PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 139. Waktu Bersama


__ADS_3

Silvi dan Rian pun pergi berlibur berdua saja, seluruh keluarga juga ikut berlibur ke tempat tujuannya masing-masing. Nanti terakhir akan berkumpul lagi di rumah Nita dan membuat syukuran kecil-kecilan disana.


Kali ini hubungan antara semuanya semakin kompak dan saling pengertian. Pram juga begitu care dan sangat peka terhadap keluarga, Silvi sangat beruntung menjadi istrinya Pram sekarang. Rian dan Nita berharap mereka hidup rukun selamanya dan selalu di selimuti kebahagiaan.


Ani dan keluarga...


Ani dan Aris sudah siapkan sedikit demi sedikit keperluan bayinya nanti saat lahiran. Nita nanti akan menemani Ani belanja keperluan anaknya saat pulang dari liburan mereka.


Kini usia kandungannya sudah 7 bulan dan 2 bulan lagi akan melahirkan. Ani dan Aris sudah mengecek jenis kelamin bayi mereka adalah perempuan. Ani dan Aris sangat senang sekali ketika tahu anaknya seorang putri.


Apa lagi mama Aris yang memang ingin sekali memiliki anak perempuan, karena Aris anak satu-satunya mereka tak ada lagi yang lain.


Jadi Mamanya sangat senang mendengar kalau cucunya seorang putri yang lucu.


***


Bella dan Derik pun akhirnya menikah,mereka tak akan menutupi pernikahannya lagi ke saudara-saudaranya yang lain.


Mereka merayakannya dengan pesta yang megah dan semua di adakan di hotel berbintang lima.


Kini mereka semua memiliki kehidupan masing-masing dan seorang suami yang bertanggung jawab kepada mereka. Pram dan Silvi saat ini memanfaatkan sekali liburan mereka, dan menciptakan rasa cinta yang semakin kuat diantara keduanya.


"Mas, terima kasih kamu tulus mencintai ku. Dulu Silvi sangat takut untuk memiliki hubungan dengan seorang pria, dan jujur apa lagi prianya seperti kamu mas."


"Aku pikir kamu pasti tak akan serius kepada ku saat itu. Namun kamu menunjukkan kesetiaan dan ketulusan kamu buka terhadap ku saja tapi juga perduli dengan keluarga ku."


"I love you sayang," Silvi mencium Pram.


Pram tersenyum kepada Silvi, dan dia memeluk Silvi lalu mencium leher wanita itu. Silvi merasa terlena dan nyaman dengan sentuhan bibir Pram disana.


Silvi langsung terbuai dan mereka pun mematikan lampu kamarnya malam itu. Dan malam itu menjadi saksi bisu bersatunya mereka dalam cinta yang suci.


Semua sudah berbeda dan tak sama seperti dulu. Silvi dan Pram sudah menjadi suami istri yang sah, Pram sangat senang dan bahagia ketika mendapat kepercayaan Silvi.

__ADS_1


Tak ada yang diinginkannya lagi sekarang, Pram hanya tinggal selalu menjaga kepercayaan itu yang di berikan kepadanya.


***


Rian dan Nita...


Nita dan Rian sangat senang Bisma sekarang sudah memanggil mereka papa dan mama. Bisma juga sudah lengket ke Nita yang memang adalah mama kandungnya.


Rian dan Nita sekarang semakin mesra dan romantis.


Sangat jarang mereka menghabiskan malam berduaan lagi semenjak pulang kerumah. Karena sangat banyak pekerjaan dan menyiapkan pernikahan Silvi saat itu.


Kini semuanya sudah selesai dan mereka bisa beristirahat sejenak dari aktivitas mereka setiap hari.


"Ma, papa rasa Bisma ingin adik deh. Kamu merasa gak atau dengar dia mengatakannya?" tanya Rian.


"Gak ada kok mas, Nita gak tahu sih." kata Nita yang dengan polosnya.


"Hem.., tapi Bisma pernah bilang ke mas loh." ujar Rian yang meyakinkan.


"Papa dedek, dedek pa, dia sambil membawa botol susunya." kata Rian.


