Pusaka Dewa Petaka

Pusaka Dewa Petaka
22


__ADS_3

Tak sampai setengah dupa, gelombang kelelawar itu sudah melindas setengah anggota perguruan.


Tak sampai setengah dupa, banyak orang orang sudah bergelimpangan.


Harus segera diakhiri! Shen Zhu memutuskan. Sementara ia sendiri mulai terengah-engah.


Sosok raksasa itu masih berdiri tegak dengan kedua tangan terlipat di belakang tubuhnya. Tetap tenang dan melayang diam tanpa tergoyah.


Shen Zhu dan sejumlah tetua di sekelilingnya terlihat seperti capung yang merubung pohon ek raksasa. Tapi mereka tidak terlihat gentar meski berkali-kali terpental dihempas angin kencang yang tercipta dari kibasan tangan sang iblis.


Semua orang di bawah mereka, sudah seperti semut di mata sang iblis.


Aku tak percaya aku tak bisa menghadapinya! gerutu Shen Zhu dalam hatinya.


Diberkati pusaka dewa petaka? Shen Zhu membatin sinis. Apa hanya begini saja?


"HIAAAAAAAT!" Shen Zhu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyerang sekali lagi. Tapi lagi-lagi ia terpental hanya dengan satu jentikan jari sang dewa iblis.


Shen Zhu jatuh berlutut dengan bertumpu pada pedangnya. Tubuhnya gemetar akibat lelah bercampur geram. Napasnya tersengal-sengal. Isi dadanya terasa panas dan bergemuruh. Ternyata masih jauh dari target! batinnya sedikit jengkel. Jengkel pada diri sendiri!


Perlahan-lahan, ia mengangkat wajahnya, menatap sang dewa iblis dengan mata terpicing.


Vampir itu balas menatapnya sambil tersenyum miring.


Shen Zhu menghela bangkit tubuhnya sekali lagi, kemudian mengetatkan genggaman di batang pedangnya. Tapi tidak segera melesat untuk menerjang. Hanya menarik satu kakinya ke belakang, kemudian menekuk lututnya sedikit dalam sikap kuda-kuda. Ia mengangkat pedangnya dengan kedua tangan. Lalu menancapkannya di lantai batu.


BUUUUUM!


Bumi bergetar dan berkeretak. Lalu berguncang dan bergemuruh.


Raja vampir mengerutkan keningnya.


Shen Zhu membeku dalam posisi masih berlutut dengan kedua tangan masih terkepal menggenggam gagang pedangnya.


Asap hitam menyembur dari retakan lantai di mana pedang itu menancap, membentuk pusaran gelap yang secara perlahan membentuk sosok misterius berjubah gelap dengan tudung kepala.


Semua orang menahan napas menatap sosok itu, terperangah dengan mata dan mulut membulat.


Bahkan sang iblis!


Detik berikutnya, sosok misterius berjubah gelap itu membengkak perlahan-lahan. Semakin lama, semakin besar, hingga ukurannya setara dengan sosok raksasa sang dewa iblis.


"Proyeksi dewa petaka!" pekik Bao Hu.


"Bagaimana bisa?" pekik istrinya.

__ADS_1


Proyeksi dewa adalah karunia kekuatan dari roh dewa. Hanya orang-orang yang memiliki roh dewa yang bisa memunculkan proyeksi dewa. Dengan kata lain, proyeksi dewa adalah materai dewa itu sendiri.


"Dari mana dia mendapatkan Segel Dewa Petaka?" para tetua mulai menggumam.


Shen Zhu mencabut pedangnya kemudian melayang di depan dada sosok raksasa berjubah gelap itu.


Badai kelelawar serentak menyeruak ke arah Shen Zhu dan merubung seperti lalat.


Shen Zhu lalu menyentakkan sebelah tangannya, mengayunkan pedangnya ke samping, dan seketika pedang itu menyala menyemburkan lidah-lidah api berwarna merah.


BLAAAAAAAASSSSHHH!


Angin kencang tercipta dari lecutan pedangnya.


Bersamaan dengan itu, sosok raksasa berjubah gelap di belakangnya, yang disebut-sebut sebagai proyeksi dewa petaka itu mengibaskan jubahnya mengikuti gerakan pedang Shen Zhu.


Pusaran gelap yang tercipta dari ribuan kelelawar itu memburai tersapu angin kencang bersama semburan api yang tercipta dari lecutan jubah itu, yang secara otomatis menghanguskan kelelawar-kelelawar itu dalam sekejap.


Para tetua serentak menyisi.


Raja vampir mengetatkan rahangnya sambil menggeram, menghujamkan tatapan tajam ke arah sosok di belakang Shen Zhu. "Zainan!" hardiknya sambil merenggut jubahnya, menutup wajahnya dan berputar-putar.


