PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 110. Berkumpul Keluarga


__ADS_3

🌟 Hari ini adalah hari yang di tunggu - tunggu oleh Panji, Sammy, Rian, Ani dan Aris.


Mereka sudah tiba di gedung hotel bintang Lima itu. Ani dan Aris sengaja berbohong, agar Nita, mama mau ikut rencana yang sudah di jalankan.


Begitu sangat privasi disana, bila tak ada undangan mereka tak di izinkan masuk ke dalam. Namun Rian diam - diam sudah memberikan undangan kepada panji untuk mereka semua, jadi mereka bisa masuk ke dalam ruangan party tersebut.


Dari kejauhan Panji melihat seorang wanita yang tak asing baginya yang sedang menggendong bayi dalam pelukannya.


Ya itu Nita, gadis cantik yang dulu pernah membuat hatinya hancur karena Cintanya harus di kuburnya dalam - dalam.


Saat Nita akan sampai di depan pintu ruangan tersebut, Panji menoleh dan pergi menghindar dari situ. Sammy pun menyadarinya dan sedikit aneh melihat temannya yang satu itu.


Namun Sammy sempat sadar bahwa ada wanita yang dulu pernah dia cintai disana bersama anak dari suaminya yang sekarang sedang di perjuangkan.


" Pantas saja Panji tak bisa melupakannya, dia begitu cantik dan aura ke ibuannya terpancar dari dekapan dan sorot matanya yang lembut membuat orang ingin hanyut bersamanya." dalam batin Sammy berkata.


Aris sudah berjaga - jaga dan bersiap dengan pasukan keamanannya di luar dan di dalam. Ani dan Aris sudah masuk duluan, dan langsung mata mereka tertuju ke arah lelaki yang ada di depan sana.


" Mas, itu mas Rian!" pekik Ani.


" Ya, tapi kamu tenanglah dulu." Aris memberi pengarahan.


Sementara Nita dan mama tak tahu dan belum menyadari Rian ada di depan mereka. Nita dan mama masih asik dengan Bisma yang sangat lucu saat itu tak mau tidur.


Sepertinya dia tahu bahwa hari ini dia akan bertemu dengan papanya.


Tiba - tiba Rian menatap ke Nita dari kejauhan, dan dia sangat ingat wajah itu dan teringat akan foto wanita yang menggendong bayinya.


Sementara Bella lagi asik dengan teman temannya berbicara dan tertawa bahagia di sampingnya.


Bella memperkenalkan Ramon alias Rian kepada teman - temannya, namun Rian melamun menatap ke arah Nita.


" Mas, ini semua teman dan sahabat - sahabat aku. Ini ada Dita, Diana, Laura dan Samanta." ucap Bella.


" Hai Ramon, kalian keren sekali malam ini dan sangat serasi sekali." ujar teman - teman Bella.


Namun tak ada tanggapan dari Rian yang berdiri di samping Bella.


" Bella, suami kamu kenapa tuh? kok gak sopan banget sih kita dicueki...?" kata mereka lagi.

__ADS_1


Bella akhirnya kesal dan memperhatikan Rian yang ternyata sedang memandang Nita di depannya. Bella ternyata sudah menyadari kehadiran Nita saat itu, tapi dia merasa heran kenapa Nita bisa masuk ke acaranya dia malam ini.


Bella lalu meninggalkan teman - temannya dan menghampiri Nita saat itu, dia sangat geram dan kesal saat Nita datang dan merusak acara serta kebahagiaannya.


Imel ternyata menyadarinya juga dan bergegas lari ke arah Bella, Imel takut Bella hilang kendali dan terjadi perkelahian.


" Bella..., Bella...!" Imel berlari memanggilnya.


" Kau wanita kurang ajar !"


Plak !"


Plak !"


Mama Rian yang sadar menantunya di tampar akhirnya menampar Bella dengan kerasnya di depan semua para tamu undangan dan kerabat.


" Dasar wanita kurang ajar, berani - beraninya kamu menampar menantu saya ya?!"


" Siapa kamu rupanya menampar Nita menantu saya? sudah tidak punya sopan santun kamu di depan saya, malah menyakiti menantu saya." mamanya Rian marah kepada Bella.


Lalu Rian datang menghampiri mereka yang lagi ribut mulut disana.


" Bella !" Rian memanggilnya.


