PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 93. Pulang ke Makasar part 2


__ADS_3

Pagi itu Aris sudah pulang dari memesan dan mengatur keberangkatannya nanti sore ke Makasar.


Dia pulang ke rumah dan mengepak barang bawaannya lagi. Sebuah bunga di dalam vas di letakkan Aris di kamar Ani siang itu.


Sorenya Aris akan berangkat pulang ke kampung halamannya.


Aris beristirahat sebentar di rumah Nita dan sudah memesan taksi untuk sekitar jam 4 sore.


Aris akan berangkat nanti sore dengan memberi kabar ke Ani lewat ponselnya.


" Ani, nanti sore mas akan berangkat ke bandara dan kamu jaga kesehatan sampai nanti kita melangsungkan acara kita." ucap Aris di ponselnya.


" Tring..." suara pesan masuk.


Ani yang mendengar suara ponselnya langsung mengecek dan membaca pesan itu. Ani langsung mengecek jam dan segera menyiapkan berkas dan pekerjaannya dengan cepat. Ani ingin menemui Aris dan mengantarnya ke bandara bersamanya.


" Aku harus bisa menyiapkan semuanya hari ini juga sebelum jam 5 sore nanti. Aku tak mau mas Aris pergi tak bisa bertemu dengan ku." berkata dalam hatinya.


3 jam kemudian, Ani sudah selesai pekerjaannya. Dia menemui Nita saat itu, dia ingin izin tapi masih terpikir Nita yang akan sendirian di kantor dengan kondisinya.


Tiba - tiba Nita menghampiri Ani..


" Hai Ani, ayo kita pergi sekarang." ucap Nita.


" Kita mau kemana Nita? apa semua sudah selesai?" tanya Ani.


" Kita mau antar mas Aris, dia akan berangkat pukul 6 sore ini. Dan aku sudah minta mas Rian langsung kesana juga untuk mengantar mas Aris ke bandara." ucap Nita yang mengerti akan perasaan Ani.


" Terima kasih Nita, kamu sangat mengerti aku." kata Ani sambil tersenyum bahagia.


" Kamu kan sebentar lagi akan jadi kakak sepupu ku." ucap Nita menggodanya.


Mereka pun langsung segera pergi ke bandara. Rian yang dari kantor akan menjemput Aris ternyata sudah pergi duluan dengan taksinya.


" Mas Aris selalu tak ingin merepotkan orang lain. Padahal dia sudah ku anggap seperti abang ku sendiri, sama seperti Nita menganggapnya begitu." ujar Rian dalam hatinya.


Aris sudah tiba di bandara, semua barang bawaannya juga sudah masuk ke dalam. Tapi Aris masih menunggu mereka datang untuk berpisah sementara.


" Mas Aris...!" Ani memanggil.


Aris menoleh dan melihat mereka semua datang untuk mengantarnya.


Ani sedikit menangis dan tak kuasa menahan perasaannya.


Sementara Ani berlari menghampiri Aris, Nita di belakang Rian yang menyorong kursi rodanya.


Ani langsung memeluk Aris dan tak menghiraukan yang lain.

__ADS_1


" Mas cepatlah kabari aku bila sudah ada kesepakatan, dan jangan tinggalkan aku sendiri lagi terlalu lama ya mas..?" ucap Ani yang tersedu.


" Iya mas akan usahakan urusan pekerjaan cepat selesai. Setelah itu, baru akan segera mas kabari kamu disini." kata Aris kepada Ani.


" Mas kirim salam pada bude dan pakde ya mas. Dan bilang lah bahwa aku sangat merindukan kalian." ucap Nita kepada Aris.


Aris pun mengerti dan menganggukkan kepalanya, Rian pun tersenyum dan mereka bersalaman.


Ani pun berpisah dari Aris, pesawat akan segera terbang. Jadi Aris sudah masuk ke dalam dan akan segera menaiki pesawatnya.


Ponsel Aris sudah dimatikan, semua orang sudah masuk ke dalam pesawat tersebut. Ani dan Aris akhirnya berpisah lagi tapi kali ini perpisahan untuk menjadi satu.


Setelah kepergian Aris dengan pesawatnya, Mereka pulang kerumah semua. Art menyambut kehadiran mereka dan art itu berbicara ke pada Ani.


" Mbak Ani, tadi mas Aris ada titip sesuatu tuk mbak. pesan ke saya tuk bilang ke mbak kalau sudah pulang.


