
"Bagaimana? Apakah sekte ini cukup untuk Pilar Dewa-mu?" Shen Zhu bertanya sambil mengusap-usap kepala kucingnya. "Istriku!" Ia menambahkan seraya tersenyum miring.
"Hmmmm…" Xiao Mao menggumam melalui suara di kepala Shen Zhu. "Sebenarnya… meski jika digabungkan dengan Sekte Shu, bahkan belum sebanding dengan Sekte Darah. Tapi karena ini adalah pertama kalinya kau menyebutku 'istriku', aku akan mempertimbangkannya."
"Kalau begitu tempat ini akan kusimpan untuk selirku!" goda Shen Zhu.
"Lupakan saja!" sergah Xiao Mao cepat-cepat sambil melompat dari pangkuan Shen Zhu, kemudian menerjang papan nama di atas gerbang dan menjatuhkannya. "Sekte ini milikku. Kau hanya milikku!" cerocosnya sambil mencakar-cakar tulisan Sekte Shenlu di papan itu dan menghapusnya, membalik papan itu, kemudian mengukir nama baru.
Sekte Dewa Pemburu.
Tak lama kemudian seorang pemuda dari Sekte Shu menyeruak bersama sejumlah murid perguruan mereka. "Ketua! Aku datang membawa bantuan," katanya. Tapi lalu membeku dan tergagap melihat sekitar. "Semua ini—"
Shen Zhu tersenyum tipis.
"Kau yang melakukannya sendiri?" tanya pemuda itu terbata-bata.
"Bantu aku membereskan tempat ini!" instruksi Shen Zhu tanpa ekspresi.
"Baik!" para pemuda dari Sekte Shu membungkuk bersamaan. Lalu mulai berpencar menyingkirkan mayat-mayat, merapikan tempat yang berantakan dan membersihkannya.
Salah satu dari mereka memanjat tangga untuk memasang papan nama baru di atas gerbang dibantu pemuda lainnya, memegangi tangga dan menahannya di bawah.
Xiao Mao melompat ke sana-kemari dengan antusias, mencopot semua tata tertib yang digantung di dinding-dinding kelas, peraturan sekte yang dipahat pada tugu batu di setiap sudut pelataran bangunan dan menggantinya. Semuanya dilakukan secepat kilat dengan menggunakan kekuatan cahaya yang hanya dimiliki oleh ras dewa.
Sementara itu, Shen Zhu sudah berada di ruangan ketua dan memeriksa semua arsip, mengumpulkan sepuluh pelat Ujian Ksatria. Beberapa pemuda dari Sekte Shu membantunya merapikan tempat itu.
Semuanya baru dimulai, pikir Shen Zhu sambil tercenung memandangi Xiao Mao yang melompat ke sana-kemari dan berlari-lari seperti kucing nakal yang mengacaukan pasar.
Hanya serpihan kecil dari satu kekaisaran!
Waktunya tak banyak lagi. Sisa pusaka belum ditemukan. Ujian Ksatria di depan mata.
Dua puluh kuota lagi, tekadnya dalam hati. Hanya butuh dua puluh kuota Ujian Ksatria lagi, dan aku sudah bisa merebut bagian kecil dari Aliansi.
Lagi-lagi hanya bagian kecil! Shen Zhu membatin getir.
Sisa hari itu mereka habiskan untuk merombak habis Sekte Shenlu dibantu para murid Sekte Shu.
Keesokan harinya, Shen Zhu menyerahkan sisanya untuk diselesaikan para pemuda dari Sekte Shu. Mengatur perjanjian darah dengan Sekte Shu, membagi separuh kekuatannya untuk mereka dan mempercayakan semuanya pada ketua Sekte Shu.
__ADS_1
Shen Zhu melanjutkan ekspansi seorang diri. Menghadapi sekte yang jauh lebih besar.
Sekte Mata-mata yang menjual jasa pengawal bayangan.
Sekte Jianyou!
Bersifat netral dan misterius. Ahli sembunyi dan kecepatan.
Sama kuatnya dengan Sicarii.
Sayang sekali separuh kekuatan Shen Zhu baru terkuras, sementara Xiao Mao dikirim untuk berurusan dengan Sekte Darah.
Baru sedikit melewati gerbang, Shen Zhu sudah merasa begitu lelah.
Sihir pelindung Sekte Jianyou memiliki aura intimidasi yang sangat kejam. Setiap lantai yang dipijaknya memicu sistem keamanan berupa benang transparan yang tidak terlihat namun ketajamannya setara dengan pedang, ketangguhannya tak bisa diremehkan. Hanya sehelai benang tipis yang tidak terlihat bisa memotong logam.
