
Ani pergi ke cafe tempat biasa temannya dulu kerja.
Saat sampai di depan cafe Ani segera turun dan masuk ke dalam gedung itu.
Ani langsung ke tempat coffee barnya, dia menanyakan temannya itu. Tapi ternyata temannya sudah tidak bekerja disana lagi rupanya.
Ani pun memesan cappucino dingin dan duduk di meja no 3 di cafe itu.
Saat sudah duduk di kursinya Ani mengambil ponsel dan tanpa sengaja melihat Imel mantan karyawan Nita dulu yang di pecat nya.
Ani melihat Imel sedang duduk dengan seorang wanita cantik disana. Tapi dia tak tahu siapa wanita itu, Ani merasa mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius disana.
Lalu Ani merekam mereka dari jauh, tapi tak tahu mau buat apa. Dia hanya iseng saja dan nanti akan di berikan lihat pada Nita di rumah.
" Ani ?!" terdengar suara yang tidak asing di telinganya dari belakang.
Ani cepat - cepat mematikan ponselnya dan berdiri lalu berbalik ke belakang.
" Hah ?! Mas Aris !" mata Ani melotot melihat pria itu didepannya.
" Mas Aris ?!"
" Ini kamu mas? ini memang kamu !" Ani tak percaya.
Matanya berkaca - kaca dan langsung memeluk Aris seketika.
Aris juga memeluknya dan mengecup kepala Ani saat itu.
" Iya Ani, ini mas Aris. Mas Aris mu sudah pulang ingin menjemput mu disini." kata Aris di telinga Ani.
" Hiks, hiks, Ani sangat merindukan mu mas.., Ani tak tahu bagaimana mengungkapkannya." Ani menjelaskannya.
" Iya sayang, mulai kali ini aku akan selamanya ada bersama mu. Dan yang paling harus kau tahu aku sangat sayang pada mu, aku mencintai mu." ucap Aris dan masih memeluk Ani.
" Maaf, cappuccino nya mbak." pelayan itu menyadarkan pelukan mereka.
Aris dan Ani pun melepas pelukannya, dan segera duduk di kursi kembali.
" Terima kasih." ucap Ani yang wajahnya merah merona.
Ani pun menikmati minumannya, begitu juga dengan Aris yang sedari tadi sudah memesan dan sudah ada di mejanya Ani.
" Mas, kamu kenapa bisa disini ?" tanya Ani yang berpikir mungkin hanya kebetulan.
" Tadi mas telpon Nita, dan dia bilang kamu keluar memakai mobilnya. Dan Nita berkata kemungkinan kamu akan kesini, karena ada teman kamu yang bekerja disini." Aris memberi penjelasan.
__ADS_1
" Hem.., okelah kalau begitu. Nita tahu saja kalau aku kemari." ucapnya Ani.
Lalu Aris dan Ani melepas rindu dengan saling bercerita di cafe itu. Aris mendengar semua cerita Ani sambil menggenggam tangan Ani di atas meja.
Tiba - tiba Ani sadar dengan Imel yang ada di depannya tadi, dia melihatnya kembali tapi Imel tidak nampak lagi duduk di ujung sana.
Tapi Ani segera tidak menghiraukannya, dia sangat senang karena ada Aris. Dan kembali menatap Aris di depannya dengan pandangan penuh cinta dan kasih sayang.
Saat di rumah Nita
Sementara Rian dan Nita sudah kembali ke rumah, Rian memberikan banyak kejutan di dalam kamarnya.
Nita membuka pintu kamarnya, sedangkan Rian masih diluar mengambil beberapa barang dari bagasi mobilnya.
Kamar Nita dan Rian
" Hah...? waw mas...!"
" Mas Rian...!"
" Apa aku gak salah lihat? memang ada acara apa yah hari ini? Atau hari apa ini sekarang ?" Nita sedang berpikir.
" Hem?" Nita mengerutkan dahinya dan alisnya.
" Ada apa ini mas? Memang hari apa ini?" tanya nya lagi ke Rian.
