PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 102. Bertemu Lagi


__ADS_3

🌟 Nita fan Ani bangun pagi - pagi sekali, hari ini pak Rahmat akan datang ke America untuk pertemuan dan sekalian ada yang ingn Nita bicarakan.


Maksudnya Nita ingin mengundurkan diri dan Ani yang menggantikan di posisinya saat ini.


Nita ingin berbisnis sendiri saja agar bisa sambil mengasuh anaknya dari rumah. Namun Nita minta berhenti di tahun depan, karena memang masih ada urusannya yang belum selesai masalah pembangunan yang masih dipastikan belum bisa rampung di tahun ini.


Makanya Nita sudah meminta izin terlebih dahulu ke pak Rahmat agar tugas berikutnya bisa di kasih kepada Ani saja. Dan Nita dengan perlahan sambil membuka bisnis butiknya untuk bisa melihat pemasaran dan fashion sekarang. Sudah sejak lama itu menjadi keinginannya, dan dapat membeli rumah atas uangnya sendiri untuk anaknya nanti.


Apalagi sekarang Nita seperti singel parent yang harus berjuang sendiri, agar tak terkejut bila memang kenyataannya Rian tak di temukan lagi. Semua itu sudah Nita pikirkan dengan baik - baik dan sudah sejauh itu. Maka sekarang Nita sudah siap apapun yang akan terjadi padanya nanti, dia dan anaknya akan mampu berjuang dengan kaki sendiri.


Dan Ani sudah tahu akan hal itu, sebagai sahabat Ani hanya bisa mensupport dan menasehatinya saja. Tetapi mana yang terbaik untuk dirinya dan anaknya hanya Nita sendiri yang tahu akan hal itu.


Dan pagi itu sudah diutarakannya semua kepada pak Rahmat dengan perlahan, Ani juga ada disana dan hanya mereka bertiga saja yang berbicara setelah rapat penting pak Rahmat selesai.


" Baiklah Nita kalau itu yang kamu mau. Tapi bila nanti ada pemikiran yang lain lagi silahkan ajukan kesana dan jangan sungkan. Saya bisa mengerti akan hal yang kamu pikirkan tersebut." ucap pak Rahmat ke Nita saat itu.


Pak Rahmat selalu mendukung apa yang menjadi ke inginannya.


Nita sudah 13 tahun bekerja untuk perusahaan pak Rahmat. Dari perusahaan itu yang masih kecil, sekarang sudah menjadi besar dan berkembang dengan pesatnya.


Nita adalah karyawan terbaik di kantor pak Rahmat, dan dia merupakan seorang wanita pekerja keras.


Dan pak Rahmat akan memberinya penghargaan sebuah rumah yang ada di Jakarta komplek daerah Cibubur.


Nita sangat senang dan berterima kasih kepada pak Rahmat.


Dan Ani juga akan menerimanya bila Nita akan keluar dari perusahaan.


Namun Ani berharap Nita tak akan keluar dari perusahaan itu.


" Nita, sebenarnya bukan aku tak mendukung mu, tapi kau selalu ingin mandiri tanpa ada orang yang ikut membantu mu." batinnya.


Pak Rahmat pun permisi kembali ke penginapannya dan nanti ada pertemuan lagi dengan klien yang mau bergabung dan berinvestasi dengannya.


Ani dan Nita pun kembali bekerja dan duduk ke kursi kerjanya masing - masing lagi. Namun Ani masih tak tenang, dia menatap Nita dari mejanya yang ada di seberang meja Nita.

__ADS_1


" Mungkin nanti akan aku bicarakan ke Nita saat pulang dari kantor saja deh." ujar dalam hatinya.


***


Sementara Panji mencoba menyelidiki orang yang mirip dengan Rian tersebut.


" Tring..."


" Tring..."


" Hallo...? Iya Sammy ada apa dengan mu? apa ada masalah disana?" tanya Panji.


" Tak ada masalah dengan perusahaannya kok Panji, sekarang kau sudah melupakan aku semenjak menemukan pujaan hati mu ya?" ujar Sammy temannya yang membantunya mengelola perusahaan miliknya di Jakarta.


" Ah, kau ini bisa saja." Oh iya Sam kebetulan sekali kau menelpon aku, ada yang ingin aku tugaskan ke kamu. Tapi tugasnya ada disini, apakah kau bisa datang kesini ketempat ku?" tanya Panji.


