
Pagi ini Nita sangat sibuk, dia sudah mengambil cuti selama tiga hari ke pak Rahmat.
Hari ini dia mempersiapkan semuanya, karena besok adalah acara pertunangan Rian dan dirinya.
Semua sudah disiapkan Nita hanya siapkan sebagian saja dan mengecek kembali semua pesanannya agar tidak ada yang tertinggal.
" Hallo apakah ini dengan bu Nita yang di jln. Flamboyan..?" tanya orang dari seberang melalui ponselnya.
" Oh iya pak.., ada apa?" tanya Nita.
" Saya cuma mau memastikan kembali bahwa besok pesanan akan diantar kerumah pukul 10 pagi bu..?" tanya orang yang akan mengantarkan catering makanan untuk acara itu.
" Oh, maaf pak kalau bisa jangan jam 10 pak.." Tolong besok diantar jam 08 : 30 ya pak.." Soalnya acara akan dimulai pukul 10 pagi." Dan saya serahkan besok kepada bu Ani teman saya yang akan menerima pesanan itu." ucap Nita menjelaskan.
" Baiklah buk Nita, akan saya catat di kertas tagihannya." Terima kasih ya buk sudah mempercayakan kami." ujar bapak itu.
Telpon pun terputus dan di tutup, Nita menelpon orang dekor serta yang lainnya.
Dan Ani masih sibuk dengan pekerjaan di kantor, hari ini hanya Nita yang tidak masuk.
Tetapi besok Ani tidak masuk ke kantor, makanya dia menyiapkan semua pekerjaannya agar tidak menumpuk keesokan harinya.
***
Hari ini semua sudah selesai, dan Nita berbaring di kasurnya. Diliriknya jam dinding di kamarnya yang menunjukkan masih pukul 16:00 sore.
" Sebentar lagi mungkin Ani sudah pulang." Coba aku telpon dulu deh dia." celetuk Nita sambil mengambil ponselnya yang ada disamping.
" Tut..., tut..." Ani belum juga menjawab telpon darinya.
" Hallo Nit, ada apa..?" Aku masih sibuk banget nih...?!" Mungkin pulang agak malam, masih banyak lagi kerjaan ku disini." Siapa ya kira - kira yang mau bantu..., hiks, hiks.." Suara Ani yang ngomel dari tadi.
" Ya Ani aku belum tanya kamu sudah ngomel - ngomel." Ya sudah aku tutup telponnya." Tadinya mau ajak kamu ke salon biar barengan gitu." ucap Nita.
" Hah..?!" ke salon..?!
__ADS_1
" Kalau ke salon aku mau Nit, kamu tunggu aku ya." Paling lama aku pulang jam 8 malam deh ya Nit." Aku akan cepat siapkan tugasnya, oke Nit." Tunggu aku." Ani langsung sangat bersemangat.
"Oke deh, giliran di bilang ke salon saja langsung oke." Hehehe.., aku tunggu kamu dirumah ya An.." By." Nita menutup pembicaraan.
Nita tersenyum mengingat kelakuan temannya itu, dia gemas jadinya.
Nita pun mengantuk karena kelelahan saat melakukan semuanya sendiri.
Tetapi semua sudah tinggal dipesan saja tanpa harus melakukan semuanya. Rian yang menyuruh, karena Rian tahu Nita tidak ada yang bantu. Sebab dia sendirian tak ada sanak saudara.
Rian juga tak ingin Nita kelelahan, jadi semua mama Rian yang atur namun Nita hanya mengeceknya saja lagi.
Para tamu pun tak banyak yang diundang, hanya kerabat dan sanak saudara saja.Teman kantor pun tak ada yang di undang kecuali Panji yang diundang oleh Rian tanpa sepengetahuan Nita.
Rian sangat ingin Panji datang ke acara pertunangannya. Karena keluarganya saat Rian di Singapura sangat baik dan ramah kepadanya. Namun Rian tidak mengetahui akan suatu hal pada Panji yang sedang menunggu kekasihnya kembali dan berharap masih di jodohkan lagi.
***
Linda pergi bersama Yadi dan anak - anaknya makan malam di resto yang lumayan bergengsi. Kali ini Linda sangat menawan dengan balutan gaun malamnya yang berwarna merah maron.
