PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 85. 1 Bulan kemudian


__ADS_3

🍁 Pagi hari di rumah Pram...


" Hoek...!"


" Hoek...!"


" Mas..., tolong ambilkan tisu mas..., hoek !" Selly sedang muntah - muntah di wastafel kamar mandinya.


" Iya sayang..." Pram langsung datang membawakan tisu untuk Selly.


Lalu Pram pergi ke bawah dan meminta air hangat untuk Selly istrinya.


" Mbak, tolong air hangatnya segelas ya mbak. Dan minta segelas susu juga nanti antar ke kamar bu Selly." kata Pram yang khawatir dengan istrinya.


Pram naik lagi ke atas dan memberikan air hangat kepada Selly untuk di minumnya.


" Minum dulu airnya sayang, kamu kenapa pagi - pagi sudah muntah begini ?" tanya Pram.


" Aku juga gak tahu mas ? rasanya perut dan mulut ku tidak enak." ucap Selly yang lemas karena habis muntah - muntah.


Selly di bawa ke tempat tidur oleh Pram agar bisa rebahan.


" Tok, tok, tok, permisi tuan." ucap art nya.


" Masuk mbak, bawa kesini susunya." kata Pram yang di barengi art nya masuk dan membuka pintu kamar mereka.


" Bu Selly ini susu hangat untuk ibu. Ibu kenapa pak ?" tanya mbaknya yang perduli.


" Iya mbak, entah kenapa ibu kok muntah - muntah saja pagi ini." ucap Pram yang bingung.


" Maaf bu, kalau boleh saya tahu bagaimana dengan men***asi ibu bulan ini ?" mbak bertanya tentang kondisi majikannya.


" Sudah sebulan ini saya gak ada mbak. Dan mulut serta perut saya gak enak sekali." kata Selly yang memang suka cerita ke art nya.


Selly selalu baik pada art nya dan suka bertanya dan cerita karena art nya sudah banyak pengalamannya.


" Oh, atau jangan - jangan ibu sedang hamil tuan..., coba pergi ke rumah sakit saran saya." katanya lagi.


" Oh iya mas, ini kan jadwal kita menemui dokter Siska. Selly sampai lupa mas." Selly mengingatkan suaminya.


" Iya sayang mas pun sangat lupa, untung mbak mengingatkannya. Terima kasih mbak sudah mengingatkan." Pram baru menyadarinya.


" Baiklah pak, bu, saya ke belakang lagi ya. Tuan apa mau sarapan dulu ?" tanya mbaknya.


" Saya tidak..." terhenti karena dipotong.


" Iya mbak, kita sarapan saja dulu di rumah." ucap Selly yang memotong pembicaraan Pram.

__ADS_1


Pram pun tidak bisa berkata apa - apa lagi, Selly meminum habis susu hangat itu. Kini perutnya sedikit lumayan enakan dan dia bisa melanjutkan makan roti selai untuk sarapan paginya.


Mereka turun ke bawah menuju meja makan dan segera duduk bersama.


Roti sudah di hidangkan bersama selainya, Selly memakan setengah rotinya lalu menutup mulutnya dengan tangannya. Pram tidak tahu dan tidak perhatikan Selly saat sedang makan.


" Hoek !" Selly berlari ke kamar mandi di dekat dapur rumahnya.


" Hoek !" terdengar lagi suara Selly.


" Hoek !"


" Tok, tok, tok !" Pram mengetuk pintu kamar mandi itu.


" Sayang kamu tidak apa - apa ?" tanya Pram yang khawatir.


Art nya merasa khawatir namun hanya diam memperhatikan dan menunggu Selly keluar dari dalam.


Art merebus beberapa ruas jahe ke dalam panci air, setelah mendidih menyaringnya ke dalam gelas.


Air jahe itu di tambah sedikit madu agar tidak hambar terasa.


Selly keluar dari kamar mandi dan dia memegangi kepalanya. Pram membantu memapah dia berjalan dan duduk lagi ke kursi makannya.


" Bu Selly ini ada teh jahe yang bisa sedikit meredakan mual - mual ibu saat ini." kata art nya.


Selly meminum teh jahe hangat itu, perutnya terasa hangat di dalam dan sedikit meredakan mual nya kala itu.


