Pusaka Dewa Petaka

Pusaka Dewa Petaka
81


__ADS_3

Tidak benar! Shen Zhu terpekik dalam hatinya.


Hanya monster tingkat delapan, tapi begitu banyak pasukan yang dikerahkan.


Monster tingkat delapan adalah binatang spiritual dengan usia kultivasi delapan ratus ribu tahun.


Shen Zhu pernah membunuh monster dengan usia kultivasi hampir mencapai satu juta tahun.


Bukankah ini terlalu berlebihan? Shen Zhu membatin getir. Lalu secara tiba-tiba dan tanpa peringatan, ia menerjang ke tengah kepungan, menyelinap di antara para ksatria.


Tapi sesuatu menyergap pinggangnya dan menariknya ke belakang. Seuntai rantai bermata pedang.


Dan untungnya pedang itu tak sampai melukai Shen Zhu.


Pedang itu menggelantung di pinggangnya ketika rantainya mengetat.


Itu adalah jenis senjata yang belum pernah dilihat Shen Zhu. Ia tersentak dan menoleh ke belakang untuk melihat si penyerang.


Bao Yu melayang di atas atap arena yang telah terkoyak, sebelah tangannya terlipat ke belakang, tangan lainnya mencengkeram kipasnya yang tinggal kerangka. Sekarang kipas itu telah berubah menjadi kipas rantai berkepala pedang-pedang pendek jenis sabit yang melilit Shen Zhu.


"Guru—" Shen Zhu tergagap. Lalu tertunduk takjub menatap untaian rantai yang melilitnya. Ternyata kipasnya adalah selusin sabit, pikirnya takjub.


Pria cantik itu menyentakkan kipasnya dan menutupnya. Kemudian semua rantai itu melesak ke dalam genggamannya dan kembali menjadi kipas.


Shen Zhu terseret bersama rantai itu ke arah Bao Yu dan pria itu kemudian menangkap pinggangnya dan membawanya terbang menjauh.


"Kau hampir mengumbar identitasmu!" Bao Yu memperingatkan setelah mereka mendarat di tempat yang aman.


Jialin dan Tiao juga berada di sana bersama Bao Hu dan Bao Yuwen.


"Tapi—" Shen Zhu tak jadi bicara ketika Bao Hu menoleh pada mereka dengan tajam, melontarkan isyarat peringatan sambil mengerling ke arah kerumunan.


Shen Zhu mengerti dan langsung terdiam.


Mereka mengungsi di balkon menara Aliansi Ksatria, bersama sebagian besar tamu lainnya.


Pusat kekacauan itu sekarang terlihat seperti kawah di ceruk sisa gunung yang baru meletus. Para ksatria beterbangan di sekelilingnya seperti kawanan capung. Asap debu membumbung tinggi menggumpal-gumpal.


Suara-suara berdebum, berderak dan berdentang terdengar seperti gejolak pertempuran di medan perang di antara gemuruh angin dan badai cahaya. Sesekali terdengar suara gelegar dan ringkik kuda di antara hentakan suara lantang yang memprovokasi.


Pekik jerit tamu lainnya yang belum dievakuasi menggemuruh seperti riak gelombang di kejauhan.


Shen Zhu mengetatkan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuhnya.


Bao Yu menenangkannya dengan tepukan lembut di punggung tangannya. "Aku tahu kau bisa menaklukkan monster itu seorang diri," bisiknya. "Tapi biarkan mereka mengambil bagiannya!"


"Aku mengerti, Guru!" jawab Shen Zhu balas berbisik. Namun bukan itu sebenarnya yang membuatnya tak puas.


Bukan karena dia tak boleh turun!


Tapi karena hal lain yang menggelitiknya dari dalam. Lebih kepada rasa penasaran yang tak terpuaskan. Pikirannya yang terlalu aktif tak segan-segan menawarkan banyak gagasan yang melahirkan dugaan-dugaan, kemudian melahirkan lebih banyak pertanyaan yang meresahkan.


Kegelisahan yang beranak-cucu!


Pertama…


Monster tingkat delapan tak mungkin menghabisi nyawa satu desa meskipun kemunculannya bisa meluluhlantakkan sejumlah bangunan. Terutama, setengah penduduk adalah ahli beladiri dan master spiritual, dengan sedikitnya sepuluh orang di ranah galaksi dan satu di ranah surgawi.


Ayahnya di Ranah Surgawi. Sudah seperti dewa!

__ADS_1


Tak mungkin dikalahkan monster tingkat delapan.


Kedua…


Seganas apa pun monster tingkat delapan tak perlu ditangani satu legiun.


Monster tingkat delapan tidak sedahsyat itu, kecuali…


Disulap!


Yang meresahkan Shen Zhu sekarang adalah pesulap itu.


Sebesar apa kuasa pesulap itu?


Sejauh mana ia memegang kendali?


Apakah sama seperti pilar dewa?


