ada pekerjaan lagi."
" Aku tunggu ke datanganmu disini." Nita juga tidak sabar untuk bertemu dan mengobrol bareng serta nongkrong bareng lagi.
***
Linda sudah kembali kerumahnya, dia sendirian dirumah dan mengurus sendiri dirinya. Mama mertuanya tidak datang melihat cucunya yang telah lahir, Linda mencoba menelpon mertuanya dan suaminya.
Namun tidak ada yang mengangkat dan menjawab telpon darinya.
" Lin, ini ada sayuran dan makan siang untuk kamu."
" Kalau ada perlu apa - apa panggil saja mbak ya Lin." Nisa mencoba membantunya dan memberi perhatian.
" Mbak, terima kasih ya.., sudah mengerti keadaan aku." Linda menangis merasa bingung mau bagaimana.
Setiap hari dia yang mengurus kedua anaknya sendirian, terkadang Nisa datang membantu. Nisa tidak ingin bertanya tentang urusan rumah tangganya dan juga tentang mertuanya.
Nisa hanya merasa kasihan dan memiliki persaudaraan dengan Linda saja.
Banyak para tetangga yang sudah menceritakan kelakuan Linda, namun Nisa tidak percaya karena belum pernah langsung melihatnya.
***
" Tring...!"
" Tring...!"
Ponsel Linda berbunyi dilihatnya nomor tanpa nama, Linda tidak mau menjawab telpon itu.
Jadi dia langsung mematikannya dan tidak menghiraukan.
Tetapi orang itu menelponnya lagi, kali ini terus - menerus menelpon.
__ADS_1
Linda pun akhirnya menjawab telpon itu.
" Hallo, siapa ini ?" tanya Linda dengan ketus.
" Hallo sayang..., mas merindukan ke hangatanmu Lin.." suara seorang pria di seberang sana.
Linda terkejut dengan suara itu, suara itu sangat familiar di telinganya.
" Mau apa kamu lagi menelpon aku mas?!"
" Disaat aku membutuhkanmu, kau tidak ada disampingku."
" Kini jangan kau ucapkan kata - kata rindumu !!"
Linda kesal dan sangat marah, dia tahu yang menelpon itu adalah Yadi ayah dari Ririn.
Pria yang selalu lari dan tidak bertanggung jawab.
Yadi selalu memanfaatkan rasa cinta Linda kepadanya untuk keuntungannya.
" Kamu ada dimana mas?!"
" Kenapa kamu melarikan diri lagi sepertu dulu, disaat aku sudah mencintai kamu dan percaya lagi mas..?" Linda juga sebenarnya membutuhkan Yadi.
" Sabar sayang, mas sedang ada kerjaan dan juga berusaha mengumpulkan uang untuk kita menikah."
" Setelah sudah berhasil, mas akan kembali menjemput kamu dan tinggal dirumah kita yang baru."
" Setiap bulan mas akan transfer kamu uang sebanyak 3 juta untuk biaya hidup kamu." Yadi menjelaskan dan menenangkan perasaan Linda agar tenang.
Linda tergiur dengan ucapan Yadi akan menikahinya dan tinggal dirumah barunya.
Linda sampai lupa tidak menanyakan dimana sekarang dia tinggal dan alamatnya.
Sementara telpon sudah diputus dan pembicaraan sudah berakhir.
kini Linda sangat bahagia karena sekarang setiap bulan Yadi akan kirimkan uang untuk biaya hidupnya.
***
" Mas, kamu tadi sedang telpon siapa sih..?"
" Aku jadi penasaran..?" seorang wanita menghampirinya dan memeluk Yadi.
" Bukan siapa - siapa sayang.., jangan hiraukan telpon ku tadi."
" Nikmati saja bulan madu kita ini dong.." Yadi mencium wanita yang ada disebelah memeluknya dengan manja.
Yadi sangat menikmati hidupnya dari uang yang dihasilkan Linda saat bernyanyi di Brian.
Dan sekarang dia sudah menikahi janda kaya raya yang memiliki perusahaan besar.
Yadi sekarang menggantikan wanita kaya itu menjadi pimpinan di perusahaan.
Usaha wanita itu juga banyak dimana - mana, Yadi bagaikan mendapatkan keberuntungan yang luar biasa.
__ADS_1
***
Panji sekarang tidak semangat, karena Nita tidak ada dimana - mana. Bos di perusahaannya juga tidak mau mengatakan keberadaan Nita, karena atas permintaan Nita sendiri.
Panji putus asa dan selalu murung, mamanya juga bingung menghadapi anaknya yang sekarang menjadi cepat marah.
Panji selalu menyalahkan mamanya yang sudah menjodohkannya dengan Linda.
Hidup Panji semakin berantakan dan tak teratur, Panji sudah berubah dan tak perduli dengan mamanya.
Ini sudah dua bulan terlewati, mamanya Panji diam - diam berniat melakukan tes DNA kepada kedua anak Linda.
Mamanya ingin tahu yang sebenarnya anak siapakah mereka berdua.
Linda tiba - tiba datang kerumah mertuanya, membawa kedua anaknya dengan taksi.
Linda dengan tidak tahu malunya mencoba ingin mengambil simpati dari mertuanya.
" Ma.., Linda datang menjenguk mama."
" Mama sehatkan ma..?"
" Lihat deh cucu mama ini ma.."
" Kemarin mama belum sempat melihatnya." Linda mencoba mencari perhatian mertuanya.
Mamanya Panji tidak mau menghiraukan Linda dan anaknya, dia hanya diam menonton.
Panji tiba - tiba keluar dari kamarnya, dan kepergok oleh Linda yang ada diruang tv.
" Mas.., kamu ada dirumah ?"
" Lihatlah anak kita mas.., kamu belum melihatnya mas ?" Linda mencari simpati ke Panji dengan alasan anaknya.
Dia berfikir dengan anaknya itu Panji akan luluh dan mau kembali lagi kepadanya.
Linda sangat percaya diri sekali, padahal mereka saja tidak pernah datang untuk melihat atau perduli akan anak itu.
" Besok aku akan urus surat cerai kita." Dan sudah ku bilang berulang kali, aku tidak pernah menyentuhmu jadi mana mungkin itu anak ku." Panji berlalu pergi meninggalkan Linda.
Mama mertuanya datang menghampiri Linda, dan mengatakan sesuatu.
" Kalau kamu bersikeras berkata itu anak Panji, kalau berani tes DNA mereka."
" Selain itu, mama sudah punya buktinya bagaimana kelakuan kamu dibelakang Panji."
" Terutama ditempat kerja mu, semuanya mama punya rekaman itu disaat kamu ada di Brian." Mama mertuanya juga ikut tidak perduli kepadanya.
Linda terkejut mendengar ucapan mama mertuanya, dan mengetahui tentang Brian tempat dimana dia bekerja.
Dia tidak menyangka mertuanya sudah banyak tahu tentang dirinya, bahkan memata - matanya.
Linda akhirnya memesan taksi online dan pulang bersama Ririn dan Raisa anak keduanya. Linda kini menjadi marah pada keluarga itu, ingin rasanya dia mencabik mulut mama mertuanya atau menyumpal dengan batu agar tidak bisa berbicara.
Namun Linda masih ingin bersandiwara lagi, agar mertuanya itu bisa dia memanfaatkan kembali. Linda sangat suka sekali mempermainkan keluarga Panji, apa lagi mamanya yang sangat menyebalkan bagi Linda karena terlalu cerewet dan mengatur.
__ADS_1