"Yah sih papa, itukan maksudnya buatkan susu untuk dia pa..., buka minta dedek. Bagaimana sih papa ini." Nita tersenyum.


"Itu mah maunya papa saja pasti." Nita tambah mengejeknya.


"Hehehe .., mama tahu saja. Yuk ma sekarang." ajak Rian.


"Papa ...?!" Nita kesal kepada Rian yang suka menggoda saat Nita sedang kesal.


Rian pun tertawa karena melihat Nita yang cemberut wajahnya. Mereka sangat menikmati kebersamaannya saat liburan kali ini walau Bisma bersama mereka juga.


***

__ADS_1


Lisa dan Panji...


Anak mereka sudah lahir, dan Lisa melahirkan sepasang anak kembar. Kebahagiaan berlipat ganda, selama ini tak ada keinginan yang muluk asal sehat mau laki atau perempuan tak jadi masalah.


Namun Allah melimpahkan mereka langsung sepasang anak kembar dan lahir dengan sehatnya juga gemas.


Lisa sangat senang sekali dengan semua yang dia dapatkan dari Allah.


Kedua anaknya itu di beri nama Hanny dan Hanafi, keduanya begitu menggemaskan. Putih dan bersih, pipi mereka merona merah, dan ketika menangis seluruh wajah akan merah semuanya.


Hal itu membuat Panji sangat semakin gemas sekali kepada Hanny dan Hanafi. Sekarang Panji sudah menjadi seorang ayah dan Lisa menjadi ibu, seorang wanita yang telah sempurna untuk naik tingkat dari istri menjadi seorang ibu.


Seluruh keluarga sangat senang bahkan teman-temannya semua banyak mengucapkan selamat kepada Lisa dan memberikan berbagai macam hadiah kepada Hanny dan Hanafi.


Menikah itu merupakan sebuah ibadah yang luar biasa, karena pintu rezeki akan terbuka dimana-mana untuk keluarga kecil kita.


Dan Panji sudah merasakannya, ketika anaknya lahir Panji memenangkan tendernya dari klien dan sahamnya juga meningkat saat ini.


Panji tak lupa untuk bersedekah dan bersyukur dengan semua yang sudah di titipkan kepadanya sekarang. Dan panji berterima kasih pada istrinya karena sudah melahirkan anak kembar yang manis ke dunia ini.


Panji sekarang semakin tambah sayang kepada mereka semua, istri dan anak-anaknya. Dan Lisa menangis terharu dan bahagia saat ini di rumah sakit xxx.


***


Paginya Silvi dan Pram berenang sambil sarapan di tepi kolam, menikmati suasana pagi yang berbeda di negara tempat mereka tinggal. Setelah itu Silvi dan Pram akan tour keliling Brazil dan ketempat-tempat yang ingin mereka kunjungi.


Malamnya Pram akan memberikan kejutan kepada Silvi saat makan malam nanti di resto tempat hotel penginapan mereka.


Silvi tak tahu akan hal itu, semua sudah disusun oleh pengawal Pram dari jauh.


Sebenarnya hotel yang mereka tempati juga termaksud punya Pram namun Pram belum memberi tahukannya ke Silvi. Pram takut nanti akan ketahuan kejutannya, dan setelah itu baru Pram akan mengatakannya.


Aset Pram dan partner Pram ada dimana-mana saat ini, jadi tak heran dia begitu kaya tapi sikapnya hanya biasa saja tak terlalu mencolok sebagai orang yang tajir melintir.

__ADS_1


Rian tahu akan hal itu namun awalnya malah takut merestui adiknya menikah dengan Pram. Tetapi Pram dapat meyakinkan dan memperlihatkan ketulusannya kepada Silvi dan keluarganya yang lain. Jadi Rian pun mengaguminya dan memberi restu hubungan mereka berdua.


Sekarang semua sudah tak ada lagi keraguan dan pembuktian sudah di tunjukkan. Rian hanya bisa melepaskan adiknya itu ke Pram untuk menjalankan rumah tangga yang bahagia. Doa Rian selalu menyertai dan mama mereka juga lega serta bahagia melihat Silvi bahagia bersama Pram suaminya.


__ADS_2