
~ Nita dan Rian semakin sukses dalam karirnya, bahkan bisnis mereka sudah menjadi besar dan di kenal banyak orang.
Bisma sudah pandai berbicara lancar dan sudah mulai suka bermain. Bisma juga sangat suka binatang jadi Rian dan Nita memelihara hewan di taman belakang rumah itu. Bisma suka datang kesana dan bermain disana dengan para binatang.
2 bulan sudah...
Silvi besok akan dinikahi Pram, dan dia sangat gugup sekali. Malam ini dia tidur di rumah Nita, dan Ingin berkumpul bersama disana.
Ani juga belum pindah dan rumahnya masih di renovasi. Rencananya nanti papa dan mama Aris akan pindah kerumah mereka nantinya. Jadi Aris merenovasi dan menambah kamar untuk orang tuanya.
Kini usia kandungannya Ani sudah 5 bulan dan sudah mulai membesar perutnya Ani. Papa dan mama Aris juga sudah bersiap untuk pergi ke Amerika. Aris ingin orang tuanya menginap dan tinggal bersama mereka di Amerika.
Sekarang sudah hampir siap dan tinggal mengecat saja, serta menata taman rumah tersebut.
Ani dan Aris juga menyiapkan kamar untuk anak mereka nanti. Semua akan mereka siapkan agar rumah yang mau mereka tempati terasa nyaman dan tenang.
***
Hari ini Silvi mengenakan gaun putihnya, dan mahkota di atas kepalanya. Begitu cantik dan anggunnya dia saat hari ini, wajahnya merah merona namun terlihat sangat gugup saat di ruang make up.
Nita, Ani dan yang lainnya juga bersiap-siap untuk berangkat ke tempat mereka akan menikah dan mengikat janji sucinya.
Bisma kecil sangat tampan dengan busana jasnya. Ani, Nita dan bude atau mama mertua Ani sangat cantik dengan gaun pink lembut yang terjuntai.
Sedangkan seragam para pria memakai jas dan dasi kupu-kupu di bajunya. Hari itu mereka semua cantik dan juga tampan.
Papa Aris dan mamanya..
Mereka beberapa hari sebelum pesta sudah datang ingin melihat Bisma dan juga menantunya. Nita terkejut dengan kedatangan mereka, Aris dan Ani tak pernah mengatakannya kalau mereka mau datang ke rumah Nita.
__ADS_1
Semua itu adalah idenya Aris, dan Aris sudah membelikan tiket mereka berdua. Dan sekarang menjadi kejutan untuk Nita di rumahnya, Bude memeluk Nita dan Bisma yang sudah sangat besar sekarang ini.
Papa dan mama Aris sudah merencanakan itu jauh-jauh hari, dan sekarang sudah terlaksana untuk bisa ketemu dengan Nita, Bisma, Rian dan menantinya Ani.
***
Di acara ijab kabul...
Semua sudah pada duduk di tempatnya dan mereka semua sudah tidak sabar akan menyaksikan Pram mengucapkan kalimat yang akan mensahkan hubungan mereka berdua.
Sementara Silvi masih di dalam dan belum boleh keluar sebelum sah di dapat dari para saksi dan walinya.
Pram sangat gugup sekali, walau dia dulu pernah menikah tapi kali ini tetap sama groginya dan sampai keringat dingin.
Dan pak penghulu sudah tiba, semua sudah siap Pram pun juga sudah duduk disana.
"Baiklah sudah bisa kita mulai sekarang ini." ucap Penghulunya.
Rian menikahkan dan menyerahkan adiknya ke Pram calon suaminya.
Kalimat itu sangat lantang dan satu tarikan nafas saja Pram ucapkan dengan begitu lancarnya. Dan semua orang dan para saksi mengesahkan mereka berdua.
Semuanya berdoa dengan rasa syukur karena sudah dilancarkan dan kedua mempelai juga di beri kebahagiaan selalu dalam rumah tangganya.
Saat itu juga setelah semuanya selesai berdoa, Silvi pun keluar bersama Nita dan Ani mendampinginya. Silvi pun duduk di samping Pram dan menyalami suaminya. Pram mencium kening Silvi yang sudah sah menjadi istrinya Pram sekarang.
Hari itu Silvi terlihat lega setelah ijab kabul lancar di ucapkan, dan dia terlihat menangis saat acara meminta restu dari kedua orang tua. Karena mamanya sudah tiada, dan kini Silvi dan Pram meminta restu dengan Rian dan Nita menggantikan kedua orang tuanya sebagai kakak dari Silvi.
Acara pun berjalan lancar dan sampai selesai. Para tamu juga sangat senang dan puas dengan perjamuan mereka disana. Mereka semua memuji Silvi yang tampak sangat cantik sekali saat itu.
__ADS_1
Semua teman dan karyawan kantor pada datang semua memberi selamat dan doa restunya. Bahkan mereka juga memberikan kado pernikahan yang cukup besar untuk Silvi dan Pram.
Semua mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang sangat serasi dan juga romantis. Silvi bagaikan seorang ratu yang cantik jelita, sedangkan Pram bagai raja yang tampan dan berwibawa. Begitu mereka menatap kedua mempelai itu saat berada di depan pelaminan mereka.
***
Akhirnya semua sudah terlaksana dan selesai pada sore hari sebelum pukul 19:00 sore itu. Silvi dan Pram langsung pulang kerumah mamanya Silvi. Sedangkan yang lain pulang ke rumah Nita dan semua tidur disana.
Silvi dan Pram ingin segera istirahat, karena sudah capek dan kelelahan.
Malam itu Pram yang sudah siap mandi langsung tidur di kasur mereka.
Malam itu Pram pun langsung nyenyak tidur di kamar tamu bawah.
Semua barang hantaran ada di kamar bawah, agar nanti kalau pindahan tidak sulit naik ke atas tuk mengangkatnya.
Silvi selesai mandi dan ingin tidur juga karena mengantuk, tapi dia terpesona dengan wajah Pram yang ditatapnya dari dekat begitu sangat tampan.
Silvi menyentuh pipi Pram dan diam-diam dia tersenyum melihat Pram yang terpejam. Silvi tiba-tiba terkejut saat tangannya di tangkap oleh tangan Pram.
"Jangan mengganggu kalau mas lagi tidur.., atau nanti mas bisa membuat kamu tak akan tidur sampai pagi." ucap Pram yang mengancam.
"Oh, iya mas maaf. Silvi gak akan ganggu lagi kamu tidur." ucap Silvi yang sedikit malu dan takut.
Pram pun langsung mendekat dan memeluk tubuh Silvi dengan erat, namun matanya masih tertutup tanpa melihat Silvi.
"Ayo kita tidur sayang, mas hari ini benar-benar kelelahan sekali. Besok akan kita lanjuti lagi seperti yang di harapkan." kata Pram yang masih memeluk Silvi.
Silvi hanya diam saja dan segera menutup matanya, dia pun ikut tidur bersama Pram di kamar mereka. Udara malam sangat dingin membuat Silvi dan berpelukan malam itu, dan seluruh keluarga yang ada di rumah Nita memakai selimut tebal semua.
__ADS_1
Semua tidur sangat pulas dan nyenyak sampai ke alam mimpi mereka. Nita dan Rian juga sangat lega sekarang Silvi sudah ada yang jaga dan bertanggung jawab akan dirinya.
Pram sudah pernah berjanji kepada Rian saat di Malaysia saat itu, dan Rian percaya serta memberi restu kepada mereka berdua. Sampai akhirnya semua terlaksana dan berjalan dengan lancar sampai sah sekarang menjadi suami dan istri.