
Lebih dari tujuh hari Ketua Aliansi tak menampakkan batang hidungnya di aula pertandingan. Sibuk berlatih untuk memperkuat diri, bersembunyi di ruangan rahasianya di ruang bawah tanah Markas Besar Aliansi Ksatria, tepat di bawah lantai arena, menikmati hasil panen tim Liu Tang.
"Kapten Tim Sekte Majusi melawan Kapten Tim Sekte Bao!" Suara pemandu acara membahana di aula pertandingan ketika Ketua Aliansi akhirnya berhasil menerobos tingkat. Namun tetap gagal melewati Ranah Surgawi.
Pintu batu berbentuk bulat di ruang bawah tanah Markas Besar Aliansi Ksatria akhirnya bergulir membuka. Seluruh tempat di sekitarnya berguncang dan bergemuruh menyentakkan para ksatria yang berjaga di sekitar ruangan rahasia itu.
Lantai arena turut bergetar, membuat gedung arena mendadak hening.
Xiao Mao yang baru turun ke lantai arena bertukar pandang dengan lawannya di seberang ruangan.
Semua orang membeku dengan waspada.
Ketua Aliansi melangkah keluar dari ruangan rahasianya. Kekuatan spiritualnya sudah mencapai puncak, menyebabkan aura tekanan yang lebih mengintimidasi dari sebelum ia memasuki ruangan rahasia itu.
Hanya tinggal satu tingkat, pikirnya. Dan aku sudah menjadi dewa.
Tapi satu tingkat di puncak Ranah Surgawi diyakini sebagai "Kehendak Langit" dalam dunia Master Spiritual.
Tak banyak yang dapat menerobos tingkat terakhir kecuali diberkati langit.
Shen Zhu adalah orang pertama yang menjadi dewa dalam seratus tahun terakhir.
Setiap Master Spiritual dengan level kekuatan sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan sudah dianggap sebagai dewa. Ditakuti di seluruh benua.
Tapi itu tak cukup memuaskan hasrat Ketua Aliansi yang tiada batas.
Hanya ada satu cara yang bisa membantunya menerobos tingkat terakhir.
Menyerap pil dewa.
Pil dewa adalah kristal darah yang tertanam di dalam tubuh seorang dewa. Tapi menangkap seorang dewa tidak ada bedanya dengan upaya menjaring angin. Apalagi membunuhnya untuk mendapatkan kristal darah dalam tubuhnya kecuali pada saat "Penobatan Dewa" sedang berlangsung.
Penobatan Dewa adalah saat sebuah formasi besar terjadi secara otomatis ketika seseorang berhasil menerobos tingkat terakhir Ranah Surgawi, atau lebih tepatnya mencapai level kekuatan sepuluh ribu.
Dalam formasi besar itu kitab langit akan terbuka dan menobatkan orang terkait sebagai dewa.
Pada saat itulah Pil Dewa akan melayang turun langsung dari langit dan hinggap di depan orang yang dinobatkan.
Itu adalah saat yang paling kristis bagi orang yang dinobatkan, di mana ia membutuhkan waktu untuk menyerap Pil Dewa tersebut.
__ADS_1
Xiao Mao sedang bertarung sengit melawan gadis penyihir dari klan peri yang menyamar sebagai peserta Ujian Ksatria dari Sekte Majusi ketika Ketua Aliansi akhirnya muncul di aula pertarungan.
Aura tekanan yang ditebarkan pria itu membuat semua orang tercengang dan merasa terancam. Tapi tidak satu pun berani menunjukkan bahwa mereka merasa hari ini Ketua sangat berbeda. Hanya membungkuk dengan patuh seperti budak taklukan perang.
Lalu ketika pria itu mengibaskan tangannya, semua kegiatan kembali berjalan.
Xiao Mao menarik napas dalam-dalam, kemudian memasang kuda-kuda, menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemarinya di depan dada, memusatkan energi spiritual, dan bersiap untuk menyerang.
Lawannya sudah melesat melambungkan tubuhnya ke udara, memutar-mutar tubuhnya seperti gangsing dalam tarian elegan yang memunculkan sejumlah kartu raksasa yang bisa mengeluarkan monster dari gambar simbol zodiak yang terdapat pada masing-masing kartu.
Tiba-tiba saja Xiao Mao terhenyak dan jatuh berlutut seraya menekuk perutnya seperti dihantam sesuatu yang tak kasatmata.
Para penonton terpekik bersamaan.
Tubuh Xiao Mao berdenyut-denyut seperti ingin meledak. Ia menghela paksa tubuhnya untuk berdiri, lalu terhuyung seraya mengangkat sebelah tangannya. "Aku menyerah!" teriaknya pada wasit.
Bao Yu menegang di deretan bangku ketua.
"Apa yang terjadi?" Semua orang bertanya-tanya.
Ketua Aliansi mengawasi Xiao Mao dengan mata terpicing, kemudian tersenyum samar.
"Pertarungan berakhir!" Pemandu acara mengumumkan. "Sekte Majusi memenangkan pertandingan!"
