PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
" Bab 78. Makan di taman


__ADS_3

🍀 Mama dan Silvi datang membawa kue buatan mereka, soto sudah dihidangkan dan berbagai macam dengan topingnya.


Kali ini soto buatan Nita sangat istimewa, karena dapat dimakan bersama dengan keluarga.


Ani yang baru datang juga langsung ikut kebelakang menyapa mereka semua.


" Wah..., semua sudah pada ngumpul."


" Mama, Ani gak terlambat kan ma... ?" Ani menggoda mamanya Rian.


" Enggak ko sayang..., kita belum mulai makan kok." Ayo duduk disebelah mama sini." mama Rian sangat suka pada Ani yang selalu suka ceria.


" Oke deh ma.." untung menantu mama bukan aku ma." Soalnya Ani gak pandai masak seperti ini ma." Kalau Nita jago masak memang ma, waktu kamu kos berdua dia selalu yang masak dan menyiapkan bekal untuk ke kantor." ucap Ani yang mengenang kembali.


" Iya gak apa - apa sayang.., ayo kita makan." Mama sudah gak sabar mencicipi masakan menantu tercinta mama."


" Terima kasih ya sayang." ucap mama kepada Nita.


Nita tersenyum dan melirik ke arah Rian, dia begitu senang mereka semua menyukai soto buatan Nita saat itu.


Mama sangat memuji rasa soto yang Nita masak begitu luar biasa kata mama.


Semua tersenyum melihat tingkah mama yang senang dengan makanannya. Rian melirik ke arah Nita dan dia sengaja terus melihatnya sampai Nita salting kepadanya.


" I love you sayang " ucap Rian tanpa suara.


Hanya gerakan bibirnya saja yang dapat dibaca oleh Nita. Rian memang sangat manis, dan pria yang terlalu bucin sangat menggemaskan.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Sudah setahun Linda di dalam sel, dan Yadi kini sudah menikah lagi dengan Maya, gadis yang sudah memasukkan Linda ke penjara.


Sampai saat ini Yadi masih tidak tahu kalau Maya yang sudah melakukannya.


Yadi saat ini sedang bahagia dan lagi bucin - bucinnya sama Maya.


Setiap malam Yadi selalu merindukan kehangatan Maya dalam pelukannya.


Sampai pagi kasur mereka bergoyang tanpa lelah, Yadi memiliki stamina yang sangat kuat. Bahkan Maya pun tak kalah darinya.


Namun Maya sebenarnya hanya menjadikannya alat saja dalam hidup.


Yadi sekarang bisa senang perusahaan sudah mulai pulih dan sekarang sudah bangkit kembali. Malah sekarang bisa bersama Maya dan menjadikannya istri disampingnya dengan begitu banyak kekayaannya. Yadi selalu berpikir dia sudah menang bisa mendapatkan Maya sekarang ini.


Ada hal yang gak dia tahu di balik semua ini, dan ada tujuan lain dari Maya untuknya.


" Mas, jangan lupa untuk mulai mencicil pinjaman kamu ya.. ?" ucap Maya ke Yadi mengingatkan.


" Mencicil ?" Yadi pura - pura.

__ADS_1


" Iya dong." kata Maya lagi.


Yadi tidak menyangka walau sudah menikah hutang itu masih dianggapnya sebagai hutang lama juga.


Maya tidak bodoh dan membiarkan begitu saja.


Saat awal mengambil pinjaman bantuan Yadi sudah menandatangani surat perjanjian.


Dan Maya tahu benar apa isi dari surat itu, Maya tidak mau ada kerugian dari pihak mana pun.


Sementara kalau bisnis ya bisnis, dan pernikahan bukan menjadikannya sebagai patokan ke jalur yang lain.


Maya tetap menagih hutang pinjaman tersebut kepada Yadi.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Nita dan seluruh keluarga hari ini sangat bahagia, Nita yang paling bahagia karena semua sangat sayang padanya.


" Hari ini kamu terlihat sangat lelah sayang ?"


" Semua kamu siapkan sendirian."


" Terima kasih ya atas makanannya hari ini yang kamu buat enak sekali." Rian mencium kening istrinya.


" Kamu tidurlah sayang, besok sudah masuk kerja lagi." mas mau ke dapur sebentar ambil air mau minum." ucapnya Rian.


Rian pergi ke dapur mengambil air minum disana, dia juga sekalian menemui art nya untuk menu besok disiapkan.


" Mbak belum tidur ?" tanya Rian.


