
Sudah 2 hari Rian dan Nita dikampung halaman Ani, dan hari ini mereka akan melanjutkan perjalananya ke Makasar.
Rian merasa gugup dan jantungnya berdetak dengan kencangnya. Namun ada juga rasa gelisah karena dia masih melihat perasaan Nita masih gelisah akan hubungan mereka.
Ani juga ikut bersama mereka, di Makasar tempat kampung halaman dia hanya seminggu disana. Selesai dari sana Ani harus mengurus kantor cabang di Surabaya itu.
Dalam perjalanan mereka menikmatinya, terlihat laut dan pantai yang indah disana. Sudah lama Nita tidak pulang ke Makasar, terakhir kali waktu dia harus pergi ke America. Selama 3 haru Nita dikampung halamannya, dia menghindar dari Panji saat itu.
***
Sampai di Makasar Nita, Rian dan Ani di sambut oleh bude Nita dan semua para kerabat. Suasana sangat ramai dan banyak orang desa yang membantu bude untuk acara Nita nanti.
Sekarang sudah hari Rabu, dan beberapa hari lagi ijab kabul terucapkan dari mulut Rian untuk mengesahkan hubungan yang sesungguhnya.
Mereka duduk di sofa karena kelelahan karena perjalanan, makanan dan minuman disuguhkan budenya diatas meja.
" Wah Nita kamu mantap sekali pulang - pulang bawa pria tampan." Mas, kamu kok mau sama dia..?" Nita ini cuma pekerjaannya saja yang dia nomor satukan, nanti kasihan masnya dicueki." Hehehe..." ujar teman Nita yang di desa.
" Kamu Ica.., awas yah nanti aku cubit kamu." Nita membalas ucapan Ica.
" Nita, kamu lama tidak pulang." Aku kesepian semenjak tidak ada kamu." serunya lagi.
" Hem.., pandai kamu berbohong." Jadi yang sebenarnya prianya dicueki, aku apa kamu..?" Iya kan mas..?" kata Nita yang menyapa suaminya Ica.
" Oh, begitu ya..?!" Kamu kesepian tanpa Nita tapi tidak tanpa aku..?" tanya suaminya.
" Mas Biyan..?" Kamu sudah pulang..?" Ica memeluk suaminya.
" Maaf mas itu tidak benar, Nita berbohong dan memfitnah ku." katanya Ica lagi.
" Benarkah..?" Tapi aku sendiri yang mendengarkannya." ujar Biyan.
" Hah..?" Em.., maafkan aku mas." Hehehe.." Ica pergi dan pamit pulang dulu.
__ADS_1
" Hahaha, habis lah kau Ica." Nita tertawa.
Nita terlihat sangat senang dan tertawa lepas, Rian memperhatikan Nita dari tadi yang sedikit bersemangat dan tidak lesu atau gelisah seperti tadi.
Ani dan budenya Nita berada di dapur luar, dia melihat - lihat keadaan disana. Mereka masih sangat tradisional dan sangat kental adat di desa Nita.
Semua sudah disiapkan oleh budenya Nita tanpa ada yang terlewatkan untuk hari Minggu nanti.
Barang - barang bawaan mereka sudah diletakkan ke dalam kamar, sementara hari sudah semakin sore Nita pun pergi untuk mandi duluan. Kalau Rian ikut berbaur dengan bapak - bapak dan para muda - mudi yang sedang membuat sesuatu di teras depan.
Rian merasa hidup di desa Nita sangat menyenangkan, mereka semua saling toleransi dan bahu - membahu. Adat mereka pun masih kental rasa hormat juga masih dijunjung tinggi.
Rian sangat senang terlihat bergabung dengan orang desa. Budenya Nita juga suka melihat Rian yang ramah pada orang kampung dan mau berbaur bersama.
***
Malam hari sudah terasa udara semakin dingin, Rian terlihat memakai jaketnya yang tebal. Orang - orang kampung sudah pada pulang dan akan melanjutkannya besok hari lagi. Besok giliran ibu - ibu yang akan membuat makanan tradisional dan beberapa kue kering untuk acara.
Hari ini rumah sudah mulai dihias beberapa bagian, dan Nita sudah mulai tidak boleh melakukan apa pun.