" Mas Aris letak titipannya di kamar laci dekat tempat tidur mbak." ucap art itu.


" Oh iya mbak terima kasih." ucap Ani yang berlari melihatnya ke kamar.


" Loh, Ani dimana mbak?" tanya Nita ke art nya.


" Ada di kamarnya bu..." kata art.


Nita pun diam dan mengerti, di kira kecapean atau apalah.


Ani membuka pintu kamarnya dan dia sangat terkejut, sebuah bungan cantik di dalam vas nya diletakkan di atas meja kecil di sebelah tempat tidurnya.



" Bunga yang indah mas Aris berikan untuk ku." berkata dalam hatinya.


Lalu Ani teringat akan titipan itu, dia membuka laci lemari kecil itu. Dan dia melihat suatu kotak kecil disana berwarna merah.


Kotak itu sangat cantik sekali, Ani membukanya seketika dia kaget melihatnya. Sepasang cincin tunangan yang sudah di persiapkan oleh Aris untuk mereka berdua nanti.


Ani melihat ada sebuah surat kecil di bawah kotaknya, Ani mengambil dan membacanya.


" Sayang, ini bukti ke sungguhan ku untuk melamar mu. Kamu simpan bersama mu sampai nanti kita bertemu kembali lagi, Aris kekasih mu."


Ani sangat sedih membaca isi surat kecil itu, dia memeluk kertas itu dan menitihkan air mata.


Ani sungguh terharu dan membuatnya semakin bertekad untuk menunggu kabar dari Aris saat ini.


Ani tak keluar kamar lagi dari tadi malam, bahkan dia tak keluar untuk makan malam.


Namun Nita tak mau mengganggunya, Nita lebih memilih membiarkan temannya yang masih sedih untuk istirahat dan tidur agar tak terlalu memikirkan banyak hal.

__ADS_1


Rian sudah selesai mandi, dan dia memapah Nita untuk jalan ke kamarnya. Nita ingin berjalan perlahan menaiki tangga untuk sampai ke kamarnya.


Nita sudah mulai mengantuk dan sangat lelah sekali malam ini.


Namun Rian masih saja menggodanya, dan menyentuhnya dengan kelembutan.


" Mas.., kamu katanya lelah tapi malah seperti menggoda." ucap Nita.


" Iya mas sangat lelah tapi.." Rian terhenti berbicara.


Nita hanya diam dan bertanya lagi, Rian yang tiduran di pangkuan istrinya itu tak ada berkata - kata lagi.


Lalu Nita melihat ke arah wajah Rian, ternyata dia sudah tertidur di pangkuan Nita saat itu.


" Huh..., dasar mas Rian." ucap Nita yang menggelengkan kepalanya.


Nita pun memperbaiki arah tidur suaminya, dan Nita tidur di sampingnya.


Nita tak lupa mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke ponsel Ani.


" Ani.., kalau kau nanti bangun, makan dan isilah perut mu." di kirim.


Pesan sudah terkirim dan Nita pun tidur di kasurnya bersama Rian.


Ani yang sudah tertidur pulas tak tahu ada pesan dari Nita masuk di ponselnya.


Mereka mempunyai masalah mereka masing - masing, tetapi tetap saling mendukung dan memberi semangat.


Persahabatan mereka sudah cukup lama, dan melewati 7 tahun bersama itu bukanlah perkara mudah untuk mereka.


Nita selalu support saat Ani sahabatnya ada masalah walau sulit untuk bisa membantu. Tapi Nita tak membiarkan Ani sendirian menghadapi masalah itu.


***


Malam semakin larut, udara semakin dingin Ani terbangun karena kedinginan. Lalu dia melihat ponselnya ternyata ada pesan dari Nita.


Pesan itu di bacanya dan dia ingat bahwa dia belum makan malam saat itu.


Ani langsung duduk dari tidurnya dan berjalan ke arah dapur untuk mencari makanan untuk di makan. Di atas meja masih ada roti dan selai, Ani tak ingin ribet untuk mengisi perutnya jadi dia membuat roti selai saja untuk makan malamnya.


Setelah itu Ani mengambil air dan membawanya ke dalam kamar.


Dan Ani pun kembali beristirahat lagi.


Bersambung manteman.....


jangan lupa dukung like komen rate serta favoritkan agar kamu bisa mendapatkan sambungan ceritanya yang pertama kali...Radiah ❤️

__ADS_1


Terima kasih....


__ADS_2