
Pram dan Rian sudah kembali, dan mereka masuk untuk beristirahat.
Pram sangat kenyang dan ingin tidur sejenak, lalu Rian menyuruh Pram untuk tidur di kamar tamu saat itu.
Sementara Silvi sudah tidur di kamar Nita, karena memang malam ini Silvi akan tidur bersama Nita di kamar mereka.
Sedangkan Rian akan tidur bersama Pram di kamar tamu di rumah itu.
Nita dan Rian pun masuk ke kamar masing-masing untuk tidur karena sudah lelah juga.
"Nita jangan lupa untuk meminum obatnya saat mau tidur. Dan istirahatlah jangan banyak memikirkan sesuatu yang aneh-aneh lagi, muach..." Rian mencium istrinya.
"Baiklah mas," Nita pun mengerti dan segera istirahat setelah meminum obatnya.
Mereka semua pun tidur dan istirahat malam itu, Rian masih memikirkan tentang rencana itu.
"Apakah bisa aku terus membohongi Nita istri ku itu? Sangat sulit bagi ku untuk melakukannya." berkata dalam hatinya.
***
Keesokan paginya Pram dan Rian keluar untuk lari pagi berdua saja. Dan disana Pram memberi kabar ke Aris tentang hal yang di curigai oleh Rian.
Pram juga sudah memberi tahu wanita itu dan Aris sudah tahu serta mengerti ceritanya seperti apa.
Aris pun langsung bergegas memeriksa dan mencari tahu akan hal itu. Sementara Ani hampir setiap hari tak bisa tidur dan selalu memikirkan Bisma anaknya itu.
Aris juga sangat kasihan melihat Ani yang seperti itu setiap harinya, bahkan dia tak makan dan tak mau keluar hanya sekedar menghirup udara segar berkeliling kompleks di sekitar rumahnya.
Aris takut Ani bisa depresi kalau begitu terus, karena rasa bersalahnya kepada Nita. Dia tahu Nita sudah selamat dan sekarang sudah sembuh dari sakitnya. Tapi Ani tak sanggup menelponnya dan Ani selalu merasa bersalah.
Silvi setiap hari mengirim foto dan video Nita ke ponselnya Ani, agar rasa rindunya terlepaskan dan tak begitu menyiksa hatinya saat ini.
Ani menangis dan terharu melihat Nita yang ternyata sehat dan selamat dari kecelakaan itu. Ani masih berusaha mencari Bisma dengan melalui teman-teman sosmed nya yang saling membantunya.
Sementara Nita sekarang tak ada ponsel dan sengaja tak di beri ponsel agar tak bisa mencari tahu saat ini.
Rian tahu bagaimana istrinya bila sudah menyangkut Bisma anaknya itu.
__ADS_1
***
Bisma di panti asuhan....
"Kamu anaknya siapa sih...? kok lahap sekali makannya sih...!" ibu panti asuhan itu memuji ketampanan wajahnya Bisma.
Lalu wanita itu melihat koran yang di bawa anak-anak panti itu untuk mainan mereka. Biasanya mereka mengambil koran bekas dari pak winarto di sebelah panti mereka.
Sumitra ibu panti melihat sepotong koran yang telah sobek itu ada wajah balita yang sedang ada bersamanya.
Sontak dia merasa terkejut melihat hal itu, Sumitra merasa tak percaya.
Tapi dia tak tahu mengapa foto balita itu ada di koran tersebut, karena koran itu sudah sobek dan tak bisa dibaca lagi.
Akhirnya Sumitra mencari pak Winarto untuk meminta koran yang kemarin ke pak Winarto, atau menemukan sobekan koran itu.
Sumitra menyuruh anak yang lain melihat dan menjaga Bisma di dalam buaiannya.
Sementara Sumitra mencari atau meminta koran yang kemarin untuk di periksa. Sumitra sudah mencari dan membalikkan koran-koran itu satu persatu, namun belum menemukannya.
"Ini pak koran yang di mainkan anak-anak, di halaman 10 itu ada yang mau saya baca. Dirumah korannya sudah sobek pak, apa bapak masih ada yang belum sobek? atau sambungannya, mana tahu masih ada?" tanya ibu Sumitra.
