
"Ini terlalu aneh," komentar salah satu pejabat aliansi. "Semua buronan dan sejumlah besar rakyat sipil di bawah naungan sekte yang dihancurkan menghilang begitu saja. Meski beberapa menguasai teleportasi, tapi… membawa rakyat sipil dalam jumlah besar… bukankah membutuhkan formasi besar? Mereka tak mungkin lolos dari pengawasan!"
"Benar," timpal pejabat yang lainnya. "Mereka seharusnya tidak bisa melarikan diri ke luar wilayah dalam waktu singkat. Kecuali…"
"Kecuali apa?" sela Ketua Aliansi.
"Kecuali jika mereka masih sembunyi di dalam wilayah di suatu tempat dengan ranah pelindung!" jawab pejabat kedua.
"Ranah pelindung?" Ketua Aliansi spontan menoleh ke arah pejabat yang kedua. "Seperti…"
"Gerbang Tanah Perjanjian Darah!" timpal pejabat lainnya dengan antusias.
Mata Ketua Aliansi spontan membulat.
Tak sampai satu hari, Sekte Darah pun digeledah. Dua tetua mereka ditangkap dan diadili.
"Gawat!" Liu Yanxi menyeruak memasuki gerbang sambil berteriak panik.
Sejumlah ninja serentak melompat keluar dari sudut-sudut tersembunyi di sekeliling Kuil Zainan.
Para ksatria dan para Master Spiritual yang sedang berlatih spontan menoleh ke arah Yanxi.
"Sekte Darah sudah dikepung!" Yanxi memberitahu.
Semua orang serentak menegang.
"Celaka!" gumam Tiao. "Para tetua dan guru besar tidak ada di sini. Ksatria Pilar Dewa juga belum kembali."
"Bagaimana dengan Tetua Tang?" tanya Shi Tan pada Yanxi.
Yanxi menggeleng dengan raut wajah muram. "Dia tak bisa meninggalkan Kota Pangkalan. Pihak Aliansi akan mencurigainya kalau dia menghilang lagi."
"Paling tidak, Sekte Darah tak akan dihancurkan seperti yang lain mengingat tempat itu merupakan satu-satunya pusat pemeliharaan binatang spiritual," sela Tiao. "Tujuh kekaisaran akan mengecam Aliansi Ksatria kalau sampai Tanah Perjanjian Darah dihancurkan."
"Aku akan menghadap Kaisar Jiangnan!" seorang pria mengajukan diri. "Aku pernah dikirim ke sana sekali, Kaisar Jiangnan sudah mengenaliku!"
Benar!
Pria itu adalah utusan dari klan peri yang pernah dikirim Shen Zhu untuk menyampaikan pesan pada Hua Ze. Pria itu peri merpati.
"Aku akan meminta Kaisar untuk membuat pengalihan," usul pria dari klan peri itu.
Semua orang mengangguk setuju.
Seorang gadis bergaun putih dengan cadar melangkah ke tengah-tengah kerumunan. "Aku juga peri merpati," katanya. "Aku akan ke Benua Jingling untuk melapor pada Dewa Zhu."
Semua mata spontan bergulir ke arah gadis itu.
Yanxi mengangguk setuju. Lalu mengedar pandang. "Maka kita harus segera membentuk tim!" katanya pada yang lain, sementara kedua peri merpati tadi sudah berubah bentuk menjadi merpati pos dan terbang melesat keluar gerbang dan menembus rune perjanjian darah.
Tiba-tiba jeritan seorang gadis melengking di pintu gerbang.
Semua orang tersentak dan menoleh ke arah gerbang.
Seorang pria berpakaian ksatria berbaju besi, lengkap dengan helm baja tertutup dan jubah armor berwarna merah tahu-tahu sudah berdiri di pekarangan seraya mencekik seorang gadis bergaun putih dengan cadar transparan.
__ADS_1
Gadis itu adalah peri merpati tadi.
Aliansi Ksatria telah menemukan Sekte Liu dan menerobos rune perjanjian darah.
Bagaimana bisa? Yanxi langsung memucat.
Semua orang membeku di tempatnya.
Peri merpati gadis itu menggeliat-geliut dalam cengkeraman ksatria itu. Kakinya menggantung beberapa inci dari permukaan tanah.
"Lepaskan dia!" hardik Shi Tan seraya menghunus katana dari punggungnya.
Yang lainnya spontan memasang kuda-kuda.
Ksatria itu menyeringai. "Rupanya Dewa Penyesat itu menyembunyikan klan Liu dengan begitu baik," katanya bernada licik.
Tiba-tiba sekeliling tempat berguncang dan berdentum-dentum.
Sekitar satu legiun tentara Aliansi Ksatria mengepung Gunung Zainan di luar rune perjanjian darah. Mereka sedang berusaha menghancurkan ranah.