Kesan glamornya sungguh terpancarkan, saat keluar rumah para tetangga mempertanyakan tentang kemewahan Linda dan pria yang bersamanya.
" Oh iya ya bu.." Dasar pelakor." Saya pun juga heran, dia tidak bekerja tapi uangnya selalu ada untuk kasih makan anaknya." Para tetangga selalu kepo dengan kehidupan Linda.
Linda sangat kesal akan hal itu.
" Tuh kan mas, mereka selalu menceritakan aku." Kapan mas mau nikahi aku mas.., biar aku gak jadi bahan gunjingan mulut - mulut mereka tuh." Linda cemberut dan kesal.
" Tenang sayang..., Minggu depan kita nikah." Tetapi kita nikah saja tidak usah pakai pesta - pesta." Nanti uang pestanya bisa kita gunakan untuk bulan madu keluar negeri, bagaimana sayang..?!" Yadi memberikan usulannya.
" Iya mas, Linda mau." Tapi benaran ya mas..., jangan bohong lagi kali ini." rengekan manjanya ke Yadi.
" Iya, kali ini mas pastikan kamu menjadi istri mas selamanya." ucap Yadi.
" Ma, kita mau kemana..?" kok belum sampai juga..?" Ririn sudah lapar ma.." rengek Ririn.
__ADS_1
" Iya sayang sebentar lagi juga sampai.., ini lagi macet." Maaf ya sayang.." Linda mencoba tenangkan Ririn.
Ririn pun diam dan duduk dengan baik, Ririn merupakan anak yang penurut dan baik. Dia selalu tenang dan diam saja, gak tahu kenapa tapi dia lebih suka bermain sendirian. Mungkin karena dulu Ririn suka ditinggal Linda untuk pergi kerja. Jadi dia menjadi anak yang pendiam dan suka menyendiri.
***
Tidak berapa lama mereka sampai di resto tersebut, semuanya turun dari mobil dan ikut Yadi masuk kedalam.
Mobil sudah diparkirkan dan di kunci saat itu, Yadi dan Linda mulai memilih tempat duduk. Ririn sangat senang saat itu, dia melihat kesana dan kemari.
Ririn belum pernah jalan dan makan malam bersama keluarga. Dalam hati Linda dia sangat bersyukur, sekarang Yadi sudah di terima oleh mama kandungnya ( Sumi ). Kali ini Linda berjanji akan benar - benar menjadi istri dan ibu yang baik.
***
Sofi dan teman - teman arisannya pun pulang. Dia sudah berpikir sampai dirumah langsung mandi dan berendam.
Mobilnya melaju dijalan raya, dia juga menyalakan musik sambil menyetir.
Sampainya dirumah Sofi masuk ke kamarnya dan melihat sekeliling kamar.
Dia merasa ada yang aneh, lemari tidak tertutup rapat di tempat barang suaminya.
Sofi pun mengeceknya, dia terkejut semua barang milik suaminya sudah tidak ada lagi. Lalu dia memanggil pelayan di rumahnya.
" Mbak..., mbak...!"
" Dimana bapak mbak ?!"
" Kamu ada lihat dia tidak dirumah..?!" Sofi murka dan dia sangat marah.
" Maaf bu, tadi bapak ada di rumah pulang sebentar lalu pergi lagi dengan kopernya." Saya pikir bapak pergi ke luar kota dan ibu sudah tahu katanya." ucap mbak itu dengan polos.
Sofi kesal dan dia duduk di depan kaca meja riasnya. Lalu dia melihat ada sebuah kertas amplop yang terletak disana.
Sofi dengan cepat membuka dan membacanya, ternyata ada dua kertas disana. Kedua surat itu dia baca satu persatu, di saat itu dia menangis dan berteriak. Yadi sudah menceraikannya, surat yang kedua Sofi pun membacanya.
__ADS_1
Sangat terkejut dia mengetahui bahwa Yadi menikahi dia hanya ingin balas dendam akan kematian ibunya karena ulahnya Sofi saat itu.
Seorang ibu yang tertabrak dan tidak adanya rasa tanggung jawab akan kesalahannya.