PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 106. Berpikir Positif


__ADS_3

Brem..." suara mobil yang masuk ke garasi mobil.


Citt..." rem pun di injak oleh Ani.


Ani keluar dari mobil cepat - cepat dan berlari ke arah wastafel untuk mencuci tangannya.


" Bisma..." Ani berteriak memanggil anak Nita saat itu.


" Ani barang - barangnya bagaimana...?!" kata Nita yang kesal kalah cepat dengan Ani yang berlari duluan bertemu dengan Bisma.


" Mbak, tolong barang belanjaan ibu Nita di dalam bagasi mobil ya, terima kasih..." Ani langsung berlari lagi mencari Bisma.


" Bilangnya ibu - ibu yang gak bisa lihat yang gemoy, lah dia sendiri tante - tante yang gak bisa lihat anak orang gemoy." Nita merasa kesal.


Art nya pun datang membantu Nita untuk mengangkat barang belanjaannya. Nita pun masuk dan meletakkan belanjaannya di dapur semua, dan itu nanti mbaknya yang akan memilih dan memilahnya.


Bagasi mobil sudah di tutup, dan tas Nita dan Ani pun di bawa masuk oleh Nita. Setelah itu Nita mencuci tangannya lalu mencari Bisma dan Ani di ruang tengah keluarga.


" Bu..." Nita menyapa mertuanya.


" Kalian sudah makan nak?" tanya ibu mertuanya.


" Belum bu, ini mau ketemu Bisma sebentar saja, aku kangen banget padanya." Nita pun menghampiri Ani.


" Ani, gantian dong kita gendongnya..." Nita yang sangat ingin menggendongnya.


" Sebentar dong mama, aku masih mau sama aunty Ani..., ya kan Bisma..?" Ani tak mau memberikannya.


" Ani..?!" Nita mulai merengek.


" Baiklah Bisma..., kamu sama mama kamu ya.., nanti mama kamu mengomel lagi sama aunty seperti tadi." kata Ani menyerahkan Bisma ke Nita.


Ani langsung mengambil teh manis hangat yang di suguhkan oleh art nya untuk mereka karena sudah lelah bekerja.


" Mbak masak apa hari ini mbak?" tanya Ani ke art tersebut.

__ADS_1


" Masak sayur asem dan sambal terasi serta ada ikan asin dan ayam goreng tak lupa lalapan kesukaan mbak Ani." kata art itu.


Ani sangat lapar mendengarnya, dia sudah tak tahan ingin segera makan malam.


" Wah..., mbak mantap sekali tuh. Tahu saja kesukaan aku mbaknya, hehehe..." Ani pun ingin makan segera.


Ani mengajak mamanya Rian dan Nita untuk makan bersama, dia sudah sangat lapar sekali. Akhirnya Bisma tertidur di gendongan Nita dan menyerahkannya ke susternya untuk di tidurkan ke kamarnya.


Mamanya Rian, Nita dan Ani pun makan malam bersama malam itu. Bisma sudah pulas tertidur bersama susternya, dan Nita sudah melepas kangennya dengan Bisma yang gemoy itu.


Tiba - tiba mama teringat amplop itu dan langsung mengatakannya kepada Nita saat makan malam itu. Nita pun pergi mandi setelah beberapa menit selesai makan malam.


Ani dan Nita lalu mandi dahulu sebelum tidur, mereka belum membersihkan diri dari pulang tadi.


Nita melihat amplop itu di meja kecil kamarnya.


Namun dia belum mau membukanya, dia hanya melihat amplop itu saja. Hanya ingin tahu itu dari mana dan dari siapa. Ternyata tidak tertulis disana alamat dan nama pengirimnya.


Tapi Nita tak mencurigainya sama sekali, dia lalu pergi dan membiarkan amplop itu disana. Nita pergi mengambil Bisma dan membawanya ke kamar Nita untuk tidur bersamanya.


Nita sedang menikmati menjadi seorang mama dan seorang papa untuk anaknya sendirian. Dia bersyukur memiliki mertua dan sahabat serta Silvi adik iparnya yang sedang belajar untuk bisa menjalankan perusahaan abangnya.


