
Panji menjemput Sammy hari itu, dia sudah sampai di bandara. Setelah bertemu Panji membawa Sammy untuk mampir cafe hanya sekedar minum kopi disana.
" Pan, sebenarnya apa yang mau kau katakan urusan kita itu? seperti serius kali aku lihat." kata Sammy.
" Sebenarnya ini hanya rasa kemanusiaan dan ingin menolong teman lama ku saja." Panji menjelaskan.
" Teman lama mu siapa? cewek? apa cowok?" Sammy penasaran.
" Dia cewek Sammy, suaminya kecelakaan pesawat jatuh ke laut, sudah di cari tapi tak di ketemukan. Seperti hilang tak berjejak." Panji menjelaskan urusannya.
" Jadi maksud mu aku kau suruh aku berenang di laut untuk mencarinya?!" Sammy terkejut dan berdiri.
" Hahahaha..., ya enggak lah Sam..., dengar dulu aku bicara baru kau ambil kesimpulannya." Panji tertawa terbahak - bahak.
" Hah..., sedikit lega hatiku. Sekarang cobalah kau bicara dan aku akan mendengarkan saja kali ini." kata Sammy yang duduk kembali di kursinya dan mulai mendengarkan.
Panji pun menjelaskan semua inti dari permasalahan dan rencana yang mereka akan buat bersama.
Sammy sudah mulai mengerti tentang ceritanya dan sekarang Sammy sudah siap untuk menolong temannya itu.
" Tapi Pan, itu sebenarnya teman mu atau..." Sammy berhenti.
Dia melihat ke arah Panji dan mengangkat kedua alisnya serta memainkan alisnya terus - menerus.
" Agh..., kau ini. Itu sudah menjadi masa lalu Sam..." kata Panji.
" Hahaha...ketahuan kau !" ucap Sammy tertawa geli.
Mereka pun melanjutkan dengan obrolan santai, dan menikmati kopi mereka. Panji menanyakan kabar anak - anak Sammy dan kehidupan mereka disana.
Sammy sangat terbantu atas pertolongan dari Panji dan kini anaknya sudah tinggal menyusun skripsi, dan yang kecil tahun depan mau masuk SMK.
Kehidupan Sammy sekarang sudah lumayan dari yang sebelumnya, dan dia merasa bersyukur sekali Panji temannya masih ingat kepadanya dan kini membantunya.
🗓️Flash back
Sebenarnya Sammy dulu anak orang kaya, papanya memiliki perusahaan besar di industri kosmetik. Sammy saat itu masih kuliah di bidang bisnis marketing dan manajemen untuk bisa meneruskan bisnis papanya.
Sammy anak tunggal yang tak punya ibu lagi saat itu, lalu papanya meninggal dunia karena jatuh sakit saat itu. Namun Sammy tak tahu kalau surat wasiat sudah di mainkan oleh pamannya.
Papa Sammy menyuruh paman Endru untuk menyiapkan surat warisan untuk anaknya Sammy. Ternyata Paman Endru dan pengacara pribadi papanya sudah sekongkol untuk mengubah isi dari surat warisan tersebut.
Maka dari itu Sammy tak mendapatkan apa pun dari warisan papanya. Pada saat itu tak ada seorang pun yang mau menjadi pendampingnya untuk menaikan kasus tersebut dan merebutnya.
Akhirnya Sammy di usir oleh pamannya dan dia pun tak mau mempermasalahkannya lagi. Sammy lebih memilih pergi dan hidup sendiri.
__ADS_1
Panji sudah tahu akan hal itu, karena Sammy selalu cerita ke Panji permasalahannya. Namun dulu Panji tak bisa menolongnya karena mereka masih kuliah dan belum bisa menghasilkan uang yang lebih untuk Menolong Sammy.
Akhirnya Sammy menjadi tukang kebun di sekolahnya dan tinggal di rumah penjaga kampus tersebut.
Pak Wahyu penjaga kampus serta OB di kampusnya yang membantu Sammy saat diusir dari rumahnya.
Setelah itu Sammy melamar pekerjaan ke luar kota dan tak pernah bertemu lagi dengan Panji.
Mereka sudah tak berhubungan selama 10 tahun lamanya.
***
Panji dan Sammy akhirnya pergi dari cafe itu, Panji membawa Sammy kerumah lamanya. Panji menyuruhnya untuk tinggal disana sementara waktu, selama dia berada di Singapura.
" Oke Sammy, nanti akan kita bahas lagi bagaimana menjalankan rencana kita selanjutnya." kata Panji yang sudah mengantar Sammy.
