PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 73.


__ADS_3

Terdengar suara sirine ambulance dan juga mobil polisi, jalanan menjadi macet dan tidak terkendali. Seorang petugas polisi mengamankan sopir truk itu dan menstabilkan kembali jalan raya.


Semua orang riuh dan ingin tahu apa yang telah terjadi, mereka semua terkejut karena ada kecelakaan yang begitu tragis terjadi di depan mata mereka.


Sumi di bawa ambulance ke rumah sakit xxx dan juga supir taksi itu. Mobil taksinya hancur dan remuk karena di tabrak truk yang melaju sangat kencang. Pihak rumah sakit menghubungi Linda dari ponsel Sumi dan memberikan kabar.


" Hallo selamat siang, apa benar ini dengan ibu Linda ?" tanya seorang petugas di rumah sakit.


" Iya benar, saya Linda." Ini siapa ya ?" Mengapa ponsel mama saya ada pada anda ?"


" Apa yang terjadi dengan mama saya." Linda bertanya dan sedikit merasa cemas.


" Begini bu Linda, mama anda mengalami kecelakaan." Beliau sudah meninggal di tempat dan sekarang jenazahnya ada di rumah sakit xxx." kata petugas yang menelpon.


" Apa !"


" Mama meninggal itu tidak mungkin...!"


" Baiklah pak, saya akan ke rumah sakit sekarang juga., terima kasih pak." Linda menutup pembicaraan.


" Mama... !"


" Kenapa begini jadinya hidup ku..!" Linda berteriak menangis.


Linda langsung pergi ke rumah sakit dan akan membawa jenazah mamanya pulang serta segera di makamkan. Linda meninggalkan anak - anaknya bersama pengasuhnya dirumah.


Kabar berita itu sudah diumumkan di komplek perumahannya. Dan bahkan para tetangganya juga tahu.


Tapi setelah mobil ambulance datang dan menurunkan jenazah di bawa masuk kedalam rumah, para tetangga tidak ada yang datang melayat. Disana hanya ada beberapa orang saja yang datang ke rumah Linda.


Pemakaman sudah dilakukan, Linda sangat kehilangan mamanya. Dan sudah tidak ada lagi keluarganya saat ini.


Satu persatu diambil dari Linda, Yadi sudah pergi dan menceraikan dirinya.


Sumi mamanya pun sudah pergi meninggalkannya.


Kini Linda bertahan hidup dengan anak - anaknya sendirian.


@@@@@@@@@@@@@@@


Semakin hari Panji dan Lina semakin akrab, setelah perjumpaan mereka saat membahas tentang pekerjaan saat itu.

__ADS_1


Panji sangat tertarik pada Lina, dan dia mencoba membuka hatinya kembali.


Karena selalu tenggelam pada kisah lama itu tak baik bagi dirinya.


" Hidup harus terus berjalan, dan lebih baik aku menata hati kembali sekali lagi." pikirnya.


" Mungkin Lina akan membuat hidup ku lebih berarti saat bersamanya." berkata dalam hati sambil menatap wajah Lina yang berada dihadapannya.


Lina seorang wanita yang cantik, dan juga smart. Namun dia tidak seperti wanita lain yang begitu bersikap dingin. Dia lembut dan juga pembawaan tenang, saat berbicara sangat enak dan renyah terdengar suaranya.


Dan sekarang Panji sedang jatuh hati kepadanya, Panji selalu suka menatap dan mencuri - curi pandang kepadanya.


" Lina, bolehkah saya meminta izin kepada mu ?" Panji ingin mengutarakan sesuatu saat mereka makan siang di cafe.


" Izin apa itu pak Panji ?" tanya Lina penasaran.


" Bukan apa - apa, saya hanya ingin minta izin mencoba mengambil hati kamu saja."


" Bila itu kamu izinkan, dan kalau kita saling cocok dengan yang lainnya saya akan langsung menemui orang tua kamu." kata Panji berterus terang.


" Wah pak Panji ternyata orangnya langsung terang - terangan ya ?"


