
Semakin hari Stella dan Rizwan sering bertemu dan belajar bersama tentang berbisnis. Stella yang sangat senang diajarkan oleh Rizwan saat mereka bisa bertemu secara langsung.
Stella jadi rajin dan semangat ke kantor papanya untuk terus belajar dan mengelola perusahaan papanya.
Stella sekarang sudah tak pernah bertemu dengan Alex lagi, bahkan bila Alex menelponnya dia akan mematikannya dan sekarang nomor Alex sudah di blokirnya dari ponsel.
Alex jadi sangat kesal dan dia ingin sekali memberi perhitungan dengan Stella karena sudah menampar dan menghinanya malam itu. Dan sekarang Stella sudah tak peduli, Alex menjadi semakin ingin mendapatkannya dari segi yang lain dan menikmatinya hanya dalam satu malam saja.
Malam itu Alex menghadiri ultah temannya di suatu cafe mewah, dan teman Alex itu teman Stella juga.
Alex mulai menyusun rencana untuk malamnya di acara pesta ultah itu nanti.
Stella datang ke acara ultah itu bersama Rizwan, dan Stella terlihat sangat cantik sekali. Dress merah muda dengan mutiara-mutiara kecil di sekitar gaunnya menambah gemerlapan bila di pandang.
Rizwan juga terlihat tampan pada malam itu, Rizwan sangat maskulin dan sangat cool saat berjalan masuk dengan menggandeng Stella bersamanya.
"Hai Stella...?!" Rasty melambaikan tangannya kepada Stella.
Malam ini Rasty lah yang berulang tahun, dan Rasty termaksud sahabat Stella saat di bangku sekolah sampai sekarang. Pesta itu sekalian juga hari pertunangannya dengan Herry calon suaminya.
Jadi di acara itu sangat ramai sekali orang-orang yang akan menyaksikan Rasty dan Herry bertunangan serta merayakan ultahnya juga.
"Kau cantik sekali malam ini Stella? Dan...., kau bawa pacar baru mu ke sini ya..?" ucap Rasty yang membuat Stella malu dan wajahnya merona.
"Bukan Rasty, dia anak dari teman lama papa ku." Stella menjelaskan.
"Hai, saya Rasty teman Stella saat sekolah dulu." Rasty mengulurkan tangannya.
"Hallo Rasty selamat ulang tahun untuk mu ya..," Rizwan mengulurkan tangannya juga ke Rasty.
"Silahkan menikmati acaranya ya Stella, aku mau kesana dulu ada mama dan papanya Herry barusan datang." Rasty pun meninggalkan mereka.
"Baiklah," ucap Stella yang tak mempermasalahkan.
Rizwan pun mengajak Stella ke salah satu meja dan mereka berdua duduk di kursi yang ada di sudut dan sedikit tak terlalu ramai.
Rizwan dan Stella pun menikmati pesta itu, sambil asik mengobrol berdua dan menikmati hidangan yang ada disana.
"Wah..., semudah itu mendapatkan pria lain bagi mu ya? Apa karena kau sangat tak bisa tahan kalau tak ada pria yang membelai diri mu dan tubuh mu?" ucap Alex yang datang-datang mencari masalah.
"Maaf mas, kau berbicara kepada siapa saat ini? karena kami sedikit terganggu dengan kau berbicara disini, dan kau begitu berisi sekali dengan mulut mu." Rizwan berkata dengan lembut.
"Oh, maaf kalau kau terganggu. Sebenarnya aku berbicara padanya wanita yang dulu bekas pacar ku dan kau sekarang sedang duduk dengannya."
__ADS_1
"Kalau begitu aku permisi dulu dari sini masih banyak urusan saya sekarang," Alex pun pergi dan Stella tak ada berkata apa pun saat itu.
Rizwan duduk kembali di samping Stella dan tak ada bertanya atau berkata tentang Alex kepada Stella.
Rizwan pun duduk dengan santai dan menikmati kembali suasana pestanya.
"Stella, apa kau merasa kita harus pergi dari sini?" tanya Rizwan.
"Tak perlu mas, setelah teman ku nanti selesai untuk potong kue kita akan pergi dari sini. Mas, Stella pergi ke toilet sebentar ya mas." ucap Stella yang segera berdiri dan berjalan ke arah toilet wanita.
"Oke, baiklah," Rizwan menunggunya.
"Wah, kesempatan yang bagus ini. Ayo kita kesana dan bersenang-senang sebentar disana." ucap Alex ke teman-temannya.