" Mas Rian!" ujar Nita.


" Rian..?!" mama juga terkejut melihat Rian disana.


Imel yang hanya diam dan menatap saja tadi tiba - tiba datang menyela.


" Jangan sok kepedean bu Nita..., pak Ramon bukan suami anda, beliau sudah menjadi suami dari nona Bella pewaris perusahaan Nugraha. Dan kamu salah orang, beliau adalah Ramon bukan Rian suami anda." ucap Imel yang dengan penuh keyakinan.


" Siapa yang bilang aku bukan Rian? Aku tahu kalian sudah mempermainkan aku dan membuat berita palsu bahwa aku sudah menghilang dan tak dapat di temukan, iya kan?!" Rian membuka suara di depan semua orang.


" Imel kau, bersamanya bersekongkol ingin jauhkan aku dari mas Rian?" tanya Nita tak percaya.


" Setelah aku tak mengangkat nama mu yang menjatuhkan aku saat di toilet itu?" kata Nita.


Imel terdiam dan tertunduk tak dapat berkata apa - apa, Imel mulai takut dengan pernyataan Nita malam itu.

__ADS_1


Rian, Ani dan Aris pun terkejut saat tahu yang ingin mencelakakan Nita saat itu adalah Imel bekas karyawannya dulu di kantornya.


Mereka menyelesaikan masalah dan kesalahan pahaman itu, akhirnya Bella dan Imel di tahan oleh polisi dan pesta pernikahan itu selesai sudah.


Rian langsung menceraikan Bella saat itu juga, dan pernikahan itu tidak di akui oleh Rian, karena Rian di situ posisinya sedang amnesia dan tak sadar telah di permainkan.


Sementara Panji hanya menatap dari kejauhan saja, dia tak ingin mengganggu kebahagiaan Nita dan Rian saat itu.


Panji dan Sammy pun pergi dari sana, namun tiba - tiba Ani memanggil dirinya.


" Panji..!"


" Panji tunggu !" ujar Ani yang berteriak memanggilnya.


Panji pun menoleh dan berhenti, Ani datang menghampirinya dan Sammy.


Lalu Rian juga berjalan menghampiri Panji yang ingin pergi itu, dan Nita mengikuti Rian dari belakang.


" Pak Panji dan pak Sammy, saya berterima kasih karena sudah membantu saya pulih dengan cepat. Dan sekarang sudah bisa berkumpul lagi dengan keluarga saya." ucap Rian yang berjabat tangan Panji.


" Jangan sungkan pak Rian, saya hanya menolong dengan rasa perikemanusiaan saja. Dan dulu juga kita rekan bisnis yang sangat akrab, lagi pula dulu juga pak Rian pernah menolong saya." Panji balik berterima kasih.


" Pak Panji sekali lagi terima kasih karena sudah menolong suami saya. Saya juga tidak pernah tahu kalau pak Panji adalah tim penyelamat yang di kerahkan oleh Ani, hehehe..." Nita sedikit tersenyum melihat Ani dan Panji yang tersenyum juga.


Mereka saling berbicara seperti teman lama, dan Panji juga mengajak mereka mampir ke rumahnya kalau mereka tak cepat - cepat kembali ke America. Tapi sayangnya mereka akan langsung kembali malam itu juga.


Mamanya Rian sangat bersyukur dan sangat senang anaknya sudah di temukan dalam keadaan sehat semuanya.


Mama juga sudah menelpon Silvi dan memberi kabar kepadanya, dan Silvi sangat bahagia sekali mendengarkan kabar itu.


Panji pun mengantar mereka ke bandara malam itu juga, mereka berpamitan dengan Panji dan Sammy.


Mereka segera masuk dan sudah akan berangkat malam itu juga.


Panji sedikit sedih karena baru bertemu lagi dengan Nita tapi tak dapat menatapnya lebih lama, kini dia sudah pergi dengan suaminya dan keluarganya.


Sementara Ani dan Aris...


" Berarti sudah bisa dong Ani?" Aris menatap wajah Ani yang sedikit bingung.

__ADS_1


" Maksudnya apa mas?" tanya ani balik.


" Berarti kita sudah bisa lamaran maksud ku Ani..." kata Aris yang menggoda Ani merasa senang dapat bertemu dan melepas rindu mereka.


__ADS_2