PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 99. Sangat Kejam


__ADS_3

🌟 Pagi itu Sumi datang ke rumah Selly disaat Pram tak ada di rumah. Kini Sumi tak menginginkan Pram untuk kembali lagi padanya, sekarang hati Sumi sudah di penuhi kebencian kepada Selly orang yang pernah menolongnya dulu. Tapi hanya karena cinta dan harta yang ingin di miliki oleh keserakahannya. Hatinya pun sudah beku bagai membatu tak berperasaan lagi.


Sumi berpakaian rapi dan memakai kerudung untuk menutupi sedikit wajahnya. Berjalan menghampiri pagar yang disana ada satpamnya, Sumi datang tak sendirian. Dia datang bersama 2 orang lelaki besar dan tegap di belakangnya.


" Pak, tolong buka kan pintunya. Saya ingin bertemu dengan ibu Selly sekarang." Sumi sedikit ketus bicaranya.


" Ibu siapa? biar saya beri tahu ke ibu Selly saat ini." satpam itu.


" Sudah jangan banyak bicara, cepat buka kan gerbangnya!" lelaki itu menempelkan pistolnya ke arah kepala satpam itu.


Satpam itu bergetar dan ketakutan, dia langsung membuka pagar besar rumah milik Pram dan Selly.


Sumi berjalan masuk kedalam bersama lelaki yang satunya lagi menuju ke pintu rumah Selly.


Dengan sedikit merapikan kerudungnya dia menekan bel rumah tersebut.


" Ting, tong...!" terdengar suara bel dari dalam rumahnya yang besar itu.


Sumi yang memang lagi di ruang tamu segera berjalan membuka pintu rumahnya dengan cepat.


" Iya cari siapa?" tanya Selly kepada Sumi.


" Hai Selly, mas Pram ada?" tanya Sumi sambil tersenyum.


" Kamu mau apa ke rumah ku dan mas Pram?" tanya Selly.


" Mas Pram gak ada di rumah, kalau kau mau mencarinya pergi saja ke kantornya dan jangan kesini." kata Selly sembari menutup pintunya.


Namun Sumi menahannya dan menerobos masuk kedalam rumah itu. Sumi langsung masuk dan duduk di sofa tersebut, Selly yang mulai panik karena Sumi membawa bodyguard ke rumahnya.


" Sepertinya Sumi tidak memiliki itikad baik hari ini. Dan dia sengaja kesini setelah mas Pram tidak ada di rumah." Selly berkata dalam hatinya.


" Mau apa sebenarnya kamu kesini?" tanya Selly yang hanya berdiri menjauh dari mereka.


" Kenapa kamu menjauh, kesini dong duduk di dekat aku. Kita kan sudah berteman lama banget, masak bicara harus berjauhan." ucap Sumi yang sambil mengeluarkan pistol dari dalam tas yang dia bawa.


" Sumi, apa - apaan kamu ke sini membawa benda itu di dalam tas kamu?!" Selly mulai berbicara keras.


" Sssttt... kamu jangan berteriak kalau bertanya pada ku. Aku tidak tuli kok, aku hanya buta karena cinta ku di campakkan oleh mas Pram karena kamu!" Sumi mulai kesal dan menunjukkan sifat arogannya.


Sumi berjalan ke arah Selly menghampirinya, dengan menempelkan pistol itu ke pipi Selly dan sedikit bergerak turun kebawah dagunya.


" Kau jangan takut..., pistol ini baik kok. Dia penurut dengan ku bila berada di tangan ku. Dan pistol ini juga akan ikut kesal bila akunya juga kesal." ucap Sumi yang sedikit mengancam saat itu dengan lembut.

__ADS_1


" Sumi kau jangan gila dan bermain - main dengan pistol itu!" ucap Selly ke padanya.


Art nya Selly ternyata melihat hal itu dari balik ruang tv saat berjalan hendak ingin mengantarkan minuman untuk tamunya. Dengan sigap art nya menelpon Pram yang berada di kantor saat itu juga.


Setelah beberapa lama menelpon Pram langsung bergerak pulang kerumah dan menelpon polisi segera.


" Doorr!" menembak ke bagian langit - langit rumah.


Ternyata hal itu di ketahui oleh bodyguardnya Sumi, lalu art itu di bawanya ke depan Sumi saat itu.


" Berani sekali kau menelpon majukan kamu untuk mengadu kepadanya! Kau mau cari mati!" teriak Sumi.


" Kau pikir aku takut dengan ancaman kamu?!" art itu berkata lantang kepada Sumi.


" Mbak, jangan di lawan mbak!" ucap Selly yang sangat ketakutan.