Mereka pun bergerak ke arah toilet wanita, kebetulan di toilet itu kosong dan hanya ada Stella disana. Kedua temannya menjaga dan menunggu di depan pintu toilet itu, sedangkan Alex masuk ke dalam dan menunggu Stella keluar dari kamar mandi.
Setelah selesai dan ingin keluar...
"Hai sayang ku.., apa kau tak merindukan aku lagi? Biasanya kau tak bisa hidup tanpa ku setiap hari...?" ucap Alex yang mendekatkan dirinya ke tubuh Stella.
"Mau apa kau Alex?! Jangan coba kau macam-macam dengan ku !" ujar Stella yang mulai merasa tak nyaman.
"Tenang saja..., aku cuma mau bersenang sedikit dengan kamu. Pasti enak kok, dan aku akan pelan-pelan mainnya." Alex mulai mencium Stella setelah tubuhnya terhimpit ke tembok toilet tersebut.
Plak !"
"Kau jangan kurang ajar kepada ku ya Alex, aku ingatkan sekali lagi pada mu?!" Stella mulai emosi dan menampar wajah Alex.
"Wanita bodoh !"
"Kau pikir aku takut dengan ancaman mu itu hah?!" Alex menjambak rambut Stella dan dia terlihat sangat emosi karena di tampar oleh Stella.
"Alex...! sakit Alex...! lepaskan !" Stella mulai kesakitan.
"Aku bisa melepaskan mu, dengan kau main dengan ku malam ini. Aku bisa beri kenikmatan kepada mu yang tak akan kau lupakan, bagaimana?" tanya Alex ke Stella.
Cuihh !"
"Aku tak sudi melakukannya, lebih baik aku kau bunuh saja saat ini juga. Daripada harus ku serahkan diri ku kepada mu." Stella semakin marah dan kesal kepada Alex.
"Si Alex kok lama banget ya, kita capek nih dan pengen juga kali.." ucap temannya yang sudah jenuh menunggu.
Rizwan...
__ADS_1
"Stella kok lama sekali ya? sudah ada satu jam dari tadi, apa aku susul aja ya?!" berkata dalam hatinya.
Lalu Rizwan melihat teman-teman Alex sedang berjaga di toilet wanita, dan Rizwan sudah mengerti sekarang.
Rizwan datang dan memukul mereka berdua yang menghalangi pintu toilet wanita disana.
Bugh !"
Bagh, bugh !"
"Dimana teman kalian yang satu lagi?!" tanya Rizwan.
"Ada di.. da.. lam, agh !" Rizwan mencampakkan mereka dan berlari ke dalam toilet.
"Stella...!" Rizwan pun mencari ke dalam.
"Tolong..! Tolong...!" Stella berteriak meminta tolong.
"Kurang ajar kau!" Rizwan berlari dan menangkap Alex.
Bagh !
Bugh !
Rizwan menghajar Alex tanpa ampun dan Stella menghindar menepi ke pinggir. Namun Stella sempat lemas dan tak berdaya terduduk di lantai toilet itu.
Alex habis di hajar oleh Rizwan dan wajahnya sudah babak belur, bibirnya pecah karena di hantam oleh Rizwan.
"Hallo pak polisi telah terjadi tindak kejahatan di alamat, bla, bla, bla.." Rizwan pun menjelaskan ke pada polisi.
Setelah itu Rizwan membawa Stella ke rumah sakit karena dia pingsan saat itu di dalam toilet.
Rizwan menggendong Stella dan mendudukkannya ke dalam mobilnya.
Rizwan pun membawanya pergi dari pesta Rasty malam itu ke rumah sakit.
Stella di cek seluruh tubuhnya, dan semua masih baik-baik saja. Hanya luka lecet dan memar saja di sekujur tubuhnya.
Ternyata Alex tak sempat merenggut kesuciannya saat itu. Rizwan ternyata datang disaat yang tepat, tapi Stella sangat shock dengan kejadian itu.
Dia sangat takut pulang ke rumah dan berbicara pada papanya.
Namun Rizwan sudah menelpon papanya Stella agar datang ke rumah sakit xxx dan Rizwan juga sudah menjelaskannya kepada papanya Stella.
__ADS_1
Papa Stella pak Rahmat langsung datang kesana dan melihat kondisi anaknya. Rizwan juga meminta maaf karena tak bisa menjaga dengan baik putri tercinta pak Rahmat saat itu.
Alex malam itu juga di bawa ke kantor polisi dan kedua temannya. Rizwan juga besok akan menjadi saksi untuk kejadian dan juga sebagai pelapor saat malam itu, bahkan akan membuat Alex sampai masuk ke penjara dan mempertanggung jawabkan kelakuannya terhadap Stella.