" Bude, mas Aris kapan kembali katanya..?" Masak adiknya nikah dia tidak ada disini..?!" ucap Nita sedikit cemberut.
" Masak sih..?" Nih buktinya mas kamu datang dan mendampingi kamu saat mau nikah." Aris tiba - tiba berada disana.
" Aris..?" kapan kamu sampai nak..?" tanya Ibunya sendiri.
" Mas Aris.." Nita memeluknya.
" Aris baru sampai bu, dan langsung dari sana mengambil cuti untuk anak ibu yang manja ini." Aris mengelus kepala Nita sambil tersenyum.
Aris seorang tentara yang ditugaskan di luar daerah, kebetulan kali ini dia pulang dan nanti akan kembali lagi.
Ibunya memeluknya sambil menangis karena sangat rindu padanya. Ayahnya juga memeluk setelah tahu Aris pulang dengan selamat.
__ADS_1
" Pak..!" Bapak sehat - sehat kan..?" tanya Aris.
" Iya nak, ibu dan bapak sehat kok." Kamu kenapa tidak beri kabar kalau mau pulang..?" Bapak sangat kangen kamu dan Syukur kamu kembali dengan selamat." ucap bapaknya.
Rian dikenalkan Nita kepada Aris, dan menceritakan bahwa Aris abang sepupunya yang sudah seperti abang sendiri baginya.
Rian juga baru tahu kalau Nita mempunyai abang sepupu tentara dan Rian bangga Aris adalah sepupu Nita yang berarti sepupu dia juga nanti.
Semua sudah berkumpul bersama diwaktu yang baik itu. Ani juga sangat terpesona melihat Aris, dan dia marah pada Nita yang tidak pernah bercerita kalau dia punya abang sepupu yang tak kalah tampan dari Rian.
" Nit, kamu gak adil banget, gak pernah cerita kalau abangnya juga tampan selain adiknya yang cantik." Ya kan mas Rian..?" Ani menyenggol Nita disampingnya.
Mereka semua geli melihat tingkah Ani yang sangat centil di depan Aris.
Ani tak berkedip melihat Aris dan dia seperti tersihir akan wajah Aris yang mempesona. Badannya yang kekar dan ototnya yang terlihat di lengannya, membuat Ani salah tingkah.
Mungkin Ani jatuh cinta ke abang ya Nita saat itu, dan tidak bisa menguasai perasaannya serta pikirannya.
Namun Nita menyenggol Ani dan menyadarkan lamunannya dari Aris di otaknya.
Ani sangat marah kepada Nita, dan mencubit tangan Nita lalu berlari untuk menghindar dari Nita saat itu juga.
" Huh, anak ini kalau urusan pria tampan aku dia jadikan korban amarahnya." ucap Nita.
Aris hanya geleng kepala melihat Nita dan temannya, dan dia juga senang ternyata teman Nita selama diluar sana adalah teman yang baik. Dan Nita tidak terpengaruh dengan adab dan perilaku orang diluar sana.
***
Hari ini sudah hari Sabtu, dan besok adalah hari dimana rencana Rian akan meresmikan Nita menjadi istrinya yang sah. Hari begitu cepat terasa, dan gak menyangka besok sudah akan tiba.
Dan semakin banyak orang kampung yang membantu, semua keluarga dan kerabat juga semakin banyak yang datang. Rumah sudah dihias semua, pelaminan juga sudah siap dipasang. Lampu banyak terpasang dimana - mana, membuat terang seluruh rumah di sekitarnya.
Rian sudah sangat menantikan hari itu tiba, dimana dia dan Nita akan resmi menjadi suami dan istri yang sah. Rian juga akan sepenuhnya mencurahkan kasih sayang kepada Nita. Dan membuktikan tulusnya cinta dan perasaan yang dia miliki kepada Nita.
__ADS_1
Dan malam ini Rian akan diungsikan ke rumah saudara yang dekat dari keluarga bude. Dan keesokan paginya akan diarak dari sana dan diantar ke rumah budenya Nita.
Sedangkan Nita akan diantarkan oleh Aris abang sepupunya untuk pertemuan antara pengantin pria dan pengantin wanita.