Xiao Mao berbalik dan menyisi, melangkah terseok-seok meninggalkan arena.
Tiba-tiba Ketua Aliansi beranjak dari tempat duduknya, "Gadis itu sedang menerobos tingkat!" katanya pada semua orang, kemudian melompat dari balkon, terbang melesat ke arah Xiao Mao, menyambar pinggangnya dan melarikan gadis itu keluar gedung.
Semua orang terpekik dan menahan napas.
"Selamat kepada Peserta Nomor Lima-lima!" Pemandu acara mengumumkan. "Master Spiritual Ranah Surgawi termuda telah lahir!"
Seluruh aula kembali meledak oleh tepuk tangan spektakuler.
Bao Yu menelan ludah dan melirik ke arah Jyang Ryu dengan diam-diam.
Jyang Ryu memucat.
Tak tahan hanya berdiam diri, Bao Yu akhirnya beranjak dari tempat duduknya, kemudian bergegas keluar arena. "Apa yang terjadi?" ia bertanya pada seorang resepsionis setelah mencapai aula panitia dengan napas tersengal. "Kenapa Ketua melarikan muridku?"
__ADS_1
"Jangan khawatir," resepsionis itu menenangkan Bao Yu. "Aliansi Ksatria menyediakan fasilitas ekslusif untuk peserta yang menerobos tingkat tertentu!" katanya bernada formal.
Tingkat tertentu? pikir Bao Yu. Dahinya berkerut-kerut. Setelah berkali-kali menghadiri Ujian Ksatria, baru kali ini ia mendengar Aliansi Ksatria menyediakan fasilitas ekslusif untuk menerobos tingkat tertentu. Apa maksudnya tingkat tertentu? ia bertanya-tanya dalam hatinya.
"Di mana ruangan ekslusif yang dimaksud?" tanya Bao Yu.
"Mari ikut kami!" Dua ksatria membungkuk seraya melayangkan tangan mereka ke arah pintu keluar.
Sembilan dewa pemburu yang menyamar sebagai peserta Ujian Ksatria Sekte Bao menghambur ke arah Bao Yu.
Kedua ksatria itu menuntun mereka ke gedung pelatihan Pasukan Khusus Aliansi Ksatria, dan mengarahkan mereka ke salah satu ruangan di dalamnya.
Dua ksatria lain berjaga di depan pintu ruangan itu seraya menyilangkan tombak. "Peserta sedang bermeditasi!" Salah satu dari mereka memberitahu. "Mohon menunggu!"
Bao Yu bertukar pandang dengan kelompok dewa pemburu itu dengan raut wajah cemas.
Salah satu dari mereka mengangguk samar untuk menenangkan Bao Yu.
"Ketua, duduklah!" Dewa pemburu lainnya menggamit lengan Bao Yu dan menariknya ke sisi koridor dan mendudukkannya di bangku kayu panjang yang ada di dekat pintu, bersikap patuh dan penuh perhatian seperti layaknya murid sungguhan.
Bao Yu melirik para penjaga itu dengan diam-diam, kemudian mengedar pandang melalui sudut matanya, mencoba membaca situasi dengan waspada. Bagaimanapun tindakan Ketua Aliansi kali ini sedikit mencurigakan.
Sementara itu, di ruang bawah tanah, Ketua Aliansi menyelundupkan Xiao Mao ke dalam ruangan rahasianya. Ruangan yang dijaga ketat di mana Bao Yu menunggu sekarang sebetulnya hanyalah pengalihan.
Tidak ada apa-apa di dalam ruangan itu!
"Ketua…" Xiao Mao mengedar pandang dengan curiga.
"Jangan khawatir," tukas Ketua memotong perkataan Xiao Mao. "Ini adalah ruang latihan pribadiku," jelasnya. "Kau berlatihlah dengan tenang. Tidak akan ada yang tahu rahasiamu!'
Xiao Mao tergagap dan memucat. "Rahasia?" tanyanya pura-pura tak mengerti.
"Kau kira aku tak tahu?" Ketua Aliansi balas bertanya. Lalu tersenyum dan menepuk lembut bahu Xiao Mao. Memasang wajah malaikat. "Aku tahu kau menyembunyikan level kekuatanmu. Kau tak ingin didiskualifikasi dari ujian, kan?"
Xiao Mao langsung terdiam.
"Jangan khawatir!" kata Ketua Aliansi pura-pura peduli. "Di sini kau aman."
Xiao Mao membuka mulutnya, bersiap untuk mengajukan penolakan. Tapi kondisinya semakin kritis. Jika ia tidak segera bermeditasi, tubuhnya akan meledak. Mau tak mau ia menerima tawaran itu.
__ADS_1
"Aku akan kembali ke aula!" kata Ketua Aliansi. "Tapi kau jangan khawatir. Aku sudah menempatkan beberapa penjaga di luar!"
Xiao Mao mengangguk dan memaksakan senyum. Lalu mulai bersila di tengah altar. Bersiap untuk bermeditasi sementara Ketua Aliansi meninggalkan ruangan.