PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 97. Kontraksi


__ADS_3

🌟 Nita di bawa ke rumah sakit dimana biasa dia kontrol, takut kenapa - kenapa juga dengan kandungannya.


Setelah di cek tekanan darah dan yang lainnya semuanya normal dan Nita pun sudah sadar dari pingsannya.


Nita pun di perbolehkan pulang kerumah saat itu juga, namun tiba - tiba Nita berteriak dan merasa kesakitan.


" Agh..., tolong perut saya sakit sekali. Tolong...!" Nita terduduk dan memegangi perutnya.


" Huh..., huh..., huh..." Nita mencoba tetap tenang dengan nafas yang memburu.


" Dokter! dokter...!"


" Sepertinya bu Nita akan melahirkan.., tolong saya ambil kursi roda untuk bu Nita." ucap suster itu mencoba membantu.


" Nita sabar Nit, tetap semangat. Ada aku disini, yang kuat Nita." Ani mencoba memberikan semangat kepada Nita.


" Nita, jangan takut mama akan menemani mu di dalam nak." ucap mama mertuanya yang sangat panik dan ingin bersamanya.


" Maaf bu, ini sangat serius, ibu tidak bisa menemaninya di dalam. Bu Nita belum waktunya melahirkan tetapi ada sesuatu yang membuatnya menjadi lebih awal melahirkan." ucap suster menerangkan kepada mereka.


Silvi sementara berapa di rumah sedang tidur, dia baru pulang dari magangnya di luar kota jadi dia sangat kelelahan sekali.


Operasi di lakukan, mereka tak memberikan Nita untuk lahiran normal karena takut nanti terjadi sesuatu yang fatal. Ani dan Mamanya Rian sedang menunggu di luar ruangan operasi. Mereka terlihat sangat cemas dan tak tahu harus bagaimana saat itu.


" Ya Allah..., ada apa dengan semua ini. Rian yang menghilang karena kecelakaan dan Nita yang tiba - tiba melahirkan. Hamba hanya ingin selamatkan lah mereka semua dari marabahaya ya Allah..." mama berdoa untuk anak dan menantu serta calon cucunya.


Beberapa jam kemudian...


Ani dan mama sudah menunggu selama 2 jam yang lalu, namun belum ada tanda - tanda bayinya sudah lahir atau belum.


Tiba - tiba suster berjalan cepat keluar dengan membawa seorang bayi.


Lalu bayi itu di bawa ke ruang ICU untuk di masukkan ke dalam inkubator karena bayi tersebut belum genap sembilan bulan dan belum siap untuk lahir.


Bayi itu adalah anak Nita dan Rian, dia berjenis kelamin laki - laki, dengan berat 2,5 kilo gram dan panjang 49cm.


__ADS_1


Tetapi Nita masih belum juga keluar dari ruang operasi tersebut, bahkan mama dan Ani menunggu sudah bertambah 1 jam lagi disana.


" Tring.., tring.., hallo ma. mama dimana? Silvi cari mama gak ada dirumah dan rumah kak Nita juga sepi." Silvi menanyakan keberadaan mamanya.


" Mama dirumah sakit Sil, kak Nita kontraksi dan mau melahirkan tadi." mama memberi penjelasan.


" Loh? bukannya belum 9 bulan ma? kok bisa kontraksi?" Silvi menjadi bingung.


" Sudahlah Sil, kamu kesini saja. Rumah sakit xxx ya Silvi, nanti ibu bicarakan ke kamu." Kata ibunya Silvi.


Silvi pun langsung mandi dan pergi ke rumah sakit itu, dia segera memesan taksi dan pergi dari rumah tanpa makan terlebih dahulu.


Bella dan Rian...


Bella sudah bisa berjalan kembali namun masih belum lancar sekali.


Dia pergi ke ruangan dimana Rian berada, dia ingin memastikan kalau Rian akan baik - baik saja.


" Suster coba kamu cek perkembangannya orang ini apakah ada perkembangannya." dokter itu.


" Dokter bagaimana dengan Ramon dok? tanya Bella yang ingin tahu dari kondisi Rian.