GRAAAAAAAK!


Sepasang sayap gelap berukuran raksasa berderak membuka dari punggungnya. Sosoknya telah berubah menjadi kelelawar raksasa, lalu terbang melesat ke arah Shen Zhu.


Proyeksi dewa di belakangnya melipat kedua tangannya ke belakang sambil mengedikkan bahunya dan memutar tubuhnya sedikit.


SLASH!


Kelelawar raksasa itu tergelincir menerjang udara kosong. Lalu menggeram murka sambil menerjang ke arah Shen Zhu.


Xie Ma memejamkan matanya sambil menautkan jemari di depan wajahnya, berharap dalam hatinya supaya mimpinya tidak menjadi kenyataan.


Kepingan gambar dalam mimpinya berkelebat dalam benaknya.


Xie Ma tersentak dan mendongak menatap adiknya, kemudian mengerutkan keningnya.


Bukan di sini! Ia menyadari.


Dalam mimpinya, ia memang melihat gelombang kelelawar. Tapi adiknya tidak sedang dikepung kelelawar saat tertikam. Ia ingat ada banyak tangan yang mengepung adiknya. Dan ia melihat Bao Yu berada begitu dekat di depan Shen Zhu.


Xie Ma ingat tangan Shen Zhu menggapai-gapai ke arah gurunya sebelum ia terlempar dalam keadaan tertikam.


Tombak! Xie Ma menggumamkan kata-kata itu dalam benaknya. Dia tertikam di ujung tombak.

__ADS_1


Iblis itu tidak membawa tombak!


Xie Ma mengawasi pertarungan itu tanpa berkedip. Menunggu Pilar Dewa Iblis mengeluarkan tombak. Tapi tidak terjadi.


Tidak sekarang! ia menyimpulkan. Tidak di sini!


Ia memperhatikan setiap serangan yang dilontarkan sang raja vampir pada adiknya. Tangannya yang panjang dan pucat dengan jemari runcing melecut-lecut mengincar titik-titik mematikan di tubuh Shen Zhu.


Tangan-tangan dalam mimpinya kembali berkelebat. Penuh warna, penuh corak.


Tangan si raja vampir itu sama sekali polos. Hanya jemari pucat dibalut lengan jubah berwarna gelap.


Sama sekali berbeda dengan mimpinya.


Pertarungan di udara semakin sengit.


Shen Zhu menggerak-gerakkan jemari tangannya di depan dada seperti sedang menari, lalu menyilangkan pedang di depan wajahnya sambil memejamkan mata.


Ketika ia membuka matanya lagi, lidah-lidah api menyembur dari kelopak matanya. Ia mengibaskan pedangnya ke samping, dan sosok di belakangnya juga mengibaskan tangannya ke samping dengan gerakan seragam, menyentakkan jemari tangannya membentuk cakar, mengais udara kosong, kemudian mengepal.


KRAAAAKKK!


Raja vampir tiba-tiba terkoyak tanpa sentuhan tangan manusia, kemudian remuk berkeping-keping.


DUAAAAARRRR!


Retakan tubuh sang raja vampir meledak menyemburkan api dan bebatuan seperti gunung meletus.


Bersamaan dengan itu semua kelelawar di sekelilingnya hangus terbakar dalam sekejap, hingga tak ada yang tersisa kecuali serpihan debu yang berterbangan tersapu angin.


Semua orang tercengang, antara takjub dan ngeri. Membeku seragam di antara reruntuhan seolah mendadak berubah jadi batu, wajah mereka menghadap ke arah yang sama, mendongak di bawah taburan debu yang tampak seperti hujan salju.


Shen Zhu mendarat dengan posisi jongkok dengan kedua tangan bertumpu pada pedangnya.


GRAAAAKKK!


Serpihan bebatuan berkeretak di bawah kakinya, menghempaskan kepulan debu ke sekelilingnya.


"Adiiik!" Xie Ma menghambur ke arah Shen Zhu, diikuti Bao Yu dan murid-muridnya. Kemudian diikuti para tetua dan guru-guru.


Lalu menyedot perhatian lebih banyak orang lagi.


Gerombolan serigala berbulu landak menyisi sambil memandang sinis di kejauhan.


Putra Bao Hu menatap Shen Zhu dengan sengatan rasa iri. Tapi tak bisa berbuat apa-apa. Benar-benar tidak berguna, batinnya sambil mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya. Mengutuki dirinya sendiri. Aku harus menjadi lebih kuat lagi! tekadnya dalam hati. Lalu menatap Shen Zhu sekali lagi dan merasa sosok itu tidak tergapai.

__ADS_1


Ranah galaksi, batinnya. Pasti ada cara untuk menerobos ranah itu dengan cepat. Kalau tidak, bagaimana bisa dia menerobosnya dalam hitungan hari?


__ADS_2