" Oh, bapak." iya belum pak, ini masih ada pekerjaan yang belum selesai sedikit lagi." kata art nya.


" Oh iya mbak, besok ibu tolong disiapkan bekal ke kantor ya ?"


" Tidak usah yang ribet, yang penting buah sama susu hangat di botolnya jangan lupa ya mbak." ucap Rian memastikan lagi.


" Baik pak, besok saya siapkan." ucap art nya lagi.


" Cepat siapkan, nanti kamu kemalaman tidurnya." ujar Rian sambil berjalan naik lagi ke kamarnya.


Mbak langsung cepat menyiapkan pekerjaannya dan mencuci tangannya langsung masuk ke kamar untuk beristirahat.


Rian yang masuk ke kamar dan menutup pintunya dengan perlahan.


Dilihatnya Nita sudah tidur karena kelelahan satu harian kumpul bersama keluarga.


Rian pun tidur disampingnya dan menatap wajah Nita dalam lampu tidurnya.


Wajah itu yang selalu dirindukannya ketika malam itu dia tak dapat pulang kerumah dan harus menginap di kantornya.

__ADS_1


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Ani sudah terlelap juga dalam tidur, dengan mata basahnya yang habis menangis merindukan Aris yang entah apa kabarnya.


Ani tertidur saat sudah lelah menangis dari tadi dan tak tahu sudah berapa lama. Aris pergi tanpa kabar sampai sekarang dan sudah mau setahun ini Ani masih menunggunya.


Aris sengaja tidak berkabar dia akan ditempatkan kemana. Aris takut Ani akan cemas saat tahu kalau Aris akan ikut tempur ke daerah yang lagi diperjuangkan.


Segala komunikasi disana tidak bisa digunakan kecuali hanya antara prajurit ke kantor pusat. Misi kali ini pun sangat rahasia dan tidak ada yang tahu tentang pekerjaan ini.


Jadi semua sangat dirahasiakan, dan Aris termaksud prajurit yang paling handal dalam memimpin pasukan.


Aris sangat dipercaya oleh komandannya saat melaksanakan pekerjaan misi mana pun.


Namun Aris sudah bicara pada komandannya pulang dari misi ini dia tidak lagi pergi ke misi mana pun.


Aris ingin menetap di tempat dan akan berkeluarga dengan kekasihnya.


Komandannya pun setuju dan kali ini adalah misi Aris yang terakhir dan dia harus menang dan berhasil pulang dengan selamat dari misinya.


Ani selalu berdoa dimana pun Aris berada, dan dalam doanya itu Ani tidak pernah ada doanya yang lain hanya untuk Aris dan dirinya serta orang - orang tercinta.


Sungguh penuh perjuangan cinta Ani dan Aris, mereka sama - sama berjuang memendam rindu saat ini. Ujian cinta di pertanyakan dan kali ini Ani juga sudah menjaga hatinya hanya untuk Aris seorang.


Ani tidur dalam harapan dan mimpinya yang ingin menjadi nyata.


Aris juga selalu fokus dalam pekerjaannya dulu, dia tidak memikirkan Ani untuk saat ini.


" Kali ini misi yang terakhir dan pasti akan dapat bahagia bersamanya nanti." janji Aris dalam hatinya.


Hari sudah malam, jam dinding menunjukkan pukul 12 malam.


" Mas, jangan tinggalkan aku mas." kenapa harus pergi, Ani masih disini menunggu mu." ucap Ani yang tidak berhenti menangis.


Darah banyak keluar mengalir dari tubuh Aris, misinya kali ini memang sudah selesai dan ini yang terakhir.


" Ani maaf mas tidak bisa menepati janji kepada kamu." semoga kamu bisa bahagia sama yang lain nantinya." Mas sayang kamu Ani." ucapan terakhir Aris ke Ani.


" Tidak... !"


" Mas !"


" Mas Aris !"


" Mas... !"


Ani terbangun dan melompat duduk dari tidurnya. Ani menangis dan sangat merasa sedih dari mimpi itu.


" Mas..., jangan tinggalkan Ani mas." Ani sudah menunggu mas sangat lama sekali." ucapnya dalam tangisan.

__ADS_1


Lalu Ani mengambil air minum yang ada di meja samping tempat tidurnya.


Ani sedikit merasa tenang, tapi masih ke pikiran tentang mimpi itu yang seperti nyata baginya. Ani melihat jam dinding dan mencoba untuk tidur kembali, karena malam masih panjang.


__ADS_2