"Oh, kalau itu saya ada yang satu lagi bu.., kemari pak Reno main kesini membawa koran juga tapi di tinggalkannya. Dan itu sama koran kemarin punya." ucap Pak Winarto.
"Ini ibu boleh bawa pulang saja." kata pak Winarto.
"Oh, terima kasih pak. Maaf sudah mengganggu bapak, saya ada yang penting dengan berita itu pak. Terima kasih sekali lagi." bu Sumitra pun kembali pulang.
Dia melangkahkan kakinya dengan cepat dan sedikit terburu-buru. Sesampainya dirumah, Sumitra langsung mencari dan membuka lembaran koran itu halaman 10.
Setelah terlihat Sumitra membacanya dengan perlahan dan dengan rasa tak percaya bahwa itu adalah anak yang ada bersamanya.
"Ternyata itu anak yang diculik oleh orang tak bertanggung jawab. Aku harus bagaimana ini?"
"Aku takut mereka akan menyalahkan ku nanti dan memenjarakan ku, dan anak-anak akan terlantar bila aku tiada." Sumitra menjadi ketakutan.
Dia diam dan hanya menatap kotan dan wajah Bisma disana. Sumitra melihat ada nomer ponsel yang tertulis disana, dan dia mencoba save ke ponselnya sambil terus berfikir.
__ADS_1
Satu harian itu Sumitra sangat gelisah dan tak bisa tidur atau pun makan. Dia masih kepikiran terus dengan anak yang ada bersamanya Bisma.
Tetapi anak itu sekarang setiap malam selalu menangis dan memanggil mamanya.
"Aku rasa harus aku hubungi mamanya dan memberikan dirinya kepada orang tuanya."
"Bisma yang malang, dia masih memiliki orang dan kasihan kalau tak mendapatkan cinta keluarganya saat ini." ucapnya dalam hati.
Sumitra pun bermaksud akan menghubungi nomer ponsel keluarga Bisma. Tetapi besok dia akan menghubunginya, karena hari sudah terlalu malam dan Sumitra akan segera tidur bersama Bisma.
Ketika sudah berniat seperti itu, Sumitra baru sedikit tenang dan bisa tidur dengan nyenyak.
Bisma juga sudah tidak rewel lagi atau menangis seperti tadi, dia bisa merasakan orang tuanya masih hidup dan selamat.
Keesokan paginya...
Sumitra bangun dari tidurnya dan menunaikan ibadah subuh pukul 05:00 dini hari. Dia mengadu kepada pencipta dan meminta keselamatan serta di berikan yang terbaik pada dirinya.
Sudah hampir 2 bulan Bisma bersamanya rasa sayangnya terhadap anak itu sangat berbeda. Namun Sumitra tak memikirkan egonya, dan dengan niat baik hari ini dia akan menelpon keluarga Bisma. Dia akan memberikan Bisma pada mereka kembali agar bisa berkumpul bersama lagi.
Hati Sumitra begitu tulus terhadap anak-anak yang ada bersamanya, namun bila ada keluarga yang menjemput keluarga dari anak itu Sumitra akan menyerahkannya anak itu tapi harus yang benar-benar keluarganya.
Setelah selesai sarapan dan mandikan Bisma, Sumitra pun mengambil ponselnya dan menekan nomer yang sudah di save di ponselnya.
Tut...
Tut...
"Hallo, Assalamualaikum.." ucap Sumitra.
"Ya waalaikumsalam.., dengan siapa ini?" tanya Ani yang masih tak semangat.
"Saya dengan bu Sumitra dari panti asuhan xxx. Saya mau memberi tahukan bahwa saya membaca koran kemarin dan melihat ada foto Bisma disana. Dan saya yakin foto yang ada di koran itu adalah anak yang sedang bersama saya bu." ujar Sumitra menjelaskan.
"Hah?!"
"Apa yang ibu bilang!" Ani terkejut dan merasa tak percaya.
__ADS_1