Sementara satpam yang di pos depan sudah di buat pingsan oleh lelaki yang bersamanya tadi. Lelaki itu lalu masuk ke dalam dan ikut membantu Sumi dalam menjalankan rencananya.


" Besar juga nyali kamu ya?! Dan saya akan kabulkan permintaan kamu sekarang juga." kata Sumi.


" Sumi jangan....?!" teriak Selly.


" Door! door..!" Sumi menembak art itu sampai dua kali di bagian perutnya dan dadanya.


Art itu terjatuh terkulai di lantai rumah Selly, darahnya keluar begitu banyak sampai membanjiri marmer lantai rumah tersebut.


" Sekarang giliran mu yang menyusulnya dengan tenang dan santai." Sumi masih ingin melihat wajah Selly yang ketakutan.


Selly sudah mulai gak kuat untuk berdiri, dan wajahnya sudah mulai pucat saat ini. Tiba - tiba perutnya terasa sakit karena shock dengan kejadian di depan matanya.


Pram masih di jalan, dia sudah berusaha untuk cepat sampai kerumah, tapi ternyata jalanan begitu macet dan tak terkendali.


" Sumi kau jangan gila...! aku tak akan mengampuni mu bila sampai terjadi apa - apa sama Selly dan calon anak ku." berbicara sendiri di dalam mobilnya.


Pram kesal dan tak tenang, pikirannya selalu terpikirkan Selly dan anaknya.


" Tin, tin..........!" berulang kali Pram membunyikan klaksonnya.


Dia terlihat kesal karena tak kunjung jalan semua mobil di hadapannya.


" Sial ! kenapa gak jalan juga !" Pram berteriak.


Lalu Pram berinisiatif untuk keluar dari mobilnya dan berlari kedepan untuk mencari ojek saja atau taksi agar bisa lebih cepat sampai.

__ADS_1


Pram terus berusaha berlari dan mencari ojek kesana dan kemari.


Akhirnya Pram mendapatkannya, segera dia meluncur ke rumah dengan ojek tersebut.


Selly dan Sumi dirumah...


" Sumi, sudahlah kau bisa mencari pria lain yang tidak beristri. Dan kamu pasti akan bahagia bersamanya, tolong kau jangan nekad dan bertindak yang akan membuat mu menyesal Sumi. Kita sudah lama berteman, dan kau tak pernah aku berbuat jahat kepada mu. Aku hanya mengambil hak ku saja dari mu." ucap Selly kepada Sumi.


" Agh... kau banyak bicara! mati sajalah kau sekarang..!"


" Door! door! Sumi menembak perut yang berisi janin tersebut.


" Agh...! Sumi ka...u.., ah.." Selly terjatuh dan terhempas ke lantai seketika.


Sumi yang menyadari sudah menembak Selly hingga terjatuh dan pendarahan, langsung pergi bersama bodyguardnya melarikan diri.


Tapi ketika mereka akan pergi tiba - tiba polisi sudah sampai di ke diaman Pram saat itu juga. Mobil Sumi dan polisi kejar kejaran di jalan tersebut, Sumi menyuruh anak buahnya untuk mempercepat laju kendaraannya.


" Kau tak bisa lebih cepat lagi ya?!"


" Tak kau lihat tuh polisi mengejar kita saat ini ! Dasar bodoh kau!" Sumi memarahi anak buahnya.


" Berhenti ! door !" polisi menembak mobil mereka.


" Door ! door !" polisi menembak ban mobil mereka saat itu.


Tiba - tiba...


" Ciitt.... ! blam, bum..." mobil itu pun terbalik berguling ke aspal jalanan.


Sumi dan ke dua anak buahnya mati di tempat seketika.


Polisi menelpon ambulance untuk datang ke ke diaman Pram dan ke jalan raya tempat kejadian kecelakaan tersebut.


Dirumah Pram...


Sementara Pram sampai di rumah begitu shock melihat istrinya Selly yang sudah bersimbah darah di lantai.


Selly sudah meninggal dunia saat Pram sampai di rumahnya, dan Pram terlambat untuk menyelamatkan istri dan art nya dirumahnya.


" Selly..........!" Pram berteriak sekuat - kuatnya.


Pram sangat terpukul atas kejadian itu, impiannya sudah sirna bersama Selly. Pram menangis saat Selly di bawa ambulance ke rumah sakit untuk di otopsi dan lainnya.

__ADS_1


Selly harus pergi dengan cara yang tak manusiawi begitu pun dengan anak dalam kandungannya.


Pram harus menanggung kepedihan seumur hidupnya kali ini.


__ADS_2