Pram sudah selesai sarapan dan meminum susunya. Selly juga sudah habis minum teh jahe yang di buat untuknya.


Lalu Pram mengajak istrinya untuk pergi menemui dokter Siska di rumah sakit.


Sebelum pergi kesana Pram ingin menelpon dulu dokter Siska, apakah beliau sibuk atau tidak.


Karena mereka ingin bertemu tetapi belum membuat janji kepadanya.


" Tring...!"


" Tring...!"


" Iya hallo pak Pram, ada apa ?" tanya dokter Siska.


" Begini dok, saya dan istri saya ingin menjalani pemeriksaan. Tapi belum buat janji sama bu Siska, apakah bu dokter ada waktunya ?" Pram bertanya ke dokter Siska.


" Oh, bisa pak Pram saya kebetulan lagi tidak ada urusan dan bapak bisa segera melakukan pemeriksaan terhadap bu Selly." dokter itu menjelaskan.


" Baiklah bu, saya akan segera kesana sekarang bersama istri saya." pembicaraan pun ditutup.

__ADS_1


Selly dan Pram langsung menuju ke rumah sakit, sesampai disana segera menemui dokter Siska dan diantar oleh suster ke ruangannya.


" Tok, tok, tok...!"


" Permisi dokter Siska, ada pak Pram dan bu Selly mau bertemu dokter." ucap suster tersebut.


" Oh iya suster, persilakan masuk saja." ucapnya.


" Silahkan masuk pak Pram dan bu Selly." ucap suster lalu permisi kembali.


Pram dan Selly pun masuk ke dalam, dokter siska langsung mempersilahkan mereka duduk untuk menunggu sebentar.


Dokter Siska masih menulis kertas yang ada padanya, namun entah apa yang dia tulis. Tapi tidak beberapa lama dia pun selesai dan merapikan kertas tersebut.


" Maaf ya pak Pram dan bu Selly ada pekerjaan sedikit yang harus segera saya isi." ucapnya meminta maaf.


" Tidak apa - apa dokter kami paham kok." kata Selly.


" Apa yang bisa saya bantu bu ?


" Pak ?" tanya bu Siska.


Pram menjelaskan tentang Selly istrinya pagi ini, lalu mereka mengingatkan tentang pemeriksaan yang harus dilakukan bulan depan tersebut. Dan Selly juga mengatakan tentang mens****si nya kepada dokter Siska tersebut.


Lalu dokter itu segara membawa Selly ke ruangan USG, untuk pemeriksaan rahim dalam Selly. Setelah sampai di ruangan itu, Selly pun langsung di periksa olehnya.


Dokter itu mengecek dan melihat ke layar monitornya, begitu juga dengan Pram yang ikut memperhatikan.


Dokter Siska sedikit tersenyum dan terlihat bahagia, dia sangat puas akan hasil pemeriksaannya itu.


" Baiklah bu Selly pemeriksaan sudah selesai. Dan selamat ya bu Selly dan pak Pram, program kita berhasil dan sekarang bu Selly sedang hamil."


" Bu Selly hamil sudah masuk 4 Minggu setelah saya lihat dari pemeriksaan tadi." ucapnya sambil tersenyum lebar.


" Alhamdulillah..., yang benar bu dokter ?!" kata Pram seakan tak percaya.


Dokter itu menganggukkan kepalnya, Pram dan Selly berpandangan sambil tersenyum. Dan Selly sempat menangis karena sangking bahagianya.


Dia mengelus perutnya dan Pram mencium perut Selly saat itu juga.


" Terima kasih bu dokter, saya sangat bahagia sekali mendengarnya." ucap Pram.


" Ingat ya pak Pram, bu Selly harus banyak istirahat dan selalu makan makanan bergizi serta jangan sampai stres sekali." dokter Siska memberi nasihat kepada Selly dan Pram.


Pram memeluk dan menggenggam tangan Selly sangat erat. Mereka pun permisi untuk segera pulang kerumah.


Dokter Siska juga sudah memberi resep vitamin dan yang lainnya untuk di konsumsi Selly agar janin yang ada dalam kandungannya selalu sehat.

__ADS_1


__ADS_2