" Sayang...? ini hari cinta kita, dan di secara bersamaan dengan mengetahui jenis kela**n anak yang ada dalam kandungan mu." ucap Rian.
" Maksud dari hari cinta kita itu apa ya mas?" Nita masih bingung dengan perkataan Rian.
" Sayang ini hari pernikahan kita...? masak kamu lupa sayang?" ucap Rian memperjelas lagi.
" Ya ampun aku lupa sekali hari ini, dan tidak menyiapkan apa pun untuk Rian." Nita terlihat bingung.
" Mas, maaf Nita benar - benar lupa akan hal itu. Nita juga tidak menyiapkan apa - apa untuk kamu mas..?" Nita terduduk lemas di tempat tidurnya.
" Tidak apa - apa sayang, kamu kan sudah beri aku hadiah dengan mengandung baby boy untuk aku." Rian terlihat sangat bahagia.
Nita memperhatikan wajah Rian yang begitu polos bagaikan seorang anak kecil yang sedang bahagia mendapat permen kesukaannya.
" Maaf ya mas, kamu memang paling baik buat aku. Mas satu yang aku mau dari kamu, tolong jangan sakiti hati ku atau fisik ku. Bila itu terjadi, mungkin aku akan sulit untuk menghilangkan trauma seumur hidup ku." ucap Nita sembari memeluk pinggang Rian yang tengah berdiri di hadapannya.
" Mas akan ingat permintaan mu Nita, dan Insya Allah akan mas tepati itu." Rian menundukkan kepalanya dan mengecup istrinya.
__ADS_1
Di dalam kamar yang di hiasi bunga - bunga itu mereka saling berpelukan sangat lama. Nita merasa sangat nyaman dengan memeluk Rian saat itu.
Angin dari luar jendela menembus masuk ke dalam kamar mereka.
Nita tiba - tiba mengantuk seketika, karena menikmati suasana mereka berdua.
" Sayang..., aku pegal nih kalau harus berdiri terus..." kata Rian yang tak tahu istrinya sudah hampir tertidur.
" Sayang...?" ucapnya lagi.
" Ah, iya mas. Maaf Nita tertidur, karena nyaman banget rasanya mas." Nita pun tersadar dan berdiri dari duduknya.
" Terima kasih ya mas atas semua perhatian dan hadiahnya ini." kata Nita langsung mencium pipi Rian.
" Ada lagi sayang untuk kamu." ucapnya sambil mengambil dari balik saku celananya.
" Hah ?! ada lagi mas ?" Nita sangat antusias saat di bilang Rian ada lagi kejutannya.
" Ini buat istri ku yang cantik, imut dan menggemaskan sekali." Rian memberikannya ke Nita saat itu juga.
Rian memberinya sebuah cincin berlian yang memang sudah lama Nita suka.
Namun Rian sengaja membelikannya disaat momen yang pas saat ini.
" Ini untuk ku mas?" tanya Nita.
" Iya sayang..., ini untuk kamu, mas hadiahkan." Rian memasangkan cincin itu di jari manisnya Nita.
Dia tersenyum tersipu malu karena bahagia.
" Terima kasih mas.." Nita sekali lagi mengucapkan itu pada Rian suaminya.
Nita hari ini benar - benar sangat bahagia, dan terharu atas perhatian dari Rian kepadanya.
" Kamu benar - benar seperti malaikat penolong aku mas, dikala itu aku sedang rapuh dan trauma akan jatuh cinta lagi, namun kau datang menghapus luka itu di hati ku. Bersyukur aku memiliki mu mas Rian." Nita bergumam dalam hatinya.
Ani dan Aris
Ani dan Aris akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah. Nita tadi sudah berpesan untuk makan malam dirumahnya.
Dan mereka pun keluar dari cafe tersebut segera naik ke mobil dan pulang ke rumah Nita.
Kali ini Aris yang menyetir mobilnya, sementara Ani duduk di sebelahnya sambil menatap Aris. Ani masih tidak percaya Aris sudah ada di depan matanya sekarang.
__ADS_1