Atau sama seperti dewa?


Setingkat apa jangkauan kekuasaannya?


Negara?


Benua?


Dunia?


Galaksi?


Shen Zhu bertanya-tanya dalam hatinya.


"Mari lihat keadaan kakakmu!" ajak Bao Yu seraya menepuk bahu Shen Zhu. Kemudian berbalik dan memimpin jalan.


Tiao dan keluarganya menatap mereka penuh keingintahuan. Tapi tidak satu pun berani menanyakannya. Keresahan Shen Zhu terlihat jelas, yang kemudian mereka simpulkan sebagai bentuk kekhawatiran pada kakaknya.


Shen Zhu mengerling sekilas ke arah arena dan tersenyum getir mendapati monster itu telah berevolusi. Tentakelnya bertambah banyak.


Para ksatria itu pasti terus-terusan menyerang bagian tentakel! Shen Zhu menyimpulkan.


Mereka semua adalah dedengkot pasukan pemburu iblis, pikirnya sinis. Mustahil tidak mengerti cara mengatasinya Ulat Tanah Hydra.


Apa tepatnya yang ingin mereka buktikan? Shen Zhu bertanya-tanya dalam hatinya.


Aliansi ini betul-betul tak beres!


Shen Zhu mengedikkan kepalanya seakan berusaha mengenyahkan ganjalan di dalamnya.


Langkah mereka sudah mencapai tangga keluar yang mengarah ke bagian depan markas, menuju balai pengobatan.


Arena pertarungan berada di bagian paling belakang yang jaraknya cukup jauh dari bagunan utama yang disebut Markas Besar Aliansi Ksatria itu.


Luas area Markas Besar Aliansi Ksatria itu setara dengan kota besar. Bisa dikatakan kota benteng. Kekuasaan mereka menjangkau satu benua dengan tujuh kerajaan besar.


Sangat berkuasa!


Sesampainya di balai pengobatan, mereka mendapati Jyang Yue tengah menunggu di luar bilik dengan raut wajah tak berdaya.


Pintu bilik itu terbuka sedikit.

__ADS_1


Di dalam, Xie Ma sudah terlihat tenang, duduk membungkuk di tepi tempat tidur dengan kedua kaki menjuntai ke bawah. Jyang Ryu berlutut di bawahnya membisikan banyak hal seraya memegangi wajah gadis itu dengan kedua tangannya.


Shen Zhu mengerjap dan menelan ludah. Lalu tertunduk dengan raut wajah muram. Akhirnya ia tahu siapa yang mengatasi Xie Ma selama ini. Bukan Guru Yue, batinnya. Tapi Jyang Ryu.


Tentu saja!


Pria itu adalah pemilik karunia Mata Ganda yang sangat langka.


Dikatakan Mata Ganda bisa memindai akar dari setiap permasalahan.


Shen Zhu melirik Jyang Yue dengan tatapan hampa.


Jyang Yue terlihat tak nyaman.


Tapi Bao Yu menjembatani dinding pemisah di antara mereka dengan senyuman samarnya yang menyadarkan mereka bahwa setiap kehidupan akan menemukan jalannya.


Semuanya berlangsung singkat dalam drama bisu.


Shen Zhu memutuskan untuk menyerah pada kakaknya hari ini. Lalu ia memohon diri pada Jyang Yue. "Aku akan menemuinya setelah dia benar-benar pulih," katanya.


Lalu entah bagaimana caranya, monster iblis tingkat delapan itu akhirnya berhasil dilumpuhkan.


Babak Final Ujian Ksatria ditunda selama sepekan untuk pemulihan para peserta yang cidera dan perbaikan gedung arena.


Dan pihak Aliansi benar-benar membuktikannya.


Hanya butuh sepekan…


Dan semuanya kembali normal.


Benar-benar pesulap handal!


Selepas satu pekan itu, tujuh nama tersisa sebagai Peringkat Atas.


Jyang Ryu.


Bao Tiao.


Liu Xie Ma.


Li Qinfeng, Alkemis brutal berotot tak masuk akal.


Tjia Qianxi, wanita tampan pewaris pusaka dewa perang.


Gouw Anio, si Pemanggil Kecil yang bisa mendatangkan kekuatan besar.


Dan Shen Zhu.


Lalu tersisa tiga nama.


Shen Zhu, Jyang Ryu dan Tiao.


Tak perlu diceritakan bagaimana Tiao melewatinya.


Itu adalah anugerah dari Penulis!


Tak perlu diceritakan pula bagaimana nasibnya di Babak Tiga Teratas. Sudah pasti juara ketiga.


Sekarang semua orang sedang menantikan pertarungan puncak.

__ADS_1


Pertarungan Dua Teratas memperebutkan Juara Satu. Pertarungan sengit antar pemilik pusaka dewa.


Liu Shen Zhu melawan Jyang Ryu!


__ADS_2