PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 71. Perjalanan Hidup


__ADS_3

Linda mulai mencari pekerjaan untuk dirinya, dia mencari kesana dan kemari. Sudah juga bertanya pada teman - temannya namun tidak ada satu pun yang memberikannya pekerjaan.


Linda tidak mudah menyerah dan tetap mencari dimana - mana.


Anak - anaknya sekarang selalu dititipkan ke tempat penitipan anak. Ririn pulang sekolah selalu di jemput oleh mereka dan di bawa ke tempat penitipan.


Linda berjalan menyusuri jalan dan mencari pekerjaan untuk dirinya agar bisa memenuhi kehidupannya.


" Tin, tin..." terdengar suara klakson.


" Hai !" Ini Linda kan ?" sapa seorang wanita dari dalam mobil.


" Iya saya Linda." kata Linda menjawabnya.


" Kamu siapa ya ?" tanyanya.


" Aku Maya, teman kamu dulu loh waktu SMA." ucap Maya yang memperkenalkan dirinya.


" Sudah lama gak bertemu ya Lin." Kamu mau kemana nih ?!" Yuk masuk biar ku antar." ajak Maya yang sebenarnya cuma basa - basi saja.


" Oke deh Maya." Linda pun naik dan duduk disebelahnya.


" Kamu sudah makan apa belum ?" Kebetulan aku belum makan siang jadi kamu ikut makan juga ya." katanya lagi.


Maya tahu Linda sekarang sedang membutuhkan pekerjaan untuk dirinya. Maya sekarang sengaja mendekatkan dirinya ke Linda. Maya ingin Linda memohon meminta pekerjaan untuknya dan Maya bisa memperbudaknya.


Mereka sampai di parkiran sebuah cafe, Maya mengajak Linda untuk makan siang disana.


Maya pun memesan makanannya, Linda sangat senang dan berpikir pasti Maya dapat menolongnya.


Maya pun mulai bertanya - tanya tentang Linda dan dia mulai bercerita tentang dirinya yang sedang mengalami kesulitan.


Linda juga bercerita ingin sekali bekerja agar bisa menghasilkan uang untuk kehidupannya.


Linda langsung bertanya kepada Maya apakah dia ada lowongan di kantornya. Tetapi dia tidak mengerti bagaimana cara berbisnis.


Linda kalau sekarang aku belum ada pekerjaan yang sesuai untuk mu, tapi kalau masalah kehidupan mungkin aku bisa membantu mu untuk sementara waktu.


"Berapa uang yang kamu perlukan ?" tanya Maya.


" Em.., bagaimana ya.. ?" Aku sendiri juga tidak tahu pasti berapa." Tetapi aku..." terhenti.


" Oke baiklah kalau begitu, ini kartu ATM ku dan di dalamnya ada 500 juta." Mungkin itu bisa untuk menolong kehidupan mu bersama anak - anak." kata Maya.


" Nanti bila masih kurang akan aku transfer lagi ke kartu itu." Tapi ini kertas harus kamu tanda tangani sebagai kartu itu sudah menjadi milik mu." kata Maya yang tersenyum ramah sangat manis.

__ADS_1


Linda langsung menandatangani tanpa membaca atau berpikir itu apa. Linda kesenangan karena mendapat uang dari Maya, dia berpikir hidupnya kali ini tertolong berkat Maya temannya itu.


Maya sangat senang sekali, akhirnya Linda masuk dalam jebakan yang dibuatnya.


Maya pun mengantarkan Linda pulang kerumahnya dan setelah itu pergi begitu saja.


" Akhirnya ada juga uang ku sekarang, anak ku bisa aku belikan susu dan untuk belanja bulanan kali ya besok."


" Dan..., kapan - kapan minta dipinjamkan mobil deh sama Maya." Kali saja dia mau kasihkan ?" ucapnya begitu sangat senang.


@@@@@@@@@@@@@@@@@


Nita masih belum kembali bekerja di kantornya, dia masih di beri cuti oleh pak Rahmat.


Nita dirumah beristirahat dengan ditemani oleh Aris abangnya.


" Mas Aris, Nita mau tanya ke mas."


" Bagaimana hubungan mas dan Ani ?" Adakah mas rencana kedepannya ?" tanya Nita.


" Mas sudah berencana untuk menikahinya Nita." Dan kami sekarang bukan berpikir cuma mau pacaran saja." Aris menjelaskan.