Panji juga sudah menyuruh Sammy untuk memakai motor yang ada di garasi rumahnya bila mau keluar.
Sammy pun pulang kerumahnya fan hari sudah malam. Lisa sudah menunggunya dirumah untuk makan malam bersamanya.
" Brem..." terdengar suara mobil Panji masuk ke dalam halaman rumah.
" Ceklek..., mas kamu sudah pulang..?" Lisa memeluknya.
Lisa menggelengkan kepalanya, yang menandakan kalau dia belum makan.
" Kalau begitu ayo kita makan bersama sayang..., ini ada sesuatu mas bawa kesukaan mu." ucap Menjulurkan bungkusan tersebut ke Lisa.
" Apa ini mas?" Lisa mengintipnya.
" Oh ya mas, mana teman kamu yang baru datang itu?" tanya Lisa sekali lagi.
" Dia mas suruh tinggal di rumah mas saja. Dan tadi sudah mas antar kesana." ujar Panji yang meletakkan jasnya dan pergi mencuci tangan di wastafel.
" Loh, kok gak diajak kesini dulu sih biar makan bersama...?" Lisa sedikit kecewa.
" Lisa sayang..., dia kan baru sampai. Jadi lelah dan ingin beristirahat disana. Bukan aku tak mau bawa kesini, dia yang ingin istirahat dulu." ucap Panji.
" Okelah mas, tapi nanti undang dia biar kita bisa makan bersama ya mas...?" Lisa sangat senang.
" I...ya, nanti akan mas bawa dia makan malam bersama kita." Panji mulai mengambil nasi.
" Ah.....! Kue kesukaan ku mas...?!" teriak Lisa.
" Mbak...! mbak...!" Lisa memanggil art nya.
__ADS_1
" Ambil piring deh mbak. Ambil dua ya mbak..., cepetan mbak...!" Lisa sudah gak sabaran.
Panji hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah istrinya.
Art itu pun bergegas mengambil piringnya dan Lisa membuka bungkusan itu lebih lebar lagi. Dia membagi kue keju kesukaannya ke art tersebut untuk mereka bagi - bagi.
" Mbak, bagi - bagi mbak sama yang lain ya. Ini enak banget mbak..." ucap Lisa sangat girang sekali.
" Iya bu..., terima kasih. Mari pak Panji." art itu pergi membawa piring yang satu untuk di bagikan.
" Terima kasih ya mas..., kamu paling ter the best forever." ucap Lisa sembari tersenyum.
" Iya sayang..." kata Panji.
Lisa pun mulai makan malam bersama Panji. Dia sangat senang tak terkira, kue kesukaannya di beli suaminya untuk dirinya.
Malam itu mereka sangat bahagia, dan art juga sangat suka melihat mereka selalu bahagia.
" Bu Lisa baik sekali ya, emang benar kuenya enak banget. Rasa keju yang lumer di mulut." para art duduk di gazebo depan dekat pos satpam depan.
" Iya saya suka bekerja disini, dapat majikan baik banget.., gak seperti majikan ku dulu." ucap pak tarno satpam Panji kepara art disitu.
" Wah beruntung dong kamu pak sekarang." ucap art yang lain.
" Ya begitulah, kita semua beruntung." kata Satpam itu lagi.
mereka pun menikmati kue yang diberikan oleh Lisa tadi. Duduk bersama di depan rumah sambil menikmati malam dan makan kue yang begitu nikmat.
Sedangkan Lisa menikmati kuenya sambil menonton tv diruangan itu sendirian. Panji ada di atas sedang mandi di kamarnya, hari ini dia sangat lelah dan ingin segera istirahat.
Namun Lisa tak ada di dalam kamar, terpaksa Panji jalan keluar kamar mencarinya.
" Lisa...!"
" Lisa...!"
" Kemana si Lisa, padahal tadi baru saja heboh dengan kuenya, kini sudah tak terdengar suaranya.
Panji lalu menemukan Lisa sudah tertidur di sofa depan tv, panji melihat piring kecil kue itu berada di atas meja dan masih bersisa satu lagi.
" Hem..., istri ku ini." Panji menggendong Lisa ke dalam kamar dan menyuruh art nya menyimpan kuenya Lisa ke dalam kulkas.
Lisa pun sudah tidur di dalam kamarnya di balik selimut tebalnya.
Panji juga tidur disisinya dan tak lupa mengecup Lisa dengan kasih sayangnya.
__ADS_1