Hanya satu orang yang bisa menembus rune, pikir Yanxi. Dia memiliki darah Liu! Ia menyimpulkan. Kemudian mengawasi ksatria di depan gerbang itu dengan mata terpicing.
"Lepaskan!"
DUAAAAARRRR!
Shi Tan kehabisan kesabarannya. Dengan geram ia melontarkan energi cahaya berbentuk sabit ke arah ksatria itu dan seketika peri merpati terlepas dari cengkeraman ksatria itu.
Peri merpati itu jatuh terjerembab dengan posisi tertelungkup, lalu menarik bangkit tubuhnya sembari terbatuk-batuk.
"Siapa kau sebenarnya?" Yanxi bertanya pada ksatria itu dengan tatapan curiga.
Ksatria itu kembali menyeringai, kemudian melipat kedua tangannya ke belakang dan melangkah pelan ke tengah-tengah kepungan.
Semua orang beringsut selangkah ke belakang dengan waspada.
Ksatria itu melepas helm bajanya.
Semua orang tersentak dan menahan napas.
Ternyata Ketua Aliansi!
Pantas saja dia bisa menerobos rune! pikir Yanxi.
Hanya dewa yang bisa menerobos ranah pelindung.
Gunung Zainan berdentum-dentum. Angin kencang bergemuruh menyapu seluruh tempat.
Rambut putih dan jubah armor Ketua Aliansi berkibar-kibar.
Semua orang di sekelilingnya hanya membeku. Seluruh gerakan seolah terkunci.
Jyu Jieru, pria tampan berkepala botak dari aliran Tao memaksa dirinya untuk berkonsentrasi, membacakan mantra dan melipat sebelah kakinya di atas lutut kaki lainnya. Lalu tubuhnya mulai melayang. Sebuah lingkaran sihir tercipta di belakang tubuhnya.
Ketua Aliansi meliriknya sambil menyeringai. "Ingin menentang dewa dengan proyeksi dewa?" ejeknya. "Benar-benar mimpi di siang bolong!"
__ADS_1
Yanxi melompat ke belakang dalam sikap kuda-kuda, kemudian menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemarinya di depan dada.
Sebuah lingkaran sihir tercipta di bawah kakinya di permukaan tanah.
Ketua Aliansi menoleh padanya dan tergelak.
Yang lainnya melakukan hal yang sama, memasang kuda-kuda dan menyiapkan teknik masing-masing.
Ketua Aliansi tetap bergeming. Tidak menunjukkan reaksi bahwa ia merasa terancam.
Qianxi dan Li Qinfeng bertukar pandang, kemudian menerjang bersamaan seraya menghujamkan tinju mereka.
Ketua Aliansi tersenyum miring, kemudian mengulurkan sebelah tangannya ke depan.
DUAAAAARRRR!
Qianxi dan Li Qinfeng langsung terpental sebelum dapat menyentuh Ketua Aliansi.
SLAAAASSSH!
Shi Tan melompat seraya mengayunkan kedua pedangnya dengan gerakan khas. Semburat cahaya berbentuk sabit bersilangan melesat dari ayunan pedangnya.
DUAAAAARRRR!
Lagi-lagi Ketua Aliansi menghalau serangan tanpa menyentuh. Hanya mengibaskan sekilas tangannya dan Shi Tan sudah terlempar hingga beberapa puluh meter.
Di luar ranah pelindung, para ksatria masih berusaha menghancurkan rune dengan teknik gabungan energi spiritual.
Seluruh tempat di dalam lingkaran ranah bergoyang-goyang. Semua orang di dalamnya terombang-ambing seperti sedang berada di atas kapal di tengah ombak besar.
Beberapa Sicarii berpindah tempat keluar ranah dengan teknik teleportasi, kemudian melontarkan sejumlah belati ke arah para ksatria yang sedang mencoba menghancurkan tanah pelindung.
SLAAAASSSH!
JLEB!
JLEB!
Beberapa dari ksatria tertikam dari belakang dan berjatuhan. Membuat konsentrasi ksatria lainnya mulai goyah.
Para ninja Sicarii memanfaatkan peluang itu untuk mengacaukan formasi gabungan mereka, dibantu sejumlah wanita dari aliran sihir dari bagian dalam.
Serangan massal di tengah pekarangan berlangsung sengit meski lawan mereka hanya bergeming.
Gouw Anio, si pemanggil kecil pecinta warna pink sudah mengeluarkan teknik andalannya.
Tubuh mungilnya mengambang di udara dalam pusaran badai cahaya.
Sebuah gerbang menyembul keluar dari permukaan tanah di bawah kakinya.
Lalu suara auman binatang menggelegar menggetarkan seluruh tempat.
Seekor singa berkepala manusia melangkah keluar dengan aura dewa yang bermartabat.
Ketua Aliansi akhirnya mengerjap. Itu adalah pertama kalinya ia terlihat gelisah.
__ADS_1