" Em.., mas sebenarnya Ani itu..." Nita berhenti dan bingung mau menjelaskannya.


" Apakah mas sudah tahu tentang diri Ani ?"


" Iya Nita,mas sudah tahu." Dan Ani sudah mengatakannya.


" Mas tidak mempermasalahkan itu Nita." ujarnya lagi.


Nita pun mengerti dan dia terdiam sejenak, dalam hatinya merasa bersyukur karena sahabatnya itu merupakan orang yang baik dan sudah banyak membantunya.


" Semoga kalian lancar dan disegerakan ya mas." Amiin.." ucap kedua abang adik itu walau tak sedarah.


Bibi di kampung menelpon ke ponsel Aris, mereka sangat cemas dengan keadaan Nita. Namun Nita sudah berbicara pada mereka dan memberi tahu bahwa Nita baik - baik saja.


" Bu, jangan khawatir putri ibu disini seperti ratu di layani semuanya."


" Rian sangat sayang padanya bu." ucap Aris ke ibunya.


" Syukurlah nak.., ibu senang mendengarkannya."


" Nita banyak istirahat dulu ya sayang, kalau masalah buah hati nanti Allah akan memberikannya lagi." Kamu yang sabar ya sayang." kata budenya ke Nita.


Pembicaraan pun sudah selesai dan Nita kembali ke kamarnya untuk istirahat.

__ADS_1


Sekarang masih jam sebelas, dan Rian akan pulang makan siang dirumah katanya.


Nita membuka lemari pakaiannya, dia mencari seperti suatu disana.


Sebuah buku album foto kecil yang selalu disimpannya di bawah lipatan baju.


Buku itu diambilnya, dan lemari ditutupnya kembali setelah buku itu dia pengan bersamanya.


Berjalan dan duduk di kursi teras kamarnya bersama tiupan angin yang berhembus sangat lembut.


Nita membuka bagian album itu satu persatu, dan melihat semua gambar di dalamnya yang sudah tidak cantik warnanya.


" Ayah..."


"Ibu..."


"Nita sangat merindukan kalian, disaat seperti ini ingin sekali menangis dan dipeluk oleh mu ibu."


" Hiks, hiks.." Nita menangis dan sangat terbawa perasaan.


Nita memeluk album kenangan itu, dan teringat ketika ayah dan ibunya pergi dan tidak pernah kembali lagi.


Saat itu Nita masih berusia 8 tahun, yang dia tahu ayah dan ibunya pergi bekerja dengan mobil mereka. Namun kecelakaan tragis terjadi sehingga jenazah mereka hancur, mobil mereka di tabrak truk yang melaju dengan sangat kencang.


Bude Nita tidak memberi tahukan saat kejadian itu terjadi, dan Nita di ungsikan untuk tidak mengetahuinya demi mental Nita.


Namun sekarang budenya sudah memberi tahukan kepadanya dan dimana makam kedua orang tuanya.


" Ibu, ayah..., calon cucu kalian juga sudah bersama kalian." Dan sekali lagi Nita kehilangan yang Nita cintai." Jagalah buah hati Nita bersama kalian ya ayah, ibu..." Nita mengelus perutnya dan merasa sangat kehilangan.


Tiba - tiba Silvi datang dan sudah di belakangnya mendengar perkataan Nita tadi.


Silvi menangis dan merasa sangat sedih melihat Nita, dia datang dan memeluk kakaknya itu.


" Kak..., maafkan Silvi ya."


" Silvi yang salah."


" Silvi malam itu tidak menjaga kakak..." ucapnya.


" Silvi, kapan kamu ada disini ?" tanya Nita sambil menghapus air matanya.


" Tadi Silvi sudah memanggil dan mengetuk pintu kamar kakak, tapi tidak ada jawaban dari dalam." Jadi Silvi masuk saja ke kamar kakak, takut kenapa - kenapa dengan kakak." ucap Silvi.


Nita pun mengerti dan merasa sekarang Silvi sudah menyayanginya.

__ADS_1


Nita memeluk Silvi dan mencium kening adik iparnya itu.


" Semua yang terjadi bukan salah Silvi, dan jangan menyalahkan diri mu lagi." Sudahlah ini memang jalan hidup yang harus kakak tempuh." kata Nita sambil menghela nafasnya.


__ADS_2