
" Ma.., Yadi ma.." Linda mengadu ke Sumi mamanya yang pernah menjadi ibu tiri Panji.
" Kenapa dengan kalian lagi sih, mama capek banget kamu selalu mengadu sama mama tentang persoalan." Jangan ganggu kesenangan mama dong Lin, sudah ya..?!" ucap Sumi menutup pembicaraan.
" Ganggu aku saja yang sedang menginap dengan mas Pram." katanya Sumi ngedumel.
" Hem.., ada apa sayang." Kenapa wajah kamu cemberut begitu..?" Kamu tidak ingin bersama dengan ku kah..?" Atau kamu tidak suka kita di hotel ini, biar kita pindah saja dan pilih yang mana kamu mau." ujar Pram kekasihnya Sumi.
"Aku sudah bilang ke istri ku kalau aku ada tugas keluar kota dan pulang seminggu lagi." Jadi seminggu ini aku akan bersama mu loh sayang." Pram menarik selimut dan mereka pun tidur dalam gelap.
Namun Sumi masih belum bisa tidur dan memejamkan matanya. Dia masih kesal dengan Linda dan Yadi yang selalu ribut dan bertengkar. Sumi akhirnya memiliki rencana untuk pergi jauh saja dari mereka, dan ingin hidup bersama Pram saja yang jauh.
Sumi sudah mengetahui bahwa Yadi sekarang sedang mencari dukungan untuk perusahaannya. Perusahaan Yadi kini sudah diambang kehancuran, karena sudah tidak ada lagi investor yang mau bekerja sama dengannya.
Yadi pernah meminta bantuan ke Sumi, namun Sumi tak mau membantu Yadi dalam hal keuangan. Sedangkan Linda tidak mengetahui bahwa Yadi sedang sibuk mencari dana kesana dan kemari.
Sekarang Sumi tidak ingin bersama mereka lagi, rumah peninggalan sudah terjual. Kini Sumi sendirian dan harus melangsungkan hidupnya dengan cara bersama Pram saat ini.
Sumi akan meminta Pram menikahinya dan pergi jauh dari tempat sekarang ini.
Sumi sungguh sudah tidak lagi memperdulikan Linda dan anak - anaknya. Dia seakan - akan haus dalam bergelimang harta dan tahtanya untuk saat ini, tanpa perduli dengan anak kandungnya sendiri. Kini semua sudah berubah, karena harta dan uang membutakan dan menutup rapat - rapat hati nuraninya.
***
Linda yang sedang resah dan putus asa tak tahu mau bagaimana, dia bingung dengan perilaku suaminya yang pulang langsung marah - marah dan pergi begitu saja.
Linda mencoba kembali menelpon Yadi suaminya, namun ponselnya tidak aktif dari tadi. Kini dia mencoba menelpon mamanya kembali, dan tidak dapat tersambung ke ponsel mamanya. Ternyata Sumi sudah menonaktifkan ponselnya dan tidak ingin di ganggu oleh Linda lagi.
__ADS_1
Pram dan Sumi sudah hampir tiga tahun bersama dan sembunyi - sembunyi tanpa istri Pram tahu hubungan mereka. Sumi tahu Pram seorang pengusaha kaya raya itu adalah suami dari orang yang dia juga mengenalinya. Namun Cinta dan kekayaan membutakan hati Sumi saat ini.
Dari mereka belum menikah sudah pernah ada rasa satu sama lain, namun Sumi dulu lebih memilih papanya Panji yang sudah duluan memiliki harta dari pada Pram yang masih merintis.
Pram pun pergi merantau dan mengadu nasib di negri orang, sampai akhirnya menikah dengan wanita di tempat perantauannya. Selly teman Sumi saat dia dulu berkenalan dengan papanya Panji di Singapura. Selly yang memberi tempat menginap saat Sumi berada di Singapura kala itu.
Namun Selly kini tak tahu bahwa suaminya pun sekarang sudah direbut oleh Sumi. Teman yang Selly tolong dulu, kini diam - diam menusuk dirinya dari belakang. Sumi sudah membalas air susu dengan air tuba, kebaikan Selly tidak dipandang lagi oleh Sumi saat ini.