***


Bisma sudah di kamarnya Nita, melihatnya tidur membuat Nita merasa bersyukur akan memiliki dirinya.


" Bisma..., terima kasih kamu mau berjuang di dunia ini untuk temani mama. Mama sangat bersyukur sekali semenjak kamu lahir ke dunia ini, walau papa belum di temukan..., kita akan berusaha selalu bersama - sama." kata Nita.


" Kau cukup semangati mama saja dengan senyuman mu dan keceriaan kamu saja di hidup mama. Kau anak mama yang kuat dan anak mama yang sangat pintar." ucap Nita lagi.


Nita mengecup pipi anaknya dan menyelimuti anaknya dengan selimutnya. Setelah itu Nita baru mengambil amplop coklat itu, dia ingin tahu isi dari amplop yang dikirim kepadanya.


" Srekk..." kertas itu di sobeknya.


Nita mulai membuka amplop itu perlahan - lahan dan mengeluarkan isinya, kertas itu terbalik saat Nita ingin melihatnya. Lalu Nita membalikkan beberapa dari kertas tadi, matanya Nita mendelik seperti mau keluar saat melihat foto - foto itu.

__ADS_1


Dia seakan tak percaya akan yang di lihatnya saat itu, wajah yang dia kenal dan bahkan yang dia cintai ada di kertas itu. Tangannya menutup mulutnya dan matanya berkaca - kaca saat melihat lagi foto - foto yang lainnya.


Saat itu Nita tak ada berpikiran yang lain, dia hanya gembira melihat wajah suaminya itu. Sedangkan wajah dan wanita yang ada bersama Rian dalam foto itu tak dihiraukannya.


Nita terlalu senang dan terlalu berpikiran positif saat itu, sehingga maksud tujuan ingin membuat Nita sedih malah membuat dia sangat bahagia.


Nita memeriksa lagi amplop tersebut dan ada sebuah surat di dalamnya.


..." Kami yang sedang bahagia karena saling mencintai sangat senang saat bertemu kembali. Sedangkan yang menanti akan menjadi masa lalu yang tak pernah akan di ingat kembali."...


Itu isi dari kertas tersebut dan Nita membacanya dengan sangat tak konsentrasi apa yang di sampaikan dari surat itu ditujukan untuk menyakiti dirinya.


Nita pun tertidur dengan memandangi foto suaminya itu dan di peluknya dekat hatinya. Bisma pun masih tertidur dengan lelap di samping Nita malam itu.


Malam itu Nita tidur dengan perasaan senang karena dapat melihat foto Rian kiriman dari seseorang, yang dalam benaknya berarti Rian masih hidup saat ini.


Yang ada di dalam pikirannya hanya Rian pasti masih hidup sampai saat ini. Dan dia akan berusaha untuk mencari tahu keberadaan Rian saat ini.


***


Paginya saat di kantor, Nita menunjukkan foto - foto itu pada Ani di ruangannya.


Ani sangat terkejut melihat hal itu, dan membaca surat tersebut. Ani dan Nita memiliki pemikiran yang sama, mereka saling berpandangan satu sama lain.


Mereka semakin yakin kalau Rian masih hidup, namun entah dimana sekarang keberadaannya.


Ani pun memberi kabar itu ke Aris serta ke Panji siang itu juga, Ani mengirim foto itu kembali dengan ponselnya ke ponsel Panji disana.


Lalu Panji membuka kiriman pesan tersebut, dan melihat ada Bella disana. Ani juga menceritakan bagaimana foto itu berada pada mereka saat ini.


Panji pun sudah mengerti dan semakin jelas dengan semuanya, Panji meminta Ani mengirim foto Nita dan anaknya ke ponsel Panji.


Saat ini Panji memiliki rencana yang bagus untuk dimainkan pada mereka.


Namun Panji belum tahu siapa yang menjadi dalang dari permainan tersebut, serta siapa yang ada di belakang Bella yang selalu membantunya.

__ADS_1


Panji juga akan mencari tahunya dengan sedetail - detailnya, bahkan nanti akan mempublikasikannya dengan wawancara live di siaran tv sekitar Singapura.


__ADS_2