" Nanti perusahaan mu kau suruh orang kepercayaan mu dulu yang menanganinya. Kau hanya perlu mengeceknya dari laptop mu saja." ucap Panji.


" Sebenarnya aku mau ketempat mu kok Pan.., ada berkas yang perlu kita bahas dan kau tanda tangani. Ya baiklah kalau memang ada sesuatu yang perlu aku selesaikan, aku akan kesana tapi ingat ada uang tipsnya kan? hahahaha....." Sammy tertawa.


" Mungkin harus Sammy yang mencari tahu tentang perusahaan Nugraha itu, dan aku bisa mencari tahu apakah itu Rian atau bukan." berkata dalam hatinya.


" Pasti saat saat ini Nita sedang tak baik - baik saja, tetapi aku tak bisa banyak membantunya." gumamnya lagi.


" Hai sayang..., kau sedang apa? tanya Lisa yang tiba - tiba sudah muncul di depannya.


" Kenapa kemari sayang? apa ada sesuatu? Kau tak masuk kerja kah?" Panji banyak bertanya.


" Ih..., aku kan makan siang sama kamu. Tadi kita kan sudah janjian, kamu lupa sama janji kamu." ucap Lisa.


" Ini emang jam berapa?" tanya Panji lagi.


" Sayang...., ini sudah jam 12 siang. Kalau gak ngapain aku kesini jemput kamu." ucapnya manja.


" Ya ampun..., aku tak menyadarinya dari tadi." bergumam lagi.

__ADS_1


" Sayang ! ayo...?!" ucap Lisa lagi.


" Oke - oke, maaf ya. Lagi ada sedikit yang di pikirkan." ujar Panji ke Lisa istrinya.


Panji dan Lisa pun pergi keluar makan siang berdua, dan saat di cafe Panji melihat ada Rian lagi disana. Tapi kali ini dia bersama seorang wanita yang Panji tak mengenalnya.


Namun Rian dan wanita itu terlihat sangat mesra dan hubungan mereka sepertinya tak biasa dilihatnya.


Panji agak merasa heran dengan kelakuan Rian pada wanita itu.


" Bukannya Rian sudah menikah dan sangat mencintai Nita? kenapa sekarang Rian sangat mesra dengan wanita lain di belakang Nita? ada apa ini sebenarnya?" bertanya - tanya dalam hatinya.


" Mas, kamu melihat apa sih?" tanya Lisa yang memperhatikan.


" Em..., Lisa kamu kenal tidak sama mereka?" tanya Panji.


" Lisa kenal sih enggak mas, tapi tahu saja. Itu Bella anak tunggal dari pemilik perusahaan Nugraha, dan yang bersamanya adalah suaminya. Mereka baru saja menikah sebelum papanya meninggal. Memang kenapa mas?" tanya Lisa.


" Oh, tidak ada apa - apa sih. Mas seperti kenal sama suaminya itu, mas dulu pernah bekerja sama dengannya tapi bukan di perusahaan Nugraha." kata Panji lagi.


" Dia memang bukan dari perusahaan Nugraha kok mas. Lisa kurang tahu juga dari mana, tapi seperti familiar wajahnya." ucap Lisa istrinya Panji.


Panji semakin yakin kalau pria itu adalah Rian suaminya Nita. Dan Panji akan mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Panji ingat bahwa Ani berkata kalau pesawat yang ditumpanginya telah jatuh. Dan Rian tak di temukan dimana pun berada.


" Ini pasti ada yang tidak beres dengan Rian atau dengan Bella anak pemilik Perusahaan Nugraha tersebut." gumamnya Panji dalam hatinya.


Lisa dan Panji pun sudah selesai makan siangnya, namun ketika makan Panji tidak fokus ke Lisa dan ke makanannya. Tapi Lisa tak terlalu menghiraukannya, karena baginya sedikit hal yang sepele tak perlu di besar - besarkan.


Begitulah mereka menciptakan suasana rumah tangga yang baru saja mereka bina saat ini.


" Mas, nanti pulang jemput aku gak?" tanya Lisa.


" Jemput dong sayang..., tunggu mas ya. Da dah sayang..." ucap Panji.

__ADS_1


" Dah..." Lisa terlihat sangat senang sekali.


__ADS_2