Sumi sekarang sedang asik bermain - main dengan suaminya Selly orang yang pernah menolongnya.
Saat di Bali, Pram dan Sumi bagai bulan madu menghabiskan hari - hari selama seminggu bersama. Selly yang mempunyai resto di Malaysia sibuk akan bisnisnya dan selalu percaya dengan suaminya Pram.
Selly saat ini sedang mengumpulkan uang untuk membelikan suaminya sebuah hadiah mobil yang suaminya inginkan. Rencananya hadiah itu akan di berikan saat ulang tahunnya nanti.
Tepat di bulan Desember depan Selly akan memberikan mobil itu dan berencana berlibur ke Eropa saat tahun baru nanti. Semua sudah disiapkan dan dipikirkannya, dan semua juga sudah Selly pilih tempat tujuan mau ke mana saja dengan Pram suaminya.
Tapi sayang Selly tidak tahu kalau Sumi sudah memberikan segalanya ke Pram suaminya.
Pram mendapatkan perhatian dan kenyamanan dari Sumi kekasih gelapnya itu.
Sumi juga mengambil keuntungan akan hal itu, dia juga ingin merasakan kasih sayang seorang pria dewasa dan terutama uang serta kesenangan.
Selly sungguh kalah cepat dan kalah saing dengan Sumi yang sudah duluan merayu suaminya itu.
Pram sebenarnya sudah mulai sedikit membeku hatinya. Pram menginginkan seorang anak dari Selly, namun Selly belum juga hamil dan mempunyai buah hati.
Selly memang beberapa tahun ini belum ingin mempunyai anak, karena dia masih merintis bisnisnya. Namun sekarang bisnisnya sudah berkembang dan sudah ada orang kepercayaannya yang bisa dia percayakan untuk mengelola bisnis - bisnisnya itu.
__ADS_1
Selly juga setiap tahun mengecek kesuburan rahimnya, dan kali ini dia sudah siap untuk memiliki buah hati bersama Pram.
Sudah beberapa bulan ini dia rajin konsumsi suplemen untuk kesehatan rahimnya.
Dan sekarang Selly benar - benar akan stay dirumah dan istirahat untuk segera mengandung anak Pram.
" Tring.., hallo mas Pram." Bagaimana kabar mas disana..?" Aku sangat merindukan mu sayang." ucap Selly yang sedang merindukan suaminya.
" Mas baik - baik saja kok ma.., bagaimana bisnis mama berjalan dengan lancar..?" Pram bertanya ke Selly dan memberikan kode ke Sumi untuk tutup mulutnya.
Pram tidak ingin Selly curiga akan hubungan mereka dan sampai ketahuan.
" Mas, aku punya kejutan untuk kamu." Nanti setelah kamu pulang aku akan beri tahu ke kamu." Kapan kamu kembali ke Jakarta mas..?" tanya Selly istrinya.
" Mungkin hari Rabu mas sudah sampai disana sayang.." Dan mas akan beri tahu kamu kalau sudah sampai." kata Pram.
" Baiklah mas, Selly nanti Minggu sudah terbang ke Jakarta." Selly akan tunggu kamu dirumah ya mas." I Love You sayang." ucap Selly yang menutup ponsel dan pembicaraannya.
Pram menarik nafasnya dan tidak tahu harus apa, Sumi datang memeluk Pram dan mencium pipi Pram.
" Siapa itu tadi mas..?" tanya Sumi.
" Selly istri ku, dia menanyakan kabar ku dan bertanya kapan akan pulang." ujar Pram.
" Lalu mas bilang apa..?" Sumi penasaran dan ingin tahu.
" Mas bilang Rabu sudah ada disana, dan akan bersamanya dirumah." Ada yang mau dia bicarakan ke mas, sepertinya itu sangat penting." Karena dia sendiri akan menyampaikannya saat kami sudah dirumah kami." ujar Pram sekali lagi.
__ADS_1
Sumi hanya diam saja dan tidak bertanya apa - apa lagi. Biar bagaimana pun Pram masih suami sah dari Selly, dan Sumi tidak punya hak untuk hal yang lain. Pram juga pernah bilang kalau mau bersamanya jangan campuri urusan pribadi dan rumah tangganya.