Shen Zhu harus melewatinya dengan menyelinap di sana-sini, menghindari setiap helai benang yang malang-melintang tidak teratur di sepanjang jalan masuk, di antara berondongan tembakan jarum beracun yang dilontarkan para penjaga di sana-sini.
Hatinya tergoda untuk merusak sistem kemanan itu, namun jika ia menguasai sekte itu nantinya, sistem kemanan itu akan berguna.
Sekte ini lumayan menarik, pikirnya. Sangat disayangkan kalau harus dihancurkan. Mengambil kendali atas mereka akan lebih menguntungkan.
Tapi tentu tak akan mudah!
Dalam keadaan prima, racun apa pun takkan berpengaruh pada tubuhnya. Tapi ia baru saja membagikan separuh kekuatannya untuk sekian banyak orang.
Manna pemulihannya tak cukup untuk mengendalikan racun.
Lagi pula ia tetap tak bisa lepas dari rasa sakit. Penyembuhan otomatis juga memerlukan proses seperti setiap kali ia menikam diri untuk memulihkan orang lain. Ia tetap harus melewati kondisi tidak sadarkan diri.
Racun apa pun memang tak bisa membunuhnya, tapi tetap akan melumpuhkannya untuk sementara dan memulihkannya secara bertahap.
Sekarang Shen Zhu bisa merasakan racun itu mulai menebar melalui pembuluh darahnya. Sungguh sial! erangnya dalam hati.
Shen Zhu mendarat di pekarangan dengan terhuyung. Wajahnya mulai memucat. Bibirnya membiru dan sebulir keringat menggelinding di pelipisnya.
Ia mencoba menekan beberapa titik akupuntur untuk memperlambat penyebaran racun.
Sejumlah ninja misterius mengepungnya dalam formasi penyergapan yang paling rumit.
__ADS_1
Beberapa mengepungnya secara terang-terangan, beberapa lainnya bersiap di atap-atap bangunan, beberapa lainnya lagi bersembunyi di sudut-sudut gelap.
Shen Zhu bisa merasakan keberadaan mereka dan tidak satu pun tersembunyi dari penglihatannya mengingat ia bisa melihat cahaya aura. Tapi kondisi tubuhnya sudah tidak memungkinkan untuk membuat serangan yang berarti.
Apa hanya begini saja? ia mengeluh dalam hatinya. Sudah terlambat untuk menyerah sekarang! Ia memperingatkan dirinya. Lalu mengeluarkan pedangnya.
Seluruh tempat mulai berguncang dan bergemuruh.
Para ninja yang mengelilinginya beringsut selangkah ke belakang dengan waspada, lalu mulai memasang kuda-kuda.
Tapi tangan Shen Zhu tiba-tiba terkulai, tak sanggup mengangkat pedang. Pedang itu tertancap di permukaan tanah dan membentuk formasi sihir dengan sendirinya, membuat manna pelindung otomatis.
Roh pedang membantunya.
Asap gelap menyembur dari celah di mana pedang itu tertancap, membetuk pusaran gelap yang secara perlahan menampilkan proyeksi malaikat bersayap gelap dengan jubah gelap dan tudung kepala.
Malaikat kematian.
Kesadaran Shen Zhu mulai menipis. Tubuhnya terpuruk dan jatuh berlutut.
Proyeksi malaikat itu menutupinya dengan sepasang sayapnya yang gelap pekat. Menahan kepala Shen Zhu di atas lututnya.
Semua orang membeku kebingungan di tempatnya masing-masing.
Segala usaha Shen Zhu sepanjang hari itu tampaknya akan sia-sia. Kesadarannya makin meresap ke dalam kegelapan pekat.
Namun pada saat yang paling kritis, sekelompok dewa pemburu melesat dari langit, bertaburan seperti hujan meteor, kemudian mendarat di sana-sini di setiap penjuru tempat di dalam benteng.
"Kakak! Kami datang!"
Shen Zhu mendengar suara Xiao Mao di antara kesadarannya yang timbul-tenggelam.
Para anggota Sekte Jianyou tersentak dan mengedar pandang dengan ketakutan.
Xiao Mao mendarat di depan proyeksi malaikat yang berlutut memeluk Shen Zhu dalam wujud manusia, "Bawa dia ke penginapan!" instruksinya pada proyeksi malaikat itu. "Yanxi akan merawatnya!"
Proyeksi malaikat itu mengangguk pada Xiao Mao, lalu beranjak bangkit sambil membopong tubuh Shen Zhu.
Seluruh tempat kembali berguncang dan bergemuruh ketika proyeksi malaikat itu mencabut pedang Shen Zhu.
__ADS_1
Lalu terdengar dentuman besar ketika proyeksi malaikat itu terbang melesat.
Sejumlah anggota sekte Jianyou terkapar secara serentak, mati mendadak tersapu angin yang dihempaskan pijakan kaki proyeksi malaikat kematian.