" Kalau memang itu yang pak Panji mau silahkan, dan saya mengizinkannya." ucap Lina.


Lina melupakannya dengan cara membuka kantor dan bersaing dengan perusahaan lain.


Itu membuat dia menjadi sibuk dan dapat melupakan masa - masa sedihnya saat kehilangan kekasihnya yang meninggal karena tenggelam dalam lautan saat berlayar.


Lina sangat tegar namun hatinya rapuh dan tidak kuat untuk menata hidup kedepannya lagi saat kejadian itu.


Tetapi dia berpikir kalau begitu terus maka hidupnya akan sia - sia dan kehilangan kesempatan disaat masih muda.


Lina bangkit dari keterpurukannya selama 4 tahun itu, bahkan dia dulu sampai di bawa ke psikiater dan sampai konsultasi kemana - mana.


Kali ini Lina tidak mau berharap banyak dan terlalu muluk - muluk, biarkan semua berjalan dengan alami dan semua itu atas izin dari yang di atas.


Memang usia sudah tidak muda, namun dalam membuka hati dan menjalaninya bukan suatu yang mudah baginya.


Panji dan Lina memang berbeda namun pengalaman dan masa lalu mereka sama.


Dan kali ini sama - sama ingin memulai kembali dan mencoba melupakan yang sudah terlewati dan membuka kembali .

__ADS_1


Panji dan Lina pun kembali makan makanan mereka, makan siang itu sering mereka lakukan bersama. Ketika mereka sempat untuk bertemu tidak akan membuang waktu lagi, panji segera datang ke cafe dimana Lina sering makan siang disana.


@@@@@@@@@@@@@


" Mas Dion, bantu aku dulu dong..." ucap Manda yang sibuk menangani para pembeli.


" Iya sayang sebentar." Ujar Dion.


Bisnis Manda dan Dion sangat berkembang, Manda sangat pandai mengelolanya.


Sekarang mereka sudah mempunyai beberapa toko baju fashion mereka.


Para pembeli kebanyakan anak muda yang suka akan fashion.


Dion datang dan melihat begitu ramai mengantri untuk membayar. Karyawan mereka juga sudah banyak, Manda sedang merapikan baju - baju yang berserakan.


Dion pun datang dan membantu Manda, setiap akhir weekend Manda selalu mengadakan diskon dan obral yang sudah tidak ada size lagi dan hanya tinggal satu - satunya.


Jadi banyak dari mereka menantikan itu dari pagi untuk menunggu di luar.


Kini toko Manda kebanjiran pembeli di tokonya, Manda terlihat sangat senang. Dion memperhatikan dan sangat bersyukur istrinya sudah bisa menerima kenyataan hidupnya.


tiba - tiba Manda pusing dan hampir terjatuh, Dion yang memperhatikan berlari menghampiri dan segera menangkapnya.


" mas Dion..." Manda pun pingsan tak sadarkan diri."


Manda pun di bawa Dion kerumah sakit unyuk memeriksa keadaanya. Dion pun panik dan mulai merasa cemas namun tetap mencoba tenang.


Suster keluar dari ruangan Manda dan menyuruh Dion untuk masuk kedalam.


Di dalam Manda sudah sadar dan duduk di kursi depan meja dokter tersebut.


Dokter menjelaskan dan memberi tahu kalau Manda sedang hamil. Manda dinyatakan positif hamil oleh dokter itu.


Dion dan Manda saling berpandangan, mereka sangat terkejut mendengar kabar berita itu dari dokter.


Manda menangis dan memeluk Dion suaminya.


" Mas, akhirnya penantian aku mas..." ucap Manda ke Dion suaminya.


" Iya sayang, mas juga senang sekali." Dion mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Mereka sangat bahagia dan tidak bisa berkata apa - apa lagi selain bersyukur.


Manda dan Dion pun pulang kerumah dengan sangat bahagia. Dion juga akan memberi kabar gembira itu pada Panji abangnya, namun bukan sekarang.


__ADS_2