
Liu Tang memutar tubuhnya ke belakang dan membeku menatap udara kosong.
Shen Zhu sudah menghilang dan berpindah tempat dalam sekejap ke balik awan di mana kudanya sedang menunggu.
"Pertahankan benteng!"
Teriakan nyaring seorang perwira menyentakkan Liu Tang. Lalu dengan cepat ia melesat ke sisi benteng yang berhasil diterobos klan reptilian.
Klan reptilian adalah kelompok monster melata sejenis ular, buaya dan lainnya. Namun tentunya dalam ukuran raksasa.
Seorang perwira terlempar dari benteng disusul terjangan ular raksasa berkulit keras.
Liu Tang melesat ke arah ular raksasa itu seraya menghujamkan tombaknya ke perut monster itu dan mengoyaknya.
Perwira yang terlempar itu segera menarik bangkit tubuhnya dan berdiri terhuyung sambil menekuk perutnya.
Bertepatan dengan itu, seekor kelelawar raksasa menukik ke arah perwira itu.
Perwira itu terpekik dan terjengkang.
SLAAAASSSH!
Sebilah pedang melesat dan menancap tepat di tenggorokan kelelawar itu.
Perwira itu menoleh ke belakang dan Tiao mendarat di belakangnya seraya mengayunkan sebelah tangannya, mencabut kembali pedangnya dengan telekinesis.
Detik berikutnya, gerombolan monster melata menyeruak ke arah Liu Tang dari tembok pertahanan. Pada waktu yang sama, gerombolan monster unggas juga menukik dengan cepat ke arahnya.
DUAAAAARRRR!
Semburat cahaya berbentuk sabit melesat dari dua sisi berlawanan, kemudian meledak di tengah-tengah kepungan.
Lim Hua dan Liang Ze melesat dari kiri-kanan Liu Tang dan mendarat di sisinya.
"Kalian terlambat!" Liu Tang berbisik rendah memarahi mereka.
"Sebetulnya tidak!" Jialin menyela sambil melesat di depan mereka, menghalau seekor monster ular yang sedang menerjang ke arah Lim Hua. Lalu mendarat di depan Liu Tang. "Kami dihadang gerombolan iblis kelelawar!" jelasnya pada Liu Tang.
"Siap menyerang!" instruksi Liu Tang. "Selamatkan orang dulu!"
"Aku sudah tak sabar dari tadi!" hardik Tiao sambil melesat melewati Jialin dan menghujamkan pedangnya ke arah monster gagak yang menerjang seorang perwira. "Jangan lengah!" katanya pada perwira itu.
"Terima kasih!" ungkap perwira itu terbata-bata. Lalu kembali memasang kuda-kuda.
Serangan gelombang kedua klan iblis sudah menerobos pekarangan di luar benteng.
"Keyakinan, keberanian dan perlindungan, temani dan lindungilah aku!" ratap seorang ksatria di tengah kepungan monster unggas dan monster melata.
__ADS_1
GRAAAAAKKKK!
Sepasang rantai gelap melecut dari kegelapan, menyergap semua monster itu dan meledakkannya.
DUAAAAARRRR!
Semua orang di dekat ksatria itu tersentak bersamaan.
"Dari mana datangnya rantai itu?" pekik semua orang.
Liu Tang mendongak ke langit malam, mengintip gumpalan awan gelap yang mencurigakan. Lalu tersenyum samar dan menggeleng-geleng.
Tiao dan Jialin mengikuti arah pandangnya dengan dahi berkerut-kerut.
"Awas!" Liu Tang menghardik mereka seraya menerjang ke arah monster ular raksasa yang hampir mencaplok Jialin.
DUAAAAARRRR!
Ular itu meledak dan ular lainnya menerjang ke arah mereka.
Tiao menghalau kepala ular itu dengan tendangan memutar di udara, kemudian mengayunkan pedangnya dan mendaratkannya di leher ular itu.
Klan iblis terus-menerus menyerang dengan agresif. Setiap gelombang serangan memiliki target yang sangat jelas dan berurutan seperti tentara yang tertib.
Otak inti tentara klan iblis adalah panglima tertinggi klan iblis. Di bawah komandonya, setiap klan iblis tingkat rendah mampu mempertahankan nyawa untuk menjalankan perintah.
Selama panglima iblis itu masih hidup, klan iblis tidak akan berhenti menyerang. Hanya jika membunuh panglima tertinggi iblis baru tentara klan iblis menjadi kacau. Tapi tempat di mana panglima tertinggi iblis berada, merupakan tempat yang paling dijaga ketat di antara pasukan tentara iblis.
"Baik!" Tiao, Jialin dan yang lainnya berseru serempak penuh tekad.
