
Selly selalu percaya pada suaminya, dan dia mulai hari itu berjanji akan menjadi istri yang utuh untuk suaminya Pram. Selly hari ini pulang ke rumahnya yang di Jakarta, dan menunggu kepulangan Pram disana.
Selly mempersiapkan semuanya, sekarang sudah hari selasa dan besok Pram akan tiba di Jakarta.
Selly berinisiatif untuk menjemput Pram dari bandara. Rumah sudah dibersihkan dan ditata, kamar sudah di hias dan diberi wewangian. Kini Selly tidak sabar akan menjemput Pram dibandara besok pagi, dan mengajaknya makan bersama di cafe yang tempat pertama kali mereka berkencan.
Malam ini Selly pun tidur dalam mimpi indahnya, tanpa ada rasa yang tidak membuatnya enak dihatinya. Pagi sudah menyapa, matahari juga sangat indah, hatinya Selly juga kini sedang berbunga - bunga. Dia bersiap mandi dan berpakaian, mengambil kunci mobilnya dan melaju menuju bandara.
Pram dan Sumi tidak tahu kalau Selly ingin ke bandara dan menjemput Pram disana.
Tak beberapa lama Selly pun sampai dan pesawat Pram pas sekali mendarat, Selly sangat bahagia setelah membaca dari layar pemberi tahuan kalau pesawat dari Kanada ke Jakarta sudah mendarat.
Selly sangat gembira dan tidak dapat menahan rasa senangnya itu.
Namun setelah menunggu, Selly tidak melihat ada suaminya Pram yang keluar dari pintu pesawat penerbangan yang dari Kanada.
Namun dia merasa terkejut saat melihat Pram dan Sumi yang berjalan bersama di depan matanya.
Selly menghampiri dan menyentuh bahu Pram yang sedang dipegang oleh Sumi saat itu juga.
" Mas Pram..?"
" Sumi..?!"
" Kok kalian bisa bersamaan seperti ini..?!" tanya Selly yang sangat curiga.
" Oh Selly apa kabar, iya kami hanya kebetulan saja." Iya kan mas..?" Sumi memberikan kode kepada Pram.
" Kebetulan sekali kita bertemu disini ya..?" Dan kamu mas, istri kamu sangat perhatian sampai menjemput mu ke bandara." ujar Sumi kepada Pram.
__ADS_1
" Oh begitu.., wah kebetulan ya mas." Kalau gitu bagaimana kalau kita makan bersama saja sekarang." Aku juga belum sarapan pagi dan langsung berangkat menjemput suami tercinta ku." ucap Selly yang memeluk Pram dengan erat sambil tersenyum.
" Terima kasih Selly, tapi aku tidak bisa." Aku masih ada yang mau dilakukan, apalagi juga Linda dan anak - anaknya sudah menjemput ku disana." ucap Sumi yang berbohong agar mereka tidak ketahuan.
" Yah, sayang sekali." Padahal kita baru bertemu kembali saat ini dan kamu tidak bisa bersama kami." Baiklah kalau begitu, lain kali kita akan janjian makan bersama ya Sumi..?!" ?
Selly berjalan dan tidak sengaja menabrak koper bawaan Sumi.
" Bugh..!?"
" Sayang kamu tidak apa - apa..?" tanya Pram memapah Selly untuk bangun dari jatuhnya.
Selly tanpa sengaja melihat tulisan di tas Sumi yang lengket disana.
" Bali..?" tanya dalam hati.
Selly mengerti, ternyata Sumi habis pulang dari Bali hari itu.
Sumi pun pergi dari mereka, tak lupa memberikan kode agar Pram nanti menelponnya.
Selly pun menggandeng tangan Pram suaminya untuk menuju mobil mereka. Pram melirik ke arah Sumi yang agak jauh jarak antar mereka dan mengedipkan matanya sebelah ke Sumi disana.
Selly dan Pram pun pergi untuk makan bersama dan pulang menghabiskan seharian dirumah sambil beristirahat. Pram merasa lelah dan dia langsung ke kamarnya, dia sangat ingin tidur di kasur yang empuk.