Bella sangat senang mendengar nya dan ingin bersandiwara bila Rian sadar dan ingatannya terganggu nanti.


Dia ingin berperan memainkan menjadi istri Rian saat itu dan tinggal bersamanya serta mengusir Nita dari rumah itu.


Bella pun keluar ruangan itu dan kembali ke ruangannya sendiri.


" Bella, kau dari mana saja? tanya Imel.


" Aku mencari mu, aku juga ada kabar untuk mu." ucapnya lagi.


" Bagaimana? apa sudah kau kirim foto - foto itu ke rumahnya?" tanya Bella yang ingin mengetahui bagaimana reaksi Nita istrinya Rian.


" Maaf Bella aku belum mengirimkannya, karena Nita istrinya Rian sedang berada di rumah sakit karena melahirkan anaknya." ucap Imel yang memberi tahu Bella.


Bella sangat kesal dan semakin marah, rencananya sedikit gagal. Sebenarnya Bella ingin Nita keguguran dan tak akan melahirkan bayinya itu.

__ADS_1


" Sayang sekali anak itu sudah lahir ke dunia, aku harus segera menikah dengan Ramon dan mencampakkan Nita yang sudah mengambil Ramon dari sisi ku." sangat dendam.


***


Nita sudah keluar dari dalam ruang operasi, dan sekarang sudah berada di dalam ruang kamar rawat pasien.


Nita saat tertidur karena kelelahan dan sangat mengantuk, dia juga masih dalam keadaan bius yang belum habis.


Tubuhnya masih belum terasa bila di sentuh atau di pegang oleh orang lain.


Silvi pun datang ke rumah sakit itu dan mamanya sudah menceritakan semuanya kepada Silvi.


" Ma, kasihan sekali sekali kak Nita, hiks, hiks..." Silvi menangis.


Dia tak kuat melihat anak Rian yang berada di dalam inkubator itu, dia masih terlalu kecil untuk bisa merasakan kejamnya dunia ini.


Silvi pun juga sedih saat mendengar abangnya kecelakaan dalam jatuhnya pesawat yang dia tumpangi. Ani masih menunggu Nita disampingnya, dan menemani Nita dari malam sampai di pagi hari.


Pagi itu Ani menelpon Maya dan memberi tahu bahwa dia dan Nita tak masuk kantor. Dan Ani memberi tahu alasannya dan menjelaskannya kepada Maya saat itu juga.


Maya pun mengerti dengan semua yang telah terjadi pada Nita dan Rian saat itu. Kabar tentang kecelakaan dan hilangnya Rian sudah menyebar kemana - mana.


Namun pengawalnya Rian tidak percaya kalau bosnya belum meninggal dan masih hidup sampai saat ini. Dan Maya memberi tahukan ke semua karyawan kantor Nita dan mereka semua berencana akan memberi support ke atasan mereka Nita.


***


Sore itu Maya, Yanto dan beberapa karyawan datang ke rumah sakit menjenguk Nita disana.


Kebetulan Nita sudah bangun dan biusnya sudah habis, Nita merasakan sakit yang amat sangat di bagian bawah pusarnya karena pasca lahiran cesar anaknya.


" Tok, tok, tok, permisi bu..." Maya mengetuk pintu kamar rawat Nita.


" Oh, Maya dan lainnya silahkan masuk." Ani menyambut mereka.


Maya, Yanto dan yang lainnya pun masuk dan melihat keadaan Nita di dalam ruangan itu. Sebelumnya Ani sudah berkata pada Maya untuk tidak berkata apa pun tentang pak Rian saat datang ke rumah sakit.


Ani takut Nita bertambah shock dengan kondisinya yang sekarang ini, dan dokter Aisyah juga melarang untuk tak membuat pikirannya menjadi stres.

__ADS_1


kelahiran anaknya yang belum cukup umur dalam kandungan itu karena adanya shock saat mengetahui Rian suaminya telah mengalami kecelakaan pesawat saat itu.


Maka terjadinya kontraksi yang tak terduga di dalam kandungannya.


__ADS_2