Operasi pemenggalan adalah misi penyerangan langsung panglima tertinggi iblis untuk memenggal kepalanya.
Kepala panglima tertinggi iblis itu dibutuhkan untuk ditukar dengan prestasi dan upah besar. Misi paling bahaya sekaligus paling menguntungkan.
Terutama untuk Ketua Aliansi!
Di balik batok kepala panglima tertinggi iblis, tersimpan kristal darah yang bisa meningkatkan kekuatan spiritual secara instan.
Ketua Aliansi membutuhkannya untuk menerobos tingkat.
Dibanding prestasi dan bonus kontribusi yang didapatkan para ksatria yang mengusung misi berbahaya itu, keuntungan yang didapat Ketua jauh lebih tinggi.
Ketua Aliansi memanfaatkan para ksatria untuk kepentingan pribadinya dengan dalih melindungi umat manusia.
Selama bertahun-tahun, tidak ada yang tahu setiap misi adalah mesin produksi.
Terompet perang adalah pemanggil kelompok iblis, dan bukan sebaliknya.
__ADS_1
Genderang perang adalah pemicu datangnya tentara iblis yang merasa terusik.
Setiap serangan dapat diatur sesuai kebutuhan Ketua Aliansi terhadap kristal darah.
Peperangan diatur oleh terompet dan genderang perang.
Kebenaran tak pernah sejalan dengan keyakinan!
Selama berabad-abad, para ksatria yang menjunjung tinggi pengabdian meyakini terompet perang berbunyi menandakan klan iblis sedang menyerang. Kenyataannya, terompet perang memanggil kawanan iblis dan memberitahukan posisi benteng. Genderang perang dan mercusuar di lima Pilar Dewa adalah sinyal sebuah tantangan perang.
Ketua Aliansi bisa mengatur perang terjadi, tapi tak bisa menghentikannya. Itulah sebabnya ia membutuhkan pasukan berani mati.
Shen Zhu tersenyum getir di atas kuda terbangnya yang bertengger di atas awan. Tertunduk mengawasi pamannya dan kakak-kakak seperguruannya dengan ekspresi muram.
Kelompok itu berderet di sepanjang balkon, bersiap untuk melompat turun ke tengah-tengah klan iblis dengan semangat melindungi umat manusia.
Tak ada yang bisa dilakukan untuk saat ini! Shen Zhu memperingatkan dirinya. Lalu diam-diam mengutip sekeping mata rantai petaka dan meremukkannya, kemudian menebarkan serpihan rantai petaka itu ke wilayah iblis untuk membelenggu kekuatan spiritual klan iblis, lalu bergegas menghela kudanya dan melanjutkan perjalanan.
Paman Tang benar, katanya dalam hati. Dapatkan kedudukan tinggi, peroleh kekuatan besar!
Tidak boleh ada yang kurang. Lebih baik tidak ditunda.
Semakin cepat semakin baik!
Hanya kekuatan dan kedudukan yang lebih tinggi yang melampaui kekuatan dan kedudukan Ketua Aliansi yang bisa merenggut mereka dari perbudakannya.
"Paman, Kakak, jiayou!" desisnya menyemangati. Lalu melesat dan menghilang di kaki langit.
"Lompat!" Liu Tang memberikan aba-aba.
Tiao, Jialin dan saudara-saudara seperguruan mereka melayang serempak dari balkon dan mendarat di pekarangan di luar benteng, tepat di tengah-tengah kepungan tentara iblis.
SLAAAASSSH!
SLAAAASSSH!
DUAAAAARRRR!
Pertempuran meledak bersama semburat cahaya berwarna-warni yang berkilat-kilat disertai gemuruh angin dan gelegar benturan energi spiritual.
Jialin melesat dan berpindah-pindah tempat seraya mengayun-ayunkan pedangnya ke sana-kemari, menghalau serangan udara.
Tiao memantul-mantul di posisi paling depan sebagai kapten.
Lim Hua dan Zhang Junda menyerampang di belakang Tiao dengan posisi saling memunggungi untuk membendung serangan tak terduga.
Tan Liu dan Tan Nuo menyeruak di atas tunggangan mereka masing-masing di kedua sisi Tiao untuk membuka jalan sembari menghalau serangan monster unggas dan terjangan monster serigala yang menyergap secara diam-diam.
__ADS_1
Lian Ze dan Zhen Juan mengekor di belakang mereka dengan melayang di udara untuk memantau situasi di depan Tiao sambil membasmi monster bersayap yang terbang berseliweran menghalangi jalan.
Dengan formasi strategis dan kerjasama yang solid, ditambah bantuan dewa, tim Tiao berhasil memenggal kepala perwira tertinggi iblis dan kembali dengan selamat.