Setelah berjalan menuju pintu kamar, Pram melihat ada sedikit perubahan dari luarnya. Ada beberapa bunga di samping pintu kamar mereka, saat Pram membuka pintu kamarnya hatinya sangat nyaman sekali.
Wewangian tercium dan membuatnya sangat rileks dan tambah mengantuk. Pram sangat suka aroma itu, Selly sangat tahu yang Pram suka disaat lelah. Selly tersenyum melihat Pram tidur dengan tenang dan nyaman.
***
__ADS_1
Saat sampai di rumah Sumi langsung ke kamar, dia sangat lelah dan senang karena bisa menghabiskan hari bersama Pram suami Selly temannya dulu. Apa lagi uang di dalam ATM nya juga bertambah di isi oleh Pram. Kesenangan Sumi adalah bersenang - senang dengan kemewahan, karena dia juga dulu merayu suami orang lain yang tak lain papa kandung Panji. Sampai suaminya meninggalkan istrinya sendiri dan berpaling kepadanya. Kali ini dia ingin mengulanginya kembali, dan tidak mau mengandalkan Panji dan Yadi menantunya itu.
Panji sudah tidak mau bersamanya, dan rumah itu sebentar lagi mungkin akan terjual. Dia tidak tahu bila sudah terjual mau kemana dia nanti dia tinggal, tidur dan bersantai seperti sekarang ini.
Panji sekarang sedang sangat sibuk dengan perusahaannya yang sekaligus dua dia kelola.
Lalu dia sadar dan ingin mencari orang untuk bisa membantunya, dan kini Panji menggabungkan kedua perusahaannya agar bisa dia jalankan secara bersamaan tanpa harus kesana dan kesini lagi.
Panji ingat dengan teman lamanya yang dapat dipercaya akan hal itu.
" Hallo Sammy, apa kabar kamu." Sudah lama kita tidak bertemu." ujar Panji.
" Oh, kamu Panji." Iya, kamu yang sangat sibuk dan sudah menjadi orang hebat sekarang." kata temannya itu.
" Bagaimana dengan pekerjaan kamu Sam..?" Bisakah kamu ke Singapura memenuhi undangan ku ini..?" Nanti semua transportasi dan penginapan akan ku atur untuk mu, ada yang mau aku bicarakan ke kamu saat ini." Namun tidak bisa lewat telpon ini." Bagaimana Sammy..?" tanya Panji dengan harapan.
" Baiklah kalau begitu, kapan aku bisa langsung kesana Panji..?" tanya Sammy.
" Baiklah kalau memang kamu lengkap surat - suratnya besok saya akan pesankan tiket penerbangannya untuk kamu." ucap Panji ke Sammy yang sudah lama tidak bertemu.
Pembicaraan antara mereka pun di akhiri dan ponsel dimatikan mereka masing - masing. Panji segera memesan secara online tiket untuk keberangkatan temannya besok pagi ke Singapura ke tempatnya.
Dion dan istri sudah sampai dan membuka bisnis fashionnya, Dion tidak ingin istrinya tetap di Singapura dan terus - terus merasa bersedih mengingat anaknya yang telah tiada.
Namun kini sudah dua Minggu mereka pindah, Manda sudah sedikit berubah lebih baik dari yang lalu. Dion bersyukur, kini tinggal menyemangatinya lebih lagi biar dia kembali seperti dahulu.
Dion juga sengaja membuka bisnis fashion itu, karena Manda sangat suka dengan dunia fashion dan semua tentang fashion dia sangat handal di bidang itu. Dion juga berharap bisnisnya bisa berkembang dengan pesat dan menjadi semakin besar.
Sementara Dion juga membantu abangnya Panji dalam mempromosikan bisnisnya yang di Singapura melalui online dari tempat dia tinggal sekarang. Jadi semua bisa terkendali dan berkembang bersama - sama.
__ADS_1
Sedikit banyaknya Dion mengalah untuk abangnya yang dulu tidak merasakan kasih sayang dari mama dan fasilitas papanya.
Dion sungguh memiliki niat dan hati